Friday, July 3, 2026

Krisis Ekonomi Global dan Isu Kenaikan BBM dalam Prespektif Akuntansi, Politik, Kebijakan Fisikal dan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Pulau Morotai

 

Krisis Ekonomi Global dan Isu Kenaikan BBM dalam Prespektif Akuntansi, Politik, Kebijakan Fisikal dan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Pulau Morotai | Y | Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia

Yuliana1, Ardin Umar2, Jamiludin Hasan3

Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Pasifik Morotai

 Email: umarardin1@gmail.com2

 

Abstrak

Krisis ekonomi global yang disertai fluktuasi harga Bahan Bakar Minyak (BBM) memberikan tekanan hebat bagi wilayah kepulauan dan perbatasan seperti Kabupaten Pulau Morotai. Sebagai wilayah berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), ketergantungan Morotai terhadap pasokan logistik luar daerah memicu kerentanan inflasi tinggi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi, advokasi kebijakan, dan perumusan strategi integratif berbasis empat perspektif utama: Akuntansi, Politik, Kebijakan Fiskal, dan Perencanaan Pembangunan Daerah. Metode pelaksanaan menggunakan dialog publik. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa dalam efisiensi anggaran, penguatan regulasi pengawasan distribusi BBM skala lokal, reformulasi dana transfer pusat-daerah untuk jaring pengaman sosial.

Kata Kunci: Krisis Global, Kenaikan BBM, Kebijakan Fiskal, Perencanaan Daerah, Kabupaten Pulau Morotai.

Abstract

The global economic crisis, coupled with fluctuations in fuel prices, has placed immense pressure on archipelagic and border regions such as Morotai Island Regency. As a designated Special Economic Zone (SEZ), Morotai reliance on external logistics supplies renders it highly vulnerable to inflation. This community service initiative aims to provide education, policy advocacy, and the formulation of integrative strategies based on four key perspectives: accounting, politics, fiscal policy, and regional development planning. The implementation method utilized public dialogue. The results indicate an improved understanding among students regarding budget efficiency, the strengthening of local-scale fuel distribution oversight regulations, and the reformulation of central-to-regional transfer funds for social safety nets.

Keywords: Global Crisis, Fuel Price Hikes, Fiscal Policy, Regional Planning, Morotai Island Regency.

 PENDAHULUAN

Kabupaten Pulau Morotai yang terletak di bibir Samudra Pasifik merupakan wilayah strategis berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sekaligus pulau terluar (3T). Posisi geografis ini memberikan peluang besar, namun di sisi lain menyimpan kerentanan ekonomi yang tinggi terhadap gejolak eksternal. Ketika krisis ekonomi global melanda yang diikuti oleh kebijakan penyesuaian harga BBM domestik, wilayah kepulauan seperti Morotai menjadi salah satu yang paling terdampak secara eksponensial.

Kenaikan harga BBM langsung memicu lonjakan biaya transportasi laut dan udara yang merupakan urat nadi pasokan kebutuhan pokok masyarakat Morotai. Hal ini berdampak pada tingginya angka inflasi daerah (imported inflation). Masalah pokok yang dihadapi daerah adalah:

1.       Kurangnya kapasitas adaptasi pelaku usaha lokal dalam melakukan efisiensi biaya (Perspektif Akuntansi).

2.       Potensi instabilitas sosial-politik akibat penurunan daya beli masyarakat (Perspektif Politik).

3.       Terbatasnya ruang manuver APBD untuk memberikan subsidi atau jaring pengaman (Perspektif Kebijakan Fiskal).

4.       Perlunya pergeseran paradigma pembangunan yang tidak lagi bertumpu pada sektor konvensional yang boros energi (Perspektif Perencanaan Wilayah).

 

METODE PELAKSANAAN

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan melibatkan pemangku kepentingan kunci (key stakeholders), meliputi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), akademisi lokal dan Mahasiswa.

Metode pelaksanaan kegiatan pelatihan adalah sebagai berikut:

1.    Dialog publik dilaksanakan oleh program studi akuntansi fakultas ekonomi universitas pasifik morotai.

2.    Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan pada tanggal 18 April 2026. Kegiatan dimulai pukul 08.00 WIT sampai dengan pukul 14.00 WIT. Selama berlangsung pelatihan peserta mengikuti dengan antusias.

3.    Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Aula Kantor Bupati, dengan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 30 orang.

PEMBAHASAN

Krisis ekonomi global merupakan fenomena yang memberikan dampak luas terhadap stabilitas ekonomi berbagai negara, termasuk Indonesia. Gangguan rantai pasok dunia, konflik geopolitik,  kenaikan harga minyak mentah internasional, serta inflasi menyebabkan pemerintah harus melakukan berbagai penyesuaian kebijakan ekonomi. Salah satu kebijakan yang paling dirasakan masyarakat adalah penyesuaian harga BBM.

Kenaikan harga BBM tidak hanya meningkatkan biaya transportasi, tetapi juga berdampak pada kenaikan harga kebutuhan pokok, biaya produksi UMKM, dan penurunan daya beli masyarakat. Bagi daerah kepulauan seperti Kabupaten Pulau Morotai, dampaknya menjadi lebih besar karena tingginya biaya distribusi barang dan jasa.

Dari perspektif akuntansi, kenaikan BBM menuntut masyarakat dan pelaku usaha untuk melakukan efisiensi anggaran, pengendalian biaya operasional, serta penyusunan laporan keuangan yang lebih baik. Dari perspektif politik, kebijakan kenaikan BBM sering menjadi isu strategis yang memengaruhi kepercayaan publik terhadap pemerintah. Sementara itu, dari sisi kebijakan fiskal, pemerintah harus menjaga keseimbangan antara subsidi energi, defisit anggaran, dan keberlanjutan pembangunan nasional. Pada tingkat daerah, perubahan kebijakan nasional akan memengaruhi prioritas perencanaan pembangunan, terutama dalam penyusunan APBD.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Gambar 1. Pelaksanaan Kegiatan PKM

 

Melalui kegiatan pengabdian kepada mahasiswa, berbagai pemangku kepentingan dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai hubungan antara kebijakan ekonomi nasional dan dampaknya terhadap pembangunan daerah.

 

SIMPULAN

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat mengenai krisis ekonomi global dan isu kenaikan BBM berhasil meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai hubungan antara kebijakan ekonomi nasional dengan kondisi ekonomi daerah. Pendekatan multidisiplin yang mencakup perspektif akuntansi, politik, kebijakan fiskal, dan perencanaan pembangunan daerah memberikan wawasan yang komprehensif kepada peserta.

Mahasiswa memperoleh pengetahuan mengenai pentingnya pengelolaan keuangan yang baik, memahami arah kebijakan pemerintah, serta menyadari pentingnya partisipasi aktif dalam proses pembangunan daerah. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan literasi ekonomi mahasiswa dan memperkuat kapasitas mereka dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

 

REFERENSI

Badan Pusat Statistik Kabupaten Pulau Morotai. (2025). Kabupaten Pulau Morotai Dalam Angka 2025.

Kementerian Keuangan Republik Indonesia. (2024). Kebijakan Fiskal Regional dalam Menghadapi Tekanan Makro.

Mardiasmo. (2021). Akuntansi Sektor Publik. Yogyakarta: Andi.

 

No comments:

Post a Comment