Socializationto Improve Reading, Writing, and Numeracy Literacy Skills at SMA Negeri 1 PoliPolia
Izharuddin Pagala¹,Widyah², Sidan³, Junarty Iswari⁴,Sinda Pratiwi⁵, Nesa⁶, Rifka Aprilliyah⁷, Muhamad Aljunanto⁸, Alwin Kamarudin⁹, Alvendra Kirana¹⁰, Uwais Abdullah Muhyan¹¹
Universitas
Lakidende Unaaha
Email: izharuddinpagla1912@gamail.com
Abstrak
Program sosialisasi Meningkatkan Kemampuan literasi
baca, tulis, dan hitung yang diselenggarakan di SMA Negeri 1 Poli Polia
memiliki tujuan untuk memperkuat keterampilan dasar siswa dalam memahami
bacaan, mengekspresikan ide secara tertulis, serta menerapkan kemampuan
berhitung dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan
metode partisipatif seperti diskusinya, aktivitas edukatif, dan pembelajaran
berbasis pengalaman. Berdasarkan hasil pelaksanaan, terlihat peningkatan minat
dan semangat belajar siswa terhadap literasi dasar. Di sisi lain, guru turut
termotivasi untuk mengembangkan strategi pembelajaran yang lebih kreatif dan
mendukung peningkatan literasi. Secara keseluruhan, kegiatan sosialisasi ini
berperan penting dalam membangun budaya literasi di SMA Negeri 1 Poli Polia.
Kata Kunci:
Sosialisasi,Baca,Tulis,Menghitung, Poli-polia
Abstrak
The socialization program to improve literacy skills
in reading, writing, and arithmetic held at Poli Polia 1 Public High School
aims to strengthen students' basic skills in reading comprehension, expressing
ideas in writing, and applying arithmetic skills in everyday life. The activity
was implemented using participatory methods such as discussions, educational
activities, and experience-based learning. Based on the implementation results,
there was an increase in students' interest and enthusiasm for learning basic
literacy. On the other hand, teachers were also motivated to develop more
creative learning strategies and support literacy improvement. Overall, this
socialization activity plays an important role in building a culture of
literacy at Poli Polia 1 Public High School.
Keywords: Socialization, Reading, Writing, Counting,
Poli-polia
PENDAHULUAN
Kemampuan literasi dalam membaca,
menulis, dan berhitung adalah keterampilan dasar yang berperan penting dalam
menunjang keberhasilan belajar dan kehidupan sehari-hari. Literasi menjadi
dasar bagi peserta didik untuk mengasah kemampuan berpikir kritis,
mengembangkan kreativitas, serta menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu
pengetahuan dan teknologi. Meskipun demikian, masih banyak pelajar yang
menghadapi tantangan dalam memahami teks, menulis secara efektif, maupun
mempraktikkan perhitungan dengan tepat.Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan
kegiatan yang dapat menumbuhkan kesadaran dan kemampuan literasi dasar melalui sosialisasi.
SMA Negeri 1 Poli Polia mengambil langkah strategis dengan melaksanakan
kegiatan sosialisasi literasi baca, tulis, dan menghitung sebagai bentuk
dukungan terhadap program Gerakan Literasi Sekolah.Kegiatan ini tidak hanya
memberikan wawasan teoritis mengenai pentingnya literasi, tetapi juga mendorong
partisipasi aktif siswa dalam berbagai kegiatan interaktif yang melatih
keterampilan dasar mereka. Dengan demikian, diharapkan melalui kegiatan ini,
budaya literasi dapat tumbuh dan berkembang secara berkesinambungan di
lingkungan sekolah.
METODE
Bentuk
kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah sosialisasi dengan menghadirakn
beberapa dosen sekaligus dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan,
Universitas Lakidende dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Kabupaten
Kolaka Timur sebagai
narasumber dengan rincian kegiatan
1.
Sosialisasi
yaitu Menjelaskan kepada para peserta kegiatan mengenai kegiatan, tujuan dan
manfaat kegaiatan
2.
Edukasi
yaitui Nara sumber Menampilkan materi melalui slide power point dan menjelaskan
materi scara terperinci tenatng literasi membaca, menulis dan berhitung serta dilanjutkan dengan sesi
pertanyaan, edukatif,diskusi serta pembelajaran berbasis
pengalaman.
Adapun
sasaran kegiatan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah para siswa dan
siswi di SMA NEGERI 1 POLI POLIA, sasaran ini dipilih karena dengan
pertimbangan jarak lokasi sekolah dengan lokasi kuliah kerja
nyata (KKN) tidak
terlalu jauh, serta SMA NEGERI 1 POLI POLIA ,jarang sekali tersentuh oleh
kegiatan pengabdian dari Universitas di Sulawesi Tenggara.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pelaksanaan kegiatan Sosialisasi Meningkatkan
Kemampuan Literasi Baca, Tulis, dan Menghitung di SMA Negeri 1 Poli Polia
berjalan lancar dan mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah serta peserta
didik. Kegiatan diikuti oleh sekitar 30 siswa dari kelas X, XI dan XII, yang
secara aktif mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Antusiasme siswa terlihat
dari keterlibatan mereka dalam diskusi,dan tanya jawab.
Pada tahap awal, peserta mendapatkan pemaparan materi
mengenai pentingnya literasi baca, tulis, dan berhitung dalam pembentukan
kemampuan berpikir kritis dan keterampilan belajar. Siswa diajak memahami bahwa
literasi tidak hanya sebatas kemampuan mengenal huruf dan angka, tetapi juga
kemampuan memahami, mengolah, serta mengkomunikasikan informasi. Materi ini
dikemas secara menarik menggunakan metode interaktif agar suasana tetap hidup dan menyenangkan.Dari hasil
pelaksanaan kegiatan, terlihat adanya peningkatan pada aspek keaktifan,
motivasi, serta kepercayaan diri siswa. Mereka menjadi lebih berani
mengemukakan pendapat dan menulis gagasan dengan bahasa sendiri. Guru yang
mendampingi kegiatan juga menilai bahwa sosialisasi ini memberikan dampak
positif terhadap peningkatan semangat belajar dan keterampilan dasar
siswa.Selain bagi siswa, kegiatan ini juga memberi manfaat besar bagi guru.
Melalui kegiatan ini, guru mendapatkan inspirasi untuk mengembangkan metode
pembelajaran yang lebih kreatif, kolaboratif, dan menyenangkan. Pendekatan
partisipatif yang diterapkan terbukti mampu menumbuhkan suasana belajar yang
aktif dan mendukung pencapaian tujuan literasi di sekolah.Secara umum, kegiatan
sosialisasi Meningkatkan Kemampuan literasi di SMA Negeri 1 Poli Polia mampu
memberikan perubahan positif terhadap sikap dan motivasi belajar siswa. Hasil
evaluasi menunjukkan bahwa mayoritas peserta menyatakan kegiatan ini menambah
pemahaman mereka tentang pentingnya literasi serta menumbuhkan kesadaran untuk
terus meningkatkan kemampuan baca, tulis, dan berhitung dalam kehidupan
sehari-hari. Kegiatan ini sekaligus menjadi langkah awal dalam membangun budaya
literasi yang berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Pelaksanaan kegiatan sosialisasi ini menunjukkan bahwa
peningkatan literasi bukan hanya berpengaruh pada aspek akademik, tetapi juga
pada perkembangan karakter peserta didik. Selama proses berlangsung, terlihat
bahwa siswa menjadi lebih terbuka untuk menerima kritik dan masukan dari teman
sebaya maupun pendamping kegiatan. Hal ini mencerminkan tumbuhnya sikap saling
menghargai dan kemampuan untuk bekerja dalam tim, yang merupakan bagian penting
dalam pembentukan kompetensi sosial. Selain itu, keberanian siswa dalam
menyampaikan pendapat dan mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas
menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan diri secara signifikan dibandingkan
sebelum kegiatan dimulai. Perubahan-perubahan ini menjadi indikator bahwa
kegiatan literasi tidak hanya berdampak pada kemampuan kognitif, tetapi juga
memberikan pengaruh positif terhadap pembentukan karakter dan soft skill
peserta didik.
Hasil evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan juga
menunjukkan bahwa siswa lebih memahami pentingnya literasi sebagai bekal masa
depan, baik dalam dunia akademik maupun kehidupan nyata. Banyak siswa yang
menyampaikan bahwa sebelum mengikuti kegiatan ini, mereka menganggap membaca
dan menulis sebagai kegiatan yang monoton dan membosankan, namun setelah
mengikuti sosialisasi, mereka mulai menyadari bahwa literasi adalah
keterampilan yang menyenangkan dan bermanfaat. Mereka mendapatkan pengalaman
langsung bahwa kemampuan membaca yang baik dapat membantu dalam memahami
pelajaran, kemampuan menulis membantu menyampaikan gagasan, serta kemampuan
berhitung membantu dalam membuat keputusan sehari-hari secara rasional.
Perubahan persepsi ini merupakan capaian penting, karena motivasi internal
merupakan faktor utama dalam keberhasilan pembelajaran jangka panjang.
Dukungan pihak sekolah menjadi salah satu faktor
penting keberhasilan kegiatan ini. Kepala sekolah dan para guru memberikan
ruang dan kesempatan kepada siswa untuk mengikuti kegiatan tanpa mengganggu
proses pembelajaran formal. Selain itu, keterlibatan guru dalam kegiatan
sebagai pendamping membuat proses belajar terlihat lebih komunikatif dan dekat
dengan siswa, sehingga tercipta suasana belajar yang tidak kaku dan
menyenangkan. Para guru juga menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan inspirasi
baru untuk mengembangkan strategi pembelajaran berbasis literasi di kelas,
terutama melalui metode pembelajaran aktif, kolaboratif, dan berbasis proyek.
Dengan demikian, kegiatan ini juga mendorong peningkatan profesionalisme guru
dalam mengimplementasikan pembelajaran inovatif sesuai tuntutan Kurikulum
Merdeka.
Meskipun kegiatan ini memberikan hasil yang sangat
positif, terdapat beberapa kendala yang masih perlu menjadi perhatian untuk
pengembangan ke depannya. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan
fasilitas dan bahan pendukung literasi di sekolah, seperti jumlah buku yang
masih minim, lemahnya kebiasaan membaca harian di luar kegiatan pembelajaran,
serta kurangnya ruang atau pojok baca yang nyaman bagi siswa. Selain itu,
beberapa siswa masih menunjukkan kesulitan dalam mempertahankan konsistensi
belajar, terutama ketika kegiatan dilakukan di luar jam pelajaran. Kondisi ini
menunjukkan perlunya dukungan yang lebih sistematis untuk membangun rutinitas
literasi, baik melalui kebijakan sekolah maupun peran guru dalam mengarahkan
kegiatan literasi secara konsisten.
Untuk menjaga keberlangsungan program literasi,
beberapa langkah tindak lanjut sangat direkomendasikan. Di antaranya adalah
penguatan kegiatan literasi pagi sebelum proses belajar dimulai, penyediaan
fasilitas pojok baca di setiap kelas, pengadaan lomba-lomba literasi seperti
menulis kreatif, membaca puisi, debat, dan kuis numerasi, serta melibatkan
orang tua dalam mendukung kegiatan literasi di rumah. Program kolaboratif
seperti kelas menulis, mentoring siswa berprestasi, ataupun klub literasi
sekolah juga menjadi strategi yang efektif untuk menumbuhkan budaya literasi
jangka panjang. Jika program-program ini berhasil diterapkan secara terencana
dan berkelanjutan, maka peningkatan literasi siswa tidak hanya akan terlihat
pada saat kegiatan, tetapi menjadi bagian dari karakter dan budaya akademik
sekolah.
Secara keseluruhan, kegiatan Sosialisasi Meningkatkan
Kemampuan Literasi Baca, Tulis, dan Menghitung di SMA Negeri 1 Poli Polia dapat
dikatakan berhasil dan memberikan dampak nyata baik bagi siswa, guru maupun
sekolah. Kegiatan ini bukan hanya memperkuat keterampilan dasar akademik,
tetapi juga menumbuhkan motivasi belajar, kepercayaan diri, kemampuan berpikir
kritis, dan budaya belajar yang aktif. Dengan adanya dukungan penuh dari semua
pihak, kegiatan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam menciptakan
sekolah yang berwawasan literasi serta siap menjawab tantangan perkembangan
pendidikan di era modern. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara
berkelanjutan guna terus meningkatkan kualitas literasi dan membentuk generasi
muda yang kompeten, berkarakter, dan siap menghadapi persaingan global.
Dokumentasi kegiatan:
Gambar 1. Kegiatan Sosialisasi Meningkatkan Kemampuan Literasi Baca, Tulis, dan Menghitung
Gambar 2. Kegiatan Sosialisasi Meningkatkan Kemampuan Literasi Baca, Tulis, dan Menghitung
Gambar 3. Kegiatan Sosialisasi Meningkatkan Kemampuan Literasi Baca, Tulis, dan Menghitung
Gambar 4. Kegiatan Sosialisasi Meningkatkan Kemampuan Literasi Baca, Tulis, dan Menghitung
SIMPULAN
Pelaksanaan program
Sosialisasi Meningkatkan Kemampuan Literasi Baca, Tulis, dan Menghitung di SMA
Negeri 1 Poli Polia berjalan dengan baik serta memberikan hasil yang signifikan
terhadap peningkatan kemampuan literasi dasar peserta didik. Melalui kegiatan
ini, siswa memperoleh pemahaman yang lebih luas tentang pentingnya literasi
sebagai bekal dalam belajar dan berinteraksi di kehidupan sehari-hari.
Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam setiap sesi kegiatan yang
melibatkan membaca, menulis, dan berhitung.Pendekatan pembelajaran yang
digunakan, yaitu melalui metode interaktif dan kontekstual, mampu menciptakan
suasana belajar yang menarik serta menumbuhkan semangat belajar siswa. Guru
juga memperoleh manfaat dari kegiatan ini karena dapat menambah wawasan serta
inovasi dalam penerapan metode pembelajaran berbasis literasi di kelas.Dengan
demikian, kegiatan sosialisasi ini dapat disimpulkan berhasil meningkatkan
kesadaran, motivasi, dan kemampuan literasi siswa. Kegiatan ini juga menjadi
langkah strategis dalam menumbuhkan budaya literasi yang berkelanjutan di
lingkungan sekolah. Diharapkan, hasil dari kegiatan ini dapat menjadi dasar
bagi pelaksanaan program literasi lanjutan yang lebih luas dan terarah di masa
mendatang.
REFERENSI
Andriyani,
V., Zaim, M., Atmazaki, & Ramadhan, S. (2019). Literasi baca tulis dan
inovasi kurikulum bahasa. KEMBARA: Journal of Scientific Language Literature
and Teaching, 5(1), 108–117. https://doi.org/10.22219/kembara.v5i1.7842
Hoogvelt,
A. M. M. (1985). Sosiologi masyarakat sedang berkembang. RajaGrafindo
Persada.
Jummita,
J., Agustiana, I. G. A. T., & Dibia, I. K. (2021). Penggunaan media Fun
Thinkers berbasis soal calistung dalam meningkatkan kemampuan dasar siswa. Indonesian
Journal of Educational Research and Review, 4(2), 241–249. https://doi.org/10.23887/ijerr.v4i2.39667
Kamza, M.,
Ibrahim, H., & Lestari, A. I. (2021). Pengaruh metode pembelajaran diskusi
tipe buzz group terhadap keaktifan belajar siswa pada mata pelajaran IPS. Jurnal
Basicedu, 5(5), 4120–4126. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i5.1347
Krismasari
Dewi, N. N., Kristiantari, M. R., & Ganing, N. N. (2019). Implementasi
pembelajaran berbasis literasi untuk meningkatkan keterampilan dasar siswa
sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia, 4(1), 55–65.
Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. (2017). Panduan Gerakan
Literasi Sekolah di sekolah menengah atas. Kementerian Pendidikan dan
Kebudayaan.
Kusmana, S.
(2019). Penguatan budaya literasi di sekolah. Deepublish.
Putro, A.
H., & Sa’diyah, H. (2022). Penguatan literasi dasar melalui kegiatan
pembelajaran kolaboratif di sekolah. Pedagogi: Jurnal Ilmu Pendidikan,
22(1), 35–42. https://pedagogi.ppj.unp.ac.id
No comments
Post a Comment