Youth Mosque Activities as a Means of Youth
Empowerment at Masjid Ar-Raudhah, Bambu Kuning
Anggi
Pratiwi1 Rahma Anggi Pratiwi2 Wulan Afirli3, Rika
Fitri Ramadani4
Pendidikan
Masyarakat, Universitas Riau, Indonesia
email:
kitakitaajaterus23@gmail.com
Abstrak
Kegiatan
remaja masjid merupakan salah satu bentuk pembinaan generasi muda yang berperan
penting dalam meningkatkan kualitas spiritual, sosial, dan kepemimpinan remaja
di tengah tantangan perkembangan zaman. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis peran kegiatan remaja masjid sebagai sarana pemberdayaan remaja di
Masjid Ar-Raudhah, Kelurahan Bambu Kuning. Metode yang digunakan adalah
pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi terhadap pengurus dan anggota remaja masjid. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa berbagai kegiatan seperti pengajian rutin,
pelatihan kepemimpinan, kegiatan sosial, dan peringatan hari besar Islam mampu
meningkatkan pemahaman keagamaan, keterampilan sosial, serta rasa tanggung
jawab remaja. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi media pembentukan
karakter dan pengalihan dari pengaruh negatif lingkungan. Namun, pelaksanaannya
masih menghadapi kendala berupa keterbatasan sarana dan rendahnya partisipasi
sebagian remaja. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kegiatan remaja
masjid memiliki peran strategis dalam pemberdayaan remaja, sehingga diperlukan
dukungan berkelanjutan dari pengurus masjid dan masyarakat untuk mengoptimalkan
pelaksanaannya.
Kata
kunci
: remaja masjid, pemberdayaan remaja, kegiatan keagamaan, pembentukan karakter.
Abstract
Mosque youth activities are one form of youth
development that plays an important role in improving the spiritual, social,
and leadership qualities of adolescents amid the challenges of modern
development. This study aims to analyze the role of mosque youth activities as
a means of youth empowerment at Masjid Ar-Raudhah, Bambu Kuning. The method
used was a qualitative approach with data collection techniques through
observation, interviews, and documentation involving mosque youth
administrators and members. The results of the study indicate that various
activities such as regular religious studies, leadership training, social
activities, and commemorations of Islamic holidays were able to enhance
religious understanding, social skills, and the sense of responsibility among
adolescents. In addition, these activities also served as a medium for
character building and diverting youth from negative environmental influences.
However, the implementation still faced obstacles in the form of limited
facilities and the low participation of some adolescents. Therefore, it can be
concluded that mosque youth activities have a strategic role in youth
empowerment, and continuous support from mosque administrators and the
community is needed to optimize their implementation.
Keywords: mosque youth,
youth empowerment, religious activities, character building.
PENDAHULUAN
Remaja
merupakan generasi penerus bangsa yang berada pada fase pencarian jati diri,
sehingga memerlukan pembinaan yang tepat agar berkembang menjadi individu yang
berakhlak, berpengetahuan, dan memiliki keterampilan sosial yang baik. Dalam
konteks masyarakat Islam, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah,
tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, termasuk pemberdayaan remaja.
Organisasi remaja masjid menjadi wadah strategis dalam mengembangkan potensi
generasi muda melalui berbagai kegiatan keagamaan, sosial, dan keterampilan.
Secara teoretis, pemberdayaan remaja melalui kegiatan masjid bertujuan
membentuk generasi yang beriman, berilmu, dan berakhlak mulia serta mampu
berkontribusi dalam kehidupan masyarakat .
Namun
demikian, kondisi di lapangan menunjukkan adanya kesenjangan antara idealitas
dan realitas. Tidak semua remaja memiliki minat dan keterlibatan aktif dalam
kegiatan masjid, bahkan di beberapa tempat partisipasi remaja cenderung menurun
akibat pengaruh lingkungan, perkembangan teknologi, serta kurangnya inovasi
program kegiatan . Padahal, berbagai penelitian menunjukkan bahwa kegiatan
remaja masjid seperti pelatihan kepemimpinan, pengajian, dan aktivitas sosial
mampu meningkatkan karakter religius, keterampilan, serta kepedulian sosial
remaja . Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk mengoptimalkan peran kegiatan
remaja masjid sebagai sarana pemberdayaan yang efektif dan relevan dengan
kebutuhan generasi muda saat ini.
Berdasarkan
permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dan
mendeskripsikan peran kegiatan remaja masjid sebagai sarana pemberdayaan remaja
di Masjid Ar-Raudhah, Kelurahan Bambu Kuning, serta mengidentifikasi faktor
pendukung dan kendala dalam pelaksanaannya sebagai upaya inovatif dalam
pembinaan generasi muda.
METODE
Penelitian
ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif, yang
bertujuan untuk memahami secara mendalam peran kegiatan remaja masjid sebagai
sarana pemberdayaan remaja. Subjek penelitian terdiri dari pengurus masjid,
pembina remaja masjid, serta anggota remaja masjid di Masjid Ar-Raudhah,
Kelurahan Bambu Kuning, yang dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan
aktif dalam kegiatan.
Prosedur
penelitian dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu tahap persiapan,
pengumpulan data, analisis data, dan penarikan kesimpulan. Data dikumpulkan
menggunakan teknik observasi partisipatif untuk melihat secara langsung
pelaksanaan kegiatan, wawancara mendalam untuk menggali informasi terkait
pengalaman dan persepsi subjek, serta dokumentasi berupa arsip kegiatan dan
foto sebagai data pendukung. Instrumen utama dalam penelitian ini adalah
peneliti sendiri, dengan bantuan pedoman wawancara dan lembar observasi yang
disusun berdasarkan indikator pemberdayaan remaja seperti aspek keagamaan,
sosial, dan kepemimpinan.
Analisis
data dilakukan secara interaktif melalui tahap reduksi data, penyajian data,
dan penarikan kesimpulan. Untuk menjamin keabsahan data, penelitian ini
menggunakan teknik triangulasi sumber dan metode, serta melakukan pengecekan
ulang (member check) kepada informan. Kriteria pemilihan data didasarkan pada
relevansi, konsistensi, dan kedalaman informasi yang berkaitan dengan fokus
penelitian.
HASIL
Berdasarkan
hasil penelitian yang dilakukan di Masjid Ar-Raudhah, Kelurahan Bambu Kuning,
ditemukan bahwa kegiatan remaja masjid memiliki peran yang signifikan dalam
pemberdayaan remaja, khususnya dalam aspek keagamaan, sosial, dan kepemimpinan.
Berbagai kegiatan yang dilaksanakan, seperti pengajian rutin mingguan,
pelatihan kepemimpinan, kegiatan sosial (bakti sosial dan gotong royong), serta
partisipasi dalam peringatan hari besar Islam, menjadi sarana pembinaan yang
terstruktur dan berkelanjutan. Kegiatan tersebut tidak hanya dirancang oleh
pengurus remaja masjid, tetapi juga didukung oleh pembina dan pengurus masjid
secara umum.
Dari
hasil observasi dan wawancara, diketahui bahwa keterlibatan aktif remaja dalam
kegiatan tersebut mampu meningkatkan pemahaman keagamaan mereka. Hal ini
terlihat dari meningkatnya partisipasi dalam ibadah berjamaah serta kesadaran
dalam menjalankan nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari. Temuan ini
menunjukkan bahwa kegiatan remaja masjid berfungsi sebagai media internalisasi
nilai-nilai religius yang efektif, sejalan dengan konsep pemberdayaan yang
menekankan pada penguatan aspek spiritual sebagai dasar pembentukan karakter.
Selain
itu, kegiatan remaja masjid juga berkontribusi dalam pengembangan keterampilan
sosial remaja. Melalui kegiatan bersama seperti gotong royong dan bakti sosial,
remaja belajar bekerja sama, berkomunikasi secara efektif, serta membangun
kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Proses ini mencerminkan adanya
pembelajaran sosial yang berlangsung secara langsung melalui interaksi dan
pengalaman, yang pada akhirnya membentuk perilaku sosial yang positif.
Dalam
aspek kepemimpinan, kegiatan remaja masjid memberikan ruang bagi remaja untuk
terlibat secara aktif dalam pengelolaan organisasi dan pelaksanaan program.
Remaja dilatih untuk merencanakan kegiatan, mengambil keputusan, serta
bertanggung jawab atas tugas yang diberikan. Hal ini berdampak pada
meningkatnya rasa percaya diri, kemandirian, serta kemampuan memimpin. Dengan
demikian, kegiatan remaja masjid tidak hanya bersifat partisipatif, tetapi juga
transformatif dalam membentuk karakter kepemimpinan generasi muda.
Namun
demikian, penelitian ini juga menemukan beberapa kendala yang mempengaruhi
optimalisasi kegiatan remaja masjid. Keterbatasan sarana dan prasarana,
kurangnya dukungan finansial, serta rendahnya partisipasi sebagian remaja
menjadi tantangan utama. Selain itu, kurangnya inovasi dalam program kegiatan
menyebabkan sebagian remaja kurang tertarik untuk terlibat secara aktif,
terutama di tengah pengaruh perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup
remaja saat ini.
Oleh
karena itu, diperlukan upaya inovatif dalam pengembangan kegiatan remaja masjid
agar lebih relevan dan menarik bagi generasi muda. Pemanfaatan media digital,
pengembangan kegiatan berbasis minat dan bakat, serta peningkatan peran pembina
dan dukungan masyarakat menjadi faktor penting dalam meningkatkan efektivitas
pemberdayaan remaja. Secara keseluruhan, kegiatan remaja masjid di Masjid
Ar-Raudhah terbukti memiliki peran strategis dalam pemberdayaan remaja, namun
memerlukan penguatan dan pengembangan yang berkelanjutan agar dapat memberikan
dampak yang lebih optimal.
PEMBAHASAN
Hasil
analisis data menunjukkan bahwa kegiatan remaja masjid di Masjid Ar-Raudhah
memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan remaja dalam beberapa aspek utama,
yaitu keagamaan, sosial, dan kepemimpinan. Untuk memperjelas temuan, data
disajikan dalam bentuk tabel berikut:
Tabel
1. Hasil Pemberdayaan Remaja melalui Kegiatan Remaja Masjid
|
No |
Aspek
Pemberdayaan |
Bentuk
Kegiatan |
Dampak
yang Dirasakan Remaja |
|
1 |
Keagamaan |
Pengajian
rutin, ceramah |
Meningkatnya
pemahaman agama dan ibadah |
|
2 |
Sosial |
Gotong
royong, bakti sosial |
Tumbuhnya
kepedulian dan kerja sama |
|
3 |
Kepemimpinan |
Pelatihan,
organisasi |
Meningkatnya
percaya diri dan tanggung jawab |
Berdasarkan
Tabel 1, terlihat bahwa setiap kegiatan yang dilaksanakan memiliki dampak yang
berbeda namun saling berkaitan dalam proses pemberdayaan remaja. Aspek
keagamaan menjadi dasar utama dalam membentuk karakter remaja, yang kemudian
diperkuat melalui interaksi sosial dan pengalaman berorganisasi.
Selain
itu, tingkat partisipasi remaja dalam kegiatan juga dianalisis untuk melihat
keterlibatan mereka secara langsung. Hasilnya disajikan pada Tabel 2 berikut:
Tabel
2. Tingkat Partisipasi Remaja dalam Kegiatan Masjid
|
Kategori
Partisipasi |
Jumlah
Remaja |
Persentase |
|
Aktif |
18 orang |
60% |
|
Cukup
aktif |
8 orang |
27% |
|
Kurang
aktif |
4 orang |
13% |
Berdasarkan
Tabel 2, mayoritas remaja berada pada kategori aktif, yang menunjukkan bahwa
kegiatan remaja masjid cukup diminati. Namun, masih terdapat sebagian remaja
dengan tingkat partisipasi rendah, yang menunjukkan perlunya peningkatan
strategi dalam menarik minat mereka.
Secara
keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan remaja masjid di
Masjid Ar-Raudhah telah berjalan dengan baik dan memberikan dampak positif
terhadap pemberdayaan remaja, meskipun masih terdapat beberapa aspek yang perlu
ditingkatkan, terutama dalam hal partisipasi dan pengembangan program kegiatan.
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa kegiatan remaja masjid di Masjid Ar-Raudhah,
Kelurahan Bambu Kuning, memiliki peran penting dalam pemberdayaan remaja,
terutama pada aspek keagamaan, sosial, dan kepemimpinan. Temuan ini menunjukkan
bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai
pusat pembinaan generasi muda melalui berbagai aktivitas yang bersifat edukatif
dan sosial. Peningkatan pemahaman agama yang diperoleh remaja melalui pengajian
rutin dan kegiatan keislaman menunjukkan bahwa kegiatan remaja masjid mampu
menjadi media internalisasi nilai-nilai religius dalam kehidupan sehari-hari.
Temuan
tersebut sejalan dengan teori pemberdayaan masyarakat yang menyatakan bahwa
pemberdayaan dilakukan melalui proses pengembangan potensi individu agar mampu
meningkatkan kualitas diri dan berpartisipasi aktif dalam lingkungan sosialnya.
Dalam penelitian ini, remaja diberikan ruang untuk terlibat secara langsung
dalam kegiatan organisasi dan sosial sehingga mereka tidak hanya menjadi
peserta, tetapi juga pelaku utama dalam kegiatan masjid. Kondisi ini
memperlihatkan bahwa proses pemberdayaan berlangsung melalui pengalaman nyata
dan keterlibatan aktif.
Hasil
penelitian ini juga relevan dengan penelitian sebelumnya yang menjelaskan bahwa
organisasi remaja masjid memiliki kontribusi dalam pembentukan karakter
religius dan sosial remaja. Penelitian yang dipublikasikan pada jurnal
pendidikan dan pemberdayaan masyarakat menunjukkan bahwa kegiatan remaja masjid
mampu meningkatkan kedisiplinan, rasa tanggung jawab, dan kepedulian sosial
remaja melalui aktivitas keagamaan dan kegiatan sosial masyarakat. Namun,
penelitian ini memiliki kebaruan karena lebih menekankan pada peran kegiatan
remaja masjid sebagai sarana pemberdayaan yang tidak hanya membentuk karakter
religius, tetapi juga mengembangkan kemampuan kepemimpinan dan keterampilan
sosial remaja dalam konteks lingkungan masyarakat lokal.
Selain
itu, keterlibatan remaja dalam kegiatan organisasi memberikan dampak terhadap
berkembangnya kemampuan kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama. Hal ini dapat
dipahami melalui teori pembelajaran sosial yang menekankan bahwa individu
belajar melalui interaksi dan pengalaman sosial di lingkungannya. Remaja yang
aktif dalam organisasi masjid cenderung memiliki rasa percaya diri yang lebih
tinggi karena terbiasa berinteraksi, menyampaikan pendapat, dan bertanggung
jawab terhadap tugas yang diberikan.
Meskipun
demikian, penelitian ini juga menemukan adanya kendala berupa keterbatasan
fasilitas, kurangnya dukungan dana, serta rendahnya partisipasi sebagian
remaja. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa proses pemberdayaan belum berjalan
secara optimal. Jika dibandingkan dengan penelitian sebelumnya, faktor
rendahnya partisipasi remaja juga sering dipengaruhi oleh perkembangan
teknologi, media sosial, dan perubahan pola pergaulan remaja modern yang
menyebabkan minat terhadap kegiatan keagamaan menurun. Oleh karena itu,
diperlukan inovasi program yang lebih kreatif dan sesuai dengan kebutuhan
generasi muda agar kegiatan remaja masjid tetap menarik dan relevan.
Implikasi
dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan kegiatan remaja masjid perlu
dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pengurus masjid, tokoh
masyarakat, dan orang tua. Program kegiatan perlu diarahkan tidak hanya pada
pembinaan spiritual, tetapi juga pengembangan keterampilan, kreativitas, dan
pemanfaatan media digital sebagai sarana dakwah dan komunikasi. Dengan
demikian, kegiatan remaja masjid dapat menjadi model pemberdayaan remaja
berbasis masjid yang mampu membentuk generasi muda yang religius, aktif, dan
berdaya saing di tengah perkembangan zaman.
SIMPULAN
Penelitian
ini menunjukkan bahwa kegiatan remaja masjid di Masjid Ar-Raudhah, Kelurahan
Bambu Kuning, berperan penting sebagai sarana pemberdayaan remaja dalam aspek
keagamaan, sosial, dan kepemimpinan. Kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya
memberikan pemahaman keagamaan kepada remaja, tetapi juga membentuk karakter,
meningkatkan rasa tanggung jawab, serta mengembangkan kemampuan sosial dan
kepemimpinan melalui keterlibatan aktif dalam organisasi dan kegiatan
kemasyarakatan. Temuan ini menunjukkan adanya kesesuaian antara tujuan
penelitian dengan hasil yang diperoleh, yaitu bahwa kegiatan remaja masjid
mampu menjadi media pembinaan dan pengembangan potensi generasi muda secara
positif.
Meskipun
demikian, proses pemberdayaan remaja masih menghadapi beberapa kendala, seperti
keterbatasan fasilitas, dukungan dana, serta rendahnya partisipasi sebagian
remaja akibat pengaruh perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup. Oleh
karena itu, diperlukan inovasi program kegiatan yang lebih kreatif, menarik,
dan sesuai dengan kebutuhan remaja masa kini agar keterlibatan mereka dapat
terus meningkat.
Penelitian
ini memberikan implikasi bahwa masjid memiliki potensi besar sebagai pusat
pemberdayaan generasi muda berbasis masyarakat. Ke depan, penelitian serupa
dapat dikembangkan dengan cakupan yang lebih luas, misalnya melalui
perbandingan antarorganisasi remaja masjid di berbagai wilayah atau dengan
menggunakan pendekatan kuantitatif untuk mengukur tingkat pengaruh kegiatan
terhadap perkembangan karakter dan keterampilan remaja secara lebih mendalam.
Dengan demikian, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam
pengembangan program pembinaan remaja berbasis masjid yang lebih efektif dan
berkelanjutan.
REFERENSI
Aini, N., & Rahman,
A. (2022). Peran organisasi remaja masjid dalam pembentukan karakter religius
remaja. Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat, 9(2), 115–126. https://doi.org/10.21831/jppm.v9i2.48211
Fadillah, M., &
Suryana, Y. (2021). Pemberdayaan remaja melalui kegiatan keagamaan berbasis
masjid. Jurnal Pendidikan Islam, 7(1), 45–58. https://doi.org/10.15575/jpi.v7i1.12045
Hasibuan, R., &
Fitri, D. (2020). Aktivitas remaja masjid dalam meningkatkan kepedulian sosial
masyarakat. Jurnal Masyarakat Madani, 5(3), 201–214. https://doi.org/10.24014/jmm.v5i3.6353
Kurniawan, H. (2023).
Optimalisasi fungsi masjid sebagai pusat pembinaan generasi muda Islam. Jurnal
Dakwah dan Komunikasi, 14(1), 77–90. https://doi.org/10.21043/kom.v14i1.18902
Lubis, S., & Ananda,
R. (2021). Pengaruh kegiatan organisasi terhadap perkembangan kepemimpinan
remaja. Jurnal Pendidikan Sosial Keberagaman, 8(2), 133–144. https://doi.org/10.36709/jpsk.v8i2.14521
Prasetyo, B., &
Maulana, I. (2022). Strategi pemberdayaan remaja berbasis kegiatan sosial
keagamaan. Jurnal Empowerment, 11(1), 66–79. https://doi.org/10.22460/empowerment.v11i1.9876
Siregar, L., &
Wahyuni, T. (2023). Manajemen organisasi remaja masjid dalam meningkatkan
partisipasi generasi muda. Jurnal Al-Idarah, 13(2), 98–110. https://doi.org/10.24042/alidarah.v13i2.15432
Yusuf, M., &
Harahap, N. (2021). Peran masjid dalam pemberdayaan masyarakat dan pembinaan
remaja Islam. Jurnal Ilmu Dakwah, 41(1), 55–69. https://doi.org/10.21580/jid.v41i1.8172