Tuesday, February 17, 2026

Optimasi Pertumbuhan dan Produksi Terung Ungu (Solanum melongena L.) Melalui Aplikasi Pupuk Kotoran Sapi dan Eco Enzyme

 

Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Volume 3, Nomor 12, January  2026, P. 777-783

E-ISSN: 2986-6340

Licenced by CC BY-SA 4.0                                                

DOI:  https://doi.org/10.5281/zenodo.18667209

Optimization of Growth and Yield of Eggplant (Solanum melongena L.) Through the Application of Cow Manure and Eco Enzyme 

Wiwik Yunidawati

Universitas Amir Hamzah

Email : wiwikynidawati@icloud.com     

Abstrak

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kotoran sapi dan Eco enzyme terhadap pertumbuhan dan produksi terung ungu (Solanum melongena L.) beserta interaksinya. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah pemberian pupuk kotoran sapi yang terbagi menjadi 3 taraf yaitu K0 = kontrol (tanpa perlakuan), K1 = 2 kg/plot, K2 = 4 kg/ plot. Faktor kedua adalah Eco enzyme terbagi menjadi 3 taraf yaitu E0 = kontrol (tanpa perlakuan), E1 = 400 ml/tanaman, E2 = 800 ml/tanaman. Adapun parameter  yang diamati adalah jumlah daun (helai), tinggi tanaman (cm), jumlah bunga (kuntum), jumlah buah per sampel (buah), jumlah buah per plot (buah), berat produksi per sampel (gram), berat produksi per plot (gram).Dari hasil analisis secara statistik menunjukan bahwa respon pemberian pupuk kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan produksi terung ungu (Solanum melongena L.) memberikan pengaruh tidak nyata terhadap umur berbunga, tetapi berpengaruh nyata dan berpengaruh sangat sangat nyata terhadap jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah buah per sampel, jumlah buah per plot, berat buah per sampel dan berat buah per plot, dimana perlakuan terbaik terdapat pada K2 (4 kg/plot). Berdasarkan analisis data secara statistik menunjukan bahwa respon pemberian Eco enzyme terhadap pertumbuhan dan produksi terung ungu (Solanum melongena L.) memberikan pengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun, tinggi tanaman, umur berbunga, tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah buah per sampel, jumlah buah per plot, berat buah per sampel (gram), dan berat buah per plot (gram). Respon interaksi antara pemberian pupuk kotoran sapi dan Eco enzyme terhadap pertumbuhan dan produksi terung ungu (Solanum melongena L.) memberikan pegaruh tidak nyata terhadap parameter jumlah daun (helai), tinggi tanaman (cm), umur berbunga (hari), jumlah buah per plot (buah), berat per sampel (gram), tetapi berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah per sampel (buah), dan berat per plot (gram).

Kata kunci : : Pupuk kotoran sapi, Eco enzyme dan Solanum melongena L

Abstract

The aim of this study was to determine the effect of cow manure and eco enzyme application on the growth and yield of eggplant (Solanum melongena L.), as well as their interaction. This study used a Factorial Randomized Block Design (RBD) consisting of two factors. The first factor was cow manure application, divided into three levels: K0 = control (no treatment), K1 = 2 kg/plot, and K2 = 4 kg/plot. The second factor was eco enzyme application, divided into three levels: E0 = control (no treatment), E1 = 400 ml/plant, and E2 = 800 ml/plant. The observed parameters included number of leaves (leaves), plant height (cm), number of flowers (buds), number of fruits per sample (fruits), number of fruits per plot (fruits), fruit weight per sample (grams), and fruit weight per plot (grams). Statistical analysis showed that the application of cow manure had no significant effect on flowering time, but had a significant and highly significant effect on number of leaves, plant height, number of fruits per sample, number of fruits per plot, fruit weight per sample, and fruit weight per plot. The best treatment was K2 (4 kg/plot). Statistical analysis also indicated that eco enzyme application had no significant effect on number of leaves, plant height, and flowering time, but had a highly significant effect on number of fruits per sample, number of fruits per plot, fruit weight per sample (grams), and fruit weight per plot (grams). The interaction between cow manure and eco enzyme application showed no significant effect on number of leaves (leaves), plant height (cm), flowering time (days), number of fruits per plot (fruits), and fruit weight per sample (grams), but had a significant effect on number of fruits per sample (fruits) and fruit weight per plot (grams).

Keywords: Cow manure, eco enzyme, Solanum melongena L.

PENDAHULUAN

            Tanaman terung ungu (Solanum melongena L.) adalah jenis tanaman yang banyak dibudidayakan di Indonesia dan hampir menyebar kesegala penjuru Nusantara. Buah terung adalah jenis sayuran yang di senangi oleh setiap orang sebagai lalapan segar ataupun di olah berbagai jenis masakan yang lezat dan menggugah selera, Terung ungu (Solanum melongena L.) digunakan sebagai sayuran karena terung mengandung protein, Vitamin A, Vitamin B, Vitamin C (Saparinto, 2013). Terung merupakan salah satu jenis sayuran yang sangat populer dan di sukai oleh banyak orang di karenakan rasanya yang enak dan bisa di jadikan lalapan. Terung mengandung gizi yang tinggi, terutama seperti Vitamin Adan Fosor (Muldiana dan Rosdiana, 2017).

            Terong adalah tanaman yang banyak mengandung vitamin dan gizi yang tinggi. seperti vitamin B-kompleks, Thiamin, Pyridoxine, Riboflavin, zat Besi. Phosporus dan Potassium. Terung merupakan  salah satu sumber makanan yang sangat dikenal oleh semua kalangan masyarakat. Terong sudah  menjadi salah satu menu yang paling diminati berbagai kalangan masyarakat (Hendri, dkk., 2015). Rendahnya Hasil tanaman terung ungu (Solanum melongena L,) yang disebabkan oleh berbagai faktor diantaranya adalah tanah yang kurang subur, tindakan budidaya yang kurang baikan kondisi iklim yang kurang baik, serta luas lahan yang digunakan untuk budidaya terung ungu masih sedikit dan bentuk kultur budidaya yang bersifat sampingan dan juga belum intensif.

Upaya untuk meningkatkan produksi terung ungu perlu diterapkan suatu teknologi yang murah, murah, tepat guna dan juga mudah tersedia pada kalangan petani, khusus nya dengan memanfaatkan seluruh potensi sumber dayaalam lingkungan pertanian yaitu dengan salah satu alternatif untuk meningkatkan kesuburan pada tanah ialah dengan melalui penggunaan pupuk organik seperti pupuk kandang kotoran sapi. Beberapa kelebihan dari pupuk kandang kotoran sapi ialah untuk memperbaiki struktur tanah dan juga berperan sebagai pengurai bahan organik oleh mikro organisme tanah (Pranata, 2010). Pertumbuhan penduduk yang pesat harus diiringi dengan pemenuhan pangan bergizi yang berupa karbohidrat, Vitamin, mineral, zat besi dan kebutuhan lainnya. Gizi tersebut dapat diperoleh dari berbagai jenis pangan seperti sayuran dan buah. Sayuran dengan kandungan gizi yang baik dan cenderung di budidayakan masyarakat baik petani dalam skala besar atau skala kecil salah satunya merupakan terung ungu (Solanum melongena L.) (Sakri, 2012).

            Berdasarkan data BPS SUMUT 2017 yang menunjukkan bahwa pada tahun 2014 produksi terung ungu di Sumatra Utara sebesar 3,847 ton/ha, kemudianpada tahun 2015 produksi terung ungu di Sumatra mengalami kenaikan yaitu sebesar 3,940 ton/ha. Hal ini menunjukan adanya kenaikan produksi terung ungu dari tahun 2014 ke 2015. Kemudian tahun 2016 produksi terung ungu menurun menjadi 3,63 ton/ha. Dari data BPS SUMUT 2017 menunjukan adanya ketidak stabilan produksi dari tanaman terung ungu di Sumatra Utara. Dimana permintaan terhadap buah terung ungu selama ini terus meningkat sejalan dengan pertambahan penduduk yang diikuti dengan meningkatnya kesadaran akan manfaat sayur-sayuran dalam memenuhi kebutuhan gizi keluarga, sehingga produksi tanaman terung perlu di tingkatkan. Untuk meningkatkan produksi dari tanaman terung dapat dilakukan melalui program ekstensifikasi dan intensifikasi, namun dalam usaha peningkatan produktifitas dan efisiensi pengguna tanah, cara intensifikasilah adalah pilihan yang tepat untuk diterapkan salah satunya adalah penggunaan pupuk (Ayu 2011 dalam Hanura dan Ajang, 2015).

 

KAJIAN PUSTAKA

Produk Eco enzyme merupakan produk ramah lingkungan yang sangat fungisional, mudah digunakan, dan juga mudah dibuat. Setiap orang dapat membuat produk ini dengan mudah. Bahan-bahan yang digunakan pun sederhana dan banyak tersedia di sekitar kita. Pembuatan produk ini hanya membutuhkan air, gula sebagai sumber karbon, serta sampah organik sayur dan buah. Gula yang digunakan adalah gula merah yang belum mengalami proses bleaching (pemutihan) seperti gula pasir sehingga dapat meminimalkan kemungkinan adanya residu senyawa kimia yang yang digunakan dalam proses bleaching. Selain itu, secara ekonomis harga gula merah lebih murah disbandingkan harga gula pasir. Pemanfaatan sampah organik untuk pembuatan Eco enzyme sangat sesuai untuk mengurangi jumlah sampah rumah tangga sebab jenis sampah organic rumah tangga menempati proporsi paling besar daritotal produksi sampah. Rat-rata komposisi samapah dibeberapa kota besar di Indonesia adalah: organik (25%), kertas (10%), plastic (18%), kayu (!2%), logam (11%), kain (11%), gelas (!!%), lain-lain (!2%). Produksi rumah tangga sendiri sekitar 70-90% dari total produksi sampah di Indonesia (Retno, 2010). Berdasarkan uraian tersebut diatas maka penulis berkeinginan untuk melakukan penelitian dengan judul “Optimasi Pertumbuhan dan Produksi Terung Ungu (Solanum melongena L.) Melalui Aplikasi Pupuk Kotoran Sapi dan Eco Enzyme”.

Pestisida Nabati

Pestisida nabati adalah pestisida yang bahan aktifnya berasal dari tanmanan atau tumbuhan dan bahan organik lainnya yang berkhasiat mengendalikan serangan hama pada tanaman, pengaplikasian pestisida nabati dilakukan dengan jarak waktu 1 minggu sekali pada tanaman terung ungu.  Bahan aktif yang saya gunakan adalah bawang putih (Allium sativum), daun pepaya (Carica papaya), lidah buaya (Aloe vera), daun sirsak (Annona muricata).

Bawang putih (Allium sativum)

Bawang putih bermanfaat sebagai penurun kolestrol. Hal ini karena bawang putih memiliki zat ajoene yang terkandung didalamnya, yaitu suatu senyawa yang bersipat anti kolestrol dan membantu mencegah penggumpalan darah. Ada pula penelitian yang menemukan bahwa mengonsumsi bawang putih secara teratur 2-3 siung setiap hari dapat membantu mencegah serangan jantung. Hal ini karena bawang putih bermanfaat membantu mengecilkan sumbatan pada arteri jantung sehingga meminimalkan terjadinya serangan jantung (Untari, 2010).

Daun Pepaya (Carica papaya)

 Tanaman pepaya adalah tanaman yang tumbuh di daerah tropis. Daun pepaya bisa di gunakan secara langsung yaitu sebagai makanan lalapan untuk menambah nafsu makan, secara tidak langsung misalnya dengan cara diperas atau diseduh sebagai obat perut atau diare, serta dapat juga dibuat ekstrak, pil, atau kapsul, cairan dan dikemas modern menjadi suatu bahan produk sehinga orang lebih memilih pengobatan herbal dari pada pengobatan kimia                     (Suparni dan Ari, 2012).

Daun Lidah Buaya (Aloe vera)

Daging daun lidah buaya dapat di buat herbal drink, yang di konsumsi langsung setelah diolah dengan campuran aroma sirup. Lidah buaya bila di belah terlihat daging berwarna hijau, bening, jernih, dingin dan banyak mengandung lendir (Muhlisah, 2011).

METODE PENELITIAN

Tempat dan waktu penelitian

Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai bulan Mei 2025 di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Amir Hamzah, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara.

Alat dan Bahan

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Benih Terung ungu (Varietas LEZATA F1) Cap Panah Merah, kulit buah nanas, kulit buah semangka, kulit buah jeruk, air sumur, dan gula merah.

Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah tong penampung, pisau cutter, cangkul, babat, garpu, meteran, gembor dan alat tulis.

Metode Penelitian

                Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri atas 2 Faktor yaitu:

A.           Faktor  pertama yaitu Pupuk Kotoran Sapi yang di beri simbol (K)yang terdiri atas 3 taraf yaitu:

K0          = 0 kg/plot (Tanpa Perlakuan).

K1          = 2 kg/plot.

K2          = 4 kg /plot.

B.            Faktor kedua yaitu Eco enzyme yang di beri simbol (E) yang terdiri atas 3 taraf yaitu :

E0          = 0 ml/tanaman (tanpa perlakuan)

E1          = 400 ml/tanaman

E2          = 800 ml/tanaman

Kombinasi perlakuan terdiri dari 9 kombinasi :

K0E0     K1E0               K2E0

K0E1     K1E1               K2E1

K0E2     K1E2               K2E2

Jumlah ulangan :

(k-1) (n-1)       ≥15

(9-1)(n-1)         ≥ 15

            8 (n-1) ≥ 15

            8n - 8   ≥ 15

            8n        ≥ 15+8

            8n        ≥ 23

   n          ≥ 23/8

   n          ≥ 2.87 = 3 ulangan.

Metode Analisa Penelitian

Setelah data hasil penelitian di peroleh maka akan dilakukan analisis data dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial dengan rumus sebagai berikut:

Yijk = μ + αi + βj + (αβ)ij + ρk + εijk


dengan :

i =1,2…,r;

j = 1,2,…,a

k             = 1,2,…,b

Yijk  = Pengamatan pada satuan percobaan ke-i yang memperoleh kombinasi perlakuan taraf ke-j dari faktor A dan taraf ke-k dari faktor B.

μ                = Mean populasi.

Ρk              = Pengaruh taraf ke-k dari faktor Kelompok.

αi               = Pengaruh taraf ke-i dari faktor A.

βj               = Pengaruh taraf ke-j dari faktor B.

(αβ)ij          = Pengaruh taraf ke-i dari faktor A dan taraf ke-j dari faktor B.

Εijk            = Pengaruh acak dari satuan percobaan ke-k yang memperoleh kombinasi     

                      perlakuan ij. εijk ~ N(0,σ2).

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Respon Pemberian Pupuk Kotoran Sapi terhadap Pertumbuhan dan Produksi Terung Ungu (Solanum melongena L.)

Hasil analisa data secara statistik menunjukan bahwa respon pemberian pupuk kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan produksi terung ungu (Solanum melongena L.) memberikan pengaruh tidak nyata terhadap parameter jumlah daun (helai). pada umur 2 MSPT tetapi pada umur 4 MSPT berpengaruh sangat nyata kemudian pada umur 6 dan 8 MSPT berpengaruh nyata. Pemberian pupuk kotoran sapi berpengaruh tidak nyata terhadap parameter tinggi tanaman (cm) umur 2, 4 dan 6 sedangkan pada umur 8 MSPT berpengaruh sangat nyata.

Pemberian pupuk kotoran sapi berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan tanaman terung ungu pada awal pertumbuhan disebabkan karena tanaman terung masih dalam masa adaptasi terhadap lingkungan yang baru sehingga unsur hara yang terdapat pada kotoran sapi belum di serap secara maksimal, pupuk kotoran sapi memiliki kandungan nitrogen yang tinggi, tetapi tidak berdampak secara langsung ketanaman seperti pupuk anorganik, serta melepaskan nutrisi dalam jangka waktu yang lebih lama (Gbenou, et al., 2017. Pemberian pupuk kotoran sapi berpengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan tanaman terung ungu pada umur 6 dan 8 minggu setelah tanam hal tersebut disebabkan karena pupuk kotoran sapi sebagai pupuk dasar yang di aplikasikan sebelum melalukan penanaman terung ungu dapat meningkatkan kesuburan tanah, menambah unsur hara dan nutrisi yang dibutuhkan tanaman selama masa vegetative dan generative. Tanah yang baik untuk pertumbuhan dan produksi terung ungu merupakan jenis tanah regosol, latasol dan andosol, karena ketiga jenis tanah tersebut merupakan jenis tanah lempung berpasir atau lempung  ringan dan memiliki drainase yang baik. Pada masa pertumbuhan tanaman membutuhkan unsur hara dan nutrisi agar tanaman dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. Penambahan unsur hara dan nutrisi dapat dilakukan dengan memberikan pupuk kotoran sapi.Dosis pupuk kotoran sapi terbaik yang diperoleh pada perlakuan (K2) yaitu4 kg/plot pada semua parameter pengamatan.Hal ini disebabkan karena unsur hara yang terkandung didalam pupuk kotoran sapi bermanfaat didalam proses miniralisasi melepaskan hara dengan lengkap (N,P,K,Ca, Mg, S, serta unsur hara mikro) pemberian pupuk kotoran sapi semakin tinggi akan semakin efektif  untuk merangsang pertumbuhan tanaman, baik jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah buah per sampel, jumlah buah per plot, berat buah per sampel, dan berat buah per plot, khususnya nitrogen yang merupakan bahan baku penyusun klorofil pada proses potosintesa, klorofil yang berfungsi menangkap energi matahari akan menggalakan proses penggandaan energi yang digunakan untuk sintesa makro molekul didalam sel, misalnya karbohidrat. Intensitas cahaya yang cukup dapat membantu pertumbuhan tanaman dengan baik, seperti jumlah daun, tinggi tanaman, jumlah buah, dan berat buah terung ungu. batas yang normal intensitas cahaya akan memberikan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan terung ungu terutama pada pembentukan warna buah yang diperlukan tanaman terung ungu yakni 60%. Kelembapan udara yang dibutuhkan untuk tanaman terung ungu berkisar 80% lahan penanaman harus subur, air tanahnya tidak menggenang dan pH tanah 5-6 (Arsyad, 2010).

Pemberian pupuk kotoran sapi berpengaruh tidak nyata terhadap parameter umur berbunga (hari) tanaman terung ungu hal tersebut disebabkan karena proses pembentukan atau tumbuhnya bunga tidak hanya dipengaruhi oleh kandungan pupuk kotoran sapi tetapi lebih dominan di pengaruhi oleh faktor genetik tanaman yang dapat menerima respon dari lingkungan tersebut atau tidak. Dimana gen tanaman tidakakan menyebabkan berkembangnya suatu respon terkecuali mereka dalam kondisi yang sesuai. Jika berada dalam kondisi yang tidak sesuai maka tidak ada pengaruh gen terhadap karakteristik dengan mengubah tingkat keadaan lingkungan (Simanjuntak dan Lahay, 2013).

Pemberian pupuk kotoran sapi berpengaruh sangat nyata terhadap parameter jumlah buah per sampel (buah), jumlah buah per plot (buah), berat buah per sampel (gram), dan berat per plot (gram) hal tersebut disebabkan karena penggunaan pupuk kotoran sapi pada dasarnya mampu meningkatkan hasil produksi tanaman terung ungu, karena Pupuk kotoran sapi dapat menyediakan bahanunsur hara mikro seperzi Zn, Cu, Fe, Mn, dan Mg pada tingkat yang optimal. Penggunaan pupuk kotoran sapi dengan begitu akan membantu aktifitas metabolisme tanaman dalam masa pertumbuhan produksi. Pupuk kotoran sapi juga dapat memperbaiki sifat fisik tanah, memperbaiki struktur tanah, dan juga berperan sebagai pengurai bahan organik oleh mikro organisme tanah. Pupuk organik juga mempunyai fungsi yang penting dibandingkan dengan penggunaan pupuk anorganik yaitu dapat menggemburkan lapisan permukaan tanah (topsoil), meningkatkan populasi jasad renik, mempertinggi daya serap dan daya simpan air yang secara keselurahan dapat meningkatkan kesuburan tanah dan merangsang tanaman terung ungu (Pranata, 2010). 

Peranan pupuk kotoran sapi terhadap sifat biologi tanah diantaranya menyediakan makanan dan tempat hidup (habitat) untuk organisme (termasuk microba tanah), menyediakan energi untuk proses-proses biologi tanah dan  memberikan kontribusi pada daya tanah pada sifat kimia kimia tanah, bahan organik berperan dalam meningkatkan kapasitas tukar katoin atau ketersediaan hara, penting untuk daya pulih tanah akibat perubahan pH tanah dan menyimpan cadangan hara penting khsusnya N dan K (Safitri, 2017).

 

Pengaruh Pemberian Eco enzyme terhadap Pertumbuhan dan Produksi Terung Ungu (Solanum melongena L.)

Berdasarkan analisis data secara statistik menunjukan bahwa respon pemberian Eco enzyme terhadap pertumbuhan dan produksi terung ungu (Solanum melongena L.) memberikan pengaruhtidak nyata terhadap jumlah daun, tinggi tanaman, umur berbunga, tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah buah per sampel, jumlah buah per plot, berat buah per sampel, dan berat buah per plot.

Pemberian Eco enzyme berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan terung ungu khusunya pada parameter jumlah daun, tinggi tanaman dan umur berbunga. Hal tersebut disebabkan karena Eco enzyme yang diberikan pada tanaman terung ungu merupakan cairan atau larutan mikro organisme yang berfungsi untuk membantu proses penguraian bahan organik dan pelepasan unsur hara sehingga pemberian eco enzyme pada tanaman terung ungu belum mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman. Eco enzyme juga merupakan larutan yang pH nya rendah sebagaimana telah dikemukakan oleh penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa kecenderungan larutan Eco enzyme yang dihasilkan dari bahan organik berupa buah yang menghasilkan parameter kimia yang bersifat asam yang memiliki pH rendah Sebagaimana hasil penelitian untuk buah nenas, diperoleh pH 3,15 dan pepaya 3,29 hal ini lah yang menyebabkan tanaman belum mampu menyerap kandungan yang terdapat pada Eco enzyme dengan baik pada masa vegetative (Rochyani et al., 2020)

Pemberian Eco enzyme memberikan pengaruh sangat nyata terhadap produksi tanaman terung ungu terutama pada parameter jumlah buah per sampel, jumlah buah per plot, berat buah per sampel dan berat buah per plot. Hal ini karena Eco enzyme yang dihasilkan dengan dengan bahan organik berupa limbah buah atau limbah padat organik kemudian ditambahkan dengan molase substrat dalam proses permentasi mendorong faktor TDS yang tinggi pada Eco enzyme. Kandungan Eco enzyme beupa Lipase, Tripsin, Amilase yang berfungsi untuk mencegah bakteri patogen sehingga untuk membantu proses penguraian bahan organik dan pelepasan unsur hara sehingga tanaman pada masa generative mampu menyerap nutrisi yang ada pada Eco enzyme dengan baik kemudian memberikan dampak yang sangat baik ketanaman untuk jumlah buah per sampel, jumlah buah per plot, berat buah per sampel dan berat buah per plot (Selvakumar, 2015).

 

Pengaruh Interaksi antara Pemberian Pupuk Kotoran Sapi dan Eco enzyme Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Terung Ungu (Solanum melongena L.)

Berdasarkan analisis data secara statistik menunjukan bahwa respon interaksi antara pemberian pupuk kotoran sapi dan Eco enzyme terhadap pertumbuhan dan produksi terung ungu (Solanum melongena L.) memberikan pegaruhtidak nyata terhadap jumlah daun, tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah buah per sampel, jumlah buah per plot, berat buah per sampel, tetapi berpengaruh nyata pada jumlah buat per plot dan berat buah per plot. Hal ini disebkan karena dari masing-masing perlakuan antara pupuk kotoran sapi dan Eco enzyme telah memberikan pengaruh terbaiknya pada tanaman tetapi tidak saling mempengaruhi perlakuan satu dengan yang lainnya terhadap semua parameter kecuali berat buah per plot yang memberikan interaksi pengaruh nyata terhadap pemberian pupuk kotoran sapi dan Eco enzyme. Dalam budidaya terung ungu (Solanum melongena L.) dengan menggunakan pupuk kotoran sapi sebagai pupuk dasar sebelum dilakukan penanaman jauh lebih baik. Hal ini dikarenakan pupuk kotoran sapi sangat baik bagi tanaman terung ungu, karena pupupk kotoran sapi selain dapat memenuhi kebutuhan unsur hara juga dapat memperbaiki sifat fisik tanah, struktur tanah diantaranya kemantapan agregat, total ruang pori, daya ikat air dan meningkatkan kehidupan mikroganisme pengurai sehingga sangat baik untuk pertumbuhan terung ungu (Solanum melongena L.). Unsur hara yang terkandung didalam pupuk kotoran sapi antara lain N, P, dan K yang dibutuhkan oleh tanaman terung ungu (Solanum melongena L.) (Riyani, Islami dan Sumarni, 2015). 

SIMPULAN

1.      Pemberian pupuk kotoran sapi berpengaruh tidak nyata terhadap umur berbunga (hari), tetapi berpengaruh nyata terhadap jumlah daun (helai) dan berpengaruh sangat sangat nyata terhadap tinggi tanaman (cm), jumlah buah per sampel (buah), jumlah buah per plot (buah), berat buah per sampel (gram) dan berat buah per plot (gram), dimana perlakuan terbaik terdapat pada K2 (4 kg/plot)

2.      Pemberian Eco enzyme berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah daun (daun), tinggi tanaman (cm), umur berbunga (hari), tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap jumlah buah per sampel (buah), jumlah buah per plot (buah), berat buah per sampel (gram) dan berat buah per plot (gram), dimana perlakuan terbaik terdapat pada E2 (800 ml/tanaman).

3.      Interaksi antara pemberian pupuk kotoran sapi dan Eco enzyme berpengaruh tidak nyata pada jumlah daun, tinggi tanaman, umur berbunga, jumlah buah per plot, dan berat buah per sampel tetapi berpengaruh  nyata pada jumlah buah per sampel, dan berat buah per plot.

 

REFERENSI

Adji, S. (2007). Rancangan percobaan praktis bidang pertanian. Kanisius.

Alex, S. (2013). Sayuran dalam pot: Sayuran konsumsi tak harus beli. Pustaka Baru Press.

Ashari, S. (2006). Hortikultura: Aspek budidaya. Universitas Indonesia Press.

Arsyad, S. (2010). Ilmu iklim dan pengairan. CV. Yasaguna.

Fitria. (2015). Perlindungan hukum terhadap pemulia dan varietas tanaman terong putih (Kania F1) (Skripsi). Universitas Jember.

Gbenou, B., Adjolohoun, S., Ahoton, L., & Hounjdo, D. B. M. (2017). Animal dung availability and their fertilizer values in a context of low soil fertility conditions in southwestern Nigeria. Agricultural and Biology Journal of North America, 2(7), 1117–1125.

Herwindo, R. (2014). Kajian jenis kemasan dan simulasi pengangkutan terhadap mutu fisik buah terung (Solanum melongena L.) (Skripsi). Institut Pertanian Bogor.

Hendri, M., Marisi, & Akas, P. S. (2015). Pengaruh pupuk kandang sapi dan pupuk NPK Mutiara terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu (Solanum melongena L.). Jurnal Agrifor, 14(2).

Huruna, B., & Ajang, M. (2015). Pertumbuhan dan produksi tanaman terung (Solanum melongena L.) pada berbagai dosis pupuk organik limbah biogas kotoran sapi. Jurnal Agroforestri, 10(3).

Mujaju, C. (2009). Diversity of landraces and wild forms of watermelon (Citrullus lanatus) in southern Africa (Doctoral dissertation). Swedish University of Agricultural Sciences.

Muldiana, S., & Rosdiana. (2017). Respon tanaman terung (Solanum melongena L.) terhadap interval pemberian pupuk organik cair dengan interval waktu yang berbeda. In Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian UMJ 2017 (pp. 155–162). Fakultas Pertanian UMJ.

 

 

Pengaruh Marketing Mix Produk Buccheri di Toko Buccheri Medan Mall

 

Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin

Volume 3, Nomor 12, January  2026, P. 767-771

E-ISSN: 2986-6340

Licenced by CC BY-SA 4.0                                                

DOI:  https://doi.org/10.5281/zenodo.18665623

The Influence of the Marketing Mix on Buccheri Products at the Buccheri Store in Medan Mall 

Khaira Rizfia Fahrudin

Universitas Dharmawangsa Medan

Email : tanyakhaira@gmail.com     

Abstrak

Penelitian ini dilakukan pada toko Buccheri Medan Mall berlokasi di Jalan M.T Haryono No 8. Sedangkan waktu penelitian yang dilakukan penulis dimulai dari bulan November 2025 sampai dengan bulan Januari tahun 2026. Adapun Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah terdiri dari data primer dan data sekunder dengan jumlah sampel sebanyak 100 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode slovin. Sedangkan untuk mengetahui atau menganalisis variabel X peneliti menyebarkan koesioner kepada para konsumen prodak buccheri menggunakan metode accidental sampling,dan wawancara kepada pihak manajemen buccheri,dan juga meggunakan perangkat SPSS untuk menguji validitas dan realibilitasnya suatu pertanyaan dan jaawaban dalam penelitian ini. Berdasarkan hasil penelitian ini adalah di peroleh bahwasanya , dari pertanyaan yang menyatakan setuju dan sangat setuju dari prodak harga,promosi dan tempat memdapatkan tanggapan yang baik dari para konsumen,yaitu terbukti dari rata-rata jawaban seputaran produk sebesar77,0%. Kemudian dari pertanyaan harga rata-rata menyatakan sebesar 74,0% . lalu dari pertanyaan promosi jawaban rata-rata setuju dan sangat setuju berjumlah71,0% dan tempat sebesar 74,0%. dari analisis yang dilakukan atau yang diamati disimpulkan bahwa manajemen dari Buccheri telah menjalan dengan baik dari konsep marketing mix yang dapat dilihat dari signifikannya atau tingginya respon dari responden yang menyatakan setuju dan sangat setuju atas pertanyaan. Oleh karna itu, meski demikian pihak Buccheri harus tetap mempertahankan tentang produk, harga, promosi dan tempat agar lebih baik dan lebih memaksimalkan lagi bila ada indikator-indikator yang masih belum maksimal dalam pelaksanaannya, agar tercapainya misi dan visi perusahaan agar lebih maju dan terus maju dimasa yang akan datang.

Kata kunci: Penjualan, produk, harga, promosi, place

Abstract

This research was conducted at the Buccheri store located in Medan Mall, Jalan M.T. Haryono No. 8. The study was carried out from November 2025 to January 2026. The types of data used in this research consisted of primary and secondary data, with a total sample of 100 respondents. The sampling technique used was the Slovin method. To analyze variable X, the researcher distributed questionnaires to Buccheri product consumers using the accidental sampling method, conducted interviews with Buccheri management, and utilized SPSS software to test the validity and reliability of the questions and answers in this study. Based on the research results, it was found that the statements receiving “agree” and “strongly agree” responses regarding product, price, promotion, and place were positively evaluated by consumers. This is evidenced by the average response rate for product at 77.0%. The average response for price was 74.0%. For promotion, the average “agree” and “strongly agree” responses amounted to 71.0%, and for place, 74.0%. From the analysis conducted, it can be concluded that the management of Buccheri has implemented the marketing mix concept effectively, as reflected in the significant and high level of agreement among respondents. Therefore, although the results are positive, Buccheri should continue to maintain and further improve its product, price, promotion, and place strategies, especially by optimizing any indicators that are not yet fully maximized, in order to achieve the company’s vision and mission and ensure sustainable growth in the future.

Keywords: Sales, product, price, promotion, place

PENDAHULUAN

Pada umumnya penetapan strategi pemasaran didasarkan pada pertimbangan bahwa jenis strategi pemasaran yang digunakan adalah strategi marketing mix, antara lain: produk, harga, promosi dan place (saluran distribusi), yang mana bertujuan mendapatkan peluang pasar yang lebih luas, yang pada akhirnya mendapatkan atau berpengaruh pada laba yang lebih besar. Dalam kaitannya dengan uraian tersebut di atas maka salah satu langkah strategis yang dilakukan oleh perusahaan adalah menyusun suatu rencana yang komprehensif dan menyeluruh, disertai dengan berbagai kebijaksanaan untuk dijadikan sebagai pedoman dalam mengimplementasikan atau mewujudkan rencana. Penyusunan rencana komprehensif yang dimaksud atau corporate planning bertujuan agar setiap pengambilan keputusan tidak didasarkan pada Interprestasi tersendiri dari bagian atau departemennya, tetapi harus berdasarkan pada rencana yang sifatnya menyeluruh. Untuk mengembangkan produk suatu perusahaan, selain membenahi faktor-faktor produksi, tindakan pemasaran sangat berperan di dalamnya, sehingga melalui pengembangan produknya tujuan yang ingin dicapai dapat sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, dan ada kesesuaian dengan keadaan pasar.

Produk yang dihasilkan oleh suatu perusahaan, diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, atau harga yang ditetapkan dapat memenuhi harapan konsumen, sehingga memungkinkan konsumen untuk melipatgandakan pembeliannya terhadap produk yang ditawarkan, yang pada gilirannya mendatangkan keuntungan bagi perusahaan. Keberhasilan memasarkan produk, dengan sendirinya diharapkan dapat menjamin kehidupan serta menjaga kestabilan kegiatan-kegiatan operasional perusahaan. Keberhasilan suatu perusahaan dalam mengadakan hubungan dengan pembeli (konsumen) sangat ditentukan oleh keberhasilan usaha-usaha di bidang pemasarannya. Keberhasilan tersebut juga dapat ditentukan oleh ketetapan produk yang dapat memenuhi selera konsumen yang biasanya ditentukan lewat penelitian (research) sebelum produk tersebut dipasarkan. Dalam upaya untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan dengan mengadakan riset terhadap produk khususnya terhadap mutu, dan sasaran pasar atau pasar sasaran. Dalam hal ini sedapat mungkin usaha-usaha pemasaran yang dilakukan dapat menunjang keberhasilan kegiatan perusahaan yang berpedoman kepada hasil produk yang ditawarkan kepada konsumen, yaitu produk yang dihasilkan harus memenuhi selera konsumen.

KAJIAN PUSTAKA

Menurut Sunarto (2003 :14) bahwa "Pemasaran berarti mengelola pasar untuk menghasilkan pertukaran dan hubungan, dengan tujuan menciptakan nilai dan memuaskan kebutuhan dan keinginan." Pemasaran berurusan dengan pengidentifikasian dan pemenuhan kebutuhan manusia. Salah satu pemahaman singkat tentang pemasaran adalah memenuhi kebutuhan dengan cara menguntungkan. Pemasaran umumnya dipandang sebagai tugas untuk menciptakan, memperkenalkan dan menyerahkan barang dan jasa kepada konsumen dan perusahaan.

Chandra (2002 : 93) bahwa : “Strategi pemasaran merupakan rencana yang menjabarkan ekspektasi perusahaan akan dampak dari berbagai aktivitas atau program pemasaran terhadap permintaan produk atau lini produknya di pasar sasaran tertentu”. Perusahaan dapat menggunakan dua atau lebih program pemasaran secara bersamaan, sebab setiap jenis program (seperti periklanan, promosi penjualan, personal selling, layanan pelanggan, atau pengembangan produk) memiliki pengaruh yang berbeda-beda terhadap permintaan. Oleh sebab itu dibutuhkan mekanisme yang dapat mengkoordinasi program-program pemasaran agar program-program itu sejalan dan terintegrasi dengan sinergistik. Mekanisme ini disebut strategi pemasaran. Umumnya peluang pemasaran terbaik diperoleh dari upaya memperluas permintaan primer, sedangkan peluang pertumbuhan terbaik berasal dari upaya memperluas permintaan selektif.

Menurut Sunarto (2003 : 13) bahwa bauran pemasaran (marketing mix) adalah seperangkat alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk terus-menerus mencapai tujuan pemasarannya di pasar sasaran. Marketing mix adalah kombinasi variabel atau kegiatan yang merupakan inti dari sistem pemasaran, variabel mana dapat dikendalikan oleh perusahaan untuk mempengaruhi reaksi para pembeli atau konsumen. Jadi marketing mix terdiri dari himpunan variabel yang dapat dikendalikan dan digunakan oleh perusahaan untuk mempengaruhi tanggapan konsumen dalam pasar sasarannya. Variabel atau kegiatan tersebut perlu dikombinasikan dan dikoordinasikan oleh perusahaan seefektif mungkin dalam melakukan tugas atau kegiatan pemasarannya. Dengan demikian, perusahaan tidak hanya sekedar memiliki kombinasi kegiatan yang terbaik saja, akan tetapi dapat mengkoordinasikan berbagai variabel marketing mix tersebut untuk melaksanakan program pemasaran secara efektif.

METODE PENELITIAN

Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilakukan pada toko Buccheri Medan Mall berlokasi di Jalan M.T. Haryono No 8 Medan, dengan pertimbangan bahwa data dan informasi yang dibutuhkan penulis mudah diperoleh serta sangat relevan dengan pokok permasalahan yang menjadi obyek penelitian. Sedangkan waktu yang digunakan selama melakukan penelitian kurang lebih satu bulan mulai dari bulan November 2025 sampai dengan bulan Januari tahun 2026.

Jenis dan Sumber

a. Jenis Data

1) Data kualitatif yaitu data atau informasi dalam bentuk tertulis,lisan dan sejenisnya mengenai strategi pemasaran pada perusahaan toko buccheri Medan Mall

2) Data kuantitatif adalah data mengenai penjualan sepatu dan tas dan nilai penjualan.

b. Sumber Data

Data Primer data yang diperoleh secara langsung dari perusahaan, melalui wawancara dengan pimpinan toko atau perusahaan, kepala bagian pemasaran, dan karyawan yang berhubungan dengan masalah yang dibahas.

Metode Pengumpulan Data

Dalam penulisan ini, metode pengumpulan data yang penulis tempuh adalah sebagai berikut:

1. Observasi Dalam penelitian ini untuk mendapatkan data yang dibutuhkan, penulis melakukan pengamatan secara langsung.

2. Wawancara Dalam penelitian ini, penulis juga melakukan wawancara langsung dengan pimpinan toko atau perusahaan, bagian administrasi dan bagian pemasaran serta beberapa orang karyawan.

Analisis Data

Pengukuran variabel-variabel yang terdapat dalam model analisis penelitian ini bersumber dari jawaban atas pertanyaan yang terdapat dalam angket. Karena semua jawaban tersebut bersifat kualitatif sehingga dalam analisa sifat kualitatif tersebut di beri nilai agar menjadi data kuantitatif. Penentuan nilai jawaban untuk setiap pertanyaan di gunakan metode Skala Likert.

HASIL DAN PEMBAHASAN

1.    Tanggapan responden tentang desain dari prodak buccheri Medan Mall. Yang menyatakan sangat setuju desain dari prodak buccheri menarik sebanyak 34 responden atau 34% , dan selanjutnya berdasarkan tanggapan responden yang menyatakan setuju desain dari prodak buccheri menarik sebanyak 43 responden atau 43%, sebanyak 12 responden atau 12% menyatakan netral atas desain dari prodak buccheri, kemudian yang menyatakan tidak setuju dengan desain prodak buccheri baik sebanyak 6 responden atau 6%, dan dari pertanyaan terakhir dari desain prodak buccheri menyatakan sangat tidak setuju desain prodak buccheri menarik,dan terbukti dari hasil koesioner sebanyak 5 responden atau 5% . Oleh karna itu pihak manajemen Buccheri harus melakukan perbaikan, dan ini didukung oleh pernyataan pada wawancara singkat dari supervisor Buccheri, sudah menjadi keharusan pihak Buccheri terus menerus melakukan perbaikan dalam masalah desain maupun dalam hal lainnya.

2.    Tanggapan responden seputaran dari kualitas dari produk Buccheri yang berada pada BUCCHERI Medan Mall. Dari 100 responden yang menyatakan sangat setuju kualitas produk Buccheri baik sebanyak 38 responden atau sebesar 38%, dan yang menyatakan sejutu kualitas dari produk Buccheri baik sebanyak 41 responden atau sebesar 41%, kemudian yang menyatakan netral atas pertanyaan dari kualitas produk Buccheri baik sebesar 12 responden atau 12%, selanjutnya yang menyatakan tidak setuju kualitas produk Buccheri baik sebanyak 7 responden atau sebesar 12% dan yang terakhir berdasarkan pertanyaan kualitas produk Buccheri baik sebanyak 2 responden atau sebesar 2% menyatakan sangat tidak setuju. Dari pernyataan responden diatas dapat disimpulkan bahwa kualitas dari produk Buccheri baik karna didukung oleh sebesar 77 responden atau 77% menjawab setuju dan sangat setuju produk Buccheri mempunyai kualitas baik dalam pandangan responden.

3.    Tanggapan responden seputar tentang keragaman prodak buccheri di Medan Mall, diketahui bahwa responden yang menyatakan sangat setuju yaitu sebanyak 35 responden atau 35%, setuju sebanyak 43 orang atau 43%, yang menyatakan netral sebanyak 17 responden atau 17% dan yang menyatakan tidak setuju sebanyak 3 responden atau 3% dan yang terakhir yang menyatakan sangat tidak setuju tentang keragaman produk Buccheri sebanyak 2 responden atau 2%. Oleh karna itu pihak Buccheri seharusnya lebih meningkatkan keragaman dari produk Buccheri sehingga memberikan banyak pilihan kepada konsumen.

4.    Tanggapan responden mengenai garansi prodak buccheri Medan Mall, bahwasanya dari 100 responden yang menyatakan garansi produk Buccheri baik atau yang menyatakan sangat setuju sebanyak 39 responden atau 39% kemudian yang menyatakan setuju sebanyak 31 responden atau 31%, yang menyatakan netral sebanyak 13 responden atau 13% selanjutnya yang menyatakan tidak setuju 11 responden atau 11% dan yang sangat tidak setuju sebanyak 6 responden atau 6%. Dari penjelasan diatas tentu saja banyak pernyataan yang bervariasi dari responden, namun pada dasarnya garansi yang diberikan baik, terbukti dari pernyataan responden yang menyatakan setuju dan sangat setuju sebesar 70 responden atau kata lain sebesar 70% dari skala 100 responden yang di teliti Penelitian diatas atau penjelasan diatas didukung oleh pernyataan dari suvervisor buccheri Medan Mall lewat sebuah wawancara yang menyatakan, garansi adalah suatu hal yang sangat penting dalam suatu produk, yang mana akan menimbulkan rasa aman pada konsumen yang mengenakan produk tersebut, meski pada prakteknya sangat sedikit konsumen yang datang dan menuntut garansi yang diberikan.

SIMPULAN

1.    Dari variabel produk ditemukan bahwa untuk pertanyaan mengenai Produk-produk yang ditawarkan oleh Buccheri diketahui bahwa sebanyak 37 orang atau sebesar 37,0% reponden menjawab sangat setuju, 40 orang atau sebesar 40,0 % menjawab setuju, sebanyak 14 orang atau sebesar 14,0 % menyatakan netral, sebanyak 7 orang atau sebesar 7,0 % responden menjawab tidak setuju dan sebanyak 4 orang atau sebesar 4,0 % responden menyatakan sangat tidak setuju.dari hasil yang diatas dapat di ketahui prodak buccheri mendapatkan respon yang baik dari para konsumen yang dijadikan sampel dalam penelitian ini.

2.    Dari penelitian variabel harga diketahui bahwa untuk pertanyaan mengenai harga dapat dijelaskan bahwa sebanyak 44 orang atau sebesar 44,0% reponden menjawab sangat setuju, 30 orang atau sebesar 30,0 % menjawab setuju, sebanyak 15 orang atau sebesar 15,0 % menyatakan netral, sebanyak 8 orang atau sebesar 8,0 % responden menjawab tidak setuju dan sebanyak 4 orang atau sebesar 4,0 % responden menyatakan sangat tidak setuju. Dengan demikian harga yang ditawarkan pihak manajemen sudah baik,dapat dilihat dari jawaban responden sebesar 74 responden yang setuju dan sangat setuju.

3.    Dari pengamatan atau penelitian mengenai variabel promosi, dapat dijelaskan bahwa sebanyak 42 orang atau sebesar 42,0% reponden menjawab sangat setuju, 29 orang atau sebesar 29,0 % menjawab setuju, sebanyak 16 orang atau sebesar 16,0 % menyatakan netral, sebanyak 9 orang atau sebesar 9,0 % responden menjawab tidak setuju dan sebanyak 4 orang atau sebesar 4,0 % responden menyatakan sangat tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa rata-rata responden menjawab sangat setuju dan setuju dengan persentase sebesar 71,0 %. Dapat disimpulkan bahwa promosi yang dilakukan oleh pihah buccheri sudah baik, terbukti dari responden yang setuju dan sangat setuju sebesar 71 responden atau 71%.

4.    Mengenai variabel tempat, dapat disimpulkan bahwa sebanyak 40 orang atau sebesar 40,0% reponden menjawab sangat setuju, 34 orang atau sebesar 34,0 % menjawab setuju, sebanyak 15 orang atau sebesar 15,0 % menyatakan netral, sebanyak 9 orang atau sebesar 9,0 % responden menjawab tidak setuju dan sebanyak 3 orang atau sebesar 3,0 % responden menyatakan sangat tidak setuju. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa rata-rata responden menjawab sangat setuju dan setuju dengan persentase sebesar 74,0%. Tentunya ini menunjukkan indikasi respon yang baik dari para responden mengenai tempat yang di teliti dalam penelitian ini.

 

REFERENSI

Assauri, S. (2008). Manajemen pemasaran (Cetakan ke-8). Raja Grafindo Persada.

Chandra, G. (2002). Strategi dan program pemasaran (Edisi pertama, cetakan pertama). Andi Offset.

Firdaus, M. (2008). Manajemen agribisnis (Edisi pertama, cetakan pertama). Bumi Aksara.

Gitosudarmo, I. (2008). Manajemen pemasaran (Edisi pertama, cetakan keempat). BPFE Yogyakarta.

Kotler, P., & Armstrong, G. (2004). Manajemen pemasaran (Edisi revisi). Erlangga.

Rahman, A. (2010). Strategi dasyat marketing mix for small business (Edisi pertama, cetakan pertama). Transmedia.

Subagyo, A. (2010). Marketing in business (Edisi pertama, cetakan pertama). Mitra Kencana Media.

Tjiptono, F. (2008). Strategi pemasaran (Edisi ketiga). Andi.

 

Analisis Kinerja Keuangan pada Bank yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2022-2025

Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Volume 3, Nomor 12, January 2026, P. 772-776
E-ISSN: 2986-6340
Licenced by CC BY-SA 4.0
DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.18666651

Financial Performance Analysis of Banks Listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2022–2025 Period


M. Nursidin
Universitas Dharmawangsa Medan

Abstrak

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja keuangan bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2022-2025 berdasarkan perhitungan gross profit margin, quick ratio dan debt to asset ratio. Data yang digunakan adalah data sekunder dan menggunakan instrumen pengumpulan data yaitu studi dokumentasi. Data yang digunakan pada penelitian ini data yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2022 – 2025. Berdasarkan hasil analisis data, maka diperoleh kesimpulan bahwa analisis kesehatan bank dilihat dari gross profit margin PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk., PT. Bank Negara Indonesia Tbk. dan PT. Bank Tabungan Negara Tbk. berada dalam keadaan sangat sehat. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan ketiga bank tersebut memiliki kemampuan untuk menghasilkan laba dari operasi dari operasi utama setelah memperhitungkan biaya langsung. Quick ratio PT. Bank Rakyat Indonesia berada dalam kategori cukup sehat. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk memiliki likuiditas yang cukup memadai untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Quick ratio PT. Bank Negara Indonesia Tbk. dalam kategori cukup sehat. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan PT Bank Negara Indonesia Tbk memiliki likuiditas yang cukup memadai untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. dan Quick ratio PT. Bank Tabungan Negara Tbk. berada dalam kategori tidak sehat. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan PT. Bank Tabungan Negara Tbk memiliki kesulitan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya, karena bank tidak mampu menutupi kewajibannya dengan menggunakan alat likuid yang dimiliki oleh bank tersebut. Debt to asset ratio PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk., PT. Bank Negara Indonesia Tbk. dan PT. Bank Tabungan Negara Tbk. dalam keadaan sangat sehat. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga bank tersebut memiliki keuangan yang stabil dan lebih mampu menanggung risiko. Dengan rasio utang terhadap aset yang rendah, bank dapat memiliki daya tahan finansial yang baik dalam menghadapi fluktuasi pasar atau krisis keuangan.

Kata kunci: : Kinerja Keuangan, Gross Profit Margin, Quick Ratio, Debt to Asset Ratio

Abstract

The purpose of this study is to determine the financial performance of banks listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2022–2025 period based on the calculation of Gross Profit Margin, Quick Ratio, and Debt to Asset Ratio. The data used are secondary data collected through documentation study techniques. The data analyzed in this research consist of banks listed on the Indonesia Stock Exchange from 2022 to 2025. Based on the results of data analysis, it can be concluded that the bank soundness analysis, as seen from the Gross Profit Margin, shows that PT Bank Rakyat Indonesia Tbk., PT Bank Negara Indonesia Tbk., and PT Bank Tabungan Negara Tbk. are in a very healthy condition. This indicates that these three banks have the ability to generate profit from their main operations after accounting for direct costs. The Quick Ratio of PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. is categorized as fairly healthy, indicating that the bank has adequate liquidity to meet its short-term obligations. The Quick Ratio of PT Bank Negara Indonesia Tbk. is also categorized as fairly healthy, showing sufficient liquidity to fulfill its short-term liabilities. Meanwhile, the Quick Ratio of PT Bank Tabungan Negara Tbk. is categorized as unhealthy, indicating that the bank experiences difficulties in meeting its short-term obligations, as it is unable to cover its liabilities using its available liquid assets. The Debt to Asset Ratio of PT Bank Rakyat Indonesia Tbk., PT Bank Negara Indonesia Tbk., and PT Bank Tabungan Negara Tbk. is categorized as very healthy. This indicates that the three banks have stable financial conditions and are better able to bear risk. With a low debt-to-asset ratio, banks can maintain strong financial resilience in facing market fluctuations or financial crises.

Keywords: Financial Performance, Gross Profit Margin, Quick Ratio, Debt to Asset Ratio

PENDAHULUAN

Kinerja keuangan merupakan prestasi kerja yang telah dicapai oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu dan tertuang pada laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan, sehingga salah satu informasi yang bisa diketahui oleh pihak-pihak yang berkepentingan atau para pengguna laporan keuangan ialah profitabilitas perusahaan untuk mengetahui seberapa besar laba perusahaan. Kinerja keuangan bank adalah evaluasi hasil keuangan suatu lembaga keuangan yang berfokus pada sejumlah metrik dan indikator yang mencerminkan kesehatan, profitabilitas, dan stabilitas bank tersebut. Kinerja keuangan perbankan adalah indikator penting yang digunakan oleh para pemangku kepentingan, termasuk investor, regulator, dan manajemen bank itu sendiri, untuk menilai sejauh mana bank telah berhasil dalam mencapai tujuan keuangan dan operasionalnya. Evaluasi kinerja keuangan membantu menilai sejauh mana bank dapat mempertahankan stabilitas keuangan dalam jangka pendek dan jangka panjang. Ini termasuk penilaian terhadap kemampuan bank untuk mengatasi risikorisiko seperti kerugian kredit, perubahan suku bunga, dan perubahan kondisi pasar. Kinerja keuangan perbankan ini penting karena berdampak langsung pada kepercayaan publik, stabilitas pasar keuangan, dan pertumbuhan ekonomi.

Regulator, seperti otoritas pengawas perbankan, biasanya memiliki peraturan dan persyaratan ketat untuk memastikan bahwa bank-bank memenuhi standar tertentu dalam hal kinerja keuangan mereka untuk menjaga stabilitas sektor perbankan dan melindungi nasabah. Selain itu, investor dan pemegang saham bank sangat bergantung pada informasi kinerja keuangan untuk membuat keputusan investasi mereka. Menurut Kasmir (2019), rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu.

Sedangkan menurut Sutrisno (2012), profitabilitas adalah Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan semua modal yang bekerja di dalamnya. rasio keuangan yang mengukur seberapa besar proporsi utang yang dimiliki oleh suatu entitas (seperti perusahaan atau bank) dibandingkan dengan total aset yang dimilikinya. Ini merupakan indikator penting dalam mengevaluasi tingkat utang suatu entitas dibandingkan dengan nilai asetnya. Dalam konteks perbankan, rasio ini menggambarkan seberapa besar bagian dari aset bank yang dibiayai oleh utang. Semakin tinggi rasio ini, semakin besar proporsi aset bank yang didanai oleh utang, yang dapat mengindikasikan tingkat risiko yang lebih tinggi. Sebaliknya, rasio yang lebih rendah dapat menunjukkan bahwa bank lebih bergantung pada modal sendiri atau dana yang diperoleh dari sumber lainnya selain dari utang. Ini dapat dianggap sebagai indikasi bahwa bank memiliki tingkat risiko yang lebih rendah terkait dengan pembayaran bunga dan utang.

KAJIAN PUSTAKA

Bank adalah komponen penting dalam sistem keuangan yang memainkan peran vital dalam memfasilitasi pertumbuhan ekonomi dan memenuhi berbagai kebutuhan keuangan masyarakat dan bisnis. Kinerja keuangan merupakan pencapaian prestasi perusahaan pada suatu periode yang menggambarkan kondisi Kesehatan keuangan perusahaan dengan indikator kecukupan modal, likuiditas dan profitabilitas. Untuk investor, informasi mengenai kinerja keuangan perusahaan dapat digunakan untuk melihat apakah mereka akan mempertahankan investasi mereka di perusahaan tersebut atau mencari alternatif lain. Kinerja keuangan mencerminkan sejauh mana entitas tersebut berhasil dalam mencapai tujuan keuangannya, seperti menghasilkan laba, mengelola utang, dan mengalokasikan sumber daya dengan efisien.

Menurut Jumingan (2006), Kinerja keuangan bank merupakan gambaran kondisi keuangan bank pada suatu periode tertentu baik menyangkut aspek penghimpunan dana maupun penyaluran dana yang biasanya diukur dengan indikator kecukupan modal, likuiditas, dan profitabilitas bank. Kinerja keuangan bank menjelaskan tentang bagaimana bank mengelola aset, memperoleh pendapatan, mengelola biaya, serta memanfaatkan modal dan risiko dalam operasinya. Ini melibatkan sejumlah metrik dan indikator yang memberikan gambaran tentang kesehatan keuangan suatu bank.

Menurut Werner R. Murhadi (2019), laporan keuangan merupakan bentuk bahasa bisnis. Laporan keuangan memberikan data yang terolah kepada pengguna tentang posisi keuangan perusahaan. Memahami laporan keuangan perusahaan memungkinkan pemangku kepentingan yang berbeda untuk memahami posisi keuangan perusahaan.

Menurut Harahap (2016), rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan (berarti). Dari pengertian di atas sampai pada pemahaman penulis bahwa rasio keuangan adalah teknik analisis yang umumnya digunakan oleh para analisis keuangan, dalam menganalisisnya hanya membandingkan komponen-komponen satu dengan yang lainnya yang memiliki hubungan untuk kemudian yang ditujukan untuk menunjukkan perubahan dalam kondisi keuangan sebuah perusahaan.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2019), penelitian kuantitatif adalah suatu metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat positivisme, sebagai metode ilmiah atau scientific karena telah memenuhi kaidah ilmiah secara konkrit atau empiris, obyektif, terukur, rasional, serta sistematis.

Populasi dan Sampel

1. Populasi Populasi menurut Sugiyono dalam Dwi Hery Yulianto (2019), adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2022-2025.

2.  Sampel Menurut Siyoto & Sodik (2015), sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut, ataupun bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasinya. Adapun teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Purposive sampling Metode ini adalah suatu pendekatan dalam penelitian yang melibatkan pemilihan sampel berdasarkan tujuan tertentu atau kriteria tertentu yang telah ditentukan sebelumnya.

Lokasi dan Waktu

Penelitian ini dilakukan pada perusahaan perbankan yang terdapat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggunakan akses internet ke website http://www.idx.co.id/ Serta mengumpulkan data sekunder berupa laporan keuangan pada periode tahun 2022-2025. Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan dalam bulan yang dimulai dari November 2024 sampai dengan Januari 2025.

Prosedur Pengumpulan

Data Prosedur penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi yang merujuk pada metode dan prosedur yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, mengatur, dan menyajikan informasi dalam bentuk dokumen atau catatan tertulis. Dokumentasi adalah cara penting untuk mengkomunikasikan informasi, pengetahuan, atau data ke orang lain atau untuk digunakan sebagai referensi di masa depan. Data yang digunakan oleh peneliti adalah data laporan keuangan tahunan yang di publikasikan oleh Bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022-2025 melalui http://www.idx.co.id/ dan mempelajari buku buku artikel, dan penelitian terdahulu yang nantinya akan di analisis kemudian diambil kesimpulan.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Gross Profit Margin.

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh hasil sebagai berikut: Pada tahun 2022 – 2025 gross profit margin PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sebesar 67,10%, 67,73%, 80,99%, dan 82,03%. Gross profit margin pada tahun 2022 – 2025 ≥30% artinya dikategorikan sangat sehat. Pada tahun 2022 – 2025 gross profit margin PT Bank Negara Indonesia Tbk sebesar 62,53%, 66,13%, 76,45%, dan 75,59%. Gross profit margin pada tahun 2022 – 2025  l ≥30% artinya dikategorikan sangat sehat. Pada tahun 2022 – 2025 gross profit margin PT Bank Tabungan Negara Tbk sebesar 34,84%, 35,50%, 50,36% dan 57,88%. Gross profit margin pada tahun 2022 – 2025  ≥30% artinya dikategorikan sangat sehat. Berdasarkan hasil perhitungan yang didapat gross profit margin PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk. tahun 2022 – 2025 dalam keadaan sangat sehat. Karena menurut surat edaran Bank indonesia No.6/23/DPNP Tahun 2004 bahwa gross profit margin dinyatakan sangat sehat apabila ≥30%. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan ketiga bank tersebut memiliki kemampuan untuk menghasilkan laba dari operasi dari operasi utama setelah memperhitungkan biaya langsung.

Quick Ratio

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh hasil sebagai berikut: Pada tahun 2022 quick ratio PT Bank Rakyat Indonesia sebesar 25,90% < 50% ≥ 25%, maka dikategorikan sehat. Pada tahun 2023 sebesar 20,51% < 25% ≥ 15%, maka di kategorikan cukup sehat. Pada tahun 2024 sebesar 9,59% < 10%, maka di kategorikan tidak sehat. Pada tahun 2025 sebesar 11,22% < 15% ≥ 10%, maka di kategorikan kurang sehat. Berdasarkan hasil perhitungan yang didapat quick ratio PT Bank Rakyat Indonesia Tbk tahun 2022 – 2025 dalam keadaan cukup sehat. Karena menurut surat edaran Bank Indonesia No.13/24/DPNP Tahun 2011, peringkat quick ratio dinyatakan cukup sehat apabila 25% ≥ 15%. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk memiliki likuiditas yang cukup memadai untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Quick Ratio PT Bank Negara Indonesia Tbk tahun 2022 sebesar 32,86% < 50% ≥ 25% maka dikategorikan sehat. Pada tahun 2023 sebesar 34,01% < 50% ≥ 25%, maka di kategorikan sehat. Pada tahun 2023 sebesar 14,90% < 15% ≥ 10%, maka di kategorikan kurang sehat. Pada tahun 2025 sebesar 13,85% < 15% ≥ 10%, maka di kategorikan kurang sehat. Berdasarkan hasil perhitungan yang didapat quick ratio PT Bank Negara Indonesia Tbk tahun 2022 – 2025 dalam keadaan cukup sehat. Karena menurut surat edaran Bank Indonesia No.13/24/DPNP Tahun 2011, peringkat quick ratio dinyatakan cukup sehat apabila 25% ≥ 15%. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan PT Bank Negara Indonesia Tbk memiliki likuiditas yang cukup memadai untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

Debt to Asset Ratio

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh hasil sebagai berikut: Pada tahun 2022 – 2025 debt to asset ratio PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sebesar 83,51%, 83,66%, 81,53%, dan 83,73%. Debt to asset ratio pada tahun 2022 – 2025 lebih besar dari ≥40% artinya dikategorikan sangat sehat. Pada tahun 2022 – 2025 debt to asset ratio PT Bank Negara Indonesia Tbk sebesar 81,41%, 83,72%, 86,88%, dan 86,38%. Debt to asset ratio pada tahun 2022 – 2025 lebih besar dari ≥40% artinya dikategorikan sangat sehat. Pada tahun 2022 – 2025 debt to asset ratio PT Bank Tabungan Negara Tbk sebesar 86,42%, 88,97%, 88,12%, dan 87,37%. Debt to asset ratio pada tahun 2022 – 2025 lebih besar dari ≥40% artinya dikategorikan sangat sehat. Berdasarkan hasil perhitungan yang didapat debt to asset ratio PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk. tahun 2022 – 2025 dalam keadaan sangat sehat. Karena menurut surat edaran Bank Indonesia NO.6/23/DPNP Tahun 2009 bahwa debt to asset ratio dinyatakan sangat sehat apabila ≥40%. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga bank tersebut memiliki keuangan yang stabil dan lebih mampu menanggung risiko. Dengan rasio utang terhadap aset yang rendah, bank dapat memiliki daya tahan finansial yang baik dalam menghadapi fluktuasi pasar atau krisis keuangan.

SIMPULAN

1.    Kondisi gross profit margin PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk berada dalam kategori sangat sehat karena dari rata-rata 4 (empat) tahun terakhir sebesar 74,46%. Kondisi gross profit margin PT. Bank Negara Indonesia Tbk berada dalam kategori sangat sehat karena dari rata-rata 4 (empat) tahun terakhir sebesar 70,17%. Kondisi gross profit margin PT. Bank Tabungan Negara Tbk berada dalam kategori sangat sehat karena dari rata-rata 4 (empat) tahun terakhir sebesar 44,64%. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan ketiga bank tersebut memiliki kemampuan untuk menghasilkan laba dari operasi dari operasi utama setelah memperhitungkan biaya langsung.

2.    Kondisi quick ratio PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk berada dalam kategori cukup sehat karena dari rata-rata 4 (empat) tahun terakhir sebesar 16,80%. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan PT Bank Rakyat Indonesia memiliki likuiditas yang cukup memadai untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Kondisi quick ratio PT. Bank Negara Indonesia Tbk berada dalam kategori cukup sehat karena dari rata-rata 4 (empat) tahun terakhir sebesar 23,90%. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan PT Bank Negara Indonesia memiliki likuiditas yang cukup memadai untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Kondisi quick ratio PT. Bank Tabungan Negara Tbk berada dalam kategori tidak sehat karena dari rata-rata 4 (empat) tahun terakhir sebesar 7,4%. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan PT Bank Tabungan Negara Tbk memiliki kesulitan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya, karena bank tidak mampu menutupi kewajibannya dengan menggunakan alat likuid yang dimiliki oleh bank tersebut.

3.    Kondisi debt to asset ratio PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk, berada dalam kategori sangat sehat karena dari rata-rata 4 (empat) tahun terakhir sebesar 83,11%. Kondisi debt to asset ratio PT. Bank Negara Indonesia Tbk berada dalam kategori sangat sehat karena dari rata-rata 4 (empat) tahun terakhir sebesar 84,60%. Kondisi debt to asset ratio PT. Bank Tabungan Negara Tbk berada dalam kategori sangat sehat karena dari rata-rata 4 (empat) tahun terakhir sebesar 87,72%. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga bank tersebut memiliki keuangan yang stabil dan lebih mampu menanggung risiko. Dengan rasio utang terhadap aset yang rendah, bank dapat memiliki daya tahan finansial yang baik dalam menghadapi fluktuasi pasar atau krisis keuangan.

 

REFERENSI

Arikunto, S. (2000). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Fahmi. (2011). Analisis laporan keuangan. Alfabeta.

Fahmi. (2014a). Analisis laporan keuangan (Cetakan ke-4). Alfabeta.

Fahmi. (2014b). Pengantar manajemen keuangan. Alfabeta.

Harahap, S. S. (2016). Analisis kritis atas laporan keuangan (Cetakan ke-13). PT Raja Grafindo Persada.

Hery. (2015). Pengantar akuntansi: Comprehensive edition. Grasindo.

Hery. (2018). Analisis kinerja keuangan. PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Munawir. (2004). Analisis laporan keuangan. Liberty.

Munawir. (2007). Analisis laporan keuangan (Edisi ke-4). Liberty.

Murhadi, W. R. (2019). Analisis laporan keuangan, proyeksi dan valuasi saham. Salemba Empat.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Siyoto, S., & Sodik, A. (2015). Dasar metodologi penelitian. Literasi Media Publishing.