Thursday, June 25, 2026

Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Buni Bakti Kabupaten Bekasi

 Pengabdian Kepada Masyarakat Melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Buni Bakti Kabupaten Bekasi | Athalarik | Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia

Fadli Muhammad Athalarik1, Rosa Auliya Ananda2, Zakiah Husni Rohmadina3, Arul Ardiansyah Lisandi4, Annisa Sabrina5, Dinda Devita Cahyani6, Dwi Laras Lestari7, Abror Ahmad Mubaraq8, Muhammad Rayyan Attala9, Raihan Aditia Rahayu10, Verdita Febryana11, Kelvin Kurniadiningrat Madisa12, Sayipul Arba13, Caroline Nathania Simamora14, Muhammad Rubby Syahdan15.

1,5,7,9,13Fakultas Ilmu Komunikasi, 2,3,10,12,14Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 4,8Fakultas Teknik, 6,11,15Fakultas Hukum, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

*Korespondensi: e-mail: fadli.athalarik@dsn.ubharajaya.ac.id

 

Abstract

Community Service through Real Work Lectures (KKN) of Universitas Bhayangkara Jakarta Raya was conducted in RT 002 RW 002 Kampung Kerangkeng, Buni Bakti Village, Babelan District, Bekasi Regency from May to June 2026. The program aimed to address several community issues, including low financial literacy among children, limited flood preparedness, low environmental awareness, and inadequate neighborhood identification facilities. The methods employed included observation, coordination, program implementation, and evaluation. The activities consisted of the ASA Movement (Children Aware of Saving), Basic Rescue and Flood First Aid Training in collaboration with BASARNAS, the GERAK Program (Active Community Movement) for a Clean and Healthy Environment, and the installation of neighborhood identification signs. The results indicated an improvement in children's understanding of the importance of saving, increased community knowledge regarding flood preparedness, greater awareness of environmental cleanliness, and the availability of neighborhood identification signs that facilitated area recognition. Overall, the program contributed to enhancing community knowledge, participation, and awareness while supporting a more orderly and sustainable environment.

Keywords: KKN, financial literacy, community empowerment, environmental cleanliness.

Abstrak

Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Bhayangkara Jakarta Raya dilaksanakan di RT 002 RW 002 Kampung Kerangkeng, Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi pada Mei–Juni 2026. Kegiatan ini bertujuan membantu menyelesaikan permasalahan masyarakat yang meliputi rendahnya literasi keuangan anak, kurangnya kesiapsiagaan menghadapi banjir, rendahnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, serta belum memadainya sarana identitas wilayah. Metode yang digunakan meliputi observasi, koordinasi, pelaksanaan program, dan evaluasi. Program yang dilaksanakan terdiri atas Gerakan ASA (Anak Sadar Menabung), Pelatihan Dasar Rescue dan Pertolongan Saat Banjir bersama BASARNAS, Program GERAK (Gerakan Rakyat Aktif) untuk Lingkungan Bersih dan Sehat, serta pembuatan plang penanda identitas RT. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman anak tentang pentingnya menabung, bertambahnya pengetahuan masyarakat mengenai kesiapsiagaan banjir, meningkatnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, serta tersedianya plang identitas RT yang memudahkan identifikasi wilayah. Kegiatan KKN ini memberikan manfaat dalam meningkatkan pengetahuan, partisipasi, dan kesadaran masyarakat menuju lingkungan yang lebih tertib dan berkelanjutan.

Kata kunci: KKN, literasi keuangan, kebersihan lingkungan, pemberdayaan masyarakat.

 

Article Info

Received date: 25 May  2026                                      Revised date: 30 May  2026                                            Accepted date: 03 June  2026

 

PENDAHULUAN

            Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu cara menerapkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang mengintegrasikan kegiatan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui keterlibatan langsung mahasiswa dalam kehidupan masyarakat. Melalui KKN, mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman belajar kontekstual, tetapi juga berperan dalam membantu masyarakat menyelesaikan berbagai permasalahan sesuai dengan kebutuhan dan potensi wilayah. Pelaksanaan KKN berbasis pemberdayaan masyarakat terbukti mampu meningkatkan partisipasi masyarakat serta mendorong terciptanya solusi yang lebih berkelanjutan terhadap permasalahan sosial yang dihadapi masyarakat (Apreriri Cahyani et al., 2024).

Salah satu isu yang masih menjadi perhatian dalam pembangunan masyarakat adalah rendahnya pemahaman mengenai keuangan sejak usia dini. Hal dapat diartikan sebagai kemampuan individu dalam memahami keuangan dan mengelolanya secara tepat sehingga dapat mendukung kesejahteraan di masa mendatang. Penanaman literasi keuangan pada anak-anak melalui kebiasaan menabung dinilai efektif dalam membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan mengelola uang sejak dini. Berbagai program edukasi menunjukkan bahwa kegiatan menabung mampu meningkatkan pemahaman anak terhadap konsep pengelolaan keuangan sederhana dan mendorong terbentuknya perilaku keuangan yang positif (Harahap et al., 2026).

Selain literasi keuangan, peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana juga menjadi kebutuhan penting, khususnya pada wilayah yang memiliki potensi risiko banjir. Upaya mitigasi bencana melalui penyuluhan dan praktek langsung kepada masyarakat diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan masyarakat dalam menghadapi kondisi darurat. Kegiatan pelatihan kebencanaan yang melibatkan masyarakat secara aktif dapat meningkatkan pemahaman mengenai tindakan penyelamatan diri, prosedur evakuasi, serta pertolongan pertama saat terjadi bencana sehingga masyarakat menjadi lebih tangguh dalam menghadapi risiko yang ada (Saragi & Limbong, 2023).

Di sisi lain, permasalahan kebersihan lingkungan masih menjadi tantangan yang sering ditemukan pada kawasan permukiman. Rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan dapat berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan hidup dan meningkatnya risiko bencana lingkungan. Oleh karena itu, pendekatan partisipatif melalui kegiatan gotong royong dan kerja bakti menjadi salah satu upaya yang tepat dalam membangun kepedulian masyarakat terhadap lingkungan sekaligus memperkuat hubungan sosial antarwarga. Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan lingkungan secara langsung mampu menumbuhkan rasa tanggung jawab bersama terhadap keberlanjutan lingkungan tempat tinggal mereka (Rasman Sonjaya et al., 2025).

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di RT 002 Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, ditemukan beberapa permasalahan yang meliputi rendahnya pemahaman anak-anak mengenai pentingnya menabung sejak dini, kurangnya pengetahuan masyarakat terkait kesiapsiagaan menghadapi banjir, rendahnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, serta belum tersedianya sarana identitas wilayah yang memadai. Untuk menjawab permasalahan ini, mahasiswa KKN Universitas Bhayangkara Jakarta Raya melaksanakan beberapa program kerja yang terdiri atas Gerakan ASA (Anak Sadar Menabung), Pelatihan Dasar Rescue dan Pertolongan Saat Banjir bersama BASARNAS, Program GERAK (Gerakan Rakyat Aktif) untuk Lingkungan Bersih dan Sehat, serta pemasangan plang identitas RT. Program-program tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi keuangan anak, kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana, kepedulian lingkungan, dan kualitas sarana penunjang lingkungan. Berdasarkan penjelasan diatas, pelaksanaan KKN ini diarahkan untuk mengembangkan kapasitas masyarakat melalui pendekatan edukatif dan partisipatif yang berfokus pada literasi keuangan anak, kesiapsiagaan bencana, kebersihan lingkungan, serta penguatan identitas wilayah di RT 002 Desa Buni Bakti.


METODE PELAKSANAAN

            Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Bhayangkara Jakarta Raya di RT 002 Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi selama periode Mei hingga Juni 2026. Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bentuk kontribusi nyata dengan tujuan membantu menyelesaikan berbagai permasalahan sosial dan lingkungan melalui program-program yang disusun berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat.

            Metode pelaksanaan kegiatan diawali dengan observasi lapangan untuk memperoleh informasi mengenai kondisi lingkungan dan permasalahan yang dihadapi masyarakat. Observasi dilakukan melalui pengamatan langsung serta komunikasi dengan pengurus RT dan warga sekitar. Tahap ini menjadi dasar dalam menentukan program kerja yang akan dilaksanakan selama kegiatan KKN. Berdasarkan hasil pengamatan, ditemukan beberapa permasalahan yang meliputi rendahnya pemahaman anak-anak mengenai pentingnya menabung sejak usia dini, masih terbatasnya pengetahuan masyarakat mengenai penanganan dan kesiapsiagaan bencana banjir, kurangnya kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, serta belum tersedianya sarana penunjang berupa plang identitas wilayah.

            Setelah proses identifikasi masalah dilakukan, tahap selanjutnya adalah penyusunan program kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Program yang dirancang meliputi Gerakan ASA (Anak Sadar Menabung), Pelatihan Dasar Rescue dan Pertolongan Saat Banjir bersama BASARNAS, Program GERAK (Gerakan Rakyat Aktif) untuk Lingkungan Bersih dan Sehat, serta pembuatan plang penanda identitas RT. Perencanaan program dilakukan melalui koordinasi dengan pengurus lingkungan agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

            Pelaksanaan Gerakan ASA (Anak Sadar Menabung) menggunakan pendekatan edukatif melalui kegiatan penyuluhan dan pembelajaran interaktif kepada anak-anak. Materi yang diberikan berfokus pada pengenalan konsep menabung, manfaat menabung, serta pentingnya pengelolaan uang secara sederhana sejak usia dini. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman anak mengenai literasi keuangan sekaligus membangun kebiasaan positif dalam mengelola uang. Menurut Harahap et al. (2026), pembiasaan menabung sejak usia dini dapat membantu membentuk karakter disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan pengelolaan keuangan yang lebih baik pada masa mendatang.

            Program Pelatihan Dasar Rescue dan Pertolongan Saat Banjir dilaksanakan melalui metode sosialisasi dan pelatihan yang melibatkan BASARNAS sebagai narasumber. Kegiatan ini ditujukan untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana banjir yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Materi yang diberikan mencakup pengetahuan mengenai mitigasi bencana, prosedur penyelamatan diri, teknik evakuasi, serta tindakan pertolongan pertama dalam kondisi darurat. Saragi dan Limbong (2023) menjelaskan bahwa edukasi kebencanaan dapat meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana sekaligus mengurangi dampak yang ditimbulkan.

            Program GERAK (Gerakan Rakyat Aktif) untuk Lingkungan Bersih dan Sehat dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat secara langsung melalui kegiatan kerja bakti. Kegiatan yang dilakukan antara lain membersihkan lingkungan sekitar, mengumpulkan sampah, serta membersihkan saluran air yang berpotensi menyebabkan genangan. Melalui keterlibatan masyarakat dalam kegiatan tersebut diharapkan tumbuh kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Selain menciptakan lingkungan yang lebih sehat, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk memperkuat nilai gotong royong dan kepedulian sosial antarwarga. Rasman Sonjaya et al. (2025) menyatakan bahwa kegiatan kebersihan lingkungan berbasis partisipasi masyarakat mampu meningkatkan rasa tanggung jawab kolektif terhadap lingkungan tempat tinggal.

            Selain program edukasi dan lingkungan, mahasiswa KKN juga melaksanakan program pembuatan plang penanda identitas RT sebagai sarana informasi wilayah. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahapan yang meliputi perencanaan desain, pembuatan plang, hingga pemasangan pada titik yang telah ditentukan bersama pengurus RT. Keberadaan plang tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat maupun pendatang dalam mengenali lokasi wilayah RT dengan lebih mudah serta meningkatkan kerapihan dan identitas lingkungan.

            Pada akhir kegiatan dilakukan evaluasi terhadap seluruh program yang sudah terlaksana. Evaluasi dilaksanakan dengan mengamati tingkat partisipasi masyarakat, ketercapaian tujuan program, serta manfaat yang dirasakan oleh masyarakat setelah kegiatan berlangsung. Hasil evaluasi digunakan sebagai bahan refleksi untuk mengetahui efektivitas program sekaligus menjadi dasar dalam penyusunan rekomendasi bagi kegiatan pengabdian masyarakat yang akan datang.


HASIL

Berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat pada Desa Buni Bakti, tim  Kuliah Kerja Nyata (KKN) menyusun beberapa program kerja yang bertujuan untuk membantu masyarakat meningkatkan pengetahuan, keterampilan baru, kepedulian sosial, serta penguatan fasilitas pendukung di lingkungan masyarakat. Program kerja yang dilaksanakan meliputi Program Gerakan ASA (Anak Sadar Menabung), Program Pelatihan Dasar Rescue dan Pertolongan Saat Banjir Bersama BASARNAS, Program GERAK (Gerakan Rakyat Aktif) untuk Lingkungan yang Bersih dan Sehat, dan Program Pembuatan Plang Penanda Identitas RT. Melalui pelaksanaan berbagai program tersebut diharapkan mampu menciptakan dampak yang positif kepada masyarakat, membantu masyarakat, dan mendukung pembangunan desa secara berkelanjutan.

Program Gerakan ASA (Anak Sadar Menabung), Edukasi Menabung Sejak Dini bagi Anak-Anak

            Literasi keuangan merupakan kemampuan individu dalam memahami, mengelola, serta mengambil keputusan yang tepat terkait penggunaan keuangan dalam kehidupan sehari-hari. Literasi keuangan tidak hanya penting diterapkan pada orang dewasa, tetapi juga perlu diperkenalkan kepada anak-anak sejak usia dini agar mereka memiliki pemahaman dasar mengenai pengelolaan uang yang baik. Pendidikan keuangan pada masa kanak-kanak berdampak penting dalam pembentukan karakter dan kebiasaan yang akan memengaruhi perilaku seseorang di masa yang akan datang. Pengenalan konsep pengelolaan keuangan sejak dini kepada anak akan membentuk kemampuan yang lebih baik dalam mengatur pengeluaran, membuat perencanaan sederhana, dan memahami pentingnya menabung untuk mencapai tujuan tertentu (Loda et al., 2023).

            Pesatnya perkembangan teknologi menyebabkan anak-anak semakin mudah terpengaruh oleh berbagai tren konsumsi yang berkembang di lingkungan sekitarnya. Keinginan untuk memiliki barang yang sama dengan teman sebaya sering kali mendorong anak untuk menghabiskan uang saku tanpa mempertimbangkan manfaat jangka panjangnya. Apabila perilaku konsumtif tersebut tidak diimbangi dengan pemahaman mengenai pengelolaan keuangan yang baik, maka anak akan kesulitan membiasakan hidup hemat dan bertanggung jawab dalam menggunakan uang. Dengan demikian, diperlukan upaya edukatif yang mampu menanamkan kesadaran kepada anak mengenai pentingnya menyisihkan sebagian uang yang dimiliki untuk ditabung sebagai bekal di masa mendatang (Loda et al., 2023).

            Menabung merupakan salah satu bentuk pengelolaan keuangan sederhana yang dapat diajarkan kepada anak sejak usia dini. Kegiatan menabung tidak hanya mengajarkan anak untuk menyimpan uang, tetapi juga melatih kesabaran, kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan dalam menetapkan tujuan keuangan sederhana. Kebiasaan menabung yang dilakukan secara rutin dapat membantu anak memahami bahwa tidak semua keinginan harus dipenuhi secara langsung, melainkan perlu adanya perencanaan dan pengelolaan yang baik terhadap uang yang dimiliki. Selain itu, menabung juga dapat membantu anak membedakan antara kebutuhan dan keinginan sehingga mereka mampu mengambil keputusan yang lebih bijaksana dalam menggunakan uang (Loda et al., 2023).

            Dalam upaya meningkatkan kesadaran anak mengenai pentingnya pengelolaan keuangan sejak dini, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 38 melaksanakan program Gerakan ASA (Anak Sadar Menabung) sebagai salah satu bentuk edukasi keuangan sederhana bagi anak-anak di Desa Buni Bakti. Program ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membangun budaya menabung sejak usia dini sebagai tahapan awal dalam menumbuhkan perilaku hemat serta bertanggung jawab. Melalui kegiatan ini, anak-anak diberikan pemahaman mengenai manfaat menabung, pentingnya menyisihkan sebagian uang saku, serta cara sederhana mengelola uang sesuai kebutuhan. Program Gerakan ASA dilaksanakan pada tanggal 23 Mei 2026 dan diikuti oleh anak-anak mulai dari tingkat TK hingga SMP di lingkungan RT.002 Desa Buni Bakti.

            Dengan metode edukasi interaktif, pelaksanaan kegiatan dilakukan agar peserta lebih mudah memahami materi yang disampaikan. Mahasiswa memberikan penjelasan mengenai pengertian menabung, manfaat menabung bagi masa depan, serta contoh-contoh sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari anak-anak. Selain itu, peserta juga diajak berdiskusi mengenai pengalaman mereka dalam menggunakan uang saku dan pentingnya menyisihkan sebagian uang tersebut untuk ditabung. Metode pembelajaran yang menarik dan partisipatif digunakan untuk membantu anak-anak memahami materi serta mendorong mereka untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.

            Kegiatan edukasi menabung sejak dini memiliki manfaat yang sangat besar dalam membentuk perilaku keuangan yang positif pada anak. Menurut Ningrum et al. (2022) dalam (Loda et al., 2023), kebiasaan menabung yang ditanamkan sejak kecil dapat membantu anak belajar hidup hemat, memahami prioritas kebutuhan, serta melatih kemampuan merencanakan masa depan. Dengan adanya kebiasaan tersebut, anak akan terbiasa berpikir sebelum menggunakan uang dan lebih mampu mengendalikan keinginan yang bersifat konsumtif. Selain itu, keterlibatan orang tua dalam memberikan contoh dan dukungan terhadap kebiasaan menabung juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan pembentukan karakter keuangan anak.

            Melalui program Gerakan ASA, anak-anak diharapkan mampu memahami pentingnya menabung sebagai bagian dari kebiasaan hidup yang positif. Program ini tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai pengelolaan uang sederhana, tetapi juga menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, dan kemandirian dalam diri peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa anak-anak memiliki antusiasme yang tinggi selama proses edukasi berlangsung dan mulai memahami pentingnya menyisihkan sebagian uang saku secara rutin untuk ditabung. Dengan demikian, program Gerakan ASA diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya menabung sejak dini serta mendukung peningkatan literasi keuangan anak-anak di Desa Buni Bakti.

Gambar 1. Program Gerakan ASA (Anak Sadar Menabung)

Program Pelatihan Dasar Rescue Dan Pertolongan Saat Banjir Bersama BASARNAS

            Menurut Husein (2014) dalam Setyorini (2023), bencana merupakan peristiwa atau rangkaian peristiwa yang dapat mengancam dan mengganggu kehidupan masyarakat akibat faktor alam, nonalam, maupun aktivitas manusia. Dampak yang ditimbulkan tidak hanya berupa korban jiwa dan kerusakan lingkungan, tetapi juga kerugian harta benda serta gangguan psikologis pada masyarakat yang terdampak. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana mengelompokkan bencana ke dalam tiga kategori. Kategori pertama adalah bencana alam, yaitu bencana yang dipicu oleh proses atau fenomena alam, seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung berapi, banjir, tanah longsor, dan angin topan. Kedua, bencana non-alam yang disebabkan oleh faktor non-alam, seperti epidemi, wabah penyakit, dan kegagalan teknologi. Ketiga, bencana sosial terdiri dari bencana yang disebabkan atas tindakan manusia (Kemenkumham,2007) dalam (Setyorini, 2023).

            Sebagai bentuk peningkatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana, Kelompok KKN melaksanakan Program Pelatihan Dasar Rescue dan Pertolongan Saat Banjir bekerja sama dengan BASARNAS. Program ini dilaksanakan dengan mempertimbangkan potensi kerawanan banjir di Desa Buni Bakti yang memerlukan kesiapan dan pemahaman masyarakat dalam menghadapi situasi darurat. Materi pelatihan mencakup langkah-langkah yang perlu dilakukan pada tahap prabencana, saat bencana berlangsung, dan pascabencana. Kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 31 Mei 2026 dengan melibatkan warga RT 002 Desa Buni Bakti sebagai peserta.

            Kegiatan yang disampaikan meliputi pemaparan materi, prosedur evakuasi yang aman, penggunaan alat keselamatan, serta teknik pertolongan pertama saat banjir terjadi. Selain itu, warga juga diberikan kesempatan dengan mengikuti simulasi sederhana untuk memahami langkah-langkah yang sudah dijelaskan. Program ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat karena tidak hanya meningkatkan pengetahuan mengenai kebencanaan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya kesiapsiagaan dan kerja sama dalam menghadapi situasi darurat. Program ini dapat terlaksana dengan lancar berkat adanya kerja sama dan partisipasi aktif dari berbagai pihak, mulai dari BASARNAS hingga warga RT 002 Desa Buni Bakti.

Gambar 2. Pelatihan Dasar Rescue dan Pertolongan Saat Banjir yang bekerja sama dengan BASARNAS

Program GERAK (Gerakan Rakyat Aktif) untuk Lingkungan yang Bersih dan Sehat

            Kebersihan lingkungan merupakan salah satu faktor penting yang berpengaruh terhadap kualitas hidup dan kesehatan masyarakat. Menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dilakukan secara berkelanjutan oleh seluruh lapisan masyarakat. Hal ini karena lingkungan yang bersih tidak hanya memberikan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga mampu mengurangi risiko timbulnya berbagai penyakit akibat kondisi lingkungan yang kurang terawat. Menurut Zubair et al. (2022) dalam (Kholish et al., 2023), lingkungan yang bersih merupakan hak dasar setiap individu dalam memperoleh kehidupan yang sehat dan berkualitas.

            Salah satu permasalahan lingkungan yang masih sering dijumpai di masyarakat adalah penumpukan sampah, saluran air yang tersumbat, serta kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sekitar. Kondisi tersebut dapat menyebabkan berbagai dampak negatif, seperti menurunnya kualitas lingkungan, munculnya sumber penyakit, hingga meningkatnya risiko terjadinya banjir akibat aliran air yang tidak berjalan dengan baik. Oleh sebab itu, diperlukan upaya nyata untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan partisipasi aktif warga.

            Salah satu bentuk upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat adalah melalui kegiatan gotong royong. Sebagai salah satu budaya yang diwariskan secara turun-temurun, gotong royong telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia dan menjadi nilai sosial yang terus dijaga keberadaannya. Kegiatan gotong royong mencerminkan semangat kerja sama, saling membantu, serta kepedulian antaranggota masyarakat dalam menyelesaikan suatu pekerjaan secara bersama-sama. Selain memberikan manfaat dalam menjaga kebersihan lingkungan, gotong royong juga mampu mempererat hubungan sosial, meningkatkan rasa kebersamaan, serta menumbuhkan solidaritas di antara warga masyarakat (Kholish et al., 2023).

            Dalam rangka meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 38 melaksanakan Program GERAK (Gerakan Rakyat Aktif) untuk Lingkungan yang Bersih dan Sehat. Program ini dilatarbelakangi oleh masih adanya sampah dan saluran air yang kurang terawat di lingkungan RT.002 Desa Buni Bakti sehingga diperlukan kegiatan yang dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama. Program GERAK dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2026 dengan melibatkan seluruh warga RT.002 Desa Buni Bakti sebagai peserta kegiatan.

            Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui kerja bakti bersama yang berfokus pada pembersihan lingkungan, pengangkutan sampah, pembersihan area umum, serta perawatan saluran air yang terdapat di sekitar wilayah RT.002. Kegiatan ini dilaksanakan secara gotong royong antara mahasiswa KKN dan masyarakat setempat sehingga tercipta kerja sama yang baik dalam mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Selain melakukan pembersihan lingkungan, mahasiswa juga memberikan edukasi sederhana kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah preventif dalam mencegah berbagai permasalahan kesehatan dan lingkungan.

            Pelaksanaan Program GERAK memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat. Selain menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan tertata, program ini juga berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. Dampak positif tersebut dapat terlihat dari berkurangnya volume sampah, meningkatnya kenyamanan lingkungan, serta terawatnya saluran drainase yang berfungsi untuk mengurangi potensi genangan dan banjir. Selain manfaat lingkungan, kegiatan gotong royong yang dilaksanakan juga mampu memperkuat interaksi sosial, menumbuhkan semangat kebersamaan, dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan yang berkaitan dengan kepentingan bersama. Dengan demikian, Program GERAK diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya hidup bersih dan memperkuat semangat gotong royong sebagai salah satu nilai sosial yang penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Gambar 3. Pelaksanaan Program GERAK (Gerakan Rakyat Aktif)

Program Pembuatan Plang Penanda Identitas RT

            Identitas wilayah merupakan salah satu sarana penting yang berfungsi sebagai penunjuk lokasi, media informasi, serta penanda administratif suatu lingkungan masyarakat. Keberadaan plang penanda identitas RT tidak hanya membantu masyarakat maupun pendatang dalam mengenali suatu wilayah, tetapi juga mendukung keteraturan administrasi lingkungan. Selain itu, plang identitas wilayah dapat menjadi sarana yang mempermudah akses pelayanan publik, distribusi informasi, serta memudahkan pihak luar dalam menemukan lokasi yang dituju. Oleh karena itu, keberadaan plang penanda RT menjadi salah satu fasilitas lingkungan yang perlu diperhatikan keberadaannya. Menurut (Madiuw et al., 2022), sarana identitas wilayah memiliki peran penting dalam meningkatkan keteraturan lingkungan serta memudahkan masyarakat dalam memperoleh informasi mengenai suatu kawasan.

            Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 38 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya di Kampung Kerangkeng RT.002 RW.002 Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, ditemukan bahwa plang penanda identitas RT yang tersedia masih kurang memadai sehingga diperlukan pembaruan dan penambahan sarana identitas wilayah yang lebih jelas dan mudah terlihat oleh masyarakat. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan kesulitan bagi pendatang, tamu, maupun pihak yang berkepentingan dalam menemukan lokasi RT.002 secara tepat. Menurut (Madiuw et al., 2022), keberadaan papan informasi dan penanda wilayah yang jelas dapat meningkatkan efektivitas pelayanan masyarakat serta membantu proses identifikasi lokasi secara lebih cepat dan akurat.

            Sebagai upaya untuk membantu mengatasi permasalahan tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 38 melaksanakan Program Pembuatan Plang Penanda Identitas RT. Program ini bertujuan untuk menyediakan sarana informasi wilayah yang jelas, meningkatkan kerapihan lingkungan, serta memperkuat identitas wilayah RT.002 RW.002 Kampung Kerangkeng Desa Buni Bakti. Selain itu, keberadaan plang juga diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengenali batas dan identitas wilayah lingkungan setempat. Program ini sejalan dengan konsep pemberdayaan masyarakat yang menekankan pentingnya penyediaan fasilitas pendukung lingkungan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan masyarakat (Madiuw et al., 2022)

            Pelaksanaan program diawali dengan tahap koordinasi dan diskusi bersama Ketua RT.002 dan perangkat lingkungan setempat untuk menentukan kebutuhan, desain, ukuran, serta lokasi pemasangan plang yang dianggap strategis. Pada tahap ini, mahasiswa KKN bersama pengurus lingkungan melakukan survei lokasi guna menentukan titik pemasangan yang mudah terlihat oleh masyarakat maupun pengguna jalan yang melintas. Hasil koordinasi menunjukkan bahwa lokasi pemasangan dipilih pada area pintu masuk lingkungan RT.002 RW.002 Kampung Kerangkeng karena dinilai paling efektif sebagai titik informasi wilayah. Keterlibatan masyarakat dalam proses perencanaan program menjadi faktor penting untuk memastikan bahwa fasilitas yang dibangun sesuai dengan kebutuhan lingkungan setempat (Madiuw et al., 2022).

            Setelah tahap perencanaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan proses pembuatan desain plang. Desain plang dibuat dengan mempertimbangkan aspek keterbacaan, kerapihan, serta ketahanan penggunaan dalam jangka waktu yang panjang. Informasi yang dicantumkan pada plang meliputi identitas wilayah berupa RT.002 RW.002 Kampung Kerangkeng Desa Buni Bakti Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi. Pemilihan warna dan ukuran huruf juga disesuaikan agar dapat terlihat dengan jelas dari jarak tertentu sehingga memudahkan masyarakat dalam membaca informasi yang tersedia. Menurut (Madiuw et al., 2022), desain media informasi lingkungan yang baik harus memperhatikan aspek visual, keterbacaan, serta kemudahan akses informasi bagi masyarakat.

            Tahap berikutnya adalah proses pembuatan plang yang meliputi persiapan bahan dan peralatan, pemotongan material, pengecatan, penulisan identitas wilayah, serta penyempurnaan tampilan plang. Seluruh proses dilakukan secara gotong royong oleh mahasiswa KKN dengan memperhatikan kualitas dan kekuatan konstruksi agar plang dapat digunakan dalam jangka waktu yang lama. Setelah proses pembuatan selesai, dilakukan pengecekan kembali terhadap hasil plang untuk memastikan seluruh informasi telah tercantum dengan benar dan dapat terbaca dengan jelas. Kegiatan gotong royong dalam pembangunan fasilitas lingkungan merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang mampu memperkuat rasa memiliki terhadap sarana yang dibangun bersama (Madiuw et al., 2022).

            Pemasangan plang dilaksanakan pada lokasi yang telah ditentukan sebelumnya dengan melibatkan mahasiswa KKN dan pengurus lingkungan setempat. Kegiatan pemasangan dilakukan dengan memperhatikan keamanan dan posisi plang agar mudah terlihat oleh masyarakat. Setelah plang berhasil dipasang, dilakukan pengecekan akhir untuk memastikan plang berdiri dengan kokoh dan dapat berfungsi sebagaimana mestinya sebagai sarana identitas wilayah.

            Program pembuatan plang penanda identitas RT memberikan manfaat yang cukup besar bagi masyarakat. Keberadaan plang membantu masyarakat maupun pendatang dalam mengenali lokasi RT.002 RW.002 Kampung Kerangkeng dengan lebih mudah dan cepat. Selain itu, plang juga meningkatkan kerapihan lingkungan serta memperkuat identitas wilayah sebagai bagian dari sarana penunjang administrasi dan pelayanan masyarakat. Menurut (Madiuw et al., 2022), penyediaan sarana informasi wilayah yang memadai dapat meningkatkan efektivitas pelayanan publik sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih tertata.

            Hasil pelaksanaan program menunjukkan bahwa plang penanda identitas RT telah terpasang dengan baik pada lokasi yang strategis dan mendapatkan respons positif dari masyarakat. Warga menyambut baik adanya fasilitas tersebut karena dinilai dapat mempermudah identifikasi wilayah serta memberikan tampilan lingkungan yang lebih tertata dan informatif. Dengan demikian, Program Pembuatan Plang Penanda Identitas RT diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat serta mendukung terciptanya lingkungan yang lebih tertib, rapi, dan mudah dikenali.

Gambar 4.  Pelaksanaan Program Pembuatan Plang Identitas RT

 

SIMPULAN

Kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 38 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya di RT.002 RW.002 Kampung Kerangkeng, Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi telah terlaksana dengan baik melalui empat program kerja utama, yaitu Gerakan ASA (Anak Sadar Menabung), Pelatihan Dasar Rescue dan Pertolongan Saat Banjir bersama BASARNAS. Program GERAK (Gerakan Rakyat Aktif) untuk Lingkungan Bersih dan Sehat, serta Program Pembuatan Plang Penanda Identitas RT. Program-program tersebut disusun berdasarkan hasil observasi dan kebutuhan masyarakat setempat sehingga pelaksanaannya dapat memberikan manfaat yang sesuai dengan kondisi lingkungan masyarakat.

Pelaksanaan Program Gerakan ASA berhasil meningkatkan pemahaman anak-anak mengenai pentingnya menabung dan pengelolaan keuangan sederhana sejak usia dini. Pelatihan Dasar Rescue dan Pertolongan Saat Banjir memberikan tambahan pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana banjir. Program GERAK mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan melalui kegiatan gotong royong yang melibatkan partisipasi aktif warga. Sementara itu, Program Pembuatan Plang Penanda Identitas RT berhasil menyediakan sarana informasi wilayah yang lebih jelas sehingga memudahkan masyarakat maupun pendatang dalam mengenali lokasi RT.002 RW.002 Kampung Kerangkeng.

Secara keseluruhan, kegiatan KKN yang dilaksanakan tidak hanya memberikan manfaat dalam bentuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran, partisipasi, serta semangat gotong royong dalam kehidupan bermasyarakat. Keberlanjutan program-program yang telah dilaksanakan diharapkan dapat terus didukung oleh masyarakat dan pengurus lingkungan sehingga manfaat yang diperoleh dapat dirasakan dalam jangka panjang serta mendukung pembangunan masyarakat yang lebih mandiri, tertib, dan berkelanjutan.

 

UCAPAN TERIMA KASIH

            Rasa terima kasih yang mendalam disampaikan kepada Bapak Misin selaku Ketua RT 002, Mas Ucil yang senantiasa membantu dan mewakili kepengurusan RT 002, serta seluruh warga RT 002 Desa Buni Bakti yang telah memberikan dukungan, kerja sama, dan berbagai fasilitas selama berlangsungnya kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 38 Baraya Bakti Universitas Bhayangkara Jakarta Raya..

 

REFERENSI

 Apreriri Cahyani, Tuti Nurhaningsih, Netti Karnati, & Desi Rahmawati. (2024). Kuliah Kerja Nyata Sebagai Implementasi Pendidikan Berbasis Masyarakat di Perguruan Tinggi. Jurnal Kajian dan Penelitian Umum, 2(2), 19–29. https://doi.org/10.47861/jkpu-nalanda.v2i2.726

Harahap, A. P. A., Rosuli, F. A., & Hadijaya, Y. (2026). Sosialisasi Literasi Keuangan Anak Usia Dini Melalui Program Edukasi “Ayo Menabung” Bersama SDN 048473 Desa Ndesakti. 08(01).

Kholish, A., Jawahir, A. S., Halimah Putri, E., Lativa, F., & Naurah Nazhifah, S. (2023). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Gotong Royong : Peran Mahasiswa dalam Program KKN di Teluk Kabung Tengah. Manaruko: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2(2), 73–79. https://doi.org/10.24036/manaruko.v2i2.26

Loda, A., Rua, R. M., Enes, Y. S., Ketmoen, A., Lopes Amaral, M. A., & Grizca Boelan, E. (2023). Literasi Keuangan: Gemar Menabung Sejak Dini Bagi Anak-Anak Di Daerah Perbatasan Indonesia. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 1217–1224. https://doi.org/10.31949/jb.v4i2.4743

Rasman Sonjaya, Almadina Rakhmaniar, M.Rizky Purnama, & Moch. Fiky Trisandhi Rahmat. (2025). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Gotong Royong Dalam Mewujudkan Kebersihan Lingkungan Di Desa  Rejo Kecamatan Paga Kabupaten Sikka. JPMNT : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT NIAN TANA, 3(3), 95–100. https://doi.org/10.59603/jpmnt.v3i3.946

Saragi, M. M., & Limbong, M. H. (2023). Penyuluhan Mitigasi Bencana Banjir sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan dan Sikap Kepala Keluarga dalam Kesiapsiagaan Bencana. Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), 6(11), 5037–5045. https://doi.org/10.33024/jkpm.v6i11.12405

Setyorini, F. A. (2023). Menakar Paradigma Penanggulangan Bencana Melalui Analisis Undang-Undang No. 24 Tahun 2007 Tentang Penanggulangan Bencana. Journal of Social Politics and Governance (JSPG), 5(2), 82–96. https://doi.org/10.24076/jspg.v5i2.1339

Madiuw, D., Leutualy, V., Tasijawa, F. A., & Pugesehan, D. J. (2022). Pengabdian Masyarakat Melalui Pengadaan Papan Nama RT dan Peta Desa Haruru, Kabupaten Maluku Tengah. BAKTI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 151–156. https://doi.org/10.51135/baktivol2iss2pp151-156

 

 

No comments:

Post a Comment