Showing posts with label Jurnal Nanggroe. Show all posts
Showing posts with label Jurnal Nanggroe. Show all posts

Thursday, April 30, 2026

Sosialisasi Pencegahan Narkoba Berbasis Kolaborasi Desa dan BNNK Pelalawan

Community-Based Drug Prevention Outreach through Collaboration between Villages and the Pelalawan Regency National Narcotics Agency (BNNK Pelalawan)

 Community-Based Drug Prevention Outreach through Collaboration between Villages and the Pelalawan Regency National Narcotics Agency (BNNK Pelalawan) | Rahyunir | Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia

Muhammad Hafizh Rahyunir1, Muhammad Zulherawan2


Abstrak

Penyalahgunaan narkoba di wilayah perdesaan memerlukan strategi pencegahan yang tidak hanya menekankan aspek penindakan, tetapi juga penguatan kapasitas pemerintah desa dan partisipasi masyarakat. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman aparatur desa dan warga mengenai bahaya narkoba, membangun kolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pelalawan, serta mendorong penguatan kelembagaan desa melalui program pencegahan berbasis komunitas . Metode pelaksanaan meliputi observasi lapangan, koordinasi dengan mitra, sosialisasi, pendampingan, monitoring-evaluasi, dan penyusunan luaran kegiatan sebagaimana dirancang dalam proposal dan dilaporkan dalam kemajuan pelaksanaan . Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai jenis narkoba, dampak penyalahgunaan, deteksi dini, dan mekanisme pelaporan, disertai penguatan jejaring kerja sama antara pemerintah desa dan BNNK Pelalawan ​. Program juga menghasilkan luaran berupa artikel pengabdian, media edukasi seperti leaflet, poster, handout, video, serta publikasi media sebagai sarana diseminasi hasil . Dampak utama kegiatan adalah tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat desa serta meningkatnya kesiapan kelembagaan desa dalam mengembangkan program pencegahan narkoba yang berkelanjutan 

Kata kunci: Pencegahan Narkoba, Pemerintah Desa, Masyarakat Desa, Kolaborasi, Pengabdian Masyarakat

Abstract

Drug abuse in rural areas requires prevention strategies that emphasize not only enforcement measures but also strengthening the capacity of village governments and community participation. This community service program aims to improve the understanding of village officials and residents regarding the dangers of drugs, build collaboration with the Pelalawan Regency National Narcotics Agency (BNNK Pelalawan), and encourage the strengthening of village institutions through community-based prevention programs. The implementation methods include field observations, coordination with partners, outreach/socialization, assistance, monitoring and evaluation, and the preparation of activity outputs as outlined in the proposal and reported in the implementation progress. The results of the program indicate an increase in participants’ understanding of types of drugs, the impacts of drug abuse, early detection, and reporting mechanisms, along with strengthened cooperation networks between the village government and BNNK Pelalawan. The program also produced outputs in the form of community service articles, educational media such as leaflets, posters, handouts, videos, and media publications as a means of disseminating results. The main impact of this activity is the growth of collective awareness within the village community and the increased institutional readiness of village governments in developing sustainable drug prevention programs.

Keywords: Drug Prevention, Village Government, Rural Community, Collaboration, Community Service

 

Article Info

Received date: 15 April  2025                                      Revised date: 20 April  2025                                      Accepted date: 24 April 2026

 

PENDAHULUAN

Penyalahgunaan narkoba merupakan persoalan sosial yang tidak hanya terjadi di kawasan perkotaan, tetapi juga telah menjadi ancaman nyata di wilayah perdesaan. Proposal pengabdian menunjukkan bahwa Kabupaten Pelalawan menghadapi peningkatan kasus narkoba dan rendahnya literasi masyarakat desa mengenai bahaya narkoba, mekanisme pelaporan, dan strategi pencegahan berbasis komunitas ​. Kondisi ini diperkuat oleh temuan survei awal yang mencatat bahwa banyak aparatur desa belum pernah mengikuti pelatihan terkait pencegahan narkoba dan sebagian masyarakat belum mengetahui mekanisme pelaporan kasus ​.

Dalam konteks tersebut, pemerintah desa memiliki posisi strategis karena berhubungan langsung dengan masyarakat dan dapat menjadi ujung tombak pencegahan melalui edukasi, regulasi lokal, dan mobilisasi modal sosial desa ​. Namun, keterbatasan kapasitas aparatur, lemahnya kolaborasi antarpemangku kepentingan, dan belum adanya program desa yang secara eksplisit memuat pencegahan narkoba membuat intervensi di tingkat lokal belum optimal ​. Oleh karena itu, program pengabdian ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pemerintah desa dan warga melalui kolaborasi dengan BNNK Pelalawan .

Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman aparatur desa tentang pencegahan narkoba, membangun kesadaran kolektif warga, memperkuat kolaborasi strategis antara desa dan BNNK Pelalawan, serta mendorong penyusunan program kerja atau regulasi desa yang mendukung desa tangguh terhadap narkoba ​. Secara konseptual, kegiatan ini menempatkan pencegahan berbasis komunitas sebagai pendekatan utama, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi sasaran sosialisasi, tetapi juga aktor penting dalam pengawasan dan pencegahan di lingkungannya

 

METODE

Metode pelaksanaan kegiatan mengacu pada tahapan yang dirumuskan dalam proposal dan dikonfirmasi pada laporan kemajuan, yaitu observasi lapangan, rapat koordinasi dengan mitra, sosialisasi, pendampingan, monitoring-evaluasi, serta penyusunan luaran jurnal dan dokumentasi . Pada tahap observasi, tim melakukan pemetaan masalah bersama pemerintah desa dan BNNK Pelalawan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting, kebutuhan edukasi, dan hambatan pencegahan narkoba di desa sasaran .

Tahap berikutnya berupa sosialisasi dan penyuluhan kepada aparatur desa serta masyarakat mengenai jenis narkoba, dampak penyalahgunaan, tanda awal penggunaan, teknik deteksi dini, dan mekanisme pelaporan. Kegiatan ini dilanjutkan dengan pendampingan penyusunan strategi pencegahan di tingkat desa, termasuk dorongan pembentukan program kerja desa atau regulasi yang mendukung upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba .

Monitoring dan evaluasi dilakukan oleh tim pengabdian bersama mitra untuk menilai kesesuaian kegiatan dengan target yang telah disepakati. Partisipasi mitra diwujudkan melalui penyediaan lokasi, dukungan kelembagaan, kehadiran narasumber, pelibatan aparatur desa dan warga, serta keterlibatan dalam evaluasi kegiatan . Mahasiswa dilibatkan sebagai asisten lapangan dalam pelaksanaan penyuluhan, pendampingan, pengadaan kebutuhan kegiatan, dan dokumentasi

 

HASIL, PEMBAHASAN, DAN DAMPAK

Pelaksanaan pengabdian menunjukkan bahwa seluruh tahapan utama kegiatan dapat direalisasikan sesuai alur yang direncanakan, mulai dari observasi awal hingga penyusunan luaran kegiatan ​. Pada tahap awal, pemetaan lapangan memperlihatkan bahwa kebutuhan utama mitra terletak pada rendahnya pemahaman aparatur desa dan warga mengenai bahaya narkoba, deteksi dini, dan pencegahan berbasis komunitas, sehingga materi sosialisasi disusun berdasarkan kebutuhan riil lapangan ​. Temuan ini penting karena memperlihatkan bahwa desain intervensi dibangun secara partisipatif, bukan sekadar formalitas program ​.

Pada tahap sosialisasi, aparatur desa dan masyarakat memperoleh materi tentang jenis-jenis narkoba, dampak penyalahgunaan, tanda-tanda awal pengguna, dan langkah pencegahan dalam keluarga maupun komunitas. Laporan kemajuan menegaskan bahwa kegiatan ini meningkatkan pemahaman peserta dan mendorong tumbuhnya kesadaran kolektif bahwa pencegahan narkoba harus dimulai dari tingkat desa ​. Dalam perspektif pengabdian masyarakat, capaian ini menunjukkan keberhasilan fungsi edukatif program sekaligus penguatan kapasitas sosial masyarakat desa .

 

                               Gambar 1. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian

 

Selain peningkatan pengetahuan, kegiatan juga mendorong penguatan kelembagaan desa. Proposal menargetkan penyusunan program desa atau Peraturan Desa terkait pencegahan narkoba, sedangkan laporan kemajuan menunjukkan bahwa arah penguatan kelembagaan tersebut telah mulai dibangun melalui pendampingan dan dorongan pembentukan instrumen kebijakan lokal . Hal ini menunjukkan bahwa hasil sosialisasi tidak berhenti pada transfer informasi, tetapi diarahkan menjadi dasar kebijakan desa yang lebih permanen ​.

Kolaborasi antara pemerintah desa dan BNNK Pelalawan menjadi temuan penting lain dalam pelaksanaan kegiatan. Melalui kerja sama ini, desa memperoleh akses terhadap pendampingan teknis, materi edukasi, dan peluang supervisi lanjutan, sehingga pencegahan narkoba dapat dijalankan secara lebih terstruktur ​. Dari sisi tata kelola, penguatan jejaring ini penting karena persoalan narkoba tidak dapat ditangani oleh desa secara sendiri, melainkan membutuhkan dukungan lintas lembaga dan kerja bersama yang berkelanjutan .

Dampak kegiatan juga terlihat dari keberhasilan menghasilkan beberapa luaran pendukung. Selain artikel jurnal pengabdian sebagai luaran wajib, program menargetkan dan menghasilkan media edukasi seperti leaflet, poster, handout, video, serta publikasi media massa . Luaran ini memperluas jangkauan pesan pencegahan karena materi edukasi dapat terus digunakan setelah kegiatan lapangan selesai ​.

Meskipun demikian, pelaksanaan kegiatan tidak lepas dari kendala. Hambatan utama meliputi jarak lokasi mitra sekitar 59 km dari Universitas Islam Riau, penyesuaian jadwal dengan mitra, tingkat kehadiran peserta yang belum sepenuhnya mencapai target, serta keterbatasan akses internet untuk distribusi materi digital . Namun, hambatan tersebut dapat diatasi melalui penjadwalan yang fleksibel, penambahan sesi tatap muka, dan koordinasi intensif dengan mitra lokal, sehingga tidak mengganggu capaian substansial kegiatan ​.

Secara keseluruhan, kondisi mitra setelah program menunjukkan perubahan yang positif dibandingkan sebelum kegiatan. Sebelum program, aparatur desa dan sebagian masyarakat memiliki keterbatasan pemahaman mengenai pencegahan narkoba, belum memiliki arah kelembagaan yang jelas, dan belum terhubung secara kuat dengan BNNK Pelalawan ​. Setelah program berjalan, terdapat peningkatan pengetahuan, kesadaran kolektif, penguatan jejaring kolaborasi, serta kesiapan awal untuk membangun program desa anti-narkoba yang lebih berkelanjutan

 

SIMPULAN

Program pengabdian ini berhasil memperkuat pemahaman aparatur desa dan masyarakat mengenai pencegahan penyalahgunaan narkoba melalui rangkaian observasi, sosialisasi, pendampingan, dan evaluasi berbasis kolaborasi dengan BNNK Pelalawan . Kegiatan juga mendorong penguatan kelembagaan desa, memperluas jejaring kerja sama, dan menghasilkan berbagai media edukasi yang mendukung keberlanjutan program ​. Dengan demikian, model pengabdian ini relevan sebagai strategi pencegahan narkoba berbasis komunitas yang dapat dikembangkan lebih lanjut pada desa lain dengan karakteristik serupa.

 

 

 

UCAPAN TERIMAKASIH

Ucapan terima kasih disampaikan kepada Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pelalawan, pemerintah desa mitra, Universitas Islam Riau, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan pengabdian ini.

 

REFERENSI

Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pelalawan. (2023). Laporan Tahunan Penanganan Kasus Narkoba Kabupaten Pelalawan Tahun 2023.

Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pelalawan. (2024). Data Penanganan Kasus Narkoba Tahun 2023.

Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pelalawan. (2024). Evaluasi Program Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat 2023.

Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pelalawan. (2024). Program Kerja BNNK Pelalawan 2023–2024.

Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia. (2024). Laporan Tahunan BNN 2023.

Badan Pusat Statistik Kabupaten Pelalawan. (2024). Kabupaten Pelalawan dalam Angka 2023.

Fitriani, E. (2022). Penguatan regulasi lokal dalam pencegahan narkoba di desa. Jurnal Ilmu Pemerintahan, 8(2), 145–156.

Handayani, D., & Sari, Y. (2023). Kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Jurnal Ketahanan Sosial, 12(2), 89–98.

Nasution, R. A., & Putri, N. L. (2021). Strategi pencegahan penyalahgunaan narkoba berbasis komunitas di kawasan perdesaan. Jurnal Sosial Humaniora, 12(1), 89–97.

Sugiharto, T. (2021). Community-based prevention of drug abuse: Building social capital at the grassroots level. Jurnal Ketahanan Nasional, 27(1), 56–70.

Sutaryo. (2020). Pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat: Pendekatan konsep dan praktik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

United Nations Office on Drugs and Crime. (2023). World Drug Report 2023.

 

Thursday, February 26, 2026

Pengaruh Promosi terhadap Keputusan Pembelian Platform E- Commerce pada Mahasiswa Universitas Patompo

The Influence of Promotion on Purchasing Decisions on E-Commerce Platforms Among Students of Patompo University

Muh. Yunus, Irham Maulana Yunus
Universitas Patompo

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh promosi terhadap keputusan pembelian pada platform e-commerce mahasiswa FKIP Universitas Patompo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan survei kuesioner terhadap 60 responden. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan regresi sederhana dengan bantuan SPSS. Hasil deskriptif menunjukkan bahwa promosi dan keputusan pembelian berada pada kategori sedang hingga tinggi. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 5,642 + 0,766 X, dengan nilai koefisien regresi positif sebesar 0,766. Uji t menghasilkan nilai signifikansi 0,000 (<0,05), yang berarti promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Nilai korelasi (R) sebesar 0,608 menunjukkan hubungan positif yang cukup kuat, sedangkan nilai determinasi (R²) sebesar 0,369 menunjukkan bahwa promosi menjelaskan 36,9% variasi keputusan pembelian, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain di luar penelitian. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa promosi berperan penting dalam mendorong keputusan pembelian mahasiswa pada platform e-commerce. Temuan ini mendukung teori Kotler & Keller serta sejalan dengan penelitian terdahulu mengenai pentingnya promosi digital dalam perilaku konsumen.

Kata Kunci: Promosi, Keputusan Pembelian, E-Commerce, Mahasiswa

Abstract

This study aims to analyze the effect of promotion on purchasing decisions on the e-commerce platform among FKIP Universitas Patompo students. The research employed a quantitative approach using a questionnaire survey with 60 respondents. Data were analyzed using descriptive statistics and simple regression with the assistance of SPSS. The descriptive results indicate that both promotion and purchasing decisions fall into the medium to high category. The regression equation obtained was Y=5.642+0.766XY = 5.642 + 0.766XY=5.642+0.766X, with a positive regression coefficient of 0.766. The t-test produced a significance value of 0.000 (<0.05), indicating that promotion has a positive and significant effect on purchasing decisions. The correlation coefficient (R) of 0.608 shows a moderately strong positive relationship, while the coefficient of determination (R²) of 0.369 indicates that promotion explains 36.9% of the variation in purchasing decisions, while the remaining 63.1% is influenced by other factors beyond this study. The findings conclude that promotion plays an important role in encouraging students’ purchasing decisions on the e-commerce platform. These results support Kotler and Keller’s theory and are consistent with previous research regarding the importance of digital promotion in consumer behavior.

Keywords: Promotion, Purchasing Decision, E-Commerce, Students

PENDAHULUAN

Teknologi internet telah banyak berdampak besar bagi segala aspek salah satunya perkembangan bisnis dan pemasaran. Indonesia termasuk dalam jajaran sepuluh negara dengan jumlah pemakai internet terbanyak di dunia (Jayani, 2019). Sejalan dengan hal tersebut mulai tercipta berbagai peluang bisnis yang relatif baru dimana sebagian besar transaksi bisnis dilakukan secara elektronik atau istilah yang biasa dikenal yaitu e-commerce.

 Perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia perdagangan. Salah satu perubahan besar yang terjadi adalah munculnya platform e-commerce yang memungkinkan transaksi jual beli dilakukan secara online. Platform e-commerce telah menjadi salah satu sarana utama bagi konsumen, khususnya generasi muda, dalam memenuhi berbagai kebutuhan mereka. Dalam konteks ini menjadi salah satu segmen pasar yang sangat potensial bagi platform e-commerce.

e-commerce mencakup berbagai aspek, termasuk perilaku konsumen, model bisnis, dan teknologi. Menurut Laudon dan Traver (2021), e-commerce tidak hanya tentang transaksi jual beli, tetapi juga tentang pengalaman pen`ting dalam terbentuknya perilaku pembelian (Kotler, Philip & Keller, 2009).

Terdapat beberapa faktor yang menjadi pertimbangan bagi konsumen saat memilih untuk melakukan pembelanjaan suatu produk melalui e-commerce. Faktor yang sangat penting adalah faktor kemudahan penggunaan aplikasi, konsumen dan penjual akan melakukan pertukaran informasi secara online melalui aplikasi. Kemudahan didefinisikan sebagai sejauh mana seseorang percaya bahwa menggunakan suatu teknologi akan bebas dari usaha. Konsumen akan berbelanja online ketika mereka mendapatkan kemudahan berbelanja dan kepastian produk yang mereka butuhkan (Prathama & Sahetapy, 2019).

Tabel 1. Pembelian Konsumen Berdasarkan E-Commerce

e-commerce

Konsumen

Persen (%)

Shopee

32

53,3

Tiktok

20

33,3

Lazada

4

6,7

Tokopedia

4

6,7

Jumlah

60

100

Sumber: Data diolah, 2024.

Berdasarkan pada tabel diatas menunjukkan bahwa konsumen dengan menggunakan e-commerce shopee sebanyak 32 orang atau 53,3%, tiktok sebanyak 20 orang atau 33,3%, sedangkan Lazada dan Tokopedia sebanyak 4 orang atau 6,7%. e-commerce shopee menjadi daya tarik konsumen untuk menjadi salah satu pilihan dalam melakukan belanja online dipengaruhii karena adanya promosi yang menarik dan gratis ongkir serta kemudahan pembayaran.

Berdasarkan latar belakang, peneliti ingin melakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh promosi Terhadap keputusan pembelian Platform E-Commerce pada mahasiswa FKIP Universitas Patompo.

METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian eksplanatori (explanatory research). Menurut sugiono (2017), explanatory research merupkan metode penelitian yang bermaksud menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta pengaruh antara variabel yang satu dengan variabel lainnya. 

Penelitian ini di lakukan untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian terhadap mahasiswa FKIP Universitas Patompo di kota makassar dan penelitian ini di lakukan pada pengguna shopee yang ada di lingkungan kampus FKIP Universitas Patompo.

Variabel penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel bebas (x) dan variabel terikat (y). Adapun yang menjadi variabel (x) adalah promosi dan yang menjadi variabel (y) adalah keputusan pembelian.

Populasi pada peneltian ini yaitu mahasiswa aktif FKIP pada angkatan 2021/2022 sebanyak 118 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling. Definisi teknik, purposive sampling menurut Arikunto (2018) merupakan teknik pengambilan sampel dengan pertimbangan tertentu mahasiswa aktif, punya akun di aplikasi shopee, perna belanja. Adapun sampel dalam penelitian ini yaitu 60 orang. Data dalam penelitian ini dikumpulakn melalui penyebaran kuesioner dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan terdiri dari analisis uji instrument penelitian, uji statistika deskriptif, dan analisis uji regresi.

HASIL

Penelitian ini menggunakan uji analisis regresi linear sederhana untuk memprediksi seberapa besar pengaruh Promosi terhadapzkeputusan pembelian Platform E-commerce Shopee. Analisis ini menggunakan data berdasarkan kuesioner yang dibagikan. Perhitungan uji ini dilakukan dengan bantuan SPSS. Adapun hasil dari uji analisis regresi linear sederhana dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 2  analisis regresi sederhana

Coefficientsa

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

t

Sig.

B

Std. Error

Beta

1

(Constant)

5.642

3.726

 

1.514

.135

Promosi

.766

.131

.608

5.827

.000

a. Dependent Variable: Keputusan.Pembelian

Sumber: Olah data SPSS, 2025

Berdasarkan hasil analisis regresi sederhana, diperoleh persamaan regresi Y = 5,642 + 0,766 X. Persamaan ini menunjukkan bahwa konstanta sebesar 5,642 mengindikasikan apabila variabel promosi dianggap tidak ada atau bernilai nol, maka keputusan pembelian tetap berada pada angka 5,642. Sementara itu, koefisien regresi sebesar 0,766 bernilai positif, yang berarti setiap peningkatan satu satuan pada promosi akan meningkatkan keputusan pembelian mahasiswa sebesar 0,766. Dengan demikian, promosi terbukti memiliki pengaruh yang positif terhadap keputusan pembelian mahasiswa FKIP Universitas Patompo. Nilai signifikansi uji t sebesar 0,000 (< 0,05) memperkuat hasil ini, sehingga dapat disimpulkan bahwa promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian pada platform e-commerce. Artinya, semakin baik strategi promosi yang dilakukan, semakin tinggi pula kecenderungan mahasiswa dalam melakukan pembelian.

  Untuk mengetahui keeratan hubungan antara variabel Promosi dengan variabel Keputusan Pembelian serta seberapa besar kontribusi promosi dalam menjelaskan variasi keputusan pembelian, dilakukan analisis uji koefisien korelasi (R) dan koefisien determinasi (R²). Hasil perhitungan tersebut dapat dilihat pada Tabel berikut:

Tabel 3 Hasil Uji Koefisien Korelasi dan Dterminasi

Model Summary

Model

R

R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1

.608a

.369

.358

3.94849

a. Predictors: (Constant), Promosi

Sumber: Olah Data SPSS, 2025

Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai koefisien korelasi (R) sebesar 0,608. Nilai ini berada pada kategori sedang hingga kuat, yang berarti terdapat hubungan positif yang cukup kuat antara promosi dengan keputusan pembelian pada platform e-commerce. Dengan kata lain, semakin baik promosi yang dilakukan, maka semakin tinggi pula keputusan pembelian mahasiswa FKIP Universitas Patompo.

Selanjutnya, nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,369 atau 36,9%. Hal ini berarti bahwa sebesar 36,9% variasi dalam keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh variabel promosi. Sementara itu, sisanya sebesar 63,1% dipengaruhi oleh faktor lain di luar variabel promosi, seperti kualitas produk, harga, kepercayaan terhadap platform, ulasan konsumen, maupun faktor kebutuhan pribadi mahasiswa.

Dengan demikian, uji korelasi dan determinasi menunjukkan bahwa promosi memiliki peranan penting dalam memengaruhi keputusan pembelian, meskipun bukan satu-satunya faktor yang menentukan.

PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil analisis deskriptif, variabel Promosi menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa FKIP Universitas Patompo menilai promosi pada platform e-commerce berada pada kategori sedang hingga tinggi. Hal ini terlihat dari distribusi kecenderungan skor, di mana sebagian besar responden menilai promosi cukup efektif dalam menyampaikan informasi, meningkatkan kesadaran merek, serta membentuk persepsi positif terhadap produk yang dipasarkan melalui media digital. Demikian pula, variabel Keputusan Pembelian juga cenderung berada pada kategori sedang hingga tinggi, yang berarti mahasiswa dalam mengambil keputusan pembelian mempertimbangkan aspek promosi yang diterima, baik melalui media sosial, iklan digital, maupun kampanye penjualan langsung. Gambaran deskriptif ini menegaskan bahwa promosi dan keputusan pembelian pada mahasiswa FKIP Universitas Patompo relatif baik, meskipun belum maksimal untuk mencapai kategori sangat tinggi.

Hasil pengujian regresi sederhana menunjukkan bahwa promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian mahasiswa. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 5,642 + 0,766 X dengan koefisien regresi sebesar 0,766. Hal ini berarti setiap peningkatan satu satuan promosi akan meningkatkan keputusan pembelian mahasiswa sebesar 0,766. Nilai t hitung sebesar 5,827 dengan signifikansi 0,000 (<0,05) memperkuat bukti bahwa promosi merupakan faktor yang signifikan dalam memengaruhi keputusan pembelian pada platform e-commerce.

Uji koefisien korelasi menghasilkan nilai R = 0,608, yang menunjukkan adanya hubungan positif dengan tingkat keeratan sedang hingga kuat antara promosi dengan keputusan pembelian. Selanjutnya, nilai koefisien determinasi R² = 0,369 menunjukkan bahwa promosi mampu menjelaskan sebesar 36,9% variasi keputusan pembelian, sementara 63,1% sisanya dipengaruhi oleh faktor lain di luar promosi, seperti kualitas produk, harga, kepercayaan konsumen, ulasan pelanggan, dan keamanan transaksi.

Hasil penelitian ini sejalan dengan teori yang dikemukakan oleh Kotler dan Keller (2016) yang menyatakan bahwa promosi merupakan salah satu elemen bauran pemasaran (marketing mix) yang berfungsi untuk menginformasikan, membujuk, dan mengingatkan konsumen terhadap suatu produk atau jasa. Promosi yang efektif dapat membangun kesadaran merek (brand awareness), memperkuat persepsi merek, serta meningkatkan keputusan pembelian konsumen. Dengan demikian, temuan penelitian ini memperkuat konsep bahwa promosi berperan strategis dalam memengaruhi perilaku konsumen.

Secara empiris, hasil penelitian ini konsisten dengan temuan Rahmawati (2020) yang menunjukkan bahwa promosi digital berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen pada marketplace di Indonesia. Penelitian Putra dan Sari (2021) juga menemukan bahwa semakin intensif promosi dilakukan melalui media sosial, semakin tinggi pula minat dan keputusan pembelian mahasiswa terhadap produk di platform e-commerce. Selain itu, penelitian Pratama (2021) pada pengguna Shopee di Yogyakarta menunjukkan bahwa promosi melalui flash sale dan gratis ongkir secara signifikan memengaruhi keputusan pembelian. Begitu pula dengan penelitian Nurhayati & Lestari (2022) yang menyatakan bahwa promosi digital memberikan kontribusi yang besar terhadap peningkatan penjualan dan keputusan pembelian di kalangan generasi muda.

Dengan mengacu pada hasil penelitian ini dan didukung teori serta penelitian terdahulu, dapat disimpulkan bahwa promosi yang dilakukan melalui platform e-commerce memiliki pengaruh nyata terhadap keputusan pembelian mahasiswa FKIP Universitas Patompo. Promosi yang tepat dapat meningkatkan kesadaran merek, membentuk persepsi positif, dan mendorong mahasiswa untuk melakukan pembelian. Namun demikian, mengingat masih terdapat 63,1% variasi keputusan pembelian yang dipengaruhi faktor lain, maka promosi sebaiknya dipadukan dengan strategi pemasaran lainnya seperti peningkatan kualitas produk, strategi harga yang kompetitif, layanan purna jual, serta jaminan keamanan transaksi. Hal ini penting untuk meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperkuat loyalitas pelanggan dalam jangka panjang.

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai pengaruh promosi terhadap keputusan pembelian pada platform e-commerce Shopee terhadap mahasiswa FKIP Universitas Patompo, maka dapat diambil beberapa kesimpulan sebagai berikut:

1.       Hasil analisis regresi sederhana menunjukkan bahwa promosi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian, yang ditunjukkan dengan persamaan regresi Y=5,642+0,766XY = 5,642 + 0,766XY=5,642+0,766X. Nilai koefisien regresi sebesar 0,766 berarti setiap peningkatan satu satuan promosi akan meningkatkan keputusan pembelian sebesar 0,766.

2.       Nilai koefisien korelasi (R = 0,608) menunjukkan adanya hubungan positif yang cukup kuat antara promosi dengan keputusan pembelian. Sementara itu, koefisien determinasi (R² = 0,369) menunjukkan bahwa sebesar 36,9% variasi keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh promosi, sedangkan sisanya 63,1% dipengaruhi oleh faktor lain seperti harga, kualitas produk, ulasan pelanggan, dan keamanan transaksi.

 

SARAN

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran yang dapat dijadikan rekomendasi bagi berbagai pihak terkait:

a.       Bagi pelaku e-commerce

Perlu meningkatkan variasi promosi (diskon, gratis ongkir, flash sale) dan memperkuat promosi digital di media sosial agar lebih menarik minat mahasiswa.

b.       Bagi mahasiswa sebagai konsumen

Disarankan lebih selektif dalam merespons promosi dengan mempertimbangkan kualitas produk dan ulasan pembeli lain.

c.       Bagi peneliti selanjutnya

Dapat menambahkan variabel lain seperti harga, kualitas produk, dan kepercayaan konsumen agar penelitian lebih komprehensif.

 

REFERENSI

Arikunto, S. (2018). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Jayani, D. H. (2019). Indonesia masuk 10 besar pengguna internet terbesar di dunia. Databoks Katadata. https://databoks.katadata.co.id

Kotler, P., & Keller, K. L. (2009). Manajemen pemasaran (Edisi 13). Jakarta: Erlangga.

Kotler, P., & Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson Education.

Laudon, K. C., & Traver, C. G. (2021). E-commerce: Business, technology, and society (16th ed.). Pearson.

Nurhayati, S., & Lestari, R. (2022). Pengaruh promosi digital terhadap keputusan pembelian generasi muda pada marketplace. Jurnal Manajemen dan Bisnis Indonesia, 8(2), 145–156.

Pratama, A. (2021). Pengaruh flash sale dan gratis ongkir terhadap keputusan pembelian pada pengguna Shopee di Yogyakarta. Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis, 14(1), 89–98.

Prathama, A., & Sahetapy, W. L. (2019). Pengaruh kemudahan penggunaan aplikasi dan promosi terhadap keputusan pembelian online. Jurnal Manajemen Pemasaran, 13(2), 101–110.

Putra, R., & Sari, D. (2021). Pengaruh promosi media sosial terhadap keputusan pembelian mahasiswa pada marketplace. Jurnal Ekonomi dan Kewirausahaan, 21(3), 215–224.

Rahmawati, D. (2020). Pengaruh promosi digital terhadap keputusan pembelian konsumen pada marketplace di Indonesia. Jurnal Riset Manajemen, 9(2), 120–132.

Sugiyono. (2017). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.



Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia
Volume 4, Nomor 10, January 2026, P. 275-280
Licenced by CC BY-SA 4.0
e-ISSN: 2986-7002
DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.18780782