Training on Corn Milk
Production for the PKK Group in Rempoah Village, Baturraden District
Bivannie Luhsarandini1*, Hikmah Yuliasari2, Vairus Akmala Putri3, Hanis Adila Lestari4, Hanifah Tsurayya Ayu Wardhani5, Dwi Andita6, Dean Aria Ghofi7
*Email korespondesi: bivannieluhsarandini@gmail.com
Abstrak
Desa Rempoah memiliki potensi jagung yang melimpah, namun
pemanfaatannya masih terbatas pada penjualan bahan mentah atau olahan
tradisional sehingga nilai tambah ekonomi belum optimal. Selain itu, anggota
Kelompok PKK masih memiliki keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam
mengolah pangan lokal menjadi produk inovatif yang bernilai jual. Kegiatan
pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan
keterampilan anggota PKK dalam mengolah jagung menjadi susu jagung sebagai produk
pangan bernilai tambah. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi tahap sosialisasi
dan pelatihan praktik langsung. Sosialisasi dilakukan dengan pemberian materi
mengenai kandungan gizi jagung, manfaat susu jagung, serta prinsip sanitasi dan
higienitas. Selanjutnya, pelatihan dilakukan melalui praktik pembuatan susu
jagung mulai dari pemilihan bahan baku, pengolahan, hingga pengemasan
sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan
keterampilan peserta dalam mengolah jagung menjadi susu jagung. Peserta mampu
menghasilkan produk dengan karakteristik warna, rasa, dan tekstur yang baik
serta menunjukkan antusiasme tinggi selama kegiatan. Dampak dari kegiatan ini
adalah meningkatnya kapasitas anggota PKK dalam diversifikasi pangan lokal,
serta terbukanya peluang usaha rumahan yang berpotensi menambah pendapatan
keluarga. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong pemanfaatan sumber daya lokal
dalam mendukung ketahanan pangan.
Kata kunci: PKK, susu jagung, pemberdayaan masyarakat, pangan
lokal
Abstract
Rempoah Village has abundant corn potential; however,
its utilization is still limited to the sale of raw materials or traditional
processed products, resulting in suboptimal economic value. In addition,
members of the PKK (Family Welfare Empowerment Group) still have limited
knowledge and skills in processing local food into innovative, marketable
products. This community service activity aims to improve the knowledge and
skills of PKK members in processing corn into corn milk as a value-added food
product.The implementation method consists of a socialization stage and
hands-on training. The socialization stage includes the delivery of materials
on the nutritional content of corn, the benefits of corn milk, and principles
of sanitation and hygiene. Furthermore, the training stage involves practical
sessions on making corn milk, starting from selecting raw materials,
processing, to simple packaging. The results show an increase in participants’
knowledge and skills in processing corn into corn milk. Participants were able
to produce products with good color, taste, and texture characteristics, and
demonstrated high enthusiasm throughout the activity. The impact of this
program is an increase in the capacity of PKK members in local food
diversification, as well as the emergence of home-based business opportunities
that have the potential to increase family income. In addition, this activity
encourages the utilization of local resources to support food security.
Keywords: PKK, corn milk, community empowerment, local food
Article Info
Received date: 9 April 2026 Revised date: 15 April 2026 Accepted date: 20 April 2026
PENDAHULUAN
Kelompok PKK
Desa Rempoah saat ini memiliki semangat tinggi dalam berorganisasi dan
menjalankan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. Namun, dalam hal
pemberdayaan ekonomi, khususnya melalui pemanfaatan potensi pangan lokal,
kelompok ini masih menghadapi berbagai keterbatasan. Salah satu kendala utama
adalah belum adanya program pelatihan atau pendampingan yang berkelanjutan
dalam mengolah hasil pertanian lokal menjadi produk olahan bernilai ekonomi.
Desa Rempoah memiliki produksi jagung yang cukup melimpah dan belum
dimanfaatkan secara maksimal.
Permasalahan
lain yang dihadapi mitra adalah rendahnya keterampilan dan pengetahuan anggota
PKK dalam menciptakan inovasi produk pangan berbasis jagung. Sebagian besar
anggota belum memiliki pengalaman dalam pengolahan jagung menjadi produk
turunan seperti susu jagung, yogurt, atau makanan ringan sehat. Selain itu,
masih terbatasnya wawasan mengenai teknik pengemasan, pengawetan alami, serta
strategi pemasaran produk menjadi hambatan dalam mengembangkan usaha berbasis
pangan lokal ini.
Belum adanya
peralatan sederhana pendukung pengolahan produk pangan juga menjadi kendala
teknis yang memperlambat inisiasi usaha olahan pangan berbasis jagung. Minimnya
akses terhadap informasi pasar, pelatihan kewirausahaan, serta belum adanya
branding produk menyebabkan kelompok PKK belum siap untuk mengembangkan potensi
jagung menjadi produk komersial. Oleh karena itu, diperlukan program
pemberdayaan yang menyeluruh untuk menjawab berbagai permasalahan tersebut dan
mengarahkan mitra agar lebih mandiri dalam mendukung ketahanan pangan sekaligus
peningkatan ekonomi keluarga.
Kelompok PKK
di Desa Rempoah tergolong aktif dalam kegiatan sosial dan ekonomi, namun masih
terbatas pada kegiatan rutin seperti arisan, kerja bakti, dan
pelatihan-pelatihan dasar. Potensi ibu-ibu PKK ini untuk diberdayakan dalam
pengolahan pangan sangat besar, mengingat mereka berperan langsung dalam
pengelolaan konsumsi rumah tangga. Namun demikian, minimnya pengetahuan dan
keterampilan dalam mengolah hasil pertanian menjadi produk yang bernilai jual
menyebabkan potensi tersebut belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
Pelatihan
pembuatan susu jagung di Kelompok PKK Desa Rempoah Kecamatan Bautrraden sebagai
bentuk pemberdayaan kelompok. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan dari peserta dalam mengolah dan memanfaatkan
sumber daya alam yang melimpah di Desa. Selain itu, dengan adanya kegiatan ini
dapat memberdayakan pemuda desa untuk membuat produk yang memiliki nilai tambah
dan memiliki nilai ekonomi.
METODE
Penerapan yang
dilakukan kepada mitra sasaran adalah berupa pelatihan pembuatan susu jagung.
Jagung menjadi salah satu produk yang banyak dihasilkan di Desa Rempoah,
Kecamatan Baturraden, Kabupaten Banyumas. Pengolahan yang masih sederhana
membuat jagung hanya dijual secara langsung atau pengolahan makanan
tradisional. Susu jagung berbahan dasar jagung yang merupakan hasil pertanian
di desa setempat. Kegiatan yang dilaksanakan pada pengabdian ini melalui
beberapa tahapan diantaranya sebagai berikut :
1. Sosialisasi
Sosialisasi
dilakukan dengan memberikan pemaparan tentang jagung, manfaat susu jagung dan
cara mengolah jagung menjadi susu jagung. Diskusi dan pemaparan diberikan untuk
menambah ilmu pengetahuan bagi mitra sasaran.
2. Pelatihan Pembuatan Susu
Jagung
Praktik
pembuatan susu jagung dilakukan oleh mitra PKK dan dibantu oleh tim pelaksana.
Pelatihan dilakukan dari tahap grading jagung, pengupasan, pemotongan,
perebusan, pengolahan, dan pengemasan.
HASIL, PEMBAHASAN, DAN
DAMPAK
Hasil
Kegiatan pelatihan
pembuatan susu jagung yang dilaksanakan di Kelompok PKK Desa Rempoah berjalan
dengan lancar dan mendapat respon yang sangat positif dari peserta. Jumlah
peserta yang hadir sebanyak 30 orang, terdiri dari ibu-ibu anggota PKK dengan
latar belakang sebagian besar ibu rumah tangga. Hasil dari kegiatan ini
meliputi:
1.
Peningkatan Pengetahuan Peserta
Sebelum pelatihan, sebagian besar peserta belum
mengetahui bahwa jagung dapat diolah menjadi minuman bernilai ekonomi seperti
susu jagung. Setelah pelatihan, peserta memahami tentang kandungan gizi jagung,
Proses pengolahan susu jagung dan Teknik sanitasi dan higienitas dalam produksi
pangan
2.
Peningkatan Keterampilan Praktis
Peserta mampu mempraktikkan langsung proses pembuatan
susu jagung, mulai dari pemilihan bahan baku jagung, proses perebusan dan
penghalusan, enyaringan, penambahan bahan tambahan pangan, dan pengemasan
sederhana.
3.
Produk Hasil Pelatihan
Dihasilkan produk susu jagung dengan karakteristik warna kuning cerah alami,
rasa manis dan aroma khas jagung, tekstur halus dan homogen
4.
Antusiasme Peserta
Peserta menunjukkan antusiasme tinggi, ditunjukkan dengan
keaktifan dalam sesi diskusi, tanya jawab, serta minat untuk mencoba usaha
mandiri berbasis produk susu jagung.
Pembahasan
Sebelum
dilakukan kegiatan pelatihan para peserta mengikuti tes awal yang berisikan
beberapa pertanyaan tentang pemahaman tentang jagung dan pembuatan susu jagung.
Pelatihan diawali dengan pembukaan dan perkenalan yang disampaikan oleh
moderator. Kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab sebelum penjelasan
materi. Penjelasan materi tentang jagung dan proses pembuatan susu jagung.
Setelah pemaparan selesai dilakukan sesi post test untuk mengukur tingkat
pngetahuan dari kelompok PKK. Kemudian dilakukan praktik langsung pembuatan
susu jagung dari pengupasan hingga pengemasan.
Gambar 1. Proses Pembuatan Susu Jagung
Gambar 2. Tim PKM Pembuatan Susu Jagung
Pelatihan ini
menunjukkan bahwa pemanfaatan bahan pangan lokal seperti jagung memiliki
potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah. Jagung
yang selama ini hanya dimanfaatkan sebagai bahan pangan pokok atau pakan
ternak, dapat diolah menjadi minuman fungsional yang memiliki daya tarik pasar.
Dari sisi
teknologi pangan, proses pembuatan susu jagung tergolong sederhana dan mudah
diaplikasikan pada skala rumah tangga. Hal ini menjadi keunggulan karena tidak
memerlukan peralatan yang kompleks maupun biaya produksi yang tinggi. Selain
itu, bahan baku jagung relatif mudah diperoleh di wilayah Desa Rempoah. Peningkatan
pengetahuan dan keterampilan peserta menunjukkan bahwa metode pelatihan
berbasis praktik langsung (learning by doing) efektif dalam mentransfer
teknologi tepat guna kepada masyarakat. Peserta tidak hanya menerima teori,
tetapi juga mengalami langsung proses produksi, sehingga pemahaman menjadi
lebih mendalam.
Dampak
Pelaksanaan kegiatan pelatihan ini memberikan dampak yang
cukup signifikan, baik dalam aspek pengetahuan, ekonomi, maupun sosial
masyarakat. Dampak dari pengabdian ini adalah warga Desa Rempoah yaitu dapat
memberikan nilai tambah pada pangan lokal seperti jagung dan terjadinya
peningkatan pengetahuan serta keterampilan. Kegiatan ini membuka peluang usaha
baru bagi masyarakat, khususnya ibu-ibu PKK, untuk mengembangkan usaha rumahan
(home industry) berbasis susu jagung. Produk ini berpotensi menjadi
sumber pendapatan tambahan keluarga. Adanya minat peserta untuk melanjutkan
produksi susu jagung secara mandiri maupun kelompok menjadi indikator bahwa
program ini memiliki potensi untuk berkelanjutan, terutama jika didukung dengan
pendampingan lanjutan dalam aspek produksi dan pemasaran.
SIMPULAN
Kegiatan
pelatihan pembuatan susu jagung di Kelompok PKK Desa Rempoah Kecamatan
Baturraden telah berjalan dengan baik dan efektif dalam meningkatkan
pengetahuan serta keterampilan peserta. Pelatihan ini mampu memberikan
pemahaman kepada peserta mengenai potensi jagung sebagai bahan baku produk
olahan bernilai tambah, serta membekali mereka dengan kemampuan teknis dalam
proses pembuatan susu jagung secara sederhana dan higienis. Selain itu,
kegiatan ini juga membuka peluang pengembangan usaha rumahan berbasis pangan
lokal yang berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga. Antusiasme dan
partisipasi aktif peserta menunjukkan bahwa program ini relevan dengan
kebutuhan masyarakat dan memiliki potensi untuk dikembangkan secara
berkelanjutan. Dengan demikian, pelatihan ini tidak hanya memberikan manfaat
dalam aspek edukasi, tetapi juga berkontribusi terhadap pemberdayaan ekonomi
masyarakat serta mendukung diversifikasi pangan berbasis sumber daya lokal.
UCAPAN TERIMAKASIH
Ucapan terima
kasih penulis ucapkan kepada UNU Purwokerto yang telah memberikan dana pengabdian
melalui Program Hibah Internal 2025.
REFERENSI
Aini, N. (2018). Peningkatan nilai tambah produk jagung melalui inovasi
pangan lokal. Jurnal Teknologi Pangan Lokal, 5(2), 55–62.
Astuti, S., & Nugroho, H. (2021). Pemberdayaan perempuan melalui
pelatihan produk olahan pangan lokal. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat,
7(1), 33–41.
Badan Ketahanan Pangan. (2020). Pedoman ketahanan pangan keluarga.
Jakarta: Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
Badan Pusat Statistik. (2023). Produksi jagung nasional. Jakarta:
BPS.
Sari, M. P. (2016). Manajemen usaha mikro dalam meningkatkan
kesejahteraan keluarga di desa. Jurnal Ekonomi dan Pembangunan, 14(1),
40–48.
Setiawan, B. (2019). Kewirausahaan pangan lokal dan pengembangan UMKM
desa. Jurnal Manajemen UMKM, 5(1), 15–25.
Sulastri, E., & Wibowo, A. (2021). Pengemasan dan branding produk
pangan skala rumah tangga. Jurnal Teknologi Industri Pangan, 8(2),
90–99.
Sutrisno, A. (2018). Penerapan good manufacturing practices pada industri
pangan rumah tangga. Jurnal Keamanan Pangan, 4(2), 66–74.
Utami, N. W., & Handayani, S. (2020). Inovasi produk pangan berbasis
jagung sebagai pangan alternatif. Jurnal Pangan dan Gizi, 7(3), 120–128.
Wahyuni, S. (2019). Pengembangan usaha pangan lokal berbasis potensi
desa. Jurnal Ekonomi Pedesaan, 6(1), 50–60.
Yuliana, D., & Prabowo, R. (2018). Peningkatan kapasitas kelompok PKK
melalui pelatihan kewirausahaan. Jurnal Pemberdayaan Sosial, 5(1),
30–38.
Yuniarti, L. (2022). Strategi pemasaran digital untuk produk pangan
lokal. Jurnal Manajemen Pemasaran, 9(2), 77–85.
Zulkarnain, A. (2020). Ketahanan pangan keluarga berbasis sumber daya
lokal. Jurnal Pembangunan Berkelanjutan, 8(1), 60–69.
No comments:
Post a Comment