Inspirational Learning Assistance as an Effort to Enhance the Learning Motivation of Students at MTs Nurul Qolbi
Abstrak
Pengabdian
kepada masyarakat ini dilaksanakan sebagai upaya pendampingan siswa MTs Nurul
Qolbi dalam meningkatkan motivasi belajar melalui pendampingan belajar
inspiratif. Latar belakang kegiatan ini adalah masih rendahnya motivasi belajar
siswa yang berdampak pada kurangnya kejelasan tujuan pendidikan. Tujuan
kegiatan pengabdian ini adalah meningkatka motivasi belajar siswa. Metode
pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan Participatory action research (PAR).
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sebagian siswa belum memiliki motivasi belajar
yang kuat dan belum memahami pentingnya pendidikan bagi masa depan mereka.
Melalui kegiatan pendampingan belajar inspiratif, siswa mulai mengungkapkan
minat, hambatan belajar, serta harapan mereka sehingga motivasi belajar lebih
meningkat dari pada sebelumnya.
Kata kunci: Pendampingan Belajar, Inspiratif, Motivasi Belajar, Siswa
Abstract
This community service activity was conducted as an effort to provide
assistance to students of MTs Nurul Qolbi in improving their learning
motivation through inspirational learning mentorship. The background of this
activity is the still low level of students’ learning motivation, which has an
impact on the lack of clarity in their educational goals. The objective of this
community service activity is to increase students’ learning motivation. The
implementation method used a Participatory Action Research (PAR) approach. The
results of the activity indicate that some students did not yet have strong
learning motivation and did not fully understand the importance of education
for their future. Through inspirational learning mentorship activities,
students began to express their interests, learning obstacles, and
expectations, resulting in a higher level of learning motivation compared to
before.
Keywords: Learning Mentorship, Inspirational, Learning Motivation, Students
PENDAHULUAN
Pengabdian kepada masyarakat di bidang Pendidikan
merupakan salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam membantu
menyelesaikan permasalahan yang dihadapi oleh satuan Pendidikan. Pendidikan
merupakan proses sistematis yang melibatkan faktor internal maupun eksternal.
Faktor internal data dari siswa itu sendiri seperti minat belajar, motivasi
belajar, bakat dan persepsi, baik persepsi siswa terhadap mata pelajaran maupun
guru pengajar. Sedangkan faktor eksternal dating dari luar diri siswa, seperti
lingkungan belajar, lingkungan keluarga, latar belakang sosial ekonomi keluarga
dan perhatian orangtua dalam membantu mengatasi kesulitan belajar yang dialami
anak. Salah satu permasalahan yang masih sering ditemukan pada jenjang Madrasah
Tsanawiyah adalah rendahnya minat dan motivasi belajar siswa.
Di daerah pedesaan seperti Desa Ciririp, Kecamatan
Sukasari, Kabupaten Purwakarta, tantangan dalam Pendidikan masih sangat
kompleks, di desa ini menghadapi berbagai permasalahan yang berdampak langsung
pada motivasi dan minat belajar siswa. Rendahnya minat belajar
serta prestasi akademik menjadi
permasalahan yang
signifikan, terutama di
tengah keterbatasan akses
terhadap pendidikan
berkualitas dan minimnya
dukungan dari lingkungan
keluarga dan masyarakat (Handraini et al., 2025).
Desa Ciririp
didominasi oleh masyarakat
pesisir yang mayoritas
bekerja di sektor perikanan.
Kondisi sosial-ekonomi ini memengaruhi pola
pikir masyarakat terhadap
pentingnya pendidikan. Bagi sebagian besar keluarga, prioritas utama adalah
bekerja untuk mencukupi
kebutuhan harian, sehingga
pendidikan anak sering
kali tidak menjadi perhatian utama. Akibatnya, mereka kurang mendapatkan dorongan atau
supervisi dalam belajar di rumah. Dan kondisi ini tidak hanya berdampak pada
proses pembelajaran, tetapi juga memengaruhi pandangan siswa terhadap
keberlanjutan Pendidikan.
Selain itu,
keterbatasan fasilitas dan
sumber daya pendidikan
di desa ini
turut memperburuk kondisi. Sekolah-sekolah di
Ciririp umumnya mengalami kekurangan tenaga pengajar dan
minim sarana prasarana. Rasio guru dan siswa yang tidak seimbang menyebabkan guru
kesulitan memberikan perhatian individual kepada siswa. Hal ini
berdampak pada rendahnya
pemahaman siswa terhadap
materi pelajaran. Ketika tidak
ada pendampingan belajar
di luar jam
sekolah, kesenjangan akademik pun
semakin melebar.
Dalam teori
hierarki kebutuhan Abraham
Maslow, kebutuhan akan
penghargaan (esteem) dan aktualisasi diri
sangat penting dalam
meningkatkan motivasi
belajar(Mustofa, 2022). Anak-anak
yang merasa dihargai
dan didukung akan
lebih termotivasi untuk mencapai
prestasi (Igo & Rahman,
2023). Selain itu,
teori motivasi intrinsik dan
ekstrinsik menyatakan bahwa motivasi belajar dapat tumbuh dari dalam diri siswa
(intrinsik), seperti rasa
ingin tahu dan
kepuasan personal, serta
dari luar (ekstrinsik), seperti
pujian, dukungan sosial,
atau prestasi yang
diakui(Ansar et al., 2025). Tanpa pemenuhan kedua jenis
motivasi ini, proses belajar cenderung stagnan.
MTs
Nurul Qolbi sebagai mitra pengabdian menghadapi permasalahan serupa, di mana
sebagian siswa menunjukkan kurangnya antusiasme dalam belajar dan belum
memiliki tujuan pendidikan yang jelas. Rendahnya motivasi belajar siswa
dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal, seperti
kurangnya kepercayaan diri, lingkungan keluarga, serta minimnya pendampingan
yang bersifat personal. Namun
demikian, Desa Ciririp
memiliki potensi yang
dapat dikembangkan untuk mendukung
kemajuan pendidikan, salah
satunya adalah keberadaan
lembaga pendidikan informal MTs Nurul Qolbi. Dengan dukungan
tokoh masyarakat, guru,
dan orang tua yang mulai sadar akan pentingnya
pendidikan, MTs Nurul Qolbi dapat menjadi pusat pendampingan belajar yang
signifikan.
Oleh karena itu, diperlukan kegiatan pendampingan yang mampu memberikan ruang dialog, refleksi, dan penggalian potensi siswa. Pendampingan Belajar Inspiratif dipilih sebagai pendekatan kegiatan pengabdian karena memungkinkan terjadinya interaksi intensif antara siswa dan mentor melalui diskusi kelompok dan pendampingan langsung. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat diperoleh gambaran nyata mengenai motivasi belajar siswa sebagai dasar perancangan program yang akan dilaksanakan.
METODE PENELITIAN
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan
di Desa Ciririp Kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta yang dimulai di bulan
Januari sampai dengan Februari 2026. Kegiatan pengabdian masyarakat ini
menggunakan menggunakan desain Participatory action research (PAR), penelitian
ini bersifat deskriftif kualitatif. Pengabdian ini dilakukan dengan menggunakan
metode penelitian kualitatif untuk mencari, memperoleh, dan menganalisis data
hasil dari observasi yang dilakukan dalam kegiatan penelitian dalam bentuk
pengabdian ini. Penelitian tindakan (action research) adalah penelitian yang
bertujuan untuk mengembangkan kemampuan atau metode untuk memecahkan persoalan
yang sedang dihadapi melalui proses perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan
evaluasi yang mengacu pada penggunaan metode ilmiah (Djaali, 2021). Kegiatan
ini dilaksanakan dengan melibatkan siswa, mahasiswa sebagai mentor, dan pihak
sekolah. Sasaran kegiatan ini adalah siswa MTs Nurul Qolbi yang mengikuti
kegiatan Boocamp Bimbingan. Kegiatan pendampingan belajar inspiratif ini di
ikuti oleh partisipan siswa Madrasah Tsanawiyah kelas 7, 8, dan 9 sebanyak 58
siswa dari MTs Nurul Qolbi.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan. Tahap pertama adalah persiapan, yang meliputi koordinasi dengan pihak sekolah, penyusunan isntrumen diskusi, serta pembagian kelompok siswa. Tahap kedua adalah pelaksanaan pendampingan melalui diskusi kelompok terarah (FGD) yang dipandu oleh mentor. Pada tahap ini, siswa diajak untuk mengungkapkan minat belajar, motivasi, serta hambatan yang mereka alami dalam proses pembelajaran. Tahap ketiga adalah observasi dan dokumetasi kegiatan sebagai bahan evaluasi. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung terhadap sikap dan pasrtisipasi siswa, hasil diskusi kelompok, serta catatan mentor selama pendampingan. Data yang diperoleh secara deakriptif untuk menggambarkan kondisi minat dan motivasi belajar siswa.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Tahap Persiapan
Tahap pertama yang dilaksanakan adalah tahap persiapan.
Tahap persiapan dilaksnakan dengan melaksanakan koordinasi dengan pihak
sekolah, penyusunan isntrumen diskusi, serta pembagian kelompok siswa. Data
hasil menunjukkan bahwa Sebagian besar siswa MTs Nurul Qolbi belum memiliki motivasi
belajar yang kuat. Hal ini terlihat dari rendahnya partisipasi siswa yang
terkendala cuaca hujan, sebagian siswa minim akan keterlibatan aktif saat
membahas pengalaman belajar, serta ketidakjelasan siswa dalam menyampaikan
tujuan Pendidikan yang ingin dicapai. Selain itu, hasil diskusi menunjukan
bahwa motivasi belajar siswa cenderun rendah. Beberapa siswa menyampaikan bahwa
belajar masih dipandang sebagai kewajiban semata, bukan sebagai kebutuhan utnuk
masa depan. Sebagian siswa juga mengungkapkan keraguan untuk melanjutkan
Pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi karena faktor lingkungan, kurangnya
dorongan dari keluarga, serta keterbatasan pemahaman mengenai manfaat
Pendidikan.
Tahap Pelaksanaan Pendampingan Belajar Inspiratif
Tahap kedua adalah pelaksanaan pendampingan melalui
diskusi kelompok terarah (FGD) yang dipandu oleh mentor. Pada tahap ini, siswa
diajak untuk mengungkapkan minat belajar, motivasi, serta hambatan yang mereka
alami dalam proses pembelajaran. Melalui proses pendampingan, siswa mulai mampu
mengungkapkan minat, hambatan belajar, serta harapan yang dimiliki.
Kegiatan pendampingan belajar inspiratif sejalan dengan konsep pembelajaran partisipatif yang menekankan keterlibatan aktif siswa. Diskusi kelompok yang dilakukan memungkinkan siswa untuk merefleksikan pengalaman belajar mereka dan menyampaikan permasalahan yang dihadapi. Dengan demikian, kegiatan ini tidak hanya menghasilkan data identifikasi, tetapi juga menjadi Langkah awal dalam membangun kesadaran siswa. Hasil dan pembahasna ini menegaskan bahwa kegiatan pemndampingan melalui Bootcamp Bimbingan efektif digunakan sebagai sarana pemetaan minat dan motivasi belajar siswa. Adapun agenda kegiatan yang dilaksanakan Adalah sebagai berikut:
Tabel 1. Agenda Kegiatan Pendampingan Belajar
Inspiratif Siswa MTs Nurul Qolbi
|
Nomor |
Waktu |
Kegiatan |
Penanggung Jawab |
|
1 |
08.30-09.00 |
Registrasi
Peserta |
Ilah dan Risma |
|
2 |
09.00.09.10 |
Pembukaan |
Zhafira |
|
3 |
09.10-09.20 |
Pembacaan
Ayat Suci Al-Qur’an dan Do’a |
Tri |
|
4 |
09.20-09.30 |
Menyanyikan
Lagu Indonesia Raya |
Asti |
|
5 |
09.30-09.40 |
Laporan
Ketua Pelaksana |
Puja |
|
6 |
09.40-09.50 |
Sambutan
Guru BK dan Kepala Sekolah |
|
|
7 |
09.50-10.00 |
Ice
Breaking |
MC |
|
8 |
10.00-10.05 |
Penutupan
dan Foto Bersama |
MC |
|
9 |
10.05-11.05 |
Pembagian
Kelompok dan Monitoring |
Mentor |
Gambar 2. Kegiatan Pendampingan Belajar Inspiratif Siswa MTs Nurul Qolb
Gambar 3. Kegiatan Pendampingan Belajar Inspiratif Siswa MTs Nurul Qolb
Tahap Evaluasi
Tahap terakhir Adalah tahapan evaluasi. Evaluasi
dilakukan dengan melakukan observasi langsung terhadap sikap dan pasrtisipasi
siswa, hasil diskusi kelompok, serta catatan mentor selama pendampingan. Data
yang diperoleh secara deskriptif untuk menggambarkan kondisi motivasi belajar
siswa. Berdasarkan hasil evaluasi didapatkan sejumlah data yang menunjukkan
bahwa adanya faktor yang menyebabkan masalah motivasi siswa rendah. Data ini
menunjukan bahwa kegiatan Pendampingan Belajar Inspiratif Siswa MTs Nurul Qolbi
berfungsi sebagai sarana identifikasi kondisi psikologis dan motivasional
siswa.
Hasil kegiatan pendampingan menunjukan bahwa rendahnya minat dan motivasi belajar siswa selaras dengan teori motivasi belajar yang dikemukakan oleh Sadirman yang menyatakan bahwa motivasi belajar dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal (Sadirman, 2028). Faktor internal yang ditemukan dalam kegiatan ini meliputi rendahnya kepercayaan diri siswa dan belum terbentuknya tujuna belajar yang jelas. Sementara itu, faktor eksternal meliputi lingkungan keluarga dan minimnya pendampingan belajar. Menurut Uno, motivasi belajar berperan penting dalam mendorong siswa untuk terlibat aktif dalam proses pembelajaran (Uno, 2019). Rendahnya motivasi belajar yang ditemukan pada siswa MTs Nurul Qolbi berdampak pada rendahnya minat belajar serta kurangnya orientasi terhadap Pendidikan lanjutan. Hal ini menunjukan bahwa siswa memerlukan pendampingan yang mampu membantu mereka memahami tujuan dan manfaat belajar.=
SIMPULAN
Kegiatan pendampingan belajar inspiratif siswa MTs Nurul Qolbi memberikan gambaran nyata mengenai kondisi motivasi belajar siswa. Hasil identifikasi menunjukan bahwa sebagian siswa masih memiliki motivasi belajar yang rendah serta belum memiliki orientasi Pendidikan lanjutan yang jelas. Melalui kegiatan pendampingan belajar inspiratif siswa MTs Nurul Qolbi, siswa mulai mengungkapkan minat, hambatan belajar, serta harapan mereka sehingga motivasi belajar lebih meningkat dari pada sebelumnya.
REFERENSI
Ansar, A., Nurdin, N.,
& Syarifuddin, S. (2025). Pengaruh Perhatian Orang Tua dan Motivasi Belajar
terhadap Prestasi Peserta
Didik UPT SPF
SMP Negeri 6
Makassar. Indonesian Research
Journal on Education, 5(2), Article 2. https://doi.org/10.31004/irje.v5i2.2260
Djaali,
H. (2021). Metodologi penelitian kuantitatif.
Dimyati,
& Mudjiono. (2015). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka
Cipta.
Igo, S.
D. H., &
Rahman, F. (2023).
Motivasi Belajar dan
Kesejahteraan Psikologis Anak
Dalam Lingkungan Keluarga Yang Harmonis. Chatra: Jurnal Pendidikan Dan
Pengajaran, 1(2), Article 2. https://doi.org/10.62238/chatra.v1i2.77
Handraini, H.,
Putri, N., &
Umar, G. (2025).
Problematika Pelayanan Bidang
Pendidikan di Kabupaten Pasaman Barat. Jurnal ISO: Jurnal Ilmu
Sosial, Politik Dan Humaniora, 5(1),
12–12. https://doi.org/10.53697/iso.v5i1.2195
Hamalik,
O. (2017). Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.
Kemendikbud.
(2017). Penguatan Pendidikan Karakter. Jakarta: Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan.
Mustofa, A. Z. (2022).
Hierarchy of Human Needs: A Humanistic Psychology Approach of Abraham Maslow.
Kawanua International Journal
of Multicultural Studies, 3(2), Article
2. https://doi.org/10.30984/kijms.v3i2.282
Prayitno.
(2014). Layanan Bimbingan dan Konseling. Jakarta: Universitas Negeri
Padang Press.
Sardiman,
A. M. (2018). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta:
Rajawali Pers.
Slameto.
(2015). Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta:
Rineka Cipta.
Sanjaya,
W. (2016). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.
Jakarta: Kencana.
Uno,
H. B. (2019). Teori Motivasi dan Pengukurannya: Analisis di Bidang
Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
No comments
Post a Comment