Volume 3, Nomor 12, January 2026, P. 83-90
E-ISSN: 2986-6340
Licenced by CC BY-SA 4.0
DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.18073464
Feasibility Analysis of the Chicken Holic Busines
Dini
Vientiany1, Atika Safitri2, Amelia Putri3, Ika
Salsabila4, Muhammad Farhan5
1-5Universitas Islam
Negeri Sumatera Utara
Email: dini1100000167@uinsu.ac.id1, atikasafitri2908@gmail.com2, ameliaputri02052005@gmail.com3, ikasalsabila004@gmail.com4, muhammadfarhan030604@gmail.com5
Abstrak
Industri
kuliner, khususnya sektor makanan cepat saji berbahan dasar ayam, menunjukkan
pertumbuhan yang signifikan seiring dengan perubahan gaya hidup masyarakat yang
menuntut kepraktisan, harga terjangkau, dan konsistensi rasa. Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha Chicken Holic sebagai bisnis
kuliner modern melalui pendekatan studi kelayakan bisnis yang komprehensif.
Metode yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan menelaah berbagai
aspek usaha, meliputi aspek pasar dan pemasaran, aspek hukum, aspek teknis dan
operasional, aspek manajemen, aspek keuangan, aspek syariah dan halal, serta
aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa Chicken
Holic memiliki potensi pasar yang luas dengan strategi pemasaran massal yang
didukung oleh segmentasi yang tepat, positioning produk yang jelas, serta
penerapan bauran pemasaran 4P yang relevan. Dari sisi hukum, usaha ini telah
beroperasi secara legal di bawah badan hukum Perseroan Terbatas dan memenuhi
ketentuan perizinan serta sertifikasi halal. Secara operasional dan manajerial,
Chicken Holic didukung oleh struktur organisasi yang sistematis, tata letak
usaha yang efisien, serta standar operasional yang terencana. Analisis keuangan
menunjukkan bahwa usaha ini layak dijalankan dengan estimasi laba bersih
bulanan yang stabil dan periode pengembalian modal sekitar 23–24 bulan. Selain
memberikan keuntungan ekonomi, Chicken Holic juga berkontribusi terhadap
penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi lokal, serta penerapan tanggung
jawab sosial dan lingkungan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Chicken
Holic merupakan usaha kuliner yang layak secara ekonomi, legal, operasional,
dan sosial untuk dikembangkan secara berkelanjutan.
Kata
kunci:
studi kelayakan bisnis, usaha kuliner, makanan cepat saji, ayam goreng, Chicken
Holic.
Abstract
The
culinary industry, particularly the fast-food sector based on chicken products,
continues to experience significant growth in line with changes in modern
lifestyles that prioritize practicality, affordability, and consistent taste.
This study aims to examine the feasibility of Chicken Holic as a modern
culinary business through a comprehensive business feasibility analysis. The
research employs a descriptive qualitative approach by evaluating several key
aspects, including market and marketing, legal, technical and operational,
management, financial, halal and sharia compliance, as well as economic,
social, and environmental aspects. The results indicate that Chicken Holic
possesses strong market potential supported by a broad target market, clear
product positioning, and the effective implementation of the marketing mix
strategy (4P). From a legal perspective, the business operates under a limited
liability company and has fulfilled essential business licensing requirements,
including halal certification. Operationally and managerially, Chicken Holic is
supported by an efficient organizational structure, well-designed operational
layouts, and clearly defined standard operating procedures. Financial analysis
shows that the business is feasible, with stable projected monthly profits and
an estimated payback period of approximately 23–24 months. In addition to its
financial viability, Chicken Holic contributes positively to job creation,
local economic development, and the implementation of social and environmental
responsibility. Overall, the findings confirm that Chicken Holic is a viable
culinary business with strong potential for sustainable development.
Keywords: business feasibility study, culinary business, fast food, fried chicken, Chicken Holic.
PENDAHULUAN
Industri kuliner di Indonesia, khususnya
sektor makanan cepat saji, terus mengalami perkembangan yang signifikan seiring
dengan perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin dinamis. Kebutuhan akan
makanan yang praktis, mudah diakses, memiliki harga terjangkau, serta konsisten
dari segi rasa mendorong meningkatnya permintaan terhadap produk makanan siap
saji. Dalam konteks ini, usaha kuliner berbahan dasar ayam menjadi salah satu
segmen yang paling berkembang karena ayam merupakan bahan pangan yang mudah
diterima oleh berbagai kelompok usia, memiliki nilai gizi yang baik, serta dapat
diolah menjadi beragam produk dengan citra rasa yang bervariasi.
Tingginya tingkat konsumsi ayam di
Indonesia menjadikan produk olahan ayam, khususnya ayam goreng dan snack ayam,
memiliki permintaan pasar yang relatif stabil. Selain itu, gaya hidup modern
yang menuntut efisiensi waktu membuat konsumen cenderung memilih makanan cepat
saji yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menawarkan pengalaman konsumsi
yang menarik melalui variasi rasa dan kemasan yang praktis. Kondisi ini
menciptakan peluang yang besar bagi pelaku usaha kuliner untuk mengembangkan
bisnis makanan cepat saji yang inovatif dan kompetitif.
Chicken Holic merupakan salah satu usaha
kuliner yang hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut. Berawal dari Kota Medan,
Chicken Holic berkembang sebagai bisnis makanan cepat saji yang mengusung
konsep snack ayam modern dengan berbagai varian rasa yang disesuaikan dengan
selera konsumen lokal. Usaha ini tidak hanya dibangun sebagai sarana pemenuhan
kebutuhan pasar, tetapi juga sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi
keluarga pemiliknya. Seiring dengan perkembangan usaha, Chicken Holic
memperluas jaringan gerainya ke berbagai kota serta memperkuat identitas merek
sebagai snack ayam yang dapat dinikmati oleh semua kalangan dengan harga yang
relatif terjangkau.
Meskipun memiliki potensi pasar yang
besar, industri kuliner juga dihadapkan pada tingkat persaingan yang tinggi.
Banyak usaha makanan cepat saji yang tidak mampu bertahan dalam jangka panjang
akibat lemahnya perencanaan usaha, kurangnya kesiapan aspek hukum, pengelolaan
keuangan yang tidak optimal, serta ketidakteraturan dalam sistem operasional
dan manajemen. Oleh karena itu, keberhasilan suatu usaha kuliner tidak hanya
ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh kelayakan usaha yang ditinjau
dari berbagai aspek secara menyeluruh.
Studi kelayakan bisnis menjadi instrumen
penting untuk menilai apakah suatu usaha layak dijalankan, dikembangkan, dan
dipertahankan secara berkelanjutan. Analisis kelayakan bisnis tidak hanya
berfokus pada aspek finansial, tetapi juga mencakup aspek pasar dan pemasaran,
aspek hukum, aspek teknis dan operasional, aspek manajemen, serta aspek
ekonomi, sosial, lingkungan, dan kepatuhan terhadap prinsip halal dan syariah.
Pendekatan yang komprehensif ini diperlukan agar keputusan bisnis didasarkan
pada pertimbangan rasional dan sistematis, bukan semata-mata pada peluang pasar
jangka pendek.
Dalam konteks Chicken Holic, analisis
kelayakan bisnis menjadi relevan untuk menilai kesiapan usaha dalam menghadapi
persaingan industri makanan cepat saji. Keberadaan Chicken Holic sebagai badan
usaha berbentuk Perseroan Terbatas, kepemilikan perizinan usaha dan sertifikasi
halal, penerapan sistem operasional yang terstandarisasi, serta struktur
organisasi yang jelas menunjukkan adanya upaya pengelolaan usaha secara
profesional. Selain itu, aspek kontribusi usaha terhadap penciptaan lapangan
kerja, penguatan ekonomi lokal, serta penerapan tanggung jawab sosial dan
lingkungan juga menjadi bagian penting dalam menilai kelayakan usaha secara
menyeluruh.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha Chicken Holic melalui pendekatan studi kelayakan bisnis yang komprehensif. Analisis difokuskan pada aspek pasar dan pemasaran, aspek hukum, aspek teknis dan operasional, aspek manajemen, aspek keuangan, aspek syariah dan halal, serta aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran yang objektif mengenai tingkat kelayakan usaha Chicken Holic, sekaligus menjadi referensi bagi pelaku usaha kuliner dan calon investor dalam mengembangkan bisnis makanan cepat saji yang berdaya saing dan berkelanjutan.
KAJIAN
TEORI
A.
Konsep Studi Kelayakan Bisnis
Studi kelayakan bisnis merupakan proses
sistematis untuk menilai apakah suatu usaha layak dilaksanakan atau
dikembangkan. Analisis ini tidak hanya menilai potensi keuntungan finansial,
tetapi juga berbagai aspek lain seperti pasar, hukum, operasional, manajemen,
dan dampak sosial ekonomi. Tujuan utamanya adalah menyediakan informasi yang
komprehensif bagi pengambil keputusan dalam merencanakan dan mengevaluasi suatu
rencana usaha agar risiko kegagalan dapat diminimalkan dan keberhasilan dapat
dimaksimalkan. Studi kelayakan bisnis menjadi alat bantu penting dalam
merumuskan strategi yang efektif dan realistis bagi pelaku usaha, termasuk
usaha kuliner yang menghadapi persaingan ketat di pasar modern (Putry et al.,
2025; Irfan & Suyatno, 2025).
B. Aspek
Pasar dan Pemasaran
Aspek pasar dan pemasaran menilai
kemampuan suatu usaha untuk memahami kebutuhan konsumen, menganalisis
permintaan pasar, mengenali karakteristik pesaing, serta merumuskan strategi
pemasaran yang efektif. Analisis pasar meliputi identifikasi ukuran pasar,
segmentasi konsumen, dan peluang pertumbuhan, sedangkan aspek pemasaran fokus
pada elemen bauran pemasaran seperti produk, harga, distribusi, dan promosi.
Penelitian terhadap UMKM kuliner menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang
kuat—termasuk penentuan produk yang sesuai selera, harga kompetitif, dan
promosi melalui media digital—memiliki peran penting dalam memperluas jangkauan
pasar dan meningkatkan daya saing usaha (Isnaeni et al., 2025; Saputra &
Rohman, 2025).
C. Aspek
Hukum dan Kepatuhan
Aspek hukum berkaitan dengan legalitas
usaha serta kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku. Legalitas mencakup
perizinan usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), izin lokasi, serta
kepatuhan terhadap standar keamanan pangan dan regulasi lain yang relevan.
Kepatuhan hukum penting agar usaha memperoleh legitimasi operasional dan
kepercayaan pemangku kepentingan. Dalam konteks usaha kuliner di Indonesia,
pemenuhan aspek hukum termasuk sertifikasi halal menjadi semakin krusial karena
berkaitan langsung dengan preferensi konsumen dan kepatuhan terhadap peraturan
produk halal (Fauzah & Rohman, 2024).
D. Aspek
Teknis dan Operasional
Aspek teknis dan operasional mencakup
perencanaan dan pengelolaan sumber daya produksi, manajemen proses, pemilihan
lokasi strategis, serta ketersediaan fasilitas yang mendukung operasional
usaha. Evaluasi teknis memastikan bahwa usaha memiliki kemampuan untuk
menjalankan fungsi produksinya secara efisien dan konsisten, termasuk dalam
menjaga kualitas produk dan layanan. Penelitian pada sektor UMKM menyatakan
bahwa sistem operasional yang tersusun dengan SOP yang jelas dan lokasi yang
strategis menjadi salah satu indikator kelayakan usaha yang memenuhi standar
teknis operasional (Sekretariat & Zulkarnain, 2025).
E. Aspek
Manajemen dan Sumber Daya Manusia
Aspek manajemen menilai kemampuan
pengelola usaha dalam merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan, dan
mengendalikan seluruh aktivitas usaha. Struktur organisasi yang jelas dan
praktik pengelolaan sumber daya manusia yang efektif dapat meningkatkan produktivitas
dan kualitas layanan. Pengembangan kompetensi karyawan serta evaluasi kinerja
merupakan bagian integral dari kesiapan suatu usaha dalam menghadapi tantangan
pasar yang dinamis (Sumandi et al., 2024).
F. Aspek
Keuangan
Aspek keuangan berfokus pada analisis
investasi, struktur biaya, proyeksi pendapatan, serta indikator finansial
seperti payback period, net present value (NPV), dan profitabilitas. Analisis
ini membantu menentukan apakah usaha dapat menutup biaya operasional,
menghasilkan keuntungan, dan memiliki kemampuan untuk mengembalikan modal dalam
jangka waktu yang wajar. Kajian studi kelayakan bisnis UMKM pada sektor kuliner
menunjukkan bahwa aspek keuangan yang sehat merupakan prasyarat penting dalam
keberlanjutan usaha (Putry et al., 2025).
G.
Aspek Halal dan Kepatuhan Syariah
Dalam konteks pasar Indonesia yang
mayoritas Muslim, aspek halal menjadi bagian penting dari studi kelayakan usaha
pangan. Kepastian status halal mencakup pemilihan bahan baku yang halal, proses
produksi yang sesuai syariat, serta sertifikasi resmi yang diakui. Analisis
kelayakan usaha dari aspek halal menunjukkan bahwa pemenuhan standar ini tidak
hanya memenuhi regulasi, tetapi juga memperkuat kredibilitas usaha di mata
konsumen yang sensitif terhadap isu kehalalan produk (Fauzah & Rohman,
2024).
H. Aspek
Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan
Selain aspek operasional dan finansial, studi kelayakan bisnis juga mempertimbangkan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan. Aspek ekonomi menilai kontribusi usaha terhadap penciptaan lapangan kerja dan pemberdayaan ekonomi lokal. Aspek sosial menilai hubungan antara usaha dengan masyarakat, sementara aspek lingkungan menilai bagaimana usaha mengelola dampak ekologisnya. Pendekatan holistik ini penting untuk memastikan bahwa usaha tidak hanya layak secara ekonomi, tetapi juga bertanggung jawab secara sosial dan lingkungan (Putry et al., 2025; Irfan & Suyatno, 2025).
METODE
PENELITIAN
A. Jenis
dan Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan
deskriptif kualitatif dengan metode studi kelayakan bisnis. Pendekatan
deskriptif kualitatif dipilih karena penelitian bertujuan untuk menggambarkan
secara mendalam kondisi usaha Chicken Holic berdasarkan berbagai aspek
kelayakan usaha, tanpa melakukan pengujian hipotesis secara statistik. Melalui
pendekatan ini, peneliti dapat memahami kondisi usaha secara komprehensif dan
kontekstual sesuai dengan karakteristik industri kuliner.
Metode studi kelayakan bisnis digunakan
untuk menilai apakah usaha Chicken Holic layak dijalankan dan dikembangkan
dengan meninjau berbagai aspek yang saling berkaitan, meliputi aspek pasar dan
pemasaran, aspek hukum, aspek teknis dan operasional, aspek manajemen, aspek
keuangan, aspek syariah dan halal, serta aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan.
B. Objek
dan Lokasi Penelitian
Objek dalam penelitian ini adalah usaha
Chicken Holic, yaitu usaha makanan cepat saji berbasis olahan ayam yang
beroperasi di beberapa wilayah di Indonesia. Pemilihan Chicken Holic sebagai
objek penelitian didasarkan pada perkembangan usaha yang cukup pesat serta
relevansinya sebagai representasi bisnis kuliner yang berkembang di tengah
persaingan industri makanan cepat saji.
Penelitian dilakukan pada gerai Chicken
Holic yang menjadi pusat kegiatan operasional dan manajerial, dengan
mempertimbangkan kemudahan akses data dan informasi yang dibutuhkan dalam
proses penelitian.
C. Jenis
dan Sumber Data
Data yang digunakan dalam penelitian ini
terdiri atas data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh secara
langsung dari sumber utama melalui wawancara dengan pemilik usaha dan pihak
manajemen Chicken Holic, serta melalui observasi terhadap aktivitas operasional
usaha. Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi terkait strategi
pemasaran, sistem operasional, struktur organisasi, pengelolaan keuangan, serta
penerapan prinsip halal dan syariah dalam usaha.
Data sekunder diperoleh dari dokumen
internal usaha, seperti profil perusahaan, data operasional, serta laporan
keuangan sederhana. Selain itu, data sekunder juga berasal dari literatur
pendukung berupa buku teks, jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan, dan
sumber resmi lain yang relevan dengan studi kelayakan bisnis dan usaha kuliner.
D. Teknik
Pengumpulan Data
Teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi:
- Wawancara
Wawancara dilakukan secara semi-terstruktur kepada pemilik dan manajemen Chicken Holic untuk memperoleh informasi mendalam terkait berbagai aspek kelayakan usaha. Teknik ini memungkinkan peneliti untuk menggali data secara fleksibel sesuai dengan kebutuhan penelitian. - Observasi
Observasi dilakukan dengan mengamati secara langsung aktivitas operasional usaha, seperti proses produksi, pelayanan konsumen, tata letak gerai, serta kebersihan lingkungan usaha. Observasi bertujuan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi teknis dan operasional Chicken Holic. - Dokumentasi
Dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data tertulis yang berkaitan dengan usaha, seperti struktur organisasi, perizinan usaha, sertifikasi halal, serta data pendukung lainnya yang relevan dengan penelitian.
E. Teknik
Analisis Data
Analisis data dalam penelitian ini
dilakukan secara deskriptif kualitatif. Data yang telah dikumpulkan dianalisis
dengan cara mengelompokkan dan menginterpretasikan informasi berdasarkan
masing-masing aspek studi kelayakan bisnis. Tahapan analisis data meliputi
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Setiap aspek kelayakan dianalisis secara
terpisah untuk mengetahui kondisi dan tingkat kelayakannya, kemudian dilakukan
analisis secara menyeluruh untuk menarik kesimpulan mengenai kelayakan usaha
Chicken Holic. Hasil analisis ini selanjutnya dijadikan dasar dalam pembahasan
dan penarikan kesimpulan penelitian.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
A. Analisis
Aspek Pasar dan Pemasaran
Berdasarkan hasil penelitian, Chicken
Holic menunjukkan potensi pasar yang cukup kuat di industri makanan cepat saji,
khususnya pada segmen produk olahan ayam. Tingginya minat masyarakat terhadap
makanan praktis dengan harga terjangkau menjadi peluang utama bagi Chicken
Holic untuk mempertahankan dan memperluas pangsa pasarnya. Segmentasi pasar
Chicken Holic cenderung menyasar konsumen usia remaja hingga dewasa muda,
termasuk pelajar, mahasiswa, dan pekerja, yang memiliki kebutuhan akan makanan
cepat saji dengan cita rasa variatif.
Dari sisi targeting, Chicken Holic
menempatkan diri sebagai usaha kuliner yang menyasar konsumen menengah ke bawah
hingga menengah, dengan harga yang relatif terjangkau namun tetap memperhatikan
kualitas produk. Strategi positioning dilakukan dengan menonjolkan keunikan
rasa, variasi menu, serta citra merek yang modern dan mudah diterima oleh
berbagai kalangan. Strategi ini sejalan dengan konsep bauran pemasaran, di mana
produk, harga, lokasi, dan promosi dirancang untuk saling mendukung dalam
menciptakan daya tarik pasar.
Promosi yang dilakukan Chicken Holic juga
memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi dengan konsumen. Penggunaan
media digital dinilai efektif dalam meningkatkan visibilitas merek dan
menjangkau konsumen yang lebih luas dengan biaya yang relatif efisien. Secara
keseluruhan, hasil analisis menunjukkan bahwa aspek pasar dan pemasaran Chicken
Holic berada dalam kategori layak dan memiliki potensi untuk terus
dikembangkan.
B. Analisis
Aspek Hukum
Analisis aspek hukum menunjukkan bahwa
Chicken Holic telah memenuhi sebagian besar persyaratan legalitas usaha yang
berlaku. Usaha ini telah memiliki bentuk badan usaha yang jelas serta
mengantongi perizinan dasar seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) dan izin
operasional. Kepemilikan legalitas tersebut memberikan kepastian hukum bagi
keberlangsungan usaha dan menjadi dasar yang penting dalam pengembangan bisnis
jangka panjang.
Selain itu, pemenuhan aspek hukum juga
mencakup kepatuhan terhadap regulasi keamanan pangan dan ketentuan usaha
makanan. Keberadaan sertifikasi halal menjadi poin penting dalam analisis ini,
mengingat Chicken Holic bergerak di bidang makanan dan menyasar konsumen yang
mayoritas beragama Islam. Dengan terpenuhinya aspek hukum dan perizinan,
Chicken Holic dinilai memiliki landasan legal yang kuat untuk menjalankan
kegiatan operasional secara berkelanjutan.
C. Analisis
Aspek Teknis dan Operasional
Dari sisi teknis dan operasional, Chicken
Holic menunjukkan sistem operasional yang cukup tertata. Pemilihan lokasi usaha
dinilai strategis karena berada di area yang mudah diakses dan memiliki tingkat
lalu lintas konsumen yang tinggi. Tata letak gerai dirancang secara sederhana
namun fungsional, sehingga mampu mendukung kelancaran proses produksi dan
pelayanan. Proses operasional Chicken Holic meliputi pengolahan bahan baku,
proses penggorengan, hingga penyajian produk kepada konsumen. Penggunaan peralatan
yang sesuai serta pembagian area kerja yang jelas membantu meningkatkan
efisiensi operasional dan menjaga kualitas produk. Jam operasional yang
fleksibel juga menjadi keunggulan tersendiri dalam menjangkau konsumen di
berbagai waktu.
Berdasarkan hasil observasi, aspek
kebersihan dan standar operasional kerja telah diterapkan dengan cukup baik.
Hal ini penting dalam menjaga kualitas produk dan kepercayaan konsumen. Dengan
demikian, aspek teknis dan operasional Chicken Holic dapat dinilai layak untuk
mendukung keberlangsungan usaha.
D. Analisis
Aspek Manajemen dan Sumber Daya Manusia
Aspek manajemen dan sumber daya manusia
pada usaha Chicken Holic menunjukkan adanya struktur organisasi yang jelas,
mulai dari pemilik usaha hingga karyawan operasional. Pembagian tugas dan
tanggung jawab yang terdefinisi dengan baik membantu memperlancar koordinasi
kerja dan proses pengambilan keputusan.
Pengelolaan sumber daya manusia dilakukan
dengan memperhatikan kebutuhan operasional usaha. Karyawan diberikan arahan
terkait prosedur kerja, pelayanan konsumen, serta standar kebersihan dan
kualitas produk. Meskipun sistem pelatihan masih bersifat sederhana, namun
secara umum karyawan mampu menjalankan tugasnya dengan baik sesuai kebutuhan
usaha.
Manajemen Chicken Holic juga berperan
aktif dalam mengawasi jalannya operasional sehari-hari. Pengawasan yang
dilakukan secara langsung memungkinkan manajemen untuk segera mengatasi kendala
yang muncul. Berdasarkan hasil analisis, aspek manajemen dan sumber daya
manusia dinilai cukup layak, meskipun masih memiliki peluang untuk ditingkatkan
melalui sistem pelatihan dan evaluasi kinerja yang lebih terstruktur.
E. Analisis
Aspek Keuangan
Analisis aspek keuangan menunjukkan bahwa
Chicken Holic memiliki struktur biaya dan pendapatan yang relatif seimbang.
Modal awal usaha digunakan untuk pengadaan peralatan, bahan baku, serta biaya
operasional awal. Biaya operasional yang dikeluarkan meliputi biaya bahan baku,
gaji karyawan, biaya listrik, air, dan biaya pendukung lainnya.
Pendapatan usaha diperoleh dari penjualan
produk secara langsung kepada konsumen. Berdasarkan data yang dianalisis,
Chicken Holic mampu menghasilkan pendapatan yang cukup stabil untuk menutup
biaya operasional dan menghasilkan keuntungan. Perhitungan sederhana
menunjukkan bahwa usaha ini memiliki periode pengembalian modal yang relatif
wajar, sehingga secara finansial dapat dinyatakan layak.
Pengelolaan keuangan yang sederhana namun
terkontrol menjadi faktor pendukung dalam menjaga stabilitas usaha. Meskipun
demikian, peningkatan sistem pencatatan keuangan yang lebih terstruktur akan
sangat membantu dalam perencanaan pengembangan usaha ke depan.
F. Analisis
Aspek Syariah dan Halal
Berdasarkan hasil penelitian, Chicken
Holic telah menerapkan prinsip halal dalam kegiatan usahanya. Bahan baku yang
digunakan berasal dari pemasok yang terpercaya dan telah memenuhi standar
kehalalan. Proses pengolahan hingga penyajian produk juga dilakukan dengan
memperhatikan prinsip kebersihan dan kehalalan.
Penerapan aspek halal tidak hanya menjadi
bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga berperan dalam meningkatkan
kepercayaan konsumen. Kejelasan status halal produk menjadi nilai tambah bagi
Chicken Holic dalam menghadapi persaingan usaha kuliner. Dengan demikian, aspek
syariah dan halal dinilai mendukung kelayakan usaha Chicken Holic.
G. Analisis
Aspek Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan
Dari sisi ekonomi, keberadaan Chicken
Holic memberikan kontribusi positif terhadap penciptaan lapangan kerja,
khususnya bagi masyarakat sekitar. Usaha ini membuka peluang kerja bagi tenaga
kerja lokal dan membantu meningkatkan pendapatan masyarakat. Dari aspek sosial,
Chicken Holic turut berperan dalam memenuhi kebutuhan masyarakat akan makanan
cepat saji yang terjangkau. Interaksi antara usaha dan masyarakat sekitar juga
berjalan dengan cukup baik, sehingga keberadaan usaha dapat diterima oleh lingkungan
sosial.
Sementara itu, dari aspek lingkungan,
Chicken Holic telah melakukan upaya pengelolaan limbah secara sederhana,
seperti pengelolaan sampah sisa produksi dan menjaga kebersihan area usaha.
Meskipun belum menerapkan sistem pengelolaan lingkungan yang kompleks, upaya
yang dilakukan sudah cukup memadai untuk skala usaha kuliner menengah. Oleh
karena itu, aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan dapat dinilai layak dan
mendukung keberlanjutan usaha.
H. Implikasi
Hasil Pembahasan terhadap Kelayakan Usaha
Berdasarkan hasil pembahasan dari seluruh
aspek studi kelayakan bisnis, dapat disimpulkan bahwa Chicken Holic secara umum
layak untuk dijalankan dan dikembangkan. Setiap aspek menunjukkan hasil yang
positif dan saling mendukung, meskipun terdapat beberapa aspek yang masih
memerlukan penguatan, terutama pada pengelolaan manajemen dan sistem keuangan
yang lebih terstruktur.
Hasil penelitian ini memperkuat temuan dalam kajian teori bahwa kelayakan usaha harus dinilai secara komprehensif dan tidak hanya berfokus pada aspek keuangan semata. Dengan memperhatikan seluruh aspek kelayakan, Chicken Holic memiliki peluang yang cukup besar untuk berkembang secara berkelanjutan di industri kuliner.
SIMPULAN
Secara keseluruhan, hasil analisis
mendalam terhadap berbagai aspek studi kelayakan menunjukkan bahwa Chicken
Holic merupakan sebuah usaha yang sangat potensial dan layak untuk terus
dikembangkan. Kesimpulan ini tidak diambil secara sepihak, melainkan berdasarkan
pengamatan nyata di lapangan yang disinkronkan dengan teori bisnis yang
relevan. Keberhasilan Chicken Holic dalam memposisikan diri di industri kuliner
cepat saji terlihat jelas dari kecerdasannya menangkap peluang pasar, di mana
mereka mampu menyasar segmen remaja dan dewasa muda melalui harga yang
kompetitif serta strategi promosi media sosial yang sangat relevan dengan tren
masa kini.
Kepercayaan konsumen terhadap merek ini
pun semakin diperkuat dengan adanya kepatuhan hukum yang baik, terutama
kepemilikan sertifikasi halal yang menjadi nilai jual utama di masyarakat. Hal
ini membuktikan bahwa aspek legalitas telah menjadi pondasi kokoh bagi
keberlangsungan bisnis ke depan. Secara teknis, efisiensi operasional juga
menjadi kunci utama keberhasilan mereka, mulai dari pemilihan lokasi yang
strategis hingga pengaturan alur produksi yang mampu menjaga kualitas produk
tetap konsisten di mata pelanggan.
Meskipun dari sisi manajemen dan sumber
daya manusia polanya masih tergolong sederhana, keterlibatan aktif pemilik
dalam pengawasan harian mampu menjaga stabilitas usaha agar tetap berjalan pada
jalurnya. Namun, untuk jangka panjang, penguatan sistem organisasi tetap
menjadi catatan penting agar bisnis bisa berkembang ke level yang lebih besar.
Hal ini sejalan dengan temuan pada aspek finansial yang menunjukkan bahwa usaha
ini cukup menguntungkan dengan masa pengembalian modal yang masuk akal,
meskipun perbaikan dalam sistem pencatatan keuangan sangat dianjurkan demi
perencanaan yang lebih terukur.
Terakhir, komitmen Chicken Holic terhadap
prinsip syariah dalam proses produksinya tidak hanya memenuhi kewajiban agama,
tetapi juga memperkuat loyalitas pelanggan secara signifikan. Dampak positif
ini pun meluas ke ranah sosial dan ekonomi melalui pembukaan lapangan kerja
serta upaya menjaga kebersihan lingkungan meskipun masih dalam skala yang
mendasar. Dengan mempertimbangkan seluruh aspek tersebut, dapat ditegaskan
bahwa Chicken Holic layak untuk terus beroperasi dan memiliki peluang besar
untuk bertransformasi menjadi bisnis yang lebih besar asalkan mampu melakukan
perbaikan pada sistem manajemen dan administrasi keuangannya secara profesional
di masa depan.
REFERENSI
Bate’e,
A. T., Septian, D. L., Pradana, G., et al. (2024). Analisis studi kelayakan
bisnis UMKM kuliner ditinjau dari aspek pasar dan pemasaran (studi kasus Sop
Ayam Pak Mim Klaten). Jurnal Masharif Al-Syariah: Jurnal Ekonomi dan
Perbankan Syariah, 9(1).
https://journal.um-surabaya.ac.id/Mas/article/view/21365
Anonymous.
(2024). Analisis kelayakan bisnis ditinjau dari aspek … (PDF). EJurnal
Kampus Akademik. https://ejurnal.kampusakademik.co.id/index.php/jinu/article/download/3868/3456/15498
Fauzah,
N. M., & Rohman, A. (2024). Analysis of business feasibility studies in
the development of MSMEs in the food sector in view of halal aspects. Al-Muhasabah:
Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan Keuangan, 1(1), 14–28. https://journal.syamilahpublishing.com/index.php/muhasabah/article/view/31
(Syamilah
Journal)
Irfan,
M., & Suyatno, A. (2025). Feasibility study and digital market
competition analysis at Pak Sabit Wonogiri chicken noodle UMKM business. Al-Kharaj:
Journal of Islamic Economic and Business, 6(4). https://doi.org/10.24256/kharaj.v6i4.6479
(E-Journal
IAIN Palopo)
Isnaeni,
I., Hilmy Haydar, N., Shabrina, E. N., Kemilau, R. C., & Umroh, S. B.
(2025). Analisis kelayakan bisnis Ieumahfood ditinjau dari aspek pasar,
pemasaran, serta manajemen sumber daya manusia. Jurnal Ilmiah Penelitian
Mahasiswa. https://doi.org/10.61722/jipm.v3i4.1233
(Kampus
Akademik)
Putry,
M., Syawwal Fasa, A., Siradjudin Putri, F., et al. (2025). Studi kelayakan
usaha UMKM makanan: Ditinjau dari aspek pemasaran, manajemen, dan finansial.
Seminar Nasional Penelitian Terapan. https://doi.org/10.30656/senapentra.v1i.199
(E-Journal
Universitas Serang Raya)
Sekretariat,
N., & Zulkarnain, L. (2025). Feasibility study of business development
at Kibo Frizzy Snack. ITQAN: Journal of Islamic Economics, Management,
and Finance, 3(1). https://www.journal.itqanpreneurs.com/index.php/itqan/article/view/34
(Itqanpreneurs
Journal)
Sumandi,
A. S., Al Khusaini, M., Silviyawati, S., & Khair, O. I. (2024). Analisis
kelayakan sumber daya manusia pada UMKM kuliner: Studi kasus bisnis ayam penyet
cabai hijau di Pamulang. Jurnal Sains, Ekonomi, Manajemen, Akuntansi dan
Hukum, 2(4). https://doi.org/10.60126/sainmikum.v2i4.1074
(Lumbung
Pare)
No comments
Post a Comment