Dina Trianggaluh Fauziah1, Dyan Wigati2, Ayu Angger Putri M.Sholeh3, Moch Rafa Firdaus4, Brian Sapta Nuriandra5, Ika Oktavianawati6, Atok Ainur Ridho7
1,2,3,4,5 Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu
Kesehatan, Universitas dr. Soebandi, Indonesia
6
Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas
Jember, Indonesia
7 Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muhamammadiyah Jember, Indonesia
E-mail: dinatrianggaluhfauziah@uds.ac.id
Abstrak
Pemanfaaatan
bahan alam sebagai obat telah digunakan sejak jaman dahulu sebagai upaya
pemeliharaan kesehatan, pencegahan penyakit dan pengobatan. Bahan alam seperti
kayu manis memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid dan
polifenol yang diduga memiliki manfaat sebagai antiinflamasi, antibakteri, antioksidan
dan antikanker. Tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini untuk
mengajarkan kepada masyarakat membuat sediaan permen dan teh berbahan kayu
manis yang dapat dikonsumsi oleh anak-anak dan remaja. Metode yang digunakan
yaitu penyuluhan materi dan dilanjutkan dengan evaluasi kegiatan. Hasil
evaluasi kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menunjukkan bahwa 92%
peserta puas dengan materi yang diberikan oleh tim pelaksana, hal ini juga menunjukkan
bahwa materi penyuluhan yang diberikan dapat memberikan informasi baru dan
manfaat kepada masyarakat serta harapannya dari kegiatan ini nantinya dapat
diaplikasikan oleh masyarakat dan dapat rutin dilaksanakan kegiatan pengabdian
kepada masyarakat didaerah tersebut untuk menambah wawasan masyarakat setempat
tentang pemanfaatan bahan alam.
Kata kunci : Kayu Manis, Permen, Teh
Abstract
The use of natural ingredients as medicine has been
practiced since ancient times as a means of maintaining health, preventing
disease, and treating illness. Natural materials such as cinnamon contain
secondary metabolites such as flavonoids and polyphenols, which are believed to
have anti-inflammatory, antibacterial, antioxidant, and anticancer properties.
The purpose of this community service activity is to teach the community how to
make cinnamon-based candy and tea that can be consumed by children and adolescents.
The method used is material counseling followed by activity evaluation. The
results of the evaluation of this community service activity showed that 92% of
participants were satisfied with the material provided by the implementation
team. This also shows that the educational material provided can give new
information and benefits to the community. It is hoped that this activity can
be applied by the community and that community service activities can be
carried out regularly in the area to increase the local community's knowledge
about the use of natural ingredients.
Keywords : Cinnamomum burmannii, Candy, Tea
PENDAHULUAN
Pembangunan
kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan
hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang
setinggi-tingginya dan pembangunan dalam sumber daya manusia yang produktif
secara sosial dan ekonomi. (Kemenkes RI,
2016).
Upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat ini dapat dilakukan dengan
pelayanan kesehatan tradisional menggunakan bahan alam yang banyak tumbuh di
Indonesia. Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat lengkap.
Beragam jenis tanaman obat dapat tumbuh dengan subur dan tanaman obat ini
menjadi bahan utama dalam pembuatan jamu dan obat herbal (Priyono,
2024). Pengolahan
tanaman obat dari bahan alam yang digunakan sebagai alternatif kesehatan dapat
diolah menjadi produk herbal minuman yang bermanfaat untuk kesehatan (Fauziah dan
Isnawati, 2023).
Saat ini, minat generasi muda, baik anak-anak maupun
remaja, terhadap konsumsi jamu atau ramuan herbal tradisional terus menurun.
Mereka cenderung lebih memilih jajanan modern yang tinggi gula dan minim
manfaat kesehatan karena rasa jamu yang identik dengan pahit dan tampilan yang
kurang menarik. Padahal, kekayaan rempah Indonesia seperti kayu manis memiliki
potensi besar sebagai agen anti-inflamasi alami yang sangat bermanfaat untuk
mendukung kesehatan fisik mereka di masa pertumbuhan kesehatan (Astika,
2022); (Yuwanda, et. al., 2023); (Fadhlurrohman, et. al.,
2023).
Khusus bagi remaja di Kelurahan Antirogo, masalah nyeri
haid (dysmenorrhea) seringkali mengganggu aktivitas harian. Kayu manis
hadir sebagai solusi alami untuk meredakan peradangan dan nyeri tersebut jika
dikonsumsi dalam bentuk teh hangat. Namun, tantangannya adalah bagaimana
menyajikan ramuan herbal ini agar bisa diterima oleh selera remaja dan
anak-anak. Jika tidak ada inovasi dalam cara penyajiannya, warisan pengobatan
alami ini akan semakin ditinggalkan oleh generasi muda di Antirogo.
Oleh karena itu, program pengabdian ini bertujuan untuk
memberdayakan para ibu di Kelurahan Antirogo melalui pelatihan pembuatan permen
dan teh kayu manis. Dengan mengubah kayu manis menjadi permen yang disukai
anak-anak serta teh kesehatan yang relevan untuk kebutuhan remaja, para ibu
dapat menyediakan asupan sehat buatan sendiri di rumah. Melalui langkah ini,
diharapkan kesehatan keluarga dapat terjaga secara mandiri dan kebiasaan
mengonsumsi herbal dapat kembali dihidupkan dengan cara yang lebih menyenangkan
dan kekinian.
Melalui
kegiatan pengabdian ini juga, tim pelaksana memberikan solusi berupa penyuluhan
dan pelatihan pembuatan permen serta teh berbasis kayu manis. Inovasi
pengolahan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah (value-added)
kayu manis sehingga menjadi produk yang lebih menarik dan memiliki daya jual
lebih tinggi. Dengan membekali warga Antirogo melalui keterampilan praktis dan
pemahaman tentang manfaat kesehatan produk tersebut, diharapkan kegiatan ini
dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus menciptakan varian
produk lokal unggulan yang khas dari Kabupaten Jember.
METODE
Tahapan
kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan metode penyuluhan dengan
menyampaikan teknik pembuatan permen dan teh kayu manis, kemudian dilanjutkan
dengan diskusi dan evaluasi hasil pelaksanaan. Berikut ini tahapan pelaksanaan
kegiatan pengabdian kepada masyarakat :
1. Tahap persiapan
Tahapan persiapan diawali oleh tim pengabdian
melakukan survey pada tempat lokasi pengabdian dan berkoordinasi dengan
perangkat desa setempat yang kemudian diteruskan kepada ibu-ibu kader PKK
sebagai peserta. Setelah mendapatkan persetujuan dan tanggal untuk pelaksanaan
kegiatan, tim pelaksana pengabdian kemudian melanjutkan dengan membuat video
dan materi untuk penyuluhan pembuatan permen dan teh kayu manis.
2. Tahap pelaksanaan
Tahapan pelaksanaan dilakukan dengan memberikan
materi penyuluhan terkait pemanfaatan kayu manis, lalu dilanjutkan menanyangkan
video terkait tahapan dalam pembuatan permen dan teh dari kayu manis. Ibu-ibu
kader PKK dan juga diberikan leaflet cara pembuatannya sambil melihat video
yang ditayangkan.
3. Tahap akhir
Tahapan akhir yaitu dengan evaluasi yang dilakukan
dengan memberikan kuesioner mengenai kepuasan peserta terhadap kegiatan
pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan. Tanya jawab juga dilakukan
kepada peserta oleh tim pelaksana untuk mengetahui bahwa peserta memahami dan mampu
menjelaskan terkait materi penyuluhan yang telah diberikan sebelumnya.
Berikut ini
bagan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat :
Gambar 1. Bagan pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat
HASIL DAN PEMBAHASAN
Lokasi tempat kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini
dilakukan di Kelurahan Antirogo Kabupaten Jember dengan peserta yaitu
perwakilan Ibu-Ibu PKK dari tiap Desa di Kelurahan Antirogo sebanyak 25 orang.
Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada hari minggu 09 November 2025
pukul 09.00 hingga selesai. Lokasi pengabdian kepada masyarakat terlihat pada
gambar 2 berikut:
Gambar
2. Lokasi Pengabdian Kepada Masyarakat
Penggunaan
tumbuhan berkhasiat obat atau yang lebih dikenal dengan jamu atau herbal telah
lama dikenal oleh masyarakat, jamu-jamuan ini banyak diproduksi dan dikemas
secara modern, salah satunya menggunakan tumbuhan yang berkhasiat obat seperti
kulit kayu manis (Materia
medika batu, 2018).
Kayu manis
memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid dan polifenol (Liana, 2025) dan kayu
manis memiliki kandungan senyawa kimia yaitu asam sinamat, eugenol, cinnamaldehyde,
kumarin yang diduga dapat digunakan sebagai antiinflamasi, antibakteri,
antioksidan, antikanker (Gracia, 2024). Menurut
penelitian dari Hayani et al., 2025 terkait kayu
manis yang diseduh dan dikonsumsi rutin selama 1 minggu terdapat perbedaan
signifikan pada gula darah responden sebelum dan sesudah mengkonsumsi seduhan
kayu manis.
Pada tahap
pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan dengan memberikan
materi penyuluhan terkait pembuatan permen dan teh kayu manis dan Ibu-ibu PKK
diberikan leaflet cara pembuatannya seperti pada gambar 3 serta peserta melihat
video yang ditayangkan oleh tim pelaksana kegiatan agar lebih memahami teknik
pembuatannya dan kegiatan penyuluhan yang dilakukan terlihat pada gambar 4.
Gambar 3. Leaflet Penyuluhan
Pembuatan Permen dan Teh Kayu Manis
Gambar
4. Penyuluhan Pembuatan Permen dan Teh Kayu Manis
Pada tahap
akhir yaitu evaluasi kegiatan yang dilakukan terkait kepuasan peserta terhadap
kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dengan cara peserta mengisi kuesinoer
yang diberikan oleh tim pelaksana kegiatan, terlihat seperti pada gambar 5
bahwa 92% peserta puas dengan materi yang diberikan dan harapannya manfaat dari
kayu manis ini dapat bermanfaat dan dapat dikonsumsi anak-anak dan remaja yang
kurang suka dengan olahan bahan alam yang berbau khas dan beraroma
rempah-rempah. Evaluasi kegiatan ini meliputi materi kegiatan, waktu
pelaksanaan, teknik penyampaian materi dan manfaat kegiatan.
Kegiatan tanya jawab dengan peserta juga dilakukan untuk
mengukur secara langsung bahwa peserta memahami dan mampu menjelaskan terkait
materi penyuluhan yang diberikan oleh tim pelaksana dan dalam kegiatan tanya
jawab ini peserta aktif dalam menjawab pertanyaan secara langsung yang
diberikan oleh tim pelaksana yang menandakan bahwa peserta antusias dan
menyimak penyuluhan dari awal kegiatan hingga akhir kegiatan.
Gambar
5. Grafik Evaluasi Kepuasan Peserta
SIMPULAN
Kegiatan
penyuluhan pembuatan permen dan teh dari kayu manis di Kelurahan Antirogo
Kabupaten Jember mendapatkan antusias yang baik dari peserta yaitu ibu-ibu PKK
perwakilan dari tiap Desa di Kelurahan Antirogo. Evaluasi kepuasan peserta
terkait materi penyuluhan yang diberikan adalah 92% menyatakan puas bahwa
materi yang diberikan dapat memberikan informasi dan wawasan baru bagi peserta
terkait kayu manis. Informasi terkait bahan alam yaitu kayu manis yang belum
banyak diketahui oleh peserta selain dimanfaatkan sebagai bahan tambahan pada minuman
namun juga dapat dibuat sebagai permen dan teh yang tidak hanya dikonsumsi oleh
orang dewasa namun dapat dikonsumsi anak-anak dan remaja karena manfaatnya
dapat digunakan sebagai antiinflamasi, antibakteri, antioksidan dan antikanker.
Harapan dari pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini kedepannya
agar masyarakat bisa mengaplikasikan penggunaan bahan alam dilingkungan
sekitarnya dan dapat membuat produk makanan maupun minuman dari bahan alam.
UCAPAN TERIMA KASIH
Terimakasih kepada
Ibu-ibu Kader PKK perwakilan dari tiap Desa di Kelurahan Antirogo Kabupaten
Jember yang meluangkan waktunya di hari libur untuk mengikuti kegiatan
pengabdian kepada masyarakat ini. Terimakasih kepada Universitas dr. Soebandi
yang telah mendukung program pengabdian kepada masyarakat ini. Terimakasih juga
disampaikan kepada seluruh tim pelaksana yang terlibat dalam kegiatan
pengabdian kepada masyarakat ini.
REFERENSI
Astika, R., Y.
(2022). Uji Aktivitas Antiinflamasi Ekstrak Etanol Daun Kayu Manis (Cinnamomum burmanni). Jurnal Ilmiah
Manuntung: Sains Farmasi dan Kesehatan. 8(1):14-23.
Fadhlurrohman,
I., Wulandari, C., Al-Ryadhl, M., R. (2023). Diversifikasi Produk Susu
Fermentasi dengan Pemanfaatan Kayu Manis (Cinnamomum
burmannii) sebagai Inovasi Pangan Fungsional. In: Prosiding Seminar
Nasionl Pembangunan Dan Pendidikan Vokasi Pertanian.
Fauziah, D.,
T., Isnawati, N. (2023). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pembuatan Produk
Menggunakan Bahan Alam. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN).
Vol.3 No.2. 2 Februari 2023 page 2178-2181. e-ISSN: 2745 4053.
Fensynthia,
Gracia. (2024). 10 Manfaat Kayu Manis Untuk Kesehatan. Diakses dari: https://www.alodokter.com/manfaat-kayu-manis-belum-sepenuhnya-manis#:~:text=Manfaat%20kayu%20manis%20cukup%20beragam,%2C%20kue%20kering%2C%20atau%20minuman.
Hayani, N., Suryati B., Zulkarnaini, Azwarni, Ramadhani Y. (2025).
Efektifitas Seduhan Kayu Manis Terhadap Kadar Gula Darah Pada Diabetes Melitus
Tipe 2 di Puskesmas Langsa Barat. Jurnal SAGO Dizi dan Kesehatan; 6(1) April.
Kementerian
Kesehatan RI. (2016). Formularium Obat
Herbal Asli Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan RI.
Liana, Verdini. (2025). Profil Metabolit Sekunder Kulit Kayu Manis Dan
Potensi Cookies Cinnamon Pada Model Tikus Diabetes Melitus. Disertasi. IPB
Program Studi Ilmu Gizi. http://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/160548.
Maslahah, N.,
dan Nurhayati, H. (2023). Kandungan Senyawa Bioaktif dan Kegunaan Tanaman Kayu
Manis (Cinnamomum burmannii). Vol. 1 No. 3 (2023): Warta BSIP Perkebunan. Diakses
dari: https://epublikasi.pertanian.go.id/berkala/wartabun/article/view/3458.
Materia Medika
Batu. (2018). Modul Workshop Pengelolaan
Tanaman Obat. Dinkes Propinsi Jawa Timur UPT Laboratorium Herbal Materia
Medica Batu.
Priyiono, W. (2024). Mengenal Tanaman Obat Keluarga. Diakses dari:
https://ditwasotsk.pom.go.id/post/mengenal-tanaman-obat-keluarga.
Yuwanda, A.,
Adina, A., B., Budiastuti, R., F. (2023). Kayu Manis (Cinnamomum burmannii (Nees & T. Nees) Blume): Review tentang
Botani, Penggunaan Tradisional, Kandungan Senyawa Kimia, dan Farmakologi. J
Pharm Halal Stud. 1(1):17-22. https://doi.org/10.70608/3mk0s904.
No comments
Post a Comment