An Analysis of the Training Motivation of Track and Field Athletes at PASI Kediri City for the 2025/2026 Season
Sinta Adela Puspita Basiru
Universitas
Nusantara PGRI Kediri
Email: sintaadelaaa@gmail.com
Abstrak
Penelitian ini menganalisis motivasi latihan atlet atletik di PASI Kota
Kediri tahun 2025-2026 melalui pendekatan kualitatif studi kasus. Temuan
menunjukkan motivasi intrinsik dan ekstrinsik berperan utama dalam pembinaan
atlet, dengan hambatan seperti kejenuhan dan kurangnya dukungan
eksternal. Penelitian bertujuan menganalisis motivasi latihan atlet
atletik PASI Kota Kediri serta mengidentifikasi hambatannya. Fokus pada
informan utama: kepala PASI, pelatih, dan atlet nomor lari yang berpengalaman
dalam kompetisi. Pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan
data observasi partisipan, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data
meliputi reduksi, penyajian, dan penarikan kesimpulan, divalidasi melalui
triangulasi sumber, metode, serta ketekunan pengamat. Hasil Penelitian ini
Motivasi intrinsik meliputi kecintaan olahraga, tantangan diri, dan kepuasan
pribadi; ekstrinsik meliputi penghargaan, dukungan keluarga, serta peluang
karir. Hambatan internal (jenuh, kehilangan kepercayaan diri) dan eksternal
(kurangnya fasilitas, tekanan sosial) mempengaruhi komitmen latihan. Penelitian
merekomendasikan pelatihan berbasis Self-Determination Theory untuk
keseimbangan motivasi.
Kata Kunci: Motivasi latihan atlet, Motivasi intrinsik, Motivasi ekstrinsik,
Hambatan latihan atletik, Pendekatan kualitatif studi kasus.
Abstract
This study analyzes the training motivation of track and field athletes at
the PASI Kediri City in 2025-2026 through a qualitative case study approach.
Findings indicate that intrinsic and extrinsic motivation play a major role in
athlete development, with barriers such as burnout and lack of external
support. The study aimed to analyze the training motivation of track and field
athletes at the PASI Kediri City and identify these barriers. The focus was on
key informants: the head of PASI, coaches, and experienced competitive track
athletes. A descriptive qualitative approach was used, using participant
observation, in-depth interviews, and documentation as data collection
techniques. Data analysis included data reduction, presentation, and drawing
conclusions, validated through triangulation of sources, methods, and observer
persistence. The study's findings revealed that intrinsic motivation
encompasses a love of sport, self-challenge, and personal satisfaction;
extrinsic motivation encompasses rewards, family support, and career
opportunities. Internal barriers (burnout, loss of confidence) and external
barriers (lack of facilities, social pressure) influence training commitment.
The study recommends training based on Self-Determination Theory for motivational
balance.
Keywords: Athlete training motivation, Intrinsic motivation, Extrinsic motivation, Barriers to athletic training, Qualitative case study approach.
PENDAHULUAN
Olahraga
atletik merupakan cabang olahraga dasar yang menuntut konsistensi latihan,
ketahanan mental, serta motivasi yang kuat dari para atlet (Andesta, 2023). Dalam
proses pembinaan prestasi, motivasi latihan menjadi faktor krusial yang
menentukan keberlangsungan komitmen atlet, khususnya pada nomor lari yang
menuntut repetisi latihan tinggi dan disiplin jangka panjang(Anisa & Wijaya, 2022). Tanpa
motivasi yang stabil, potensi fisik dan teknik yang dimiliki atlet sulit
berkembang secara optimal, meskipun didukung oleh program latihan yang
terstruktur. Motivasi atlet tidak hanya bersumber dari dorongan internal
seperti kecintaan terhadap olahraga dan keinginan untuk melampaui batas
kemampuan diri, tetapi juga dipengaruhi oleh faktor eksternal, antara lain
dukungan lingkungan, apresiasi atas prestasi, serta prospek karier di bidang
olahraga. Keseimbangan antara motivasi intrinsik dan ekstrinsik menjadi elemen
penting dalam menjaga semangat latihan dan ketahanan psikologis atlet dalam
menghadapi tekanan kompetisi maupun rutinitas latihan yang padat (Awennse & Wijaya, 2022).
Dinamika
pembinaan atlet di tingkat daerah kerap dihadapkan pada berbagai hambatan, baik
yang berasal dari dalam diri atlet maupun dari lingkungan sekitarnya (Ayemi, 2023). Kejenuhan
latihan, menurunnya rasa percaya diri, keterbatasan sarana dan prasarana,
hingga tekanan sosial dan akademik merupakan kondisi yang dapat mengganggu
fokus serta konsistensi latihan atlet. Apabila hambatan-hambatan tersebut tidak
dikelola secara tepat, maka proses pembinaan prestasi berisiko mengalami
stagnasi (Elzas, 2022). PASI Kota
Kediri sebagai organisasi yang berperan dalam pembinaan atlet atletik memiliki
tantangan tersendiri dalam menjaga motivasi latihan atlet, khususnya pada nomor
lari yang sering menjadi andalan dalam kejuaraan. Memahami motivasi latihan
atlet secara mendalam, serta mengidentifikasi hambatan yang mereka hadapi,
menjadi langkah penting untuk merancang strategi pembinaan yang lebih efektif
dan berkelanjutan.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis motivasi latihan atlet atletik PASI Kota Kediri serta mengungkap berbagai hambatan yang mempengaruhi komitmen latihan mereka. Penelitian ini secara spesifik mengkaji motivasi latihan atlet atletik di tingkat daerah, yaitu PASI Kota Kediri. Banyak penelitian motivasi atlet dilakukan pada level nasional, mahasiswa olahraga, atau atlet elite, sementara konteks pembinaan daerah masih relatif jarang dikaji secara mendalam. Kondisi ini menjadikan penelitian Anda unik karena menangkap realitas lapangan yang sering luput dari kajian akademik. Melalui pendekatan kualitatif studi kasus, penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran komprehensif mengenai dinamika motivasi atlet, sekaligus menjadi dasar rekomendasi pengembangan pembinaan berbasis pendekatan psikologis, khususnya Self-Determination Theory, guna mendukung peningkatan prestasi atlet secara optimal.
TINJAUAN TEORI
Motivasi
merupakan kekuatan psikologis yang mendorong individu untuk memulai,
mempertahankan, dan mengarahkan perilaku menuju tujuan tertentu (Hamzah dkk., 2025). Dalam
konteks olahraga atletik, motivasi berperan penting dalam menentukan
konsistensi latihan, ketekunan menghadapi kelelahan fisik, serta kemampuan
atlet dalam mengelola tekanan kompetisi (Jalawasesa & Fajar, 2022). Atlet
dengan tingkat motivasi yang baik cenderung menunjukkan komitmen latihan yang
lebih tinggi dan performa yang lebih stabil dibandingkan atlet dengan motivasi
rendah. Motivasi intrinsik adalah dorongan yang muncul dari dalam diri individu
tanpa bergantung pada imbalan eksternal (Haraz, 2024). Atlet yang
termotivasi secara intrinsik melakukan latihan karena adanya rasa senang,
ketertarikan terhadap olahraga, serta kepuasan pribadi dalam meningkatkan
kemampuan diri. Dalam olahraga atletik, motivasi intrinsik sering diwujudkan
melalui kecintaan terhadap aktivitas berlari, keinginan menantang batas
kemampuan fisik, dan kepuasan ketika mencapai target latihan atau prestasi
tertentu. Motivasi intrinsik memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan
mental atlet, terutama ketika menghadapi kondisi latihan yang berat atau minim
apresiasi eksternal. Atlet yang memiliki motivasi intrinsik kuat cenderung
lebih tahan terhadap kejenuhan dan tetap berkomitmen meskipun menghadapi
keterbatasan fasilitas atau tekanan lingkungan.
Motivasi
ekstrinsik merupakan dorongan yang berasal dari faktor di luar individu,
seperti penghargaan, pengakuan sosial, dukungan keluarga, maupun peluang karier
di bidang olahraga (Mustofa & Wulandari, 2024). Dalam
pembinaan atlet, motivasi ekstrinsik berfungsi sebagai penguat yang dapat
meningkatkan semangat latihan dan mendorong atlet untuk mencapai target
prestasi tertentu (Nopiyanto, 2023). Pada atlet
daerah, motivasi ekstrinsik sering berkaitan dengan harapan memperoleh prestasi
yang diakui, kesempatan mengikuti kejuaraan, serta dukungan moral dan material
dari keluarga dan organisasi olahraga. Meskipun efektif dalam mendorong
performa jangka pendek, motivasi ekstrinsik perlu diimbangi dengan motivasi
intrinsik agar atlet tidak mudah kehilangan semangat ketika penghargaan atau
dukungan eksternal berkurang.
Self-Determination
Theory (SDT) menjelaskan bahwa motivasi individu berkembang secara optimal
ketika tiga kebutuhan psikologis dasar terpenuhi, yaitu otonomi, kompetensi,
dan keterhubungan sosial (Nurfajar, 2023). Dalam
konteks pembinaan atlet, otonomi berkaitan dengan keterlibatan atlet dalam
pengambilan keputusan latihan, kompetensi berhubungan dengan perasaan mampu dan
berkembang, sedangkan keterhubungan sosial mencerminkan dukungan dari pelatih,
rekan tim, dan lingkungan sekitar. Dalam pembinaan atlet, pendekatan SDT
mendorong terciptanya lingkungan latihan yang mendukung perkembangan psikologis
atlet secara menyeluruh (Pramudya, 2022). Pelatih
berperan penting dalam memberikan kesempatan bagi atlet untuk terlibat dalam
pengambilan keputusan, memberikan umpan balik yang membangun, serta menciptakan
suasana latihan yang positif (Rendra, 2024). Sejumlah
penelitian olahraga menunjukkan bahwa pemenuhan kebutuhan psikologis dasar
tersebut berkontribusi terhadap peningkatan motivasi intrinsik, kesejahteraan
psikologis, dan performa atlet.
METODE PENELITIAN
Penelitian
ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus (Rachmad, 2024). Pendekatan
kualitatif dipilih karena penelitian bertujuan memahami secara mendalam
motivasi latihan atlet atletik serta hambatan yang mereka alami dalam konteks
pembinaan di PASI Kota Kediri (Firmansyah, 2021). Desain
studi kasus memungkinkan peneliti mengeksplorasi fenomena motivasi latihan
secara komprehensif dan kontekstual sesuai dengan kondisi nyata di lapangan (Ardyan, 2023). Penelitian
dilaksanakan di lingkungan pembinaan atlet PASI Kota Kediri pada periode tahun 2025–2026. Pemilihan lokasi didasarkan pada pertimbangan
bahwa PASI Kota Kediri aktif dalam pembinaan atlet nomor lari dan memiliki
atlet yang berpengalaman mengikuti kejuaraan, sehingga relevan dengan fokus
penelitian. Subjek penelitian ditentukan secara purposive, yaitu dipilih berdasarkan kriteria tertentu yang sesuai dengan
tujuan penelitian (Supratiknya, 2022). Informan
dalam penelitian ini terdiri atas: Ketua atau pengurus inti PASI Kota Kediri,
Pelatih atletik yang terlibat langsung dalam pembinaan nomor lari, Atlet nomor
lari yang memiliki pengalaman mengikuti kompetisi resmi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa motivasi latihan atlet atletik di PASI Kota Kediri
merupakan fenomena yang kompleks dan dipengaruhi oleh interaksi antara faktor
internal dan eksternal. Motivasi tidak hanya berfungsi sebagai pendorong awal
keterlibatan atlet dalam olahraga, tetapi juga menjadi faktor penentu
keberlanjutan komitmen latihan dan ketahanan atlet dalam menghadapi tekanan
fisik maupun psikologis selama proses pembinaan.
Berdasarkan
hasil wawancara dengan Ketua PASI Kota Kediri, motivasi atlet dipahami sebagai
perpaduan antara kebutuhan pribadi atlet dan pengaruh lingkungan yang membentuk
arah serta intensitas usaha dalam berolahraga. Atlet yang memiliki tujuan
personal yang jelas, seperti keinginan berprestasi, membanggakan keluarga, atau
meraih pengakuan, cenderung menunjukkan tingkat keterlibatan latihan yang lebih
tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa motivasi atlet tidak berdiri sendiri,
melainkan berkembang melalui dinamika individu dan konteks sosial tempat atlet
tersebut berlatih.
Hasil
wawancara dengan pelatih PASI Kota Kediri memperkuat temuan tersebut dengan
menegaskan bahwa motivasi latihan atlet terdiri atas dua dimensi utama, yaitu
motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Pelatih memandang bahwa atlet
dengan motivasi intrinsik yang kuat umumnya menunjukkan konsistensi latihan
yang lebih baik, ketahanan menghadapi kegagalan, serta kepuasan jangka panjang
dalam menjalani proses pembinaan. Sementara itu, motivasi ekstrinsik berperan
sebagai penguat yang dapat meningkatkan intensitas usaha atlet, terutama dalam
situasi kompetitif.
Motivasi
Intrinsik Atlet dalam Latihan Atletik
Temuan
penelitian menunjukkan bahwa motivasi intrinsik merupakan faktor dominan yang
mendorong atlet atletik PASI Kota Kediri untuk tetap berlatih secara konsisten.
Atlet mengungkapkan bahwa kecintaan terhadap olahraga atletik, khususnya nomor
lari, menjadi alasan utama mereka bertahan dalam rutinitas latihan yang berat
dan berulang. Rasa senang setelah menyelesaikan latihan, kepuasan saat
mencatatkan waktu yang lebih baik, serta tantangan untuk melampaui kemampuan
diri menjadi sumber dorongan internal yang kuat.
Wawancara
dengan atlet nomor 100 meter menunjukkan bahwa motivasi intrinsik muncul ketika
atlet merasa bebas dalam memilih jalur olahraga yang dijalani, merasakan
perkembangan kemampuan, dan memperoleh dukungan sosial dari lingkungan latihan.
Atlet yang menikmati proses latihan cenderung memaknai latihan bukan sebagai
beban, melainkan sebagai sarana aktualisasi diri. Kondisi ini berkontribusi
terhadap ketahanan mental atlet dalam menghadapi kelelahan fisik maupun tekanan
kompetisi.
Hasil
observasi peneliti juga menunjukkan bahwa atlet dengan motivasi intrinsik
tinggi lebih mampu mengelola emosi, memiliki disiplin latihan yang stabil,
serta menunjukkan sikap pantang menyerah ketika menghadapi hambatan. Temuan ini
mengindikasikan bahwa motivasi intrinsik berperan penting dalam membentuk
karakter atlet yang tangguh dan berorientasi pada proses.
Motivasi
Ekstrinsik Atlet dalam Latihan Atletik
Selain
motivasi intrinsik, penelitian ini menemukan bahwa motivasi ekstrinsik juga
memiliki peran signifikan dalam mendukung semangat latihan atlet. Atlet
mengungkapkan bahwa penghargaan berupa medali, bonus, beasiswa, serta pengakuan
dari pelatih dan lingkungan sosial menjadi faktor pendorong yang meningkatkan
usaha mereka dalam latihan dan kompetisi. Dukungan keluarga dan pelatih juga
menjadi sumber motivasi eksternal yang memperkuat rasa percaya diri atlet.
Motivasi
ekstrinsik terbukti efektif sebagai stimulus awal dan penguat dalam proses
pembinaan, terutama pada tahap awal pengembangan atlet. Atlet yang memperoleh
apresiasi atas usaha dan prestasinya cenderung menunjukkan peningkatan
intensitas latihan dan fokus yang lebih baik. Namun demikian, hasil penelitian
juga menunjukkan bahwa ketergantungan berlebihan pada motivasi ekstrinsik
berpotensi menimbulkan kerentanan psikologis, terutama ketika penghargaan atau
pengakuan tidak lagi diperoleh.
Temuan ini
menunjukkan bahwa motivasi ekstrinsik perlu dikelola secara proporsional dan
diarahkan untuk mendukung internalisasi motivasi, sehingga atlet tidak
semata-mata berlatih demi imbalan, tetapi juga memiliki kesadaran akan nilai
dan makna latihan bagi pengembangan diri dan masa depan mereka.
Hambatan
Motivasi Atlet dalam Latihan Atletik
Penelitian
ini juga mengidentifikasi berbagai hambatan motivasi yang dialami atlet atletik
PASI Kota Kediri. Hambatan tersebut terbagi menjadi hambatan internal dan
eksternal. Hambatan internal meliputi kejenuhan akibat rutinitas latihan yang
monoton, kelelahan mental, serta menurunnya kepercayaan diri akibat tekanan
kompetisi atau hasil yang tidak sesuai harapan.
Sementara
itu, hambatan eksternal mencakup keterbatasan fasilitas latihan, tekanan sosial
dan akademik, serta kurangnya dukungan lingkungan dalam situasi tertentu. Atlet
yang merasa kurang mendapatkan apresiasi atau menghadapi tuntutan di luar
olahraga cenderung mengalami penurunan fokus dan semangat latihan. Apabila
hambatan-hambatan tersebut tidak ditangani secara tepat, kondisi ini berpotensi
menurunkan performa dan meningkatkan risiko kelelahan psikologis.
Hasil observasi menunjukkan bahwa peran pelatih dan organisasi sangat menentukan dalam meminimalkan hambatan motivasi tersebut. Lingkungan latihan yang suportif, komunikasi yang terbuka, serta variasi program latihan terbukti membantu atlet mempertahankan motivasi dan komitmen latihan.
SIMPULAN
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa motivasi latihan atlet atletik PASI Kota Kediri
dipengaruhi oleh keseimbangan antara motivasi intrinsik dan ekstrinsik, serta
kemampuan atlet dalam mengelola hambatan internal dan eksternal. Motivasi
intrinsik menjadi fondasi utama keberlanjutan latihan, sedangkan motivasi
ekstrinsik berperan sebagai penguat yang mendukung pencapaian prestasi. Oleh
karena itu, pembinaan atlet perlu diarahkan pada pendekatan yang tidak hanya
menekankan hasil, tetapi juga memperhatikan kebutuhan psikologis atlet secara
menyeluruh. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah dilakukan,
dapat disimpulkan bahwa motivasi latihan atlet atletik PASI Kota Kediri
merupakan faktor kunci dalam menjaga konsistensi latihan dan mendukung pencapaian
prestasi. Motivasi atlet terbentuk melalui interaksi antara dorongan internal
dan pengaruh eksternal yang secara bersama-sama memengaruhi arah serta
intensitas keterlibatan atlet dalam proses pembinaan.
Motivasi
intrinsik terbukti menjadi fondasi utama dalam keberlanjutan latihan atlet.
Kecintaan terhadap olahraga atletik, keinginan untuk mengembangkan kemampuan
diri, serta kepuasan pribadi atas pencapaian latihan dan prestasi mendorong
atlet untuk tetap berkomitmen meskipun menghadapi tuntutan fisik dan mental
yang tinggi. Atlet dengan motivasi intrinsik yang kuat menunjukkan ketahanan
psikologis yang lebih baik serta sikap positif terhadap proses latihan jangka
panjang. Di sisi lain, motivasi ekstrinsik berperan sebagai faktor pendukung
yang memperkuat semangat dan intensitas latihan atlet. Penghargaan, pengakuan,
dukungan keluarga, serta peluang karier di bidang olahraga menjadi stimulus
yang meningkatkan usaha atlet, khususnya dalam situasi kompetitif. Namun,
ketergantungan berlebihan pada motivasi ekstrinsik berpotensi menurunkan
kestabilan motivasi apabila imbalan atau dukungan eksternal tidak terpenuhi.
Penelitian ini juga menemukan adanya hambatan motivasi yang berasal dari faktor internal, seperti kejenuhan latihan dan penurunan kepercayaan diri, serta faktor eksternal berupa keterbatasan fasilitas dan tekanan lingkungan. Hambatan-hambatan tersebut dapat memengaruhi komitmen latihan atlet apabila tidak dikelola secara tepat. Oleh karena itu, pembinaan atlet perlu memperhatikan keseimbangan antara penguatan motivasi dan pengelolaan hambatan secara sistematis dan berkelanjutan.
SARAN
Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar pelatih dan pengurus PASI Kota Kediri menerapkan pola pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian prestasi, tetapi juga memperhatikan aspek psikologis atlet dengan menumbuhkan motivasi intrinsik melalui pemberian otonomi, umpan balik yang konstruktif, serta variasi program latihan untuk mengurangi kejenuhan. Dukungan fasilitas, apresiasi yang proporsional, dan keterlibatan keluarga perlu terus ditingkatkan sebagai penguat motivasi ekstrinsik tanpa menimbulkan ketergantungan berlebihan. Selain itu, atlet diharapkan mampu memaknai proses latihan sebagai sarana pengembangan diri dan pembentukan karakter, sementara penelitian selanjutnya dapat mengembangkan kajian ini dengan cakupan cabang olahraga yang lebih luas atau menggunakan pendekatan metodologis yang berbeda guna memperkaya pemahaman tentang motivasi dalam pembinaan atlet.
REFERENSI
Andesta, N.,
Padli, P., Argantos, A., & Sari, D. P. (2023). Tingkat Motivasi Latihan
Atlet Renang G Sport Center. Jurnal Gladiator, 3(5), 275–285.
https://doi.org/10.24036/gltdor771011
Anisa,
B., & Wijaya, F. J. M. (2022). MOTIVASI BERLATIH ATLET ATLETIK USIA 15-20
TAHUN CLUB PREDATOR PADANGAN BOJONEGORO PADA MASA PANDEMI COVID -19. Jurnal
Prestasi Olahraga, 5(4), 35–40.
https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-prestasi-olahraga/article/view/46164
Ardyan,
E., Boari, Y., Akhmad, A., Yuliyani, L., Hildawati, H., Suarni, A., Anurogo,
D., Ifadah, E., & Judijanto, L. (2023). METODE PENELITIAN KUALITATIF DAN
KUANTITATIF: Pendekatan Metode Kualitatif dan Kuantitatif di Berbagai Bidang.
PT. Sonpedia Publishing Indonesia.
Awennse,
A., & Wijaya, F. J. M. (2022). Motivasi Berlatih dan Berprestasi Atlet
Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kabupaten Kebumen di Era Pandemi
Covid-19. Jurnal Prestasi Olahraga, 5(2), 140–150.
https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-prestasi-olahraga/article/view/45195
Ayemi,
M. R. A. (2023). PENGARUH MOTIVASI BERPRESTASI TERHADAP PENINGKATAN PERFORMA
ATLET PUSAT PENDIDIKAN DAN LATIHAN PELAJAR (PPLP) PROVINSI PAPUA CABANG
OLAHRAGA ATLETIK. Jurnal Prestasi Olahraga, 6(1), 46–50.
https://doi.org/10.1234/jpo.v6i1.56607
Elzas,
E. N. (2022). Analisis Faktor-Faktor Motivasi Atlet dalam Meraih Prestasi di
Kompetisi Liga 3. Journal of Physical and Outdoor Education, 4(1),
45–54. https://doi.org/10.37742/jpoe.v4i1.146
Firmansyah,
M., Masrun, M., & S, I. D. K. Y. (2021). ESENSI PERBEDAAN METODE
KUALITATIF DAN KUANTITATIF | Elastisitas: Jurnal Ekonomi Pembangunan.
https://elastisitas.unram.ac.id/index.php/elastisitas/article/view/46
Hamzah,
A. A., Setiawan, T. A., & Faridah, A. (2025). Pengaruh Motivasi Intrinsik
Terhadap Prestasi Atlet Karate Bkc Cianjur: Penelitian. Jurnal Pengabdian
Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(1), 2020–2025.
https://doi.org/10.31004/jerkin.v4i1.1920
HARAZ,
R. (2024). ANALISIS MOTIVASI LATIHAN ATLET CRICKET MUARO JAMBI [Other,
UNIVERSITAS JAMBI]. https://repository.unja.ac.id/63497/
Jalawasesa,
P. V. W., & Fajar, M. K. (2022). Analisis Tingkat Motivasi Berprestasi
Atlet Pada Kejuaraan Provinsi Taekwondo Indonesia Jawa Timur Virtual Tahun
2021. Jurnal Prestasi Olahraga, 5(1), 120–126.
https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-prestasi-olahraga/article/view/44623
Mustofa,
A. I., & Wulandari, F. Y. (2024). MOTIVASI ATLET ATLETIK DALAM MENGIKUTI
LATIHAN DI PERSATUAN ATLETIK SELURUH INDONESIA (PASI) KOTA BLITAR UNTUK
MENUNJANG PRESTASI DI PORPROV JAWA TIMUR VIII. Jurnal Prestasi Olahraga,
7(1), 48–56.
https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-prestasi-olahraga/article/view/58233
Nopiyanto,
Y. E., Raibowo, S., Prabowo, A., Insanistyo, B., Herdian, H., & Ibrahim, I.
(2023). Analisis Tingkat Motivasi Berprestasi Atlet Futsal di Akademi SGF Kota
Bengkulu. Jurnal Patriot, 5(2), 138–146.
https://doi.org/10.24036/patriot.v5i2.953
Nurfajar,
W. A. (2023). Analisis Motivasi Latihan dan Tingkat Efikasi Diri pada Atlet
Senam Artistik Kabupaten Karanganyar.
https://digilib.uns.ac.id/dokumen/108658/Analisis-Motivasi-Latihan-dan-Tingkat-Efikasi-Diri-pada-Atlet-Senam-Artistik-Kabupaten-Karanganyar
Pramudya,
B. D., & M.Pd, W. (2022). Analisis Motivasi Latihan Tim Futsal Putri Bara
Katong Ponorogo Selama Covid-19. Jurnal Prestasi Olahraga, 5(2),
122–130.
https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/jurnal-prestasi-olahraga/article/view/44771
Rachmad,
Y. E., Rahman, A., Judijanto, L., Pudjiarti, E. S., Runtunuwu, P. C. H.,
Lestari, N. E., Wulandari, D., Suhirman, L., Rahmawati, F. A., Mukhlis, I. R.,
Fatmah, F., Saktisyahputra, S., Purba, A. E., Nopiah, R., Winarni, A. T.,
Fanani, A. F., & Mintarsih, M. (2024). Integrasi Metode Kuantitatif dan
Kualitatif: Panduan Praktis Penelitian Campuran. PT. Green Pustaka
Indonesia.
Rendra
Damar Sukma, D., Karlina Dwi Jayanti, -, & Agustanico Dwi Muryadi, S. P.
(2024). BIOGRAFI KARIER DAN MOTIVASI DARI OKKY SETYO UTOMO SEBAGAI ATLET
ATLETIK [Skripsi, Universitas Tunas Pembangunan].
https://repository.utp.ac.id/2218/
Supratiknya,
A. (2022). Metodologi Penelitian Kuantitatif & Kualitatif dalam
Psikologi. universitas Sanata Dharma.
No comments
Post a Comment