Leni Rohida*1,
Riski Maulana2, Nalandha Fatra Palemba3, Arya
Rizalulhaq4, Prayoga5, Rosi Malaika
Bella6
1,2,3
Program Studi Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon
4
Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Swadaya Gunung Jati, Cirebon
5, 6
Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Swadaya
Gunung Jati, Cirebon
*Corresponding Author: leni.rohida@ugj.ac.id
Abstrak
Kegiatan
pengabdian kepada masyarakat ini ditujukan untuk merevitalisasi Perpustakaan
Desa Waled Kota, Kabupaten Cirebon, agar bertransformasi menjadi perpustakaan
interaktif berbasis digital storytelling yang lebih menarik bagi
anak-anak, sekaligus meningkatkan kemampuan pengelolaan koleksi dan kemudahan
akses informasi bagi masyarakat setempat.
Persoalan yang dihadapi mencakup koleksi buku yang belum tertata rapi dan
tidak sesuai dengan sistem klasifikasi, pojok baca yang kurang menarik minat
pengunjung, serta belum tersedianya akun perpustakaan digital untuk mempermudah
penelusuran koleksi. Pelaksanaan kegiatan mengadopsi pendekatan partisipatif
yang terdiri atas beberapa tahap, yaitu persiapan, observasi, koordinasi,
pelaksanaan, evaluasi, dan peresmian. Kegiatan berlangsung selama periode 3 hingga
22 Agustus 2026, meliputi kegiatan pembersihan dan pengklasifikasian buku
sesuai sistem klasifikasi yang berlaku, penomoran serta pelabelan terhadap 979
eksemplar buku bantuan dari Perpustakaan Nasional, penginputan data koleksi ke
dalam website Taman Pustaka, penataan ulang buku pada rak, penghiasan pojok
baca dengan kerajinan origami, penambahan fasilitas berupa pagar dan karpet,
hingga peresmian perpustakaan sebagai penutup rangkaian kegiatan. Analisis data dilakukan secara deskriptif
kualitatif dengan membandingkan kondisi perpustakaan sebelum dan sesudah
kegiatan, serta menilai sejauh mana target yang direncanakan dapat
tercapai. Hasil kegiatan menunjukkan
bahwa seluruh tahapan berhasil dilaksanakan sesuai jadwal dengan tingkat ketercapaian
mencapai 100 persen. Koleksi buku kini tertata sesuai klasifikasi sehingga
lebih mudah ditelusuri melalui katalog digital, pojok baca tampil lebih
menarik, dan fasilitas perpustakaan menjadi lebih lengkap, sehingga mendukung
terwujudnya perpustakaan interaktif berbasis digital storytelling bagi
anak-anak. Melalui kegiatan ini,
diharapkan tingkat kunjungan, minat baca, serta budaya literasi masyarakat Desa
Waled Kota dapat terus meningkat secara berkelanjutan.
Kata Kunci: Perpustakaan Desa;
Digital Storytelling, Revitalisasi; Literasi Anak; Klasifikasi Koleksi
Abstract
This community service
activity aimed to revitalize the Waled Kota Village Library, Cirebon Regency,
by transforming it into a more engaging digital storytelling-based interactive
library for children, while also improving collection management and facilitating
access to information for the local community. The problems encountered
included poorly organized book collections that did not conform to the
applicable classification system, a reading corner that was less attractive to
visitors, and the absence of a digital library account to facilitate collection
searches. The activity was implemented using a participatory approach
consisting of several stages, namely preparation, observation, coordination,
implementation, evaluation, and inauguration. The activities were conducted
from August 3 to 22, 2026, and included cleaning and classifying books
according to the applicable classification system, numbering and labeling 979
copies of books donated by the National Library of Indonesia, entering
collection data into the Taman Pustaka website, rearranging books on the
shelves, decorating the reading corner with origami crafts, adding facilities
such as a fence and carpets, and inaugurating the library as the closing
activity. Data were analyzed using a descriptive qualitative approach by
comparing the condition of the library before and after the activities and
assessing the extent to which the planned targets were achieved. The results
showed that all stages were successfully completed according to schedule, with
an achievement rate of 100 percent. The book collection is now organized
according to the classification system, making it easier to search through the
digital catalog. The reading corner has also become more attractive, and the
library facilities have been improved, supporting the development of an
interactive digital storytelling-based library for children. Through this
activity, it is expected that library visits, reading interest, and the
literacy culture of the Waled Kota Village community will continue to increase
sustainably.
Keywords: Village Library;
Digital Storytelling; Revitalization; Children's Literacy; Collection
Classification
Article Info
Received date: 15 Auguts 2026 Revised date: 20 August 2026 Accepted date: 25 August 2026
PENDAHULUAN
Literasi menjadi
salah satu unsur utama dalam pengembangan sumber daya manusia sekaligus penentu
kemajuan suatu bangsa, sehingga penanaman kebiasaan membaca sejak dini
semestinya menjadi tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, dan
masyarakat. Sayangnya, tingkat minat baca masyarakat Indonesia hingga kini
masih memprihatinkan. Data UNESCO
mencatat bahwa minat baca masyarakat Indonesia hanya berada pada angka 0,001
persen, yang berarti dari setiap seribu penduduk, hanya satu orang yang
memiliki kebiasaan membaca secara rutin
Kondisi yang tidak
jauh berbeda juga terjadi pada anak usia dini. Survei Badan Pusat Statistik
pada tahun 2012 mengungkapkan bahwa hanya 17,66 persen anak Indonesia yang
memiliki ketertarikan terhadap kegiatan membaca, sementara sebagian besar
lainnya, yakni 91,67 persen, justru lebih menggemari kegiatan menonton
Rendahnya minat baca tersebut turut berdampak
pada lemahnya budaya literasi di kalangan generasi muda, yang terlihat dari
rata-rata jumlah halaman buku yang dibaca dalam setahun yang hanya mencapai 17
halaman
Salah satu lembaga yang memiliki peran strategis
dalam menumbuhkan budaya membaca adalah perpustakaan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun
2007, perpustakaan didefinisikan sebagai institusi yang mengelola secara
profesional berbagai jenis koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya
rekam melalui sistem yang baku, dengan tujuan memenuhi kebutuhan pendidikan,
penelitian, pelestarian, informasi, maupun rekreasi masyarakat
Pada skala yang lebih kecil, Taman Bacaan
Masyarakat hadir sebagai ruang belajar alternatif yang dikelola langsung oleh
masyarakat. Namun demikian, dalam praktiknya masih banyak ditemukan Taman
Bacaan Masyarakat yang belum melakukan pengelolaan koleksi bahan pustaka secara
memadai, baik dari sisi inventarisasi, klasifikasi, maupun katalogisasi
Persoalan serupa juga ditemukan pada Perpustakaan
Desa Waled Kota, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon. Hasil observasi awal memperlihatkan bahwa
perpustakaan desa ini belum dikelola dengan baik: koleksi buku masih berantakan
dan belum tersusun sesuai sistem klasifikasi, pojok baca kurang menarik
sehingga belum mampu mengundang minat anak-anak untuk membaca, fasilitas
pendukung masih terbatas, serta belum tersedianya akun perpustakaan digital. Padahal, desa ini sebelumnya telah menerima
bantuan sebanyak 979 eksemplar buku dari Perpustakaan Nasional yang hingga saat
itu belum dikelola maupun diinput ke dalam sistem katalog digital. Kondisi ini mengakibatkan pengunjung,
terutama anak-anak, mengalami kesulitan dalam menemukan buku yang ingin dibaca,
sehingga fungsi perpustakaan sebagai pusat layanan literasi masyarakat belum
berjalan secara optimal.
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penataan
perpustakaan serta pengelolaan koleksi yang baik dapat berkontribusi pada
peningkatan minat baca masyarakat.
Proses penataan perpustakaan desa yang dilakukan melalui tahapan
observasi, diskusi, pelaksanaan, dan sosialisasi terbukti mampu meningkatkan
budaya literasi di lingkungan masyarakat desa
Khusus bagi anak-anak, keberadaan pojok baca yang
dirancang secara nyaman, mudah diakses terhadap bahan bacaan, dan memiliki daya
tarik visual dapat membantu menanamkan kebiasaan membaca sejak usia dini
Lebih jauh, kemajuan teknologi informasi turut membuka peluang bagi hadirnya
pendekatan baru dalam menumbuhkan literasi anak, salah satunya melalui digital
storytelling, yaitu penyampaian cerita yang memadukan unsur teknologi dengan
narasi tradisional sehingga pengalaman membaca dan mendongeng menjadi jauh
lebih menarik
Berbagai program revitalisasi perpustakaan desa melalui kegiatan
pengabdian kepada masyarakat telah banyak dilakukan dan terbukti memberikan
dampak yang positif. Revitalisasi
perpustakaan desa, misalnya, telah terbukti menjadi salah satu sarana efektif
dalam meningkatkan minat baca masyarakat
Berdasarkan berbagai persoalan tersebut, kegiatan pengabdian kepada
masyarakat ini dirancang melalui empat rencana pemecahan masalah. Pertama, kegiatan pembersihan dan
pengklasifikasian koleksi buku agar tersusun sesuai sistem klasifikasi yang
berlaku. Kedua, proses penomoran dan
pelabelan buku sehingga 979 eksemplar buku bantuan dari Perpustakaan Nasional
dapat lebih mudah diidentifikasi.
Ketiga, digitalisasi koleksi melalui pembuatan akun serta penginputan
data buku ke dalam website Taman Pustaka.
Keempat, revitalisasi dari sisi fisik berupa penghiasan pojok baca
dengan kerajinan origami serta penambahan fasilitas pagar dan karpet, yang
kemudian ditutup dengan peresmian perpustakaan sebagai wujud nyata perpustakaan
interaktif berbasis digital storytelling bagi anak-anak.
METODE
Kegiatan
pengabdian kepada masyarakat ini menerapkan pendekatan partisipatif melalui
metode Participatory Action Research, yaitu suatu pendekatan yang
menempatkan masyarakat dan mahasiswa sebagai subjek aktif dalam menggali
permasalahan yang ada, sekaligus merumuskan dan menjalankan strategi
pemecahannya secara bersama-sama.
Pendekatan ini sejalan dengan praktik pengabdian sejenis yang melibatkan
peran aktif aparatur pemerintah desa, civitas akademika, serta masyarakat dalam
membenahi pengelolaan perpustakaan desa
Kegiatan
ini berlokasi di Perpustakaan Desa Waled Kota, Kecamatan Waled, Kabupaten
Cirebon, dan dilaksanakan pada rentang waktu 3 hingga 22 Agustus 2026, dengan
sasaran utama meliputi pengelola perpustakaan, perangkat desa, serta anak-anak
selaku pengguna perpustakaan.
Pelaksanaan kegiatan ini terbagi ke dalam lima tahapan, yaitu: (1)
persiapan dan observasi terhadap kondisi perpustakaan guna mengidentifikasi
berbagai permasalahan yang ada; (2) koordinasi dengan pemerintah desa,
pengelola perpustakaan, serta pemangku kepentingan terkait lainnya; (3)
pelaksanaan program yang mencakup enam agenda utama; (4) evaluasi untuk
mengukur sejauh mana target dari setiap agenda tercapai; serta (5) peresmian
hasil revitalisasi perpustakaan desa sebagai bentuk sosialisasi dan publikasi
kepada masyarakat luas. Pola tahapan
yang meliputi observasi, diskusi, pelaksanaan, dan sosialisasi ini merujuk pada
tahapan penataan perpustakaan desa yang telah diterapkan pada kegiatan
pengabdian sejenis sebelumnya
Gambar 1: Alur Tahapan Revitalisasi
Perpustakaan Desa Waled Kota
Sumber: KKN-13, 2026
Tabel 1. Jadwal Pelaksanaan Revitalisasi
Perpustakaan Desa Waled Kota
|
No. |
Tanggal |
Kegiatan |
Luaran |
|
1. |
3–6 Agustus
2026 |
Pembersihan dan
klasifikasi buku |
Koleksi bersih dan
terklasifikasi sesuai bidang |
|
2. |
18 Agustus
2026 |
Pendataan penomoran buku |
Seluruh buku memiliki
nomor klasifikasi (contoh: PKN nomor 30) |
|
3. |
19 Agustus
2026 |
Penempelan label pada
buku |
979 buku berlabel sesuai
kode klasifikasi |
|
4. |
20 Agustus
2026 |
Penginputan buku ke
website Taman Pustaka |
Katalog digital terisi
koleksi perpustakaan |
|
5. |
21 Agustus
2026 |
Penataan buku di rak
perpustakaan desa |
Buku tersusun rapi dan
sistematis |
|
6. |
22 Agustus
2026 |
Peresmian revitalisasi
perpustakaan desa |
Perpustakaan resmi
beroperasi secara penuh |
Pengumpulan
data dilakukan melalui tiga cara, yaitu observasi langsung, wawancara dengan
pengelola perpustakaan maupun perangkat desa, serta dokumentasi selama kegiatan
berlangsung. Selanjutnya, data yang
terkumpul dianalisis menggunakan teknik deskriptif kualitatif, dengan
membandingkan kondisi perpustakaan sebelum dan sesudah pelaksanaan kegiatan,
kemudian dilanjutkan dengan penilaian tingkat ketercapaian target berdasarkan
kelengkapan luaran dari setiap agenda yang telah ditetapkan sebelumnya.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Agenda pertama yang dilaksanakan pada tanggal 3 hingga 6 Agustus 2026
adalah pembersihan ruang perpustakaan sekaligus pengklasifikasian koleksi
buku. Seluruh koleksi, termasuk 979
eksemplar buku bantuan dari Perpustakaan Nasional, dibersihkan dan
dikelompokkan berdasarkan bidang ilmu sesuai dengan sistem klasifikasi yang
berlaku di perpustakaan. Langkah ini
sejalan dengan prinsip pengolahan bahan pustaka melalui klasifikasi yang
bertujuan memberikan subjek pada setiap buku agar tersaji rapi di rak dan mudah
dilayankan kepada pemustaka
Capaian ini sekaligus memperbaiki kondisi awal perpustakaan yang
sebelumnya belum mengolah koleksinya secara inventaris, klasifikasi, maupun
katalogisasi
Gambar 2: Kegiatan Pembersihan serta
Klasifikasi Buku, Sumber : KKN-13, 2026
Persoalan kedua yang menjadi perhatian dalam kegiatan ini adalah pojok
baca yang kurang menarik. Revitalisasi
fisik dilakukan dengan menghias ruang perpustakaan menggunakan kerajinan
origami sebagai elemen dekorasi yang ramah anak, serta menambahkan fasilitas berupa
pagar dan karpet guna menciptakan ruang baca yang lebih nyaman, aman, dan
atraktif. Pendekatan ini sejalan dengan karakteristik pojok baca yang idealnya
dirancang sebagai ruang yang nyaman untuk membaca, dekat dengan bahan bacaan,
sekaligus mampu menarik perhatian pengunjung
Penataan lingkungan perpustakaan yang menarik terbukti mampu mendorong
anak menjadi lebih termotivasi untuk membaca, karena kemudahan akses terhadap
beragam bahan bacaan yang menarik turut memengaruhi ketertarikan mereka
Gambar
3:
Kegiatan Dekorasi Perpustakaan, Sumber: KKN-13, 2026
Persoalan ketiga yang menjadi perhatian
dalam kegiatan ini adalah belum tersedianya akun perpustakaan digital, sehingga
menyulitkan pengunjung dalam mencari buku yang diinginkan. Pada tanggal 20 Agustus 2026, tim mulai
menginisiasi pembuatan akun Taman Pustaka dan menginput seluruh koleksi
perpustakaan, termasuk 979 buku bantuan Perpustakaan Nasional, ke dalam website
Taman Pustaka. Dengan langkah ini,
koleksi perpustakaan tidak hanya tertata secara fisik, tetapi juga terepresentasikan
dalam bentuk katalog digital yang dapat diakses untuk mempermudah penelusuran
koleksi. Upaya digitalisasi ini sejalan
dengan praktik yang dilakukan Taman Bacaan Masyarakat Dusun Karangmojo, yang menghadirkan
perpustakaan fisik sekaligus perpustakaan digital sebagai upaya memfasilitasi
tumbuhnya minat baca masyarakat
Keberadaan katalog digital ini menjadikan
Perpustakaan Desa Waled Kota semakin siap untuk berkembang menjadi perpustakaan
interaktif berbasis digital storytelling bagi anak-anak. Platform digital yang telah tersedia dapat
diperkaya dengan berbagai fitur interaktif, seperti animasi, suara, dan gambar
bergerak, yang dapat membantu anak-anak lebih terlibat dalam cerita sekaligus
meningkatkan motivasi mereka untuk membaca
Arah pengembangan semacam ini didukung
oleh berbagai temuan yang menunjukkan bahwa digital storytelling
merupakan strategi yang efektif dalam meningkatkan minat literasi generasi muda
Seluruh agenda revitalisasi dituntaskan
melalui peresmian yang dilaksanakan pada tanggal 22 Agustus 2026 di
Perpustakaan Desa Waled Kota. Peresmian
ini menjadi puncak dari seluruh rangkaian kegiatan, sekaligus menjadi bentuk
sosialisasi kepada masyarakat bahwa perpustakaan desa telah kembali berfungsi
secara penuh sebagai pusat layanan literasi.
Hasil evaluasi ketercapaian target menunjukkan bahwa seluruh agenda
berhasil dilaksanakan hingga 100 persen sesuai jadwal yang telah direncanakan,
sebagaimana dirangkum pada Tabel 2.
Tabel
2. Ketercapaian
Target Revitalisasi Perpustakaan Desa Waled Kota
|
No. |
Aspek |
Indikator Ketercapaian |
Target |
Hasil |
Status |
|
1. |
Klasifikasi koleksi |
Buku terkelompokkan sesuai kode
bidang |
979 eksemplar
terklasifikasi |
979 buku diklasifikasikan (contoh:
PKN kode 30) |
Tercapai |
|
2. |
Penomoran dan pelabelan |
Buku memiliki nomor dan label sesuai
kode |
979 buku berlabel |
Seluruh buku berlabel berurutan |
Tercapai |
|
3. |
Digitalisasi koleksi |
Koleksi terinput dalam katalog
online |
Akun Taman Pustaka aktif |
Akun dibuat, seluruh koleksi
terinput |
Tercapai |
|
4. |
Penataan rak |
Buku tersusun sistematis |
100% koleksi tertata |
Seluruh koleksi tersusun rapi |
Tercapai |
|
5. |
Revitalisasi fisik |
Pojok baca atraktif dan nyaman |
Dekorasi dan fasilitas
penunjang |
Origami, pagar, dan karpet
terpasang |
Tercapai |
|
6. |
Peresmian |
Perpustakaan beroperasi penuh |
Peresmian terlaksana |
Resmi dioperasikan 22 Agustus 2026 |
Tercapai |
Kondisi perpustakaan setelah kegiatan menunjukkan
perbaikan yang cukup signifikan dibandingkan kondisi sebelumnya, sebagaimana
dirangkum pada Tabel 3. Temuan ini
menunjukkan bahwa upaya revitalisasi perpustakaan desa, yang mencakup
pengelolaan koleksi, perbaikan fasilitas, serta digitalisasi, mampu
mengembalikan fungsi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran bagi masyarakat,
sejalan dengan pandangan bahwa pengembangan perpustakaan desa merupakan salah
satu strategi penting dalam pemberdayaan masyarakat
Lebih lanjut, revitalisasi perpustakaan yang
berbasis literasi merupakan salah satu bentuk inovasi dalam pemberdayaan
masyarakat, yang sekaligus memperkuat peran perpustakaan desa sebagai pusat
gerakan literasi
Tabel
3. Solusi
Permasalahan Perpustakaan Desa Waled Kota
|
No. |
Permasalahan |
Solusi |
|
1. |
Koleksi buku tidak terurus dan
tidak sesuai klasifikasi |
Pembersihan, klasifikasi,
penomoran, dan pelabelan 979 buku sesuai kode klasifikasi |
|
2. |
Pojok baca kurang menarik |
Penghiasan pojok baca dengan
kerajinan origami serta penambahan fasilitas pagar dan karpet |
|
3. |
Belum tersedia sistem katalog
digital |
Pembuatan akun dan penginputan
koleksi buku ke website Taman Pustaka |
|
4. |
Pengunjung kesulitan mencari buku
yang ingin dibaca |
Penataan buku di rak sesuai
klasifikasi yang didukung katalog digital online |
Sumber: KKN-13, 2026
Gambar 4: Peresmian Revitalisasi Perpustakaan Desa Waled Kota
Sumber: KKN-13, 2026
SIMPULAN
Kegiatan
revitalisasi Perpustakaan Desa Waled Kota melalui program Pustaka Pelangi telah
berhasil dituntaskan sesuai jadwal, yaitu pada rentang waktu 3 hingga 22
Agustus 2026, dengan tingkat ketercapaian target mencapai 100 persen. Melalui kegiatan ini, empat permasalahan
utama yang selama ini dihadapi perpustakaan desa berhasil diatasi, yaitu
pengelolaan koleksi yang belum terklasifikasi, pojok baca yang kurang menarik,
belum tersedianya sistem katalog digital, serta kesulitan pengunjung dalam
menemukan koleksi yang dibutuhkan.
Luaran
dari kegiatan ini mencakup 979 buku bantuan Perpustakaan Nasional yang telah
dibersihkan, diklasifikasikan, diberi nomor dan label sesuai kode
klasifikasinya, ditata rapi pada rak, serta diinput ke dalam website Taman
Pustaka. Selain itu, pojok baca kini
tampil lebih menarik dengan dekorasi origami serta dilengkapi fasilitas pagar
dan karpet, dan yang tidak kalah penting, telah tersedia pula akun katalog
digital bagi perpustakaan desa.
Dengan
terwujudnya pengelolaan koleksi yang lebih sistematis serta dukungan platform
digital yang telah dibangun, Perpustakaan Desa Waled Kota kini siap
dikembangkan lebih lanjut menjadi perpustakaan interaktif berbasis digital
storytelling bagi anak-anak. Ke
depan, disarankan agar pengelola perpustakaan memperoleh pendampingan yang
berkelanjutan dalam mengoperasikan sistem katalog digital, dikembangkan konten digital
storytelling untuk anak melalui platform yang telah tersedia, serta
diselenggarakan kegiatan literasi secara rutin dengan melibatkan pihak sekolah
maupun orang tua. Agar fungsi
perpustakaan desa dapat terus berjalan secara berkelanjutan, pemerintah desa
sebaiknya menugaskan staf perangkat desa untuk mengelola perpustakaan secara
lebih profesional
UCAPAN TERIMA KASIH
Ucapan terima kasih disampaikan kepada
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Swadaya Gunung
Jati atas dukungan penyelenggaraan kegiatan, Pemerintah Desa Waled Kota
Kabupaten Cirebon dan kepada dosen pembimbing lapangan Dr. Hj Leni Rohida
S.Sos. M.Si, dan seluruh anggota tim KKN Literasi Tematik Kelompok-13 yang berjumlah lima belas
mahasiswa atas kerja sama dalam pelaksanaan kegiatan, serta kepada seluruh
masyarakat di Desa Waled Kota yang telah menerima dan berpartisipasi aktif
selama proses pendampingan berlangsung.
REFERENSI
Fadillah, Dini, K., & Ika.
(2021). Digital storytelling sebagai strategi baru meningkatkan minat
literasi generasi muda. 81–98.
Hendrica, M., & Yudha, R. P.
(2023). Tinjauan Literatur Efektivitas Penerapan Digital Story Telling di PAUD
pada Kemampuan Literasi Anak Usia Dini di Indonesia. JIIP - Jurnal Ilmiah
Ilmu Pendidikan, 6(12), 10144–10147. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i12.2496
Isnaini, R., Kurniawan, A., Marjito,
M., & Pratiwi, V. U. (2024). Perpustakaan Digital Meningkatkan Literasi
Dongeng pada Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan, 33(2),
525–536. https://doi.org/10.32585/jp.v33i2.4955
Janawati, D. P. A., & Riantini,
N. N. S. (2024). Analisis Minat Baca Siswa Kelas 6 Melalui Pojok Baca. Jurnal
Basicedu, 8(1), 119–126. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i1.6975
Karyanto, B., & Ekasari, N.
(2024). Revitalisasi Perpustakaan Kampung Markisa untuk Peningkatan Minat Baca
Masyarakat. Jurnal Igakerta, 1(2), 6–10. https://doi.org/10.70234/0964xn63
Kurniawati, N., Adawiyah, A., &
Munsi, M. F. (2021). Memadukan Inovasi dan Kearifan Lokal Dalam Pengajaran
Literasi pada Anak Usia Dini. Journal of Empowerment, 2(1), 125.
https://doi.org/10.35194/je.v2i1.1229
Kusumo, Y. W., Widyaningsih, R., P.,
R. R., K., D. N., & Zuhaira, I. (2021). Memfasilitasi Minat Baca
Masyarakat Melalui Perpustakaan Fisik dan Digital Dusun Karangmojo. Dharma
LPPM, 2(2). https://doi.org/10.31315/dlppm.v2i2.6216
Latifah, Y. D., Labib, M., Syahri,
Z., & Husna, H. I. (2025). Inovasi Pemberdayaan Masyarakat Berbasis
Literasi (Revitalisasi Perpustakaan Kelud Indah Desa Sugihwaras, Kec. Ngancar,
Kab. Kediri). Etos : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(2). https://doi.org/10.47453/etos.v7i2.3620
Lestari, D., Supartini, N. L.,
Sulasmini, N. M. A., & Putra, I. P. E. S. (2022). Assisting the management
of digital library in Tegal Harum Village Denpasar. Community Empowerment,
7(8), 1416–1423. https://doi.org/10.31603/ce.7613
Mulia Sarif, A., Ridha, R., &
Ilham, I. (2024). Meningkatkan Minat Baca Dengan Sosialisasi Revitalisasi
Perpustakaan Desa Siambo Kabupaten Enrekang. JDISTIRA, 4(2),
201–212. https://doi.org/10.58794/jdt.v4i2.1050
Muzakkiy, M., Ridwan, M. E., Ilyas,
M. D., & Triyanto, W. A. (2025). Pembuatan Perpustakaan Digital Untuk
Membangun Desa Cerdas di Era Modern. Muria Jurnal Layanan Masyarakat, 7(2),
117–125. https://doi.org/10.24176/mjlm.v7i2.15975
Nadila Ayulia Nurfadillah, Gherine
Margareta Pakpahan, Lailatul Husna, Sinta Nur Aidah, Thalal Atha Nabil, &
Luthfy Alamsyah. (2025). Implementasi Program Literasi Melalui Perpustakaan
Desa untuk Peningkatan Kompetensi Masyarakat di Desa Sindangsari. J-ABDI:
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 5(4), 991–1000. https://doi.org/10.53625/jabdi.v5i4.11264
Niswariyana, A. K., Anas, H.,
Ismawati, I., Nurhidayah, N., Ramadanti, A., Sari, K. N., Kartini, K., &
Kamis, J. (2025). TRANSFORMASI PERPUSTAKAAN SEKOLAH SEBAGAI PUSAT LITERASI
DESA PESISIR. Journal of Community Empowerment, 4(2), 753. https://doi.org/10.31764/jce.v4i2.34013
Nuraini, T., Zakiah, L., &
Syarif Sumantri, M. (2024). Pengadaan Pojok Baca Sebagai Upaya Meningkatkan
Minat Baca Siswa Sekolah Dasar.. Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan
Dasar, (Volume 09 No. 1 Maret 2024). https://doi.org/10.23969/jp.v9i1.13145
Purnama, S., Ulfah, M., Ramadani,
L., Rahmatullah, B., & Ahmad, I. F. (2022). Digital Storytelling Trends in
Early Childhood Education in Indonesia: A Systematic Literature Review. JPUD
- Jurnal Pendidikan Usia Dini, 16(1), 17–31. https://doi.org/10.21009/JPUD.161.02
Putri Hana Pebriana, Fadila Gunizal
Putri, Annisa Rizki Yanti, Aisyah Purnama, Angela Maulidta, Nur Alfi Zahri,
Gema Rezki, & Nabila Putri. (2026). Systematic Literature Review::
Efektivitas Metode Bercerita Dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Untuk
Penguatan Literasi Siswa. Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang,
12(01), 165–177. https://doi.org/10.36989/didaktik.v12i01.11614
Putri, S. A., Rukmana, E. N., &
Rohman, A. S. (2023). Katalogisasi Bahan Pustaka di Perpustakaan Tanda Baca
Pustaka Kabupaten Tangerang. Pustabiblia: Journal of Library and
Information Science, 7(1), 23–43. https://doi.org/10.18326/pustabiblia.v7i1.23-43
Rokmanah, S., Rakhman, P. A., &
Zahra Putri, A. S. (2024). Revitalisasi Peran Perpustakaan Sekolah Dalam
Menumbuh Kembangkan Minat Baca Peserta Didik. Indonesian Journal of
Elementary Education (IJOEE), 5(2), 1. https://doi.org/10.31000/ijoee.v5i2.10028
Rosyid, S. F., & Rukiyah, R.
(2019). Pengelolaan Koleksi Local Content (Muatan Lokal) Banten Corner di
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Banten. Jurnal Ilmu Perpustakaan,
7(1), 61–70. https://doi.org/10.14710/jip.v7i1.61-70
Rustiarini, N. W., & Dewi, N. K.
C. (2021). Penataan Perpustakaan Desa untuk Meningkatkan Literasi Membaca. LOSARI:
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(1), 8–15. https://doi.org/10.53860/losari.v3i1.35
Saadati, B. A., & Sadli, M.
(2019). Analis Pengembangan Budaya Literasi Dalam Meningkatkan Minat Membaca
Siswa di Sekolah Dasar. Terampil: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Dasar,
6(2), 151–164. https://doi.org/10.24042/terampil.v6i2.4829
Safinaturrahmah, Wardatul Uyub,
Siharani, Fardiansyah, Malida Rahmawati, & Dwi Novitasari. (2024). Digital
Storytelling Berbasis Budaya Sasak untuk Meningkatkan Literasi Peserta Didik
SDN Sulin. Rengganis Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(2),
337–347. https://doi.org/10.29303/rengganis.v4i2.495
Setiadi, N. F., Fadly, W., &
Sidiq, U. (2023). Melek Baca: Optimalisasi Perpustakaan Desa Sebagai Rumah
Literasi Berbasis P&E Bagi Masyarakat Desa Glinggang. InEJ:
Indonesian Engagement Journal, 4(2). https://doi.org/10.21154/inej.v4i2.7269
Srirahayu, D. P., Anugrah, E. P.,
Kusumaningtiyas, T., Septriana, M., & Putri, T. E. (2023). Village Library
Development for Community Empowerment in Moyoketen Village Boyolangu District,
Tulungagung Regency. Darmabakti Cendekia: Journal of Community Service and
Engagements, 5(2), 134–146. https://doi.org/10.20473/dc.V5.I2.2023.134-146
Wahyuni, S. (2023). Analisis Sistem
Klasifikasi Koleksi Pada Taman Baca Masyarakt (TBM) Rimba Bulan. Maktabatuna,
5(1), 15–26. https://doi.org/10.15548/mj.v5i1.6336
Yanti, S. R., Dailami, D., Dewi, N.
W., Saleh, K., & Dani, A. (2025). PKM Literasi Cerdas: Optimalisasi
Perpustakaan Desa Ambalutu sebagai Pusat Edukasi Berbasis Digitalisasi. Lumbung
Inovasi: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 10(4), 1430–1442. https://doi.org/10.36312/5yxaw338