Indra Novinsyah, Yan Septiana Prasetiadi, Nurhaimin

STAI. Dr. KHEZ Muttaqien, Program Studi Bahasa Arab

Abstrak

Kemampuan membaca kitab berbahasa Arab merupakan keterampilan dasar yang penting dalam pendidikan keagamaan anak usia sekolah. Namun, praktik pembelajaran yang lebih menekankan hafalan dan pengulangan lisan sering menyebabkan rendahnya kemampuan membaca teks Arab secara mandiri. Kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca kitab Arab anak usia sekolah di Desa Linggarsari melalui pelatihan berbasis pembiasaan membaca. Metode pelaksanaan meliputi observasi awal kemampuan membaca, pendampingan membaca huruf dan harakat, latihan membaca bertahap, serta evaluasi perkembangan kemampuan membaca. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan ketepatan membaca huruf dan harakat, meningkatnya keberanian membaca secara mandiri, serta berkurangnya ketergantungan anak pada hafalan semata. Kegiatan ini memberikan kontribusi nyata dalam penguatan literasi bahasa Arab dan mendukung pengembangan pendidikan keagamaan berbasis masyarakat.

Kata kunci: pelatihan membaca, kitab Arab, anak usia sekolah, KPM

Abstract

The ability to read Arabic texts is a fundamental skill in Islamic education for school-aged children. However, learning practices that emphasize memorization and oral repetition often result in low independent reading skills. This community service program aims to improve children’s Arabic reading ability in Linggarsari Village through habit-based reading training. The methods included initial observation, guided reading practice focusing on letters and diacritics, gradual reading exercises, and evaluation. The results indicate improvements in reading accuracy, confidence, and reduced reliance on memorization. This program contributes to strengthening Arabic literacy and community-based religious education.

Keywords: Reading training, Arabic texts, school-aged children, community service

PENDAHULUAN

Kemampuan membaca teks berbahasa Arab merupakan kompetensi dasar dalam pendidikan keislaman karena menjadi sarana utama untuk memahami sumber ajaran Islam, seperti Al-Qur’an, hadis, dan kitab-kitab klasik. Oleh karena itu, pembelajaran membaca bahasa Arab sejak usia sekolah seharusnya diarahkan pada penguasaan huruf, harakat, dan kaidah membaca secara tepat dan berkelanjutan, bukan hanya pada aspek hafalan (Mokhtari, 2023, Hermawan, 2013).

Berdasarkan hasil pengamatan selama pelaksanaan Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) di Desa Linggarsari, Kabupaten Purwakarta, ditemukan bahwa kemampuan membaca bahasa Arab anak usia sekolah masih tergolong rendah. Proses pembelajaran yang berlangsung cenderung menekankan pengulangan bacaan secara lisan dan hafalan, sementara pembiasaan membaca teks Arab secara mandiri belum dilakukan secara optimal. Akibatnya, anak mampu menirukan bacaan tertentu, tetapi belum memahami cara membaca huruf dan harakat secara benar (Putri, 2021).

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa pembentukan kebiasaan membaca teks Arab secara rutin dapat meningkatkan keterampilan membaca kitab Arab secara signifikan. Pembiasaan membaca membantu peserta didik mengenali pola bunyi, struktur kata, dan kaidah dasar bahasa Arab melalui praktik membaca yang berulang dan terarah (Umroh et al., 2020). Oleh karena itu, pelatihan membaca kitab Arab berbasis pembiasaan dipandang relevan untuk diterapkan dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Berdasarkan kondisi tersebut, kegiatan KPM ini bertujuan untuk mengajak, membimbing, dan membiasakan anak usia sekolah di Desa Linggarsari agar terampil membaca kitab Arab melalui pendekatan edukatif dan kontekstual, sekaligus mendukung penguatan pendidikan keagamaan di lingkungan masyarakat.

METODE PELAKSANAAN

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Linggarsari dengan sasaran anak usia sekolah. Metode yang digunakan adalah pendekatan edukatif dan partisipatif, yang melibatkan anak secara aktif dalam setiap tahapan kegiatan. Tahapan pelaksanaan kegiatan meliputi:

1)      Observasi awal untuk mengidentifikasi tingkat kemampuan membaca bahasa Arab anak yang dilakukan oleh tim KPM pada tanggal 11 januari 2026 di dusun Babakan Rt 16 desa Linggarsari;

2)      Pelaksanaan pelatihan membaca yang menitikberatkan pada pengenalan huruf hijaiyah dan harakat di Desa Linggarsari dilakukan melalui dua pendekatan yang saling mendukung, yaitu program bimbingan belajar (bimbel) yang terencana dan kegiatan pengajian rutin selepas Maghrib sebagai wahana praktik. Dalam kegiatan bimbel, peserta diperkenalkan huruf hijaiyah secara bertahap melalui pemanfaatan media visual, seperti kartu huruf, serta latihan menulis sebagai penguatan bentuk dan struktur huruf. Kegiatan ini dilanjutkan dengan latihan harakat dan pelafalan menggunakan metode dengar–ulang–ucap guna meningkatkan ketepatan bunyi(Desi Pratiwi - 2017). Selain itu, peserta juga dilatih menyambung huruf menjadi kata sederhana dan mengikuti evaluasi berkala untuk memastikan pemahaman setiap peserta secara individual. Di sisi lain, pengajian rutin selepas Maghrib berfungsi sebagai sarana penerapan langsung kemampuan membaca yang telah diperoleh. Dalam kegiatan ini, anak-anak berlatih membaca kitab dasar secara bersama maupun secara bergiliran di hadapan forum. Melalui proses tersebut, peserta tidak hanya melatih kelancaran dan ketepatan bacaan, tetapi juga memperoleh koreksi langsung dari pembimbing serta penjelasan singkat mengenai makna teks yang dibaca. Sinergi antara kegiatan bimbel dan pengajian rutin membentuk pola pembelajaran yang berkesinambungan, di mana bimbel berperan dalam membangun kemampuan teknis membaca, sementara pengajian berfungsi untuk menumbuhkan keberanian dan membiasakan anak membaca dalam konteks keagamaan yang nyata. Pendekatan terpadu ini terbukti efektif dalam meningkatkan literasi bahasa Arab anak sekaligus memperkuat keterlibatan mereka dalam kehidupan keagamaan masyarakat.;

3)      Pembiasaan membaca teks Arab secara rutin melalui latihan kelompok dan individu;

4)      Evaluasi kemampuan membaca untuk mengetahui perkembangan ketepatan dan kelancaran membaca anak.

Keberhasilan kegiatan diukur secara kualitatif berdasarkan perubahan kemampuan membaca dan sikap anak terhadap kegiatan membaca bahasa Arab.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pelaksanaan kegiatan pelatihan membaca kitab Arab di Desa Linggarsari memperoleh respons yang sangat positif dari anak-anak sebagai peserta kegiatan. Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran yang disiplin, keterlibatan aktif dalam menjawab pertanyaan, serta semangat saat mengikuti kegiatan praktik membaca dan menulis. Bahkan di luar waktu pelatihan, sebagian anak secara sukarela mengulang kembali latihan menulis huruf-huruf yang telah dipelajari, yang menunjukkan mulai tumbuhnya motivasi belajar dari dalam diri peserta.

Selain adanya peningkatan pada aspek teknis, seperti kemampuan mengenali huruf hijaiyah dan harakat, kegiatan ini juga berdampak pada tumbuhnya minat awal anak untuk membaca teks Arab secara mandiri. Pendekatan pembelajaran yang dilakukan secara bertahap terbukti mampu menciptakan suasana belajar yang kondusif, menyenangkan, dan tidak memberikan tekanan kepada peserta. Hasil observasi menunjukkan bahwa anak mulai menunjukkan ketertarikan untuk membaca teks Arab secara mandiri, disertai dengan peningkatan yang nyata dalam ketepatan dan kelancaran membaca. Pembiasaan membaca yang dilakukan secara berkesinambungan juga membantu mengurangi ketergantungan anak pada metode hafalan semata.

Dalam pelaksanaannya program pelatihan ini berjalan dalam 2 sesi:

Sesi Pertama: Pengenalan Huruf dan Dasar Membaca

Pada sesi pertama, peserta diperkenalkan dengan huruf hijaiyah secara terstruktur, dengan penekanan pada perbedaan antara huruf yang dapat disambung dan huruf yang tidak dapat disambung. Proses pembelajaran menggunakan pendekatan visual dan kinestetik, seperti pemanfaatan kartu huruf serta latihan menulis gerakan huruf di udara. Selain itu, peserta juga diberikan pengenalan sederhana mengenai makhārij al-ḥurūf sebagai dasar pelafalan yang benar. Berdasarkan hasil evaluasi, sekitar 75% peserta telah mampu membedakan bentuk huruf yang memiliki kemiripan, seperti ج، ح، dan خ, serta memahami konsep dasar penggunaan harakat.

Sesi Kedua: Penerapan Menulis dan Membaca Teks Arab Sederhana

Sesi kedua difokuskan pada penerapan materi sesi pertama ke dalam kegiatan menulis dan membaca teks Arab sederhana. Sebanyak 12 peserta dilatih menulis lafaz isti‘ādzah         (أعوذ بالله من الشيطان الرجيم) dan basmalah (بسم الله الرحمن الرحيم) secara bertahap, mulai dari menyalin contoh, menulis dengan bantuan titik-titik, hingga menulis secara mandiri. Selanjutnya, peserta berlatih membaca teks Arab dari buku bacaan sederhana yang telah disiapkan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sekitar 8 dari 12 peserta mampu menuliskan kedua kalimat tersebut secara mandiri dengan bentuk huruf yang rapi dan tersambung dengan baik. Selain itu, kemampuan membaca peserta juga mengalami peningkatan, meskipun aspek kecepatan dan kelancaran membaca masih memerlukan latihan lanjutan.

Hasil kegiatan ini sejalan dengan temuan Umroh et al. (2020) yang menyatakan bahwa pembentukan kebiasaan membaca teks Arab secara konsisten dapat meningkatkan keterampilan membaca kitab Arab. Melalui praktik membaca yang berulang, anak tidak hanya melatih kemampuan melafalkan bacaan, tetapi juga memahami struktur dasar bahasa Arab secara lebih baik. Meskipun terdapat perbedaan kemampuan awal antar peserta, pendekatan pembiasaan membaca terbukti fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan anak usia sekolah di Desa Linggarsari.

SIMPULAN

Kegiatan Kuliah Pengabdian Masyarakat berupa pelatihan membaca kitab Arab bagi anak usia sekolah di Desa Linggarsari terbukti memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kemampuan membaca bahasa Arab. Pendekatan pembiasaan membaca yang diterapkan melalui kegiatan pelatihan membantu anak memahami cara membaca huruf dan harakat secara tepat serta meningkatkan keberanian mereka untuk membaca secara mandiri. Keberhasilan program ini semakin didukung oleh keberlangsungan kegiatan pengajian dan pelatihan membaca kitab setelah Maghrib yang telah menjadi tradisi di lingkungan masyarakat. Sinergi antara kegiatan KPM dan praktik keagamaan lokal tersebut berperan penting dalam mempersiapkan dan mengembangkan kemampuan membaca kitab anak melalui praktik yang berkesinambungan.

Selain peningkatan kemampuan teknis membaca, pembiasaan membaca yang dilakukan secara rutin juga berdampak pada tumbuhnya rasa percaya diri anak. Anak menjadi lebih berani untuk tampil dan ditunjuk membaca kitab dalam berbagai forum keagamaan, seperti pengajian mingguan maupun kegiatan keagamaan desa lainnya. Temuan ini menunjukkan bahwa pembiasaan membaca tidak hanya berfungsi meningkatkan literasi bahasa Arab, tetapi juga mendorong partisipasi aktif anak dalam kehidupan keagamaan masyarakat. Dengan demikian, program pelatihan membaca kitab Arab ini dapat dijadikan sebagai alternatif solusi yang efektif dalam meningkatkan literasi bahasa Arab sekaligus memperkuat pendidikan keagamaan berbasis masyarakat secara berkelanjutan.

REFERENSI

Mokhtari, A. (2023). Asālīb ta‘līm al-lughah al-‘Arabiyah li-ghairi al-nāṭiqīn bihā. HuRuf Journal: International Journal of Arabic Applied Linguistics, 2(2).

Pratiwi, D. (2017). Tarqiyat al-qudrah nuṭq al-ḥurūf al-‘Arabiyyah bi-taṭbīq ṭarīqat al-tadrībāt ladā talāmīż al-faṣl al-thāmin bi-madrasah Muḥammadiyah al-mutawassiṭah al-ūlā Metro li al-‘ām al-dirāsī 2016/2017 M [Undergraduate thesis, IAIN Metro].

Putri, N. (2021). Tanfiż ṭarīqat al-istimā‘ fī ta‘līm al-lughah al-‘Arabiyah ladā al-ṭalabah fī al-madrasah al-mutawassiṭah Irsyād al-Nāsyi’īn Fūgār Jember li al-sanah al-dirāsiyyah 2020/2021 M [Undergraduate thesis, Universitas Islam Negeri Jember].

Umroh, I. L., Suryani, K., & Hastuti, H. D. P. (2020). Peningkatan keterampilan membaca kitab kuning melalui pembentukan kebiasaan membaca teks Arab. Al-Fakkaar: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa Arab, 1(2).

Hermawan, A. (2013). Metodologi pembelajaran bahasa Arab. Remaja Rosdakarya.