Fadli Muhammad Athalarik1, Rosa Auliya Ananda2, Zakiah Husni Rohmadina3, Arul Ardiansyah Lisandi4, Annisa Sabrina5,
Dinda Devita Cahyani6, Dwi Laras Lestari7, Abror Ahmad Mubaraq8,
Muhammad Rayyan Attala9, Raihan Aditia Rahayu10, Verdita
Febryana11, Kelvin Kurniadiningrat Madisa12, Sayipul Arba13,
Caroline Nathania Simamora14, Muhammad Rubby Syahdan15.
1,5,7,9,13Fakultas Ilmu Komunikasi, 2,3,10,12,14Fakultas Ekonomi dan
Bisnis, 4,8Fakultas
Teknik, 6,11,15Fakultas Hukum, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
*Korespondensi:
e-mail: fadli.athalarik@dsn.ubharajaya.ac.id
Abstract
Community
Service through Real Work Lectures (KKN)
of Universitas Bhayangkara Jakarta Raya was conducted in RT 002 RW 002 Kampung
Kerangkeng, Buni Bakti Village, Babelan District, Bekasi Regency from May to
June 2026. The program aimed to address several community issues, including low
financial literacy among children, limited flood preparedness, low
environmental awareness, and inadequate neighborhood identification facilities.
The methods employed included observation, coordination, program
implementation, and evaluation. The activities consisted of the ASA Movement
(Children Aware of Saving), Basic Rescue and Flood First Aid Training in
collaboration with BASARNAS, the GERAK Program (Active Community Movement) for
a Clean and Healthy Environment, and the installation of neighborhood
identification signs. The results indicated an improvement in children's
understanding of the importance of saving, increased community knowledge
regarding flood preparedness, greater awareness of environmental cleanliness,
and the availability of neighborhood identification signs that facilitated area
recognition. Overall, the program contributed to enhancing community knowledge,
participation, and awareness while supporting a more orderly and sustainable
environment.
Keywords:
KKN, financial literacy, community empowerment,
environmental cleanliness.
Abstrak
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas
Bhayangkara Jakarta Raya dilaksanakan di RT 002 RW 002 Kampung Kerangkeng, Desa
Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi pada Mei–Juni 2026. Kegiatan
ini bertujuan membantu menyelesaikan permasalahan masyarakat yang meliputi
rendahnya literasi keuangan anak, kurangnya kesiapsiagaan menghadapi banjir,
rendahnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, serta belum memadainya
sarana identitas wilayah. Metode yang digunakan meliputi observasi, koordinasi,
pelaksanaan program, dan evaluasi. Program yang dilaksanakan terdiri atas
Gerakan ASA (Anak Sadar Menabung), Pelatihan Dasar Rescue dan Pertolongan Saat
Banjir bersama BASARNAS, Program GERAK (Gerakan Rakyat Aktif) untuk Lingkungan
Bersih dan Sehat, serta pembuatan plang penanda identitas RT. Hasil kegiatan
menunjukkan peningkatan pemahaman anak tentang pentingnya menabung,
bertambahnya pengetahuan masyarakat mengenai kesiapsiagaan banjir, meningkatnya
kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, serta tersedianya plang identitas RT
yang memudahkan identifikasi wilayah. Kegiatan KKN ini memberikan manfaat dalam
meningkatkan pengetahuan, partisipasi, dan kesadaran masyarakat menuju
lingkungan yang lebih tertib dan berkelanjutan.
Kata kunci: KKN, literasi
keuangan, kebersihan lingkungan, pemberdayaan masyarakat.
Article Info
Received date: 25 May 2026
Revised date: 30 May 2026
Accepted date: 03 June 2026
PENDAHULUAN
Kuliah Kerja Nyata (KKN)
merupakan salah satu cara menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang
mengintegrasikan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada
masyarakat melalui keterlibatan langsung mahasiswa dalam kehidupan masyarakat.
Melalui KKN, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar kontekstual,
tetapi juga berperan dalam membantu masyarakat menyelesaikan berbagai
permasalahan sesuai dengan kebutuhan dan potensi wilayah. Pelaksanaan KKN
berbasis pemberdayaan masyarakat terbukti mampu meningkatkan partisipasi
masyarakat serta mendorong terciptanya solusi yang lebih berkelanjutan terhadap
permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat (Apreriri Cahyani et
al., 2024).
Salah satu isu yang masih menjadi
perhatian dalam pembangunan masyarakat adalah rendahnya pemahaman mengenai
keuangan sejak usia dini. Hal dapat diartikan sebagai kemampuan individu
dalam memahami keuangan dan mengelolanya secara tepat sehingga dapat mendukung
kesejahteraan di masa mendatang. Penanaman literasi keuangan pada anak-anak
melalui kebiasaan menabung dinilai efektif dalam membentuk karakter disiplin,
tanggung jawab, dan kemampuan mengelola uang sejak dini. Berbagai program edukasi
menunjukkan bahwa kegiatan menabung mampu meningkatkan pemahaman anak terhadap
konsep pengelolaan keuangan sederhana dan mendorong terbentuknya perilaku
keuangan yang positif (Harahap et al., 2026).
Selain literasi keuangan,
peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana juga menjadi kebutuhan
penting, khususnya pada wilayah yang memiliki potensi risiko banjir. Upaya
mitigasi bencana melalui penyuluhan dan praktek langsung kepada masyarakat
diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan
masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat. Kegiatan pelatihan kebencanaan
yang melibatkan masyarakat secara aktif dapat meningkatkan pemahaman mengenai
tindakan penyelamatan diri, prosedur evakuasi, serta pertolongan pertama saat
terjadi bencana sehingga masyarakat menjadi lebih tangguh dalam menghadapi
risiko yang ada (Saragi & Limbong,
2023).
Di sisi lain, permasalahan
kebersihan lingkungan masih menjadi tantangan yang sering ditemukan pada
kawasan permukiman. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan
lingkungan dapat berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan hidup dan meningkatnya
risiko bencana lingkungan. Oleh karena itu, pendekatan partisipatif melalui
kegiatan gotong royong dan kerja bakti menjadi salah satu upaya yang tepat
dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus memperkuat
hubungan sosial antarwarga. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan lingkungan
secara langsung mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap
keberlanjutan lingkungan tempat tinggal mereka (Rasman Sonjaya et al.,
2025).
Berdasarkan hasil observasi yang
dilakukan di RT 002 Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi,
ditemukan beberapa permasalahan yang meliputi rendahnya pemahaman anak-anak
mengenai pentingnya menabung sejak dini, kurangnya pengetahuan masyarakat
terkait kesiapsiagaan menghadapi banjir, rendahnya kepedulian terhadap
kebersihan lingkungan, serta belum tersedianya sarana identitas wilayah yang
memadai. Untuk menjawab permasalahan ini, mahasiswa KKN Universitas Bhayangkara
Jakarta Raya melaksanakan beberapa program kerja yang terdiri atas Gerakan ASA
(Anak Sadar Menabung), Pelatihan Dasar Rescue dan Pertolongan Saat Banjir
bersama BASARNAS, Program GERAK (Gerakan Rakyat Aktif) untuk Lingkungan Bersih
dan Sehat, serta pemasangan plang identitas RT. Program-program tersebut
diharapkan mampu meningkatkan literasi keuangan anak, kesiapsiagaan masyarakat
terhadap bencana, kepedulian lingkungan, dan kualitas sarana penunjang
lingkungan. Berdasarkan penjelasan diatas, pelaksanaan KKN ini diarahkan untuk
mengembangkan kapasitas masyarakat melalui pendekatan edukatif dan partisipatif
yang berfokus pada literasi keuangan anak, kesiapsiagaan bencana, kebersihan
lingkungan, serta penguatan identitas wilayah di RT 002 Desa Buni Bakti.
METODE PELAKSANAAN
Kegiatan Kuliah Kerja
Nyata (KKN) dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya di
RT 002 Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi selama periode Mei
hingga Juni 2026. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata dengan tujuan membantu menyelesaikan berbagai
permasalahan sosial dan lingkungan melalui program-program yang disusun
berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat.
Metode pelaksanaan
kegiatan diawali dengan observasi lapangan untuk memperoleh informasi mengenai
kondisi lingkungan dan permasalahan yang dihadapi masyarakat. Observasi
dilakukan melalui pengamatan langsung serta komunikasi dengan pengurus RT dan
warga sekitar. Tahap ini menjadi dasar dalam menentukan program kerja yang akan
dilaksanakan selama kegiatan KKN. Berdasarkan hasil pengamatan, ditemukan
beberapa permasalahan yang meliputi rendahnya pemahaman anak-anak mengenai
pentingnya menabung sejak usia dini, masih terbatasnya pengetahuan masyarakat
mengenai penanganan dan kesiapsiagaan bencana banjir, kurangnya kepedulian
terhadap kebersihan lingkungan, serta belum tersedianya sarana penunjang berupa
plang identitas wilayah.
Setelah proses
identifikasi masalah dilakukan, tahap selanjutnya adalah penyusunan program
kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Program yang dirancang
meliputi Gerakan ASA (Anak Sadar Menabung), Pelatihan Dasar Rescue dan
Pertolongan Saat Banjir bersama BASARNAS, Program GERAK (Gerakan Rakyat Aktif)
untuk Lingkungan Bersih dan Sehat, serta pembuatan plang penanda identitas RT.
Perencanaan program dilakukan melalui koordinasi dengan pengurus lingkungan
agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan
masyarakat.
Pelaksanaan Gerakan ASA
(Anak Sadar Menabung) menggunakan pendekatan edukatif melalui kegiatan
penyuluhan dan pembelajaran interaktif kepada anak-anak. Materi yang diberikan
berfokus pada pengenalan konsep menabung, manfaat menabung, serta pentingnya
pengelolaan uang secara sederhana sejak usia dini. Kegiatan ini bertujuan untuk
meningkatkan pemahaman anak mengenai literasi keuangan sekaligus membangun
kebiasaan positif dalam mengelola uang. Menurut Harahap et al. (2026),
pembiasaan menabung sejak usia dini dapat membantu membentuk karakter disiplin,
tanggung jawab, dan kemampuan pengelolaan keuangan yang lebih baik pada masa
mendatang.
Program Pelatihan Dasar
Rescue dan Pertolongan Saat Banjir dilaksanakan melalui metode sosialisasi dan
pelatihan yang melibatkan BASARNAS sebagai narasumber. Kegiatan ini ditujukan
untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana
banjir yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Materi yang diberikan mencakup
pengetahuan mengenai mitigasi bencana, prosedur penyelamatan diri, teknik
evakuasi, serta tindakan pertolongan pertama dalam kondisi darurat. Saragi dan
Limbong (2023) menjelaskan bahwa edukasi kebencanaan dapat meningkatkan
kemampuan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana sekaligus mengurangi
dampak yang ditimbulkan.
Program GERAK (Gerakan
Rakyat Aktif) untuk Lingkungan Bersih dan Sehat dilaksanakan dengan melibatkan
masyarakat secara langsung melalui kegiatan kerja bakti. Kegiatan yang
dilakukan antara lain membersihkan lingkungan sekitar, mengumpulkan sampah,
serta membersihkan saluran air yang berpotensi menyebabkan genangan. Melalui
keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut diharapkan tumbuh kesadaran
bersama mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Selain menciptakan
lingkungan yang lebih sehat, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat
nilai gotong royong dan kepedulian sosial antarwarga. Rasman Sonjaya et al.
(2025) menyatakan bahwa kegiatan kebersihan lingkungan berbasis partisipasi
masyarakat mampu meningkatkan rasa tanggung jawab kolektif terhadap lingkungan
tempat tinggal.
Selain program edukasi
dan lingkungan, mahasiswa KKN juga melaksanakan program pembuatan plang penanda
identitas RT sebagai sarana informasi wilayah. Kegiatan ini dilakukan melalui
beberapa tahapan yang meliputi perencanaan desain, pembuatan plang, hingga
pemasangan pada titik yang telah ditentukan bersama pengurus RT. Keberadaan
plang tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat maupun pendatang dalam
mengenali lokasi wilayah RT dengan lebih mudah serta meningkatkan kerapihan dan
identitas lingkungan.
Pada akhir kegiatan
dilakukan evaluasi terhadap seluruh program yang sudah terlaksana. Evaluasi dilaksanakan dengan mengamati tingkat partisipasi
masyarakat, ketercapaian tujuan program, serta manfaat yang dirasakan oleh
masyarakat setelah kegiatan berlangsung. Hasil evaluasi digunakan sebagai bahan
refleksi untuk mengetahui efektivitas program sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan
rekomendasi bagi kegiatan pengabdian masyarakat yang akan datang.
HASIL
Berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan
masyarakat pada Desa Buni Bakti, tim
Kuliah Kerja Nyata (KKN) menyusun beberapa program kerja yang bertujuan
untuk membantu masyarakat meningkatkan pengetahuan, keterampilan baru,
kepedulian sosial, serta penguatan fasilitas pendukung di
lingkungan masyarakat. Program kerja yang dilaksanakan meliputi Program Gerakan
ASA (Anak Sadar Menabung), Program Pelatihan Dasar Rescue dan Pertolongan Saat
Banjir Bersama BASARNAS, Program GERAK (Gerakan Rakyat Aktif) untuk Lingkungan
yang Bersih dan Sehat, dan Program Pembuatan Plang Penanda Identitas RT. Melalui pelaksanaan berbagai program tersebut diharapkan mampu
menciptakan dampak yang positif kepada masyarakat, membantu
masyarakat, dan mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.
Program Gerakan ASA (Anak Sadar
Menabung), Edukasi Menabung Sejak Dini bagi Anak-Anak
Literasi keuangan merupakan kemampuan individu dalam
memahami, mengelola, serta mengambil keputusan yang tepat terkait penggunaan
keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Literasi keuangan tidak hanya penting
diterapkan pada orang dewasa, tetapi juga perlu diperkenalkan kepada anak-anak
sejak usia dini agar mereka memiliki pemahaman dasar mengenai pengelolaan uang
yang baik. Pendidikan keuangan pada masa kanak-kanak berdampak
penting dalam
pembentukan karakter dan kebiasaan yang akan memengaruhi
perilaku seseorang di masa yang akan datang. Pengenalan konsep pengelolaan
keuangan sejak dini kepada anak akan membentuk kemampuan yang lebih baik dalam
mengatur pengeluaran, membuat perencanaan sederhana, dan memahami pentingnya
menabung untuk mencapai tujuan tertentu (Loda et
al., 2023).
Pesatnya perkembangan teknologi menyebabkan anak-anak
semakin mudah terpengaruh oleh berbagai tren konsumsi yang berkembang di
lingkungan sekitarnya. Keinginan untuk memiliki barang yang sama dengan teman
sebaya sering kali mendorong anak untuk menghabiskan uang saku tanpa
mempertimbangkan manfaat jangka panjangnya. Apabila perilaku konsumtif tersebut
tidak diimbangi dengan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang baik, maka
anak akan kesulitan membiasakan hidup hemat dan bertanggung jawab dalam menggunakan
uang. Dengan demikian, diperlukan upaya edukatif yang mampu menanamkan kesadaran kepada anak
mengenai pentingnya menyisihkan sebagian uang yang dimiliki untuk ditabung
sebagai bekal di masa mendatang (Loda et al.,
2023).
Menabung merupakan salah satu bentuk pengelolaan keuangan
sederhana yang dapat diajarkan kepada anak sejak usia dini. Kegiatan menabung
tidak hanya mengajarkan anak untuk menyimpan uang, tetapi juga melatih
kesabaran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan dalam menetapkan tujuan
keuangan sederhana. Kebiasaan menabung yang dilakukan secara rutin dapat
membantu anak memahami bahwa tidak semua keinginan harus dipenuhi secara
langsung, melainkan perlu adanya perencanaan dan pengelolaan yang baik terhadap
uang yang dimiliki. Selain itu, menabung juga dapat membantu anak membedakan
antara kebutuhan dan keinginan sehingga mereka mampu mengambil keputusan yang
lebih bijaksana dalam menggunakan uang (Loda et
al., 2023).
Dalam upaya meningkatkan kesadaran anak mengenai
pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN)
Kelompok 38 melaksanakan program Gerakan ASA (Anak Sadar Menabung) sebagai
salah satu bentuk edukasi keuangan sederhana bagi anak-anak di Desa Buni Bakti.
Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membangun budaya menabung sejak
usia dini sebagai tahapan awal dalam menumbuhkan perilaku hemat serta bertanggung jawab.
Melalui kegiatan ini, anak-anak diberikan pemahaman mengenai manfaat menabung,
pentingnya menyisihkan sebagian uang saku, serta cara sederhana mengelola uang
sesuai kebutuhan. Program Gerakan ASA dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2026 dan
diikuti oleh anak-anak mulai dari tingkat TK hingga SMP di lingkungan RT.002 Desa
Buni Bakti.
Dengan metode edukasi interaktif, pelaksanaan kegiatan
dilakukan agar peserta lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Mahasiswa memberikan
penjelasan mengenai pengertian menabung, manfaat menabung bagi masa depan,
serta contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari
anak-anak. Selain itu, peserta juga diajak berdiskusi mengenai pengalaman
mereka dalam menggunakan uang saku dan pentingnya menyisihkan sebagian uang
tersebut untuk ditabung. Metode pembelajaran yang menarik dan partisipatif
digunakan untuk membantu anak-anak memahami materi serta mendorong mereka untuk
mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan edukasi menabung sejak dini memiliki manfaat
yang sangat besar dalam membentuk perilaku keuangan yang positif pada anak.
Menurut Ningrum et al. (2022) dalam (Loda et al.,
2023), kebiasaan menabung yang ditanamkan sejak kecil dapat membantu
anak belajar hidup hemat, memahami prioritas kebutuhan, serta melatih kemampuan
merencanakan masa depan. Dengan adanya kebiasaan tersebut, anak akan terbiasa
berpikir sebelum menggunakan uang dan lebih mampu mengendalikan keinginan yang
bersifat konsumtif. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam memberikan contoh
dan dukungan terhadap kebiasaan menabung juga menjadi faktor penting dalam
keberhasilan pembentukan karakter keuangan anak.
Melalui program Gerakan ASA, anak-anak diharapkan mampu
memahami pentingnya menabung sebagai bagian dari kebiasaan hidup yang positif.
Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai pengelolaan uang
sederhana, tetapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan
kemandirian dalam diri peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak
memiliki antusiasme yang tinggi selama proses edukasi berlangsung dan mulai
memahami pentingnya menyisihkan sebagian uang saku secara rutin untuk ditabung.
Dengan demikian, program Gerakan ASA diharapkan dapat menjadi langkah awal
dalam membangun budaya menabung sejak dini serta mendukung peningkatan literasi
keuangan anak-anak di Desa Buni Bakti.
Gambar 1. Program Gerakan ASA (Anak Sadar
Menabung)
Program Pelatihan Dasar Rescue Dan
Pertolongan Saat Banjir Bersama BASARNAS
Menurut Husein (2014) dalam Setyorini
(2023), bencana merupakan peristiwa atau rangkaian peristiwa yang dapat
mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat akibat faktor alam, nonalam,
maupun aktivitas manusia. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa korban
jiwa dan kerusakan lingkungan, tetapi juga kerugian harta benda serta gangguan
psikologis pada masyarakat yang terdampak. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007
tentang Penanggulangan Bencana mengelompokkan bencana ke dalam tiga kategori.
Kategori pertama adalah bencana alam, yaitu bencana yang dipicu oleh proses
atau fenomena alam, seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, banjir,
tanah longsor, dan angin topan. Kedua, bencana non-alam yang disebabkan oleh
faktor non-alam, seperti epidemi, wabah penyakit, dan kegagalan teknologi.
Ketiga, bencana sosial terdiri dari bencana yang disebabkan atas tindakan
manusia (Kemenkumham,2007)
dalam (Setyorini, 2023).
Sebagai bentuk peningkatan kapasitas
masyarakat dalam menghadapi bencana, Kelompok KKN melaksanakan Program
Pelatihan Dasar Rescue dan Pertolongan Saat Banjir bekerja sama dengan
BASARNAS. Program ini dilaksanakan dengan mempertimbangkan potensi kerawanan
banjir di Desa Buni Bakti yang memerlukan kesiapan dan pemahaman masyarakat
dalam menghadapi situasi darurat. Materi pelatihan mencakup langkah-langkah
yang perlu dilakukan pada tahap prabencana, saat bencana berlangsung, dan
pascabencana. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 31 Mei 2026 dengan
melibatkan warga RT 002 Desa Buni Bakti sebagai peserta.
Kegiatan yang disampaikan meliputi pemaparan materi,
prosedur evakuasi yang aman, penggunaan alat keselamatan, serta teknik
pertolongan pertama saat banjir terjadi. Selain itu, warga juga diberikan
kesempatan dengan mengikuti simulasi sederhana untuk memahami langkah-langkah
yang sudah dijelaskan. Program ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat
karena tidak hanya meningkatkan pengetahuan mengenai kebencanaan, tetapi juga
menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan dan kerja sama dalam menghadapi
situasi darurat. Program ini dapat terlaksana dengan lancar berkat adanya kerja
sama dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, mulai dari BASARNAS hingga
warga RT 002 Desa Buni Bakti.
Gambar 2. Pelatihan Dasar Rescue dan Pertolongan Saat Banjir
yang bekerja sama dengan BASARNAS
Program GERAK (Gerakan
Rakyat Aktif) untuk Lingkungan yang Bersih dan Sehat
Kebersihan lingkungan merupakan salah satu faktor penting
yang berpengaruh terhadap kualitas hidup dan kesehatan masyarakat. Menjaga
kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dilakukan
secara berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini karena lingkungan
yang bersih tidak hanya memberikan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari,
tetapi juga mampu mengurangi risiko timbulnya berbagai penyakit akibat kondisi
lingkungan yang kurang terawat. Menurut Zubair et al. (2022) dalam (Kholish et al., 2023), lingkungan yang
bersih merupakan hak dasar setiap individu dalam memperoleh kehidupan yang
sehat dan berkualitas.
Salah satu permasalahan lingkungan yang masih sering dijumpai
di masyarakat adalah penumpukan sampah, saluran air yang tersumbat, serta
kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan berbagai dampak negatif, seperti menurunnya
kualitas lingkungan, munculnya sumber penyakit, hingga meningkatnya risiko
terjadinya banjir akibat aliran air yang tidak berjalan dengan baik. Oleh sebab
itu, diperlukan upaya nyata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam
menjaga kebersihan lingkungan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan
partisipasi aktif warga.
Salah satu bentuk upaya yang dapat dilakukan untuk
mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat adalah melalui kegiatan gotong
royong. Sebagai salah satu budaya yang diwariskan secara turun-temurun, gotong
royong telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia dan menjadi
nilai sosial yang terus dijaga keberadaannya. Kegiatan gotong royong
mencerminkan semangat kerja sama, saling membantu, serta kepedulian
antaranggota masyarakat dalam menyelesaikan suatu pekerjaan secara
bersama-sama. Selain memberikan manfaat dalam menjaga kebersihan lingkungan,
gotong royong juga mampu mempererat hubungan sosial, meningkatkan rasa
kebersamaan, serta menumbuhkan solidaritas di antara warga masyarakat (Kholish et al., 2023).
Dalam rangka meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap
kebersihan lingkungan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 38
melaksanakan Program GERAK (Gerakan Rakyat Aktif) untuk Lingkungan yang Bersih
dan Sehat. Program ini dilatarbelakangi oleh masih adanya sampah dan saluran
air yang kurang terawat di lingkungan RT.002 Desa Buni Bakti sehingga
diperlukan kegiatan yang dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga
kebersihan lingkungan secara bersama-sama. Program GERAK dilaksanakan pada tanggal
31 Mei 2026 dengan melibatkan seluruh warga RT.002 Desa Buni Bakti sebagai
peserta kegiatan.
Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui kerja bakti
bersama yang berfokus pada pembersihan lingkungan, pengangkutan sampah,
pembersihan area umum, serta perawatan saluran air yang terdapat di sekitar
wilayah RT.002. Kegiatan ini dilaksanakan secara gotong royong antara mahasiswa
KKN dan masyarakat setempat sehingga tercipta kerja sama yang baik dalam
mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Selain melakukan pembersihan
lingkungan, mahasiswa juga memberikan edukasi sederhana kepada masyarakat mengenai
pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah preventif dalam
mencegah berbagai permasalahan kesehatan dan lingkungan.
Pelaksanaan Program GERAK memberikan dampak positif yang
signifikan bagi masyarakat. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan
tertata, program ini juga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat
terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. Dampak
positif tersebut dapat terlihat dari berkurangnya volume sampah, meningkatnya
kenyamanan lingkungan, serta terawatnya saluran drainase yang berfungsi untuk
mengurangi potensi genangan dan banjir. Selain manfaat lingkungan, kegiatan
gotong royong yang dilaksanakan juga mampu memperkuat interaksi sosial,
menumbuhkan semangat kebersamaan, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam
kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan bersama. Dengan demikian, Program
GERAK diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya hidup bersih
dan memperkuat semangat gotong royong sebagai salah satu nilai sosial yang penting
dalam kehidupan bermasyarakat.
Gambar 3. Pelaksanaan Program GERAK (Gerakan
Rakyat Aktif)
Program Pembuatan Plang
Penanda Identitas RT
Identitas wilayah merupakan salah satu sarana penting
yang berfungsi sebagai penunjuk lokasi, media informasi, serta penanda
administratif suatu lingkungan masyarakat. Keberadaan plang penanda identitas
RT tidak hanya membantu masyarakat maupun pendatang dalam mengenali suatu
wilayah, tetapi juga mendukung keteraturan administrasi lingkungan. Selain itu,
plang identitas wilayah dapat menjadi sarana yang mempermudah akses pelayanan
publik, distribusi informasi, serta memudahkan pihak luar dalam menemukan lokasi
yang dituju. Oleh karena itu, keberadaan plang penanda RT menjadi salah satu
fasilitas lingkungan yang perlu diperhatikan keberadaannya. Menurut (Madiuw et
al., 2022), sarana identitas wilayah memiliki peran penting dalam
meningkatkan keteraturan lingkungan serta memudahkan masyarakat dalam
memperoleh informasi mengenai suatu kawasan.
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh mahasiswa
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 38 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya di
Kampung Kerangkeng RT.002 RW.002 Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten
Bekasi, ditemukan bahwa plang penanda identitas RT yang tersedia masih kurang
memadai sehingga diperlukan pembaruan dan penambahan sarana identitas wilayah
yang lebih jelas dan mudah terlihat oleh masyarakat. Kondisi tersebut
berpotensi menimbulkan kesulitan bagi pendatang, tamu, maupun pihak yang
berkepentingan dalam menemukan lokasi RT.002 secara tepat. Menurut (Madiuw et
al., 2022), keberadaan papan informasi dan penanda wilayah yang jelas dapat
meningkatkan efektivitas pelayanan masyarakat serta membantu proses
identifikasi lokasi secara lebih cepat dan akurat.
Sebagai upaya untuk membantu mengatasi permasalahan
tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 38 melaksanakan Program Pembuatan Plang
Penanda Identitas RT. Program ini bertujuan untuk menyediakan sarana informasi
wilayah yang jelas, meningkatkan kerapihan lingkungan, serta memperkuat
identitas wilayah RT.002 RW.002 Kampung Kerangkeng Desa Buni Bakti. Selain itu,
keberadaan plang juga diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat
dalam mengenali batas dan identitas wilayah lingkungan setempat. Program ini
sejalan dengan konsep pemberdayaan masyarakat yang menekankan pentingnya
penyediaan fasilitas pendukung lingkungan untuk meningkatkan kualitas pelayanan
dan kenyamanan masyarakat (Madiuw et al., 2022)
Pelaksanaan program diawali dengan tahap koordinasi dan
diskusi bersama Ketua RT.002 dan perangkat lingkungan setempat untuk menentukan
kebutuhan, desain, ukuran, serta lokasi pemasangan plang yang dianggap
strategis. Pada tahap ini, mahasiswa KKN bersama pengurus lingkungan melakukan
survei lokasi guna menentukan titik pemasangan yang mudah terlihat oleh
masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas. Hasil koordinasi menunjukkan
bahwa lokasi pemasangan dipilih pada area pintu masuk lingkungan RT.002 RW.002
Kampung Kerangkeng karena dinilai paling efektif sebagai titik informasi
wilayah. Keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan program menjadi
faktor penting untuk memastikan bahwa fasilitas yang dibangun sesuai dengan
kebutuhan lingkungan setempat (Madiuw et al., 2022).
Setelah tahap perencanaan selesai, kegiatan dilanjutkan
dengan proses pembuatan desain plang. Desain plang dibuat dengan
mempertimbangkan aspek keterbacaan, kerapihan, serta ketahanan penggunaan dalam
jangka waktu yang panjang. Informasi yang dicantumkan pada plang meliputi
identitas wilayah berupa RT.002 RW.002 Kampung Kerangkeng Desa Buni Bakti
Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi. Pemilihan warna dan ukuran huruf juga
disesuaikan agar dapat terlihat dengan jelas dari jarak tertentu sehingga
memudahkan masyarakat dalam membaca informasi yang tersedia. Menurut (Madiuw et
al., 2022), desain media informasi lingkungan yang baik harus memperhatikan
aspek visual, keterbacaan, serta kemudahan akses informasi bagi masyarakat.
Tahap berikutnya adalah proses pembuatan plang yang
meliputi persiapan bahan dan peralatan, pemotongan material, pengecatan,
penulisan identitas wilayah, serta penyempurnaan tampilan plang. Seluruh proses
dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa KKN dengan memperhatikan kualitas
dan kekuatan konstruksi agar plang dapat digunakan dalam jangka waktu yang
lama. Setelah proses pembuatan selesai, dilakukan pengecekan kembali terhadap
hasil plang untuk memastikan seluruh informasi telah tercantum dengan benar dan
dapat terbaca dengan jelas. Kegiatan gotong royong dalam pembangunan fasilitas
lingkungan merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang mampu memperkuat rasa
memiliki terhadap sarana yang dibangun bersama (Madiuw et al., 2022).
Pemasangan plang dilaksanakan pada lokasi yang telah
ditentukan sebelumnya dengan melibatkan mahasiswa KKN dan pengurus lingkungan
setempat. Kegiatan pemasangan dilakukan dengan memperhatikan keamanan dan
posisi plang agar mudah terlihat oleh masyarakat. Setelah plang berhasil
dipasang, dilakukan pengecekan akhir untuk memastikan plang berdiri dengan
kokoh dan dapat berfungsi sebagaimana mestinya sebagai sarana identitas
wilayah.
Program pembuatan plang penanda identitas RT memberikan
manfaat yang cukup besar bagi masyarakat. Keberadaan plang membantu masyarakat
maupun pendatang dalam mengenali lokasi RT.002 RW.002 Kampung Kerangkeng dengan
lebih mudah dan cepat. Selain itu, plang juga meningkatkan kerapihan lingkungan
serta memperkuat identitas wilayah sebagai bagian dari sarana penunjang
administrasi dan pelayanan masyarakat. Menurut (Madiuw et al., 2022),
penyediaan sarana informasi wilayah yang memadai dapat meningkatkan efektivitas
pelayanan publik sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih tertata.
Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa plang penanda
identitas RT telah terpasang dengan baik pada lokasi yang strategis dan
mendapatkan respons positif dari masyarakat. Warga menyambut baik adanya
fasilitas tersebut karena dinilai dapat mempermudah identifikasi wilayah serta
memberikan tampilan lingkungan yang lebih tertata dan informatif. Dengan
demikian, Program Pembuatan Plang Penanda Identitas RT diharapkan dapat
memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat serta mendukung
terciptanya lingkungan yang lebih tertib, rapi, dan mudah dikenali.
Gambar
4. Pelaksanaan Program Pembuatan Plang Identitas
RT
SIMPULAN
Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 38 Universitas Bhayangkara
Jakarta Raya di RT.002 RW.002 Kampung Kerangkeng, Desa Buni Bakti, Kecamatan
Babelan, Kabupaten Bekasi telah terlaksana dengan baik melalui empat program
kerja utama, yaitu Gerakan ASA (Anak Sadar Menabung), Pelatihan Dasar Rescue
dan Pertolongan Saat Banjir bersama BASARNAS. Program GERAK (Gerakan Rakyat
Aktif) untuk Lingkungan Bersih dan Sehat, serta Program Pembuatan Plang Penanda
Identitas RT. Program-program tersebut disusun berdasarkan hasil observasi dan
kebutuhan masyarakat setempat sehingga pelaksanaannya dapat memberikan manfaat
yang sesuai dengan kondisi lingkungan masyarakat.
Pelaksanaan Program Gerakan ASA berhasil meningkatkan pemahaman
anak-anak mengenai pentingnya menabung dan pengelolaan keuangan sederhana sejak
usia dini. Pelatihan Dasar Rescue dan Pertolongan Saat Banjir memberikan
tambahan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi
bencana banjir. Program GERAK mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap
kebersihan lingkungan melalui kegiatan gotong royong yang melibatkan
partisipasi aktif warga. Sementara itu, Program Pembuatan Plang Penanda
Identitas RT berhasil menyediakan sarana informasi wilayah yang lebih jelas
sehingga memudahkan masyarakat maupun pendatang dalam mengenali lokasi RT.002
RW.002 Kampung Kerangkeng.
Secara keseluruhan, kegiatan KKN yang dilaksanakan tidak hanya
memberikan manfaat dalam bentuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan
masyarakat, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran, partisipasi, serta
semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Keberlanjutan
program-program yang telah dilaksanakan diharapkan dapat terus didukung oleh
masyarakat dan pengurus lingkungan sehingga manfaat yang diperoleh dapat
dirasakan dalam jangka panjang serta mendukung pembangunan masyarakat yang
lebih mandiri, tertib, dan berkelanjutan.
UCAPAN TERIMA KASIH
Rasa
terima kasih yang mendalam disampaikan kepada Bapak Misin selaku Ketua RT 002,
Mas Ucil yang senantiasa membantu dan mewakili kepengurusan RT 002, serta
seluruh warga RT 002 Desa Buni Bakti yang telah memberikan dukungan, kerja
sama, dan berbagai fasilitas selama berlangsungnya kegiatan Kuliah Kerja Nyata
(KKN) Kelompok 38 Baraya Bakti Universitas Bhayangkara Jakarta Raya..
REFERENSI
Apreriri Cahyani, Tuti
Nurhaningsih, Netti Karnati, & Desi Rahmawati. (2024). Kuliah Kerja Nyata
Sebagai Implementasi Pendidikan Berbasis Masyarakat di Perguruan Tinggi. Jurnal
Kajian dan Penelitian Umum, 2(2), 19–29.
https://doi.org/10.47861/jkpu-nalanda.v2i2.726
Harahap,
A. P. A., Rosuli, F. A., & Hadijaya, Y. (2026). Sosialisasi Literasi
Keuangan Anak Usia Dini Melalui Program Edukasi “Ayo Menabung” Bersama SDN
048473 Desa Ndesakti. 08(01).
Kholish, A.,
Jawahir, A. S., Halimah Putri, E., Lativa, F., & Naurah Nazhifah, S.
(2023). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Gotong Royong : Peran Mahasiswa dalam
Program KKN di Teluk Kabung Tengah. Manaruko: Jurnal Pengabdian Masyarakat,
2(2), 73–79. https://doi.org/10.24036/manaruko.v2i2.26
Loda, A., Rua,
R. M., Enes, Y. S., Ketmoen, A., Lopes Amaral, M. A., & Grizca Boelan, E.
(2023). Literasi Keuangan: Gemar Menabung Sejak Dini Bagi Anak-Anak Di Daerah
Perbatasan Indonesia. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2),
1217–1224. https://doi.org/10.31949/jb.v4i2.4743
Rasman
Sonjaya, Almadina Rakhmaniar, M.Rizky Purnama, & Moch. Fiky Trisandhi
Rahmat. (2025). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Gotong Royong Dalam Mewujudkan
Kebersihan Lingkungan Di Desa Rejo
Kecamatan Paga Kabupaten Sikka. JPMNT : JURNAL PENGABDIAN
MASYARAKAT NIAN TANA, 3(3), 95–100.
https://doi.org/10.59603/jpmnt.v3i3.946
Saragi,
M. M., & Limbong, M. H. (2023). Penyuluhan Mitigasi Bencana Banjir sebagai
Upaya Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Kepala Keluarga dalam Kesiapsiagaan
Bencana. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 6(11),
5037–5045. https://doi.org/10.33024/jkpm.v6i11.12405
Setyorini, F.
A. (2023). Menakar Paradigma Penanggulangan Bencana Melalui Analisis
Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana. Journal of
Social Politics and Governance (JSPG), 5(2), 82–96.
https://doi.org/10.24076/jspg.v5i2.1339
Madiuw, D.,
Leutualy, V., Tasijawa, F. A., & Pugesehan, D. J. (2022). Pengabdian
Masyarakat Melalui Pengadaan Papan Nama RT dan Peta Desa Haruru, Kabupaten
Maluku Tengah. BAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 151–156.
https://doi.org/10.51135/baktivol2iss2pp151-156
No comments:
Post a Comment