Saturday, July 11, 2026

Pengembangan Desa Berkelanjutan Melalui Pengelolaan Lingkungan, Digitalisasi UMKM, dan Edukasi Masyarakat di Desa Kedung Pengawas Rw 13 Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi

Pengembangan Desa Berkelanjutan Melalui Pengelolaan Lingkungan, Digitalisasi UMKM, dan Edukasi Masyarakat di Desa Kedung Pengawas Rw 13 Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi | Refandiasworo | Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia

Alfanda Refandiasworo¹, Alluf Luqman Raasyid², Anantha Adetya Putra³, Aulia Aishiteri Angelin⁴, Azzahra Octarina⁵, Cornelius Parulian Sinurat⁶, Faris Gromiko⁷, Muhammad Rafi Sujud⁸, Naelis Suhada⁹, Nur Aulia Kamilah¹⁰, Reskal De Perta¹¹, Salsa Paulina Rahman¹², Wulandari Muazizah¹³, Yudo Arsya Ramadhan¹⁴

1-14 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya, Bekasi, Indonesia

Email: alpandax07@gmail.com

 

ABSTRACT

Community Service Program (KKN) is a form of community engagement that aims to implement students’ knowledge and skills within society. KKN Group 80 of Universitas Bhayangkara Jakarta Raya was conducted in Kedung Pengawas Village, Babelan District, Bekasi Regency, with a focus on enhancing community participation through educational activities, MSME development, and environmental awareness. The implemented programs included children’s creativity development activities, public health awareness programs, assistance for micro-enterprises through promotional media strengthening and QRIS digital payment socialization, as well as community-based environmental clean-up activities. The implementation method consisted of observation, coordination with village officials, participatory program implementation, and activity evaluation. The results indicated that the children’s creativity development activity involved 40 participants, the public health awareness activity involved 16 residents, the micro-enterprise assistance program involved 5 MSME owners with 3 business owners expressing interest in adopting QRIS, and the environmental clean-up activity involved 20 residents and 14 KKN students. The programs received positive responses from the community and contributed to improving children’s creativity, public health awareness, MSME owners’ understanding of digital technology utilization, and environmental cleanliness awareness.

Keywords: Community Service Program, community empowerment, MSMEs, QRIS, community participation.

ABSTRAK

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan KKN Kelompok 80 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya dilaksanakan di Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi dengan fokus pada peningkatan partisipasi masyarakat melalui kegiatan edukatif, penguatan UMKM, dan kepedulian terhadap lingkungan. Program yang dilaksanakan meliputi kegiatan pengembangan kreativitas anak, peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat, pendampingan pelaku usaha mikro melalui penguatan media promosi dan sosialisasi sistem pembayaran digital QRIS, serta kegiatan kebersihan lingkungan berbasis gotong royong. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan observasi, koordinasi dengan perangkat desa, pelaksanaan program secara partisipatif, dan evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa kegiatan pengembangan kreativitas anak diikuti oleh 40 peserta, kegiatan peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat melibatkan 16 warga, pendampingan usaha mikro melibatkan 5 pelaku UMKM dengan 3 pelaku usaha menunjukkan minat terhadap penggunaan QRIS, serta kegiatan kebersihan lingkungan melibatkan 20 warga dan 14 mahasiswa KKN. Program yang dilaksanakan memperoleh respons positif dari masyarakat dan memberikan manfaat dalam meningkatkan kreativitas anak, kesadaran kesehatan masyarakat, pemahaman pelaku usaha terhadap pemanfaatan teknologi digital, serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

Kata Kunci: Kuliah Kerja Nyata, pemberdayaan masyarakat, UMKM, QRIS, partisipasi masyarakat.

 

Article Info

Received date: 25 May  2026                                  Revised date: 30 May  2026                                            Accepted date: 30 June  2026

 

PENDAHULUAN

Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan akademik yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat guna mengidentifikasi permasalahan yang ada serta memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan setempat.

Pemberdayaan masyarakat merupakan proses yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali, mengelola, dan mengembangkan potensi yang dimiliki guna mencapai kesejahteraan yang lebih baik. Menurut Mardikanto dan Soebiato (2017), pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui peningkatan kapasitas individu maupun kelompok sehingga masyarakat mampu berpartisipasi secara aktif dalam proses pembangunan.

Desa Kedung Pengawas yang berada di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi sosial dan ekonomi yang cukup baik. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Kelompok 80 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya pada semester 6 tahun akademik 2026/2027. Kelompok ini terdiri dari 14 mahasiswa lintas program studi yang dibimbing oleh Dr. Matdio Siahaan, SE.,MM,

Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di Desa Kedung Pengawas, mahasiswa KKN Kelompok 80 melakukan peninjauan lokasi serta berkoordinasi dengan Ketua RW 13 dan perangkat setempat untuk mengetahui kondisi lingkungan dan kebutuhan masyarakat. Pada tahap ini, mahasiswa juga memaparkan rencana program kerja yang telah disusun kepada pihak RW sebagai bentuk koordinasi sebelum pelaksanaan kegiatan. Hasil observasi dan koordinasi tersebut menjadi dasar dalam pelaksanaan program kerja yang meliputi lomba mewarnai, senam bersama, pendampingan UMKM melalui pembuatan banner dan sosialisasi QRIS, serta kegiatan kerja bakti lingkungan.

Masyarakat Desa Kedung Pengawas masih mempertahankan budaya gotong royong yang diwujudkan melalui kegiatan kerja bakti rutin sebanyak dua kali dalam satu bulan. Namun, kegiatan tersebut masih berfokus pada beberapa titik tertentu sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan pemerataan partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu penunjang aktivitas ekonomi masyarakat Desa Kedung Pengawas. Perkembangan teknologi digital mendorong pelaku usaha untuk mampu beradaptasi dengan berbagai inovasi yang dapat mendukung peningkatan kualitas usaha. Prasetyo dan Hidayat (2023) menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi digital mampu membantu UMKM meningkatkan efektivitas promosi dan memperluas jangkauan pasar. Namun, berdasarkan hasil observasi lapangan, masih terdapat pelaku usaha yang belum memanfaatkan media promosi maupun sistem pembayaran digital sebagai pendukung kegiatan usaha.

Pada aspek pendidikan dan sosial, anak-anak memerlukan kegiatan yang dapat mendorong kreativitas serta meningkatkan interaksi positif dengan lingkungan sekitar. Menurut Arsyad (2019), penggunaan media visual dan kegiatan kreatif dapat membantu meningkatkan minat belajar serta kemampuan anak dalam mengekspresikan ide dan gagasan.

Berdasarkan kondisi tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 80 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya merancang beberapa program kerja yang berfokus pada kegiatan senam bersama dan lomba mewarnai, pendampingan UMKM melalui pembuatan banner usaha dan sosialisasi penggunaan QRIS, serta kegiatan kerja bakti bersama masyarakat. Program-program tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung upaya pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

 

LANDASAN TEORI

1.         Pemberdayaan Masyarakat : 

Menurut Mardikanto dan Soebiato (2017), pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui upaya peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu berpartisipasi aktif dalam pembangunan dan menciptakan kemandirian sosial maupun ekonomi.

2.         Digitalisasi UMKM : 

Menurut Prasetyo dan Hidayat (2023), penerapan teknologi digital mampu meningkatkan efisiensi usaha, memperluas jangkauan pemasaran, dan meningkatkan daya saing UMKM di era ekonomi digital. dalam menjalankan kegiatan usahanya. Digitalisasi UMKM dapat dilakukan melalui pemanfaatan media promosi digital, sistem pembayaran elektronik

3.         Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) : 

QRIS merupakan standar kode QR nasional yang dikembangkan untuk mempermudah transaksi pembayaran digital di Indonesia. Menurut Nugroho dan Sari (2022), implementasi QRIS mampu mendukung efisiensi transaksi serta meningkatkan modernisasi sistem pembayaran pada sektor UMKM.

4.         Kreativitas Anak melalui Kegiatan Edukatif : 

Kegiatan edukatif seperti lomba mewarnai dapat menjadi sarana pengembangan kreativitas, imajinasi, serta kemampuan motorik anak. Menurut Muslikhaha dan Pamunhkas (2022), kegiatan  edukatif mampu meningkatkan kreativitas dan kemampuan motoric anak. pembelajaran yang melibatkan unsur visual dan praktik secara langsung mampu meningkatkan minat belajar serta mendorong perkembangan kemampuan berpikir kreatif pada anak.

5.         Gotong Royong dan Kebersihan Lingkungan : 

Gotong royong merupakan salah satu nilai sosial yang berperan penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Menurut wahyuni dan Kurniawan (2023) menjelaskan  gotong royong merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang berperan penting dalam menjaga kebersihan lingkungan.

 

METODE PELAKSANAAN

Kegiatan KKN Kelompok 80 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya dilaksanakan di Desa Kedung Pengawas, RW 13, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, selama periode 19 Mei -19 Juni tahun 2026. Pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat dalam setiap tahapan kegiatan mulai dari observasi, pelaksanaan program, hingga evaluasi.

Tahap Persiapan dan Observasi

Pada tahap awal, mahasiswa melakukan observasi lapangan untuk mengidentifikasi kondisi lingkungan, kebutuhan masyarakat, serta potensi yang dimiliki oleh Desa Kedung Pengawas. Observasi dilakukan melalui pengamatan langsung, komunikasi dengan perangkat desa, dan interaksi dengan masyarakat setempat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk menentukan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, dilakukan koordinasi dengan pemerintah desa guna memperoleh dukungan dan menentukan jadwal pelaksanaan kegiatan yang tepat.

Gambar 1. Mahasiswa melakukan observasi lapangan di rw 13 desa kedung pengawas untuk mengidentifikasi kondisi lingkungan, kebutuhan masyarakat, serta potensi yang dimiliki oleh Desa Kedung Pengawas

Pelaksanaan Program Kerja

1)      Program kerja pertama dilaksanakan pada tanggal 31 Mei 2026 melalui kegiatan lomba mewarnai dan senam bersama. Kegiatan diawali dengan lomba mewarnai Dengan jumlah terdaftar yaitu 40 anak-anak dan dilaksanakan pada pukul 13.00 WIB dan diikuti oleh anak-anak Desa Kedung Pengawas. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan sarana edukatif yang dapat mendukung pengembangan kreativitas, imajinasi, dan kemampuan motorik anak. Mahasiswa KKN menyediakan perlengkapan yang dibutuhkan peserta, seperti lembar gambar dan alat mewarnai. Selama kegiatan berlangsung, peserta diberikan kesempatan untuk mengekspresikan kreativitasnya melalui penggunaan warna dan teknik mewarnai sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Gambar 2. Kegiatan lomba mewarnai di masjid rw 13 kedung pengawas

2)      Program dilanjutkan dengan senam bersama dengan warga yang terdaftar 16 ibu-ibu yang dilaksanakan pada pukul 16.00 WIB. Kegiatan ini melibatkan masyarakat Desa Kedung Pengawas RW 13 dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin. Selain memberikan manfaat bagi kebugaran tubuh, senam bersama juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial antara masyarakat dan mahasiswa KKN. Pelaksanaan kedua kegiatan tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup baik. Kegiatan lomba mewarnai dan senam bersama tidak hanya memberikan manfaat pada aspek pendidikan dan kesehatan, tetapi juga menjadi media untuk memperkuat interaksi sosial di lingkungan masyarakat Desa Kedung Pengawas.

Gambar 3. Senam bersama dengan warga desa kedung pengawas rw 13 di lapangan badminton

3)      Program kerja dilaksanakan pada tanggal 6 Juni 2026 pukul 09.00 dengan fokus pada pendampingan dan pendataan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Warga yang terdaftar dan berpartisipasi yaitu 5 warga untuk banner umkm dan untuk qris terdapat 3 warga. Kegiatan diawali dengan kunjungan langsung ke lokasi usaha yang berada di wilayah Desa Kedung Pengawas RW 13 . Mahasiswa melakukan wawancara singkat dan pendataan untuk mengetahui kondisi usaha, bentuk promosi yang telah digunakan, serta tingkat pemahaman pelaku usaha terhadap penggunaan teknologi digital dalam kegiatan usaha sehari-hari. Berdasarkan hasil pendataan, mahasiswa menemukan bahwa sebagian pelaku usaha masih mengandalkan promosi secara konvensional dan belum memanfaatkan teknologi digital Oleh karena itu, mahasiswa memberikan sosialisasi mengenai pentingnya promosi usaha penggunaan sistem pembayaran digital melalui QRIS Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada pelaku UMKM mengenai pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi guna mendukung keberlangsungan dan pengembangan usaha.

Gambar 4. Penyebaran banner umkm ke rumah warga kedung pengawas rw 13 yang sudah terdata sebelumnya.

Gambar 5. Pendataan QRIS Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

4)      Program kerja terakhir berupa kegiatan kerja bakti yang dilaksanakan pada tanggal 7 Juni 2026 pukul 09.30 bersama masyarakat Desa Kedung Pengawas terdapat 15-20 warga RW 13 dan 14 Mahasiswa kkn kelompok 80. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan sekaligus menyalurkan 5 tong sampah untuk desa kedung pengawas rw 13. mahasiswa melakukan koordinasi dengan perangkat desa dan warga setempat untuk menentukan lokasi yang menjadi prioritas pembersihan dan penempatan tong sampah. Pelaksanaan kerja bakti meliputi kegiatan membersihkan area lingkungan, mengumpulkan sampah, serta membersihkan saluran air yang berada di sekitar lokasi kegiatan. Mahasiswa dan masyarakat bekerja sama dalam melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan sehingga tercipta suasana kebersamaan dan kerja sama yang positif. Selain memberikan dampak terhadap kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan masyarakat.

Gambar 6. Kegiatan kerja bakti sekaligus menyalurkan 5 tong sampah untuk desa kedung pengawas rw 13

Evaluasi

Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi pasca-kegiatan dan diskusi reflektif bersama anggota kelompok KKN. Indikator keberhasilan program ditentukan berdasarkan tingkat partisipasi masyarakat, keterlibatan peserta dalam kegiatan, serta manfaat yang dirasakan oleh masyarakat setelah kegiatan dilaksanakan.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh program kerja dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana yang telah disusun. Kegiatan senam bersama diikuti oleh 16 warga, lomba mewarnai diikuti oleh 40 anak, pendampingan UMKM melibatkan 5 pelaku usaha dengan 3 pelaku usaha yang berminat menggunakan QRIS, serta kegiatan kerja bakti melibatkan 20 warga dan 14 mahasiswa KKN. Partisipasi masyarakat yang cukup tinggi menunjukkan bahwa program yang dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Kedung Pengawas.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pelaksanaan program kerja KKN di Desa Kedung Pengawas memberikan dampak positif bagi masyarakat dalam aspek sosial, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan. Kegiatan senam bersama yang diikuti oleh 16 warga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin. Selain memberikan manfaat bagi kesehatan, kegiatan tersebut juga mempererat hubungan antara mahasiswa KKN dan masyarakat setempat.

Kegiatan lomba mewarnai yang diikuti oleh 40 anak memberikan ruang bagi anak-anak untuk menyalurkan kreativitas dan mengembangkan kemampuan motorik halus. Tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa kegiatan edukatif dan rekreatif masih menjadi kebutuhan yang penting dalam mendukung perkembangan anak di lingkungan masyarakat desa.

Pada bidang pemberdayaan ekonomi, pendataan terhadap pelaku UMKM menunjukkan adanya kebutuhan akan peningkatan promosi dan pemanfaatan teknologi digital dalam kegiatan usaha. Sebanyak 5 pelaku UMKM memperoleh pendampingan terkait kebutuhan media promosi berupa banner usaha, sedangkan 3 pelaku UMKM menyatakan minat untuk menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran digital. Hasil ini menunjukkan bahwa pelaku usaha mulai menyadari pentingnya transformasi digital sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada konsumen dan memperluas peluang usaha.

Kegiatan kerja bakti yang melibatkan 15-20 warga dan 14 mahasiswa KKN kelompok 80 menunjukkan masih kuatnya nilai gotong royong di tengah masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, lingkungan sekitar menjadi lebih bersih dan tertata, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan nyaman.

Secara keseluruhan, pelaksanaan program kerja KKN mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang telah diidentifikasi pada tahap observasi awal. Kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, serta penerapan ilmu pengetahuan di lingkungan masyarakat.

Secara keseluruhan, program-program yang dilaksanakan mampu menjawab kebutuhan masyarakat yang telah diidentifikasi pada tahap observasi. Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta membangun kerja sama dengan masyarakat.

 

SIMPULAN

Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 80 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya di Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi Dengan Dosen Pembimbing Lapangan yaitu Dr. Matdio Siahaan, SE.,MM. telah terlaksana dengan baik melalui berbagai program kerja yang berfokus pada bidang sosial, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan. Program yang dilaksanakan meliputi lomba mewarnai bagi anak-anak, senam bersama masyarakat, pendampingan UMKM melalui pembuatan banner usaha dan sosialisasi penggunaan QRIS, serta kegiatan kerja bakti lingkungan.

Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respons yang positif terhadap seluruh program yang dilaksanakan. Lomba mewarnai yang diikuti oleh 40 anak mampu memberikan ruang bagi pengembangan kreativitas dan kemampuan berekspresi. Kegiatan senam bersama yang diikuti oleh 16 warga menjadi sarana untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga. Pada bidang ekonomi, pendampingan terhadap 5 pelaku UMKM serta minat 3 pelaku usaha dalam memanfaatkan QRIS menunjukkan adanya peluang pengembangan digitalisasi usaha di tingkat masyarakat. Selain itu, kegiatan kerja bakti yang melibatkan 15-20 warga dan 14 mahasiswa KKN kelompok 80, menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan masih terjaga dengan baik.

Secara keseluruhan, program kerja yang dilaksanakan telah memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Kedung Pengawas serta mendukung upaya pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan partisipatif. Kegiatan KKN juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan, meningkatkan kemampuan komunikasi, serta membangun kerja sama dengan masyarakat secara langsung.

Diperlukan upaya pendampingan yang berkelanjutan, khususnya pada bidang pengembangan UMKM dan pemanfaatan teknologi digital, agar manfaat program yang telah dilaksanakan dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat Desa Kedung Pengawas.

 

UCAPAN TERIMA KASIH

Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang kami laksanakan telah terlaksana dengan baik dan lancar. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan, bantuan, serta kerja sama dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1.       Dr. Matdio Siahaan, S.E., M.M., selaku Dosen Pembimbing Lapangan yang telah memberikan bimbingan, arahan, masukan, dan motivasi selama pelaksanaan kegiatan KKN hingga penyusunan artikel ini.

2.       Seluruh anggota KKN Kelompok 80 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya yang telah bekerja sama, saling membantu, dan berkontribusi dalam menyukseskan seluruh program kerja yang telah direncanakan.

3.       Kepala Desa Kedung Pengawas beserta perangkat desa, Ketua RW, Ketua RT, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, serta seluruh warga Desa Kedung Pengawas yang telah menerima, mendukung, dan berpartisipasi aktif dalam setiap kegiatan yang dilaksanakan selama program KKN berlangsung.

4.       Anak-anak peserta kegiatan pengembangan kreativitas dan masyarakat yang mengikuti berbagai program KKN, atas antusiasme dan partisipasinya sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik.

5.       Keluarga dan seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu per satu yang telah memberikan dukungan moral maupun materiil selama pelaksanaan kegiatan KKN.

 

REFERENSI

Muslikhah, H., & Pamungkas, J. (2022). Penggunaan ruang media audio visual pada kegiatan pengembangan seni sebagai ajang kreativitas anak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6), 6079–6089. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.2853​

Larasati, N., Ahsani, R. F., & Rosalita, T. S. (2026). Optimalisasi UMKM melalui digitalisasi pembayaran dengan QRIS. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara, 6(4), 6426–6431. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v6i4.7403​

Ridwan, M., Arsini, Y., Alfandi, R., Saragih, S. M., Zahra Maha, T. A., & Sari, V. F. (2025). Pemberdayaan pelaku usaha melalui digitalisasi UMKM berbasis QRIS dan Google Maps di Desa Batu Karang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 4(2), 483–493. https://doi.org/10.55606/jpmi.v4i2.6515

Saleha, D., Hasibuan, N. S., Nevia, Y. I., Wijayanti, I., & Wafirotin, K. Z. (2026). Pemberdayaan UMKM melalui digitalisasi pembayaran dan pemasaran berbasis QRIS dan media sosial. Mejuajua: Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, 5(3), 743–751. https://doi.org/10.52622/mejuajuajabdimas.v5i3.376  

Firdaus, R. A., Fakhroji, H., Wandira, V. S., Siagian, K. G., & Bustomi, T. (2025). Revitalisasi budaya gotong royong untuk mewujudkan lingkungan bersih dan sehat di Desa Cimanganten, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. ARSY: Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat, 6(3). https://doi.org/10.55583/arsy.v6i3.1688