Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Volume 3, Nomor 12, January 2026, P. 772-776
E-ISSN: 2986-6340
Licenced by CC BY-SA 4.0
DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.18666651

Financial Performance Analysis of Banks Listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2022–2025 Period


M. Nursidin
Universitas Dharmawangsa Medan

Abstrak

Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kinerja keuangan bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tahun 2022-2025 berdasarkan perhitungan gross profit margin, quick ratio dan debt to asset ratio. Data yang digunakan adalah data sekunder dan menggunakan instrumen pengumpulan data yaitu studi dokumentasi. Data yang digunakan pada penelitian ini data yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2022 – 2025. Berdasarkan hasil analisis data, maka diperoleh kesimpulan bahwa analisis kesehatan bank dilihat dari gross profit margin PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk., PT. Bank Negara Indonesia Tbk. dan PT. Bank Tabungan Negara Tbk. berada dalam keadaan sangat sehat. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan ketiga bank tersebut memiliki kemampuan untuk menghasilkan laba dari operasi dari operasi utama setelah memperhitungkan biaya langsung. Quick ratio PT. Bank Rakyat Indonesia berada dalam kategori cukup sehat. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk memiliki likuiditas yang cukup memadai untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Quick ratio PT. Bank Negara Indonesia Tbk. dalam kategori cukup sehat. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan PT Bank Negara Indonesia Tbk memiliki likuiditas yang cukup memadai untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. dan Quick ratio PT. Bank Tabungan Negara Tbk. berada dalam kategori tidak sehat. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan PT. Bank Tabungan Negara Tbk memiliki kesulitan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya, karena bank tidak mampu menutupi kewajibannya dengan menggunakan alat likuid yang dimiliki oleh bank tersebut. Debt to asset ratio PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk., PT. Bank Negara Indonesia Tbk. dan PT. Bank Tabungan Negara Tbk. dalam keadaan sangat sehat. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga bank tersebut memiliki keuangan yang stabil dan lebih mampu menanggung risiko. Dengan rasio utang terhadap aset yang rendah, bank dapat memiliki daya tahan finansial yang baik dalam menghadapi fluktuasi pasar atau krisis keuangan.

Kata kunci: : Kinerja Keuangan, Gross Profit Margin, Quick Ratio, Debt to Asset Ratio

Abstract

The purpose of this study is to determine the financial performance of banks listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2022–2025 period based on the calculation of Gross Profit Margin, Quick Ratio, and Debt to Asset Ratio. The data used are secondary data collected through documentation study techniques. The data analyzed in this research consist of banks listed on the Indonesia Stock Exchange from 2022 to 2025. Based on the results of data analysis, it can be concluded that the bank soundness analysis, as seen from the Gross Profit Margin, shows that PT Bank Rakyat Indonesia Tbk., PT Bank Negara Indonesia Tbk., and PT Bank Tabungan Negara Tbk. are in a very healthy condition. This indicates that these three banks have the ability to generate profit from their main operations after accounting for direct costs. The Quick Ratio of PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. is categorized as fairly healthy, indicating that the bank has adequate liquidity to meet its short-term obligations. The Quick Ratio of PT Bank Negara Indonesia Tbk. is also categorized as fairly healthy, showing sufficient liquidity to fulfill its short-term liabilities. Meanwhile, the Quick Ratio of PT Bank Tabungan Negara Tbk. is categorized as unhealthy, indicating that the bank experiences difficulties in meeting its short-term obligations, as it is unable to cover its liabilities using its available liquid assets. The Debt to Asset Ratio of PT Bank Rakyat Indonesia Tbk., PT Bank Negara Indonesia Tbk., and PT Bank Tabungan Negara Tbk. is categorized as very healthy. This indicates that the three banks have stable financial conditions and are better able to bear risk. With a low debt-to-asset ratio, banks can maintain strong financial resilience in facing market fluctuations or financial crises.

Keywords: Financial Performance, Gross Profit Margin, Quick Ratio, Debt to Asset Ratio

PENDAHULUAN

Kinerja keuangan merupakan prestasi kerja yang telah dicapai oleh perusahaan dalam suatu periode tertentu dan tertuang pada laporan keuangan perusahaan yang bersangkutan, sehingga salah satu informasi yang bisa diketahui oleh pihak-pihak yang berkepentingan atau para pengguna laporan keuangan ialah profitabilitas perusahaan untuk mengetahui seberapa besar laba perusahaan. Kinerja keuangan bank adalah evaluasi hasil keuangan suatu lembaga keuangan yang berfokus pada sejumlah metrik dan indikator yang mencerminkan kesehatan, profitabilitas, dan stabilitas bank tersebut. Kinerja keuangan perbankan adalah indikator penting yang digunakan oleh para pemangku kepentingan, termasuk investor, regulator, dan manajemen bank itu sendiri, untuk menilai sejauh mana bank telah berhasil dalam mencapai tujuan keuangan dan operasionalnya. Evaluasi kinerja keuangan membantu menilai sejauh mana bank dapat mempertahankan stabilitas keuangan dalam jangka pendek dan jangka panjang. Ini termasuk penilaian terhadap kemampuan bank untuk mengatasi risikorisiko seperti kerugian kredit, perubahan suku bunga, dan perubahan kondisi pasar. Kinerja keuangan perbankan ini penting karena berdampak langsung pada kepercayaan publik, stabilitas pasar keuangan, dan pertumbuhan ekonomi.

Regulator, seperti otoritas pengawas perbankan, biasanya memiliki peraturan dan persyaratan ketat untuk memastikan bahwa bank-bank memenuhi standar tertentu dalam hal kinerja keuangan mereka untuk menjaga stabilitas sektor perbankan dan melindungi nasabah. Selain itu, investor dan pemegang saham bank sangat bergantung pada informasi kinerja keuangan untuk membuat keputusan investasi mereka. Menurut Kasmir (2019), rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan atau laba dalam suatu periode tertentu.

Sedangkan menurut Sutrisno (2012), profitabilitas adalah Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dengan semua modal yang bekerja di dalamnya. rasio keuangan yang mengukur seberapa besar proporsi utang yang dimiliki oleh suatu entitas (seperti perusahaan atau bank) dibandingkan dengan total aset yang dimilikinya. Ini merupakan indikator penting dalam mengevaluasi tingkat utang suatu entitas dibandingkan dengan nilai asetnya. Dalam konteks perbankan, rasio ini menggambarkan seberapa besar bagian dari aset bank yang dibiayai oleh utang. Semakin tinggi rasio ini, semakin besar proporsi aset bank yang didanai oleh utang, yang dapat mengindikasikan tingkat risiko yang lebih tinggi. Sebaliknya, rasio yang lebih rendah dapat menunjukkan bahwa bank lebih bergantung pada modal sendiri atau dana yang diperoleh dari sumber lainnya selain dari utang. Ini dapat dianggap sebagai indikasi bahwa bank memiliki tingkat risiko yang lebih rendah terkait dengan pembayaran bunga dan utang.

KAJIAN PUSTAKA

Bank adalah komponen penting dalam sistem keuangan yang memainkan peran vital dalam memfasilitasi pertumbuhan ekonomi dan memenuhi berbagai kebutuhan keuangan masyarakat dan bisnis. Kinerja keuangan merupakan pencapaian prestasi perusahaan pada suatu periode yang menggambarkan kondisi Kesehatan keuangan perusahaan dengan indikator kecukupan modal, likuiditas dan profitabilitas. Untuk investor, informasi mengenai kinerja keuangan perusahaan dapat digunakan untuk melihat apakah mereka akan mempertahankan investasi mereka di perusahaan tersebut atau mencari alternatif lain. Kinerja keuangan mencerminkan sejauh mana entitas tersebut berhasil dalam mencapai tujuan keuangannya, seperti menghasilkan laba, mengelola utang, dan mengalokasikan sumber daya dengan efisien.

Menurut Jumingan (2006), Kinerja keuangan bank merupakan gambaran kondisi keuangan bank pada suatu periode tertentu baik menyangkut aspek penghimpunan dana maupun penyaluran dana yang biasanya diukur dengan indikator kecukupan modal, likuiditas, dan profitabilitas bank. Kinerja keuangan bank menjelaskan tentang bagaimana bank mengelola aset, memperoleh pendapatan, mengelola biaya, serta memanfaatkan modal dan risiko dalam operasinya. Ini melibatkan sejumlah metrik dan indikator yang memberikan gambaran tentang kesehatan keuangan suatu bank.

Menurut Werner R. Murhadi (2019), laporan keuangan merupakan bentuk bahasa bisnis. Laporan keuangan memberikan data yang terolah kepada pengguna tentang posisi keuangan perusahaan. Memahami laporan keuangan perusahaan memungkinkan pemangku kepentingan yang berbeda untuk memahami posisi keuangan perusahaan.

Menurut Harahap (2016), rasio keuangan adalah angka yang diperoleh dari hasil perbandingan dari satu pos laporan keuangan dengan pos lainnya yang mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan (berarti). Dari pengertian di atas sampai pada pemahaman penulis bahwa rasio keuangan adalah teknik analisis yang umumnya digunakan oleh para analisis keuangan, dalam menganalisisnya hanya membandingkan komponen-komponen satu dengan yang lainnya yang memiliki hubungan untuk kemudian yang ditujukan untuk menunjukkan perubahan dalam kondisi keuangan sebuah perusahaan.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Menurut Sugiyono (2019), penelitian kuantitatif adalah suatu metode penelitian yang berdasarkan pada filsafat positivisme, sebagai metode ilmiah atau scientific karena telah memenuhi kaidah ilmiah secara konkrit atau empiris, obyektif, terukur, rasional, serta sistematis.

Populasi dan Sampel

1. Populasi Populasi menurut Sugiyono dalam Dwi Hery Yulianto (2019), adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2022-2025.

2.  Sampel Menurut Siyoto & Sodik (2015), sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut, ataupun bagian kecil dari anggota populasi yang diambil menurut prosedur tertentu sehingga dapat mewakili populasinya. Adapun teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode Purposive sampling Metode ini adalah suatu pendekatan dalam penelitian yang melibatkan pemilihan sampel berdasarkan tujuan tertentu atau kriteria tertentu yang telah ditentukan sebelumnya.

Lokasi dan Waktu

Penelitian ini dilakukan pada perusahaan perbankan yang terdapat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menggunakan akses internet ke website http://www.idx.co.id/ Serta mengumpulkan data sekunder berupa laporan keuangan pada periode tahun 2022-2025. Penelitian ini direncanakan akan dilaksanakan dalam bulan yang dimulai dari November 2024 sampai dengan Januari 2025.

Prosedur Pengumpulan

Data Prosedur penelitian ini menggunakan teknik dokumentasi yang merujuk pada metode dan prosedur yang digunakan untuk mengumpulkan, menyimpan, mengatur, dan menyajikan informasi dalam bentuk dokumen atau catatan tertulis. Dokumentasi adalah cara penting untuk mengkomunikasikan informasi, pengetahuan, atau data ke orang lain atau untuk digunakan sebagai referensi di masa depan. Data yang digunakan oleh peneliti adalah data laporan keuangan tahunan yang di publikasikan oleh Bank yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2022-2025 melalui http://www.idx.co.id/ dan mempelajari buku buku artikel, dan penelitian terdahulu yang nantinya akan di analisis kemudian diambil kesimpulan.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Gross Profit Margin.

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh hasil sebagai berikut: Pada tahun 2022 – 2025 gross profit margin PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sebesar 67,10%, 67,73%, 80,99%, dan 82,03%. Gross profit margin pada tahun 2022 – 2025 ≥30% artinya dikategorikan sangat sehat. Pada tahun 2022 – 2025 gross profit margin PT Bank Negara Indonesia Tbk sebesar 62,53%, 66,13%, 76,45%, dan 75,59%. Gross profit margin pada tahun 2022 – 2025  l ≥30% artinya dikategorikan sangat sehat. Pada tahun 2022 – 2025 gross profit margin PT Bank Tabungan Negara Tbk sebesar 34,84%, 35,50%, 50,36% dan 57,88%. Gross profit margin pada tahun 2022 – 2025  ≥30% artinya dikategorikan sangat sehat. Berdasarkan hasil perhitungan yang didapat gross profit margin PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk. tahun 2022 – 2025 dalam keadaan sangat sehat. Karena menurut surat edaran Bank indonesia No.6/23/DPNP Tahun 2004 bahwa gross profit margin dinyatakan sangat sehat apabila ≥30%. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan ketiga bank tersebut memiliki kemampuan untuk menghasilkan laba dari operasi dari operasi utama setelah memperhitungkan biaya langsung.

Quick Ratio

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh hasil sebagai berikut: Pada tahun 2022 quick ratio PT Bank Rakyat Indonesia sebesar 25,90% < 50% ≥ 25%, maka dikategorikan sehat. Pada tahun 2023 sebesar 20,51% < 25% ≥ 15%, maka di kategorikan cukup sehat. Pada tahun 2024 sebesar 9,59% < 10%, maka di kategorikan tidak sehat. Pada tahun 2025 sebesar 11,22% < 15% ≥ 10%, maka di kategorikan kurang sehat. Berdasarkan hasil perhitungan yang didapat quick ratio PT Bank Rakyat Indonesia Tbk tahun 2022 – 2025 dalam keadaan cukup sehat. Karena menurut surat edaran Bank Indonesia No.13/24/DPNP Tahun 2011, peringkat quick ratio dinyatakan cukup sehat apabila 25% ≥ 15%. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk memiliki likuiditas yang cukup memadai untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Quick Ratio PT Bank Negara Indonesia Tbk tahun 2022 sebesar 32,86% < 50% ≥ 25% maka dikategorikan sehat. Pada tahun 2023 sebesar 34,01% < 50% ≥ 25%, maka di kategorikan sehat. Pada tahun 2023 sebesar 14,90% < 15% ≥ 10%, maka di kategorikan kurang sehat. Pada tahun 2025 sebesar 13,85% < 15% ≥ 10%, maka di kategorikan kurang sehat. Berdasarkan hasil perhitungan yang didapat quick ratio PT Bank Negara Indonesia Tbk tahun 2022 – 2025 dalam keadaan cukup sehat. Karena menurut surat edaran Bank Indonesia No.13/24/DPNP Tahun 2011, peringkat quick ratio dinyatakan cukup sehat apabila 25% ≥ 15%. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan PT Bank Negara Indonesia Tbk memiliki likuiditas yang cukup memadai untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya.

Debt to Asset Ratio

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh hasil sebagai berikut: Pada tahun 2022 – 2025 debt to asset ratio PT Bank Rakyat Indonesia Tbk sebesar 83,51%, 83,66%, 81,53%, dan 83,73%. Debt to asset ratio pada tahun 2022 – 2025 lebih besar dari ≥40% artinya dikategorikan sangat sehat. Pada tahun 2022 – 2025 debt to asset ratio PT Bank Negara Indonesia Tbk sebesar 81,41%, 83,72%, 86,88%, dan 86,38%. Debt to asset ratio pada tahun 2022 – 2025 lebih besar dari ≥40% artinya dikategorikan sangat sehat. Pada tahun 2022 – 2025 debt to asset ratio PT Bank Tabungan Negara Tbk sebesar 86,42%, 88,97%, 88,12%, dan 87,37%. Debt to asset ratio pada tahun 2022 – 2025 lebih besar dari ≥40% artinya dikategorikan sangat sehat. Berdasarkan hasil perhitungan yang didapat debt to asset ratio PT Bank Rakyat Indonesia Tbk, PT Bank Negara Indonesia Tbk, PT Bank Tabungan Negara Tbk. tahun 2022 – 2025 dalam keadaan sangat sehat. Karena menurut surat edaran Bank Indonesia NO.6/23/DPNP Tahun 2009 bahwa debt to asset ratio dinyatakan sangat sehat apabila ≥40%. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga bank tersebut memiliki keuangan yang stabil dan lebih mampu menanggung risiko. Dengan rasio utang terhadap aset yang rendah, bank dapat memiliki daya tahan finansial yang baik dalam menghadapi fluktuasi pasar atau krisis keuangan.

SIMPULAN

1.    Kondisi gross profit margin PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk berada dalam kategori sangat sehat karena dari rata-rata 4 (empat) tahun terakhir sebesar 74,46%. Kondisi gross profit margin PT. Bank Negara Indonesia Tbk berada dalam kategori sangat sehat karena dari rata-rata 4 (empat) tahun terakhir sebesar 70,17%. Kondisi gross profit margin PT. Bank Tabungan Negara Tbk berada dalam kategori sangat sehat karena dari rata-rata 4 (empat) tahun terakhir sebesar 44,64%. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan ketiga bank tersebut memiliki kemampuan untuk menghasilkan laba dari operasi dari operasi utama setelah memperhitungkan biaya langsung.

2.    Kondisi quick ratio PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk berada dalam kategori cukup sehat karena dari rata-rata 4 (empat) tahun terakhir sebesar 16,80%. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan PT Bank Rakyat Indonesia memiliki likuiditas yang cukup memadai untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Kondisi quick ratio PT. Bank Negara Indonesia Tbk berada dalam kategori cukup sehat karena dari rata-rata 4 (empat) tahun terakhir sebesar 23,90%. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan PT Bank Negara Indonesia memiliki likuiditas yang cukup memadai untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Kondisi quick ratio PT. Bank Tabungan Negara Tbk berada dalam kategori tidak sehat karena dari rata-rata 4 (empat) tahun terakhir sebesar 7,4%. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan PT Bank Tabungan Negara Tbk memiliki kesulitan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya, karena bank tidak mampu menutupi kewajibannya dengan menggunakan alat likuid yang dimiliki oleh bank tersebut.

3.    Kondisi debt to asset ratio PT. Bank Rakyat Indonesia Tbk, berada dalam kategori sangat sehat karena dari rata-rata 4 (empat) tahun terakhir sebesar 83,11%. Kondisi debt to asset ratio PT. Bank Negara Indonesia Tbk berada dalam kategori sangat sehat karena dari rata-rata 4 (empat) tahun terakhir sebesar 84,60%. Kondisi debt to asset ratio PT. Bank Tabungan Negara Tbk berada dalam kategori sangat sehat karena dari rata-rata 4 (empat) tahun terakhir sebesar 87,72%. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga bank tersebut memiliki keuangan yang stabil dan lebih mampu menanggung risiko. Dengan rasio utang terhadap aset yang rendah, bank dapat memiliki daya tahan finansial yang baik dalam menghadapi fluktuasi pasar atau krisis keuangan.

 

REFERENSI

Arikunto, S. (2000). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Fahmi. (2011). Analisis laporan keuangan. Alfabeta.

Fahmi. (2014a). Analisis laporan keuangan (Cetakan ke-4). Alfabeta.

Fahmi. (2014b). Pengantar manajemen keuangan. Alfabeta.

Harahap, S. S. (2016). Analisis kritis atas laporan keuangan (Cetakan ke-13). PT Raja Grafindo Persada.

Hery. (2015). Pengantar akuntansi: Comprehensive edition. Grasindo.

Hery. (2018). Analisis kinerja keuangan. PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Munawir. (2004). Analisis laporan keuangan. Liberty.

Munawir. (2007). Analisis laporan keuangan (Edisi ke-4). Liberty.

Murhadi, W. R. (2019). Analisis laporan keuangan, proyeksi dan valuasi saham. Salemba Empat.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Siyoto, S., & Sodik, A. (2015). Dasar metodologi penelitian. Literasi Media Publishing.