The Implementation of Sica
Box Media to Improve Students' Understanding of the Properties of Light in
Grade V at SD Plus Melati Samarinda
Marniati
Kadir 1), Nia Isnaniatun2), Rima Rahma Dani3)
1,2,3Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu
Keguruan, Universitas Islam Negeri
Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda
Abstract
This study aimed to improve
students' understanding of the properties of light through the implementation
of SICA Box learning media in Grade V students of SD Plus Melati Samarinda. The
research employed Classroom Action Research (CAR) conducted in two cycles. Each
cycle consisted of planning, action, observation, and reflection stages. The
subjects were 20 fourth-grade students. Data were collected through
observation, tests, and documentation. The results indicated that the
implementation of SICA Box significantly improved students' understanding of
the properties of light. Learning mastery increased from 45% in the pre-cycle
to 70% in Cycle I and reached 90% in Cycle II. Students' learning activities
also showed substantial improvement throughout the learning process. Therefore,
SICA Box is effective in improving students' understanding of the properties of
light.
Keywords: SICA
Box, students' understanding, properties of light, learning media, classroom
action research.
Article Info:
Received date: 30 May 2026 Revised date: 6 June 2026
Accepted date: 12 June 2026
PENDAHULUAN
Pendidikan dasar memiliki peran penting
dalam membangun kemampuan berpikir dan pemahaman konsep siswa. Salah satu mata
pelajaran yang memerlukan pemahaman konseptual yang kuat adalah Ilmu
Pengetahuan Alam (IPA). Pembelajaran IPA tidak hanya menuntut siswa untuk
menghafal konsep, tetapi juga memahami fenomena alam melalui pengalaman
langsung dan kegiatan eksperimen.[1]
Materi sifat-sifat cahaya merupakan
salah satu materi IPA yang dianggap sulit oleh sebagian siswa sekolah dasar
karena memuat konsep-konsep abstrak yang tidak dapat diamati secara langsung
tanpa bantuan media pembelajaran. Akibatnya, siswa sering mengalami kesulitan
dalam memahami konsep pemantulan, pembiasan, penembusan, dan perambatan cahaya.[2]
Berdasarkan hasil observasi awal di
kelas V SD Plus Melati Samarinda, ditemukan bahwa pemahaman siswa terhadap
materi sifat-sifat cahaya masih rendah. Pembelajaran masih didominasi metode
ceramah sehingga siswa kurang aktif dalam proses pembelajaran. Kondisi tersebut
berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa.
Salah satu alternatif yang dapat
digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah penggunaan media SICA Box
(Sifat Cahaya Box). Media ini dirancang untuk membantu siswa memahami
konsep-konsep sifat cahaya melalui kegiatan eksperimen sederhana yang menarik
dan interaktif. Penggunaan media konkret dapat membantu siswa memperoleh
pengalaman belajar yang bermakna sehingga konsep yang dipelajari menjadi lebih
mudah dipahami.
Berdasarkan uraian tersebut, penelitian
ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas penerapan media SICA Box dalam
meningkatkan pemahaman siswa pada materi sifat-sifat cahaya kelas V SD Plus
Melati Samarinda.
KAJIAN LITERATUR
Media Pembelajaran
Media pembelajaran merupakan segala sesuatu yang dapat
digunakan untuk menyalurkan pesan dan informasi sehingga dapat merangsang
perhatian, minat, dan kemampuan belajar siswa. Media pembelajaran juga
berfungsi sebagai alat bantu yang dapat memperjelas penyampaian materi sehingga
tujuan pembelajaran dapat tercapai secara optimal.[3]
Media SICA Box
SICA Box merupakan media pembelajaran berbentuk kotak
eksperimen yang digunakan untuk menunjukkan berbagai sifat cahaya. Media ini
memungkinkan siswa melakukan pengamatan langsung terhadap fenomena cahaya
seperti merambat lurus, menembus benda bening, dipantulkan, dan dibiaskan. Penggunaan
media konkret dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran.
Pemahaman Siswa
Pemahaman merupakan kemampuan siswa
dalam menginterpretasikan, menjelaskan, dan menerapkan konsep yang telah
dipelajari. Menurut Benjamin Bloom, pemahaman berada pada tingkat kedua ranah
kognitif setelah pengetahuan.[4]
Hipotesis Tindakan
Hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah:
"Penerapan media SICA Box dapat meningkatkan pemahaman
siswa pada materi sifat-sifat cahaya kelas V SD Plus Melati Samarinda."
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas
(PTK) model Kemmis dan McTaggart yang terdiri atas empat tahap, yaitu
perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi.
Subjek penelitian adalah 20 siswa kelas V SD Plus Melati
Samarinda tahun pelajaran 2025/2026.
Teknik pengumpulan data meliputi:
·
Observasi aktivitas guru dan siswa.
·
Tes hasil belajar.
·
Dokumentasi.
Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan
kualitatif. Data kuantitatif dianalisis melalui persentase ketuntasan belajar,
sedangkan data kualitatif dianalisis berdasarkan hasil observasi selama
pembelajaran. Indikator keberhasilan penelitian ditetapkan apabila minimal 85%
siswa mencapai nilai KKM ≥ 70.
HASIL
Pra Siklus
|
Keterangan |
Hasil |
|
Jumlah Siswa |
20 |
|
Tuntas |
9 |
|
Tidak Tuntas |
11 |
|
Ketuntasan Klasikal |
45% |
Hasil pra-siklus menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum
memahami materi sifat-sifat cahaya dengan baik.
Siklus I
|
Keterangan |
Hasil |
|
Jumlah Siswa |
20 |
|
Tuntas |
14 |
|
Tidak Tuntas |
6 |
|
Ketuntasan Klasikal |
70% |
Pada siklus I terjadi peningkatan pemahaman siswa setelah
penggunaan media SICA Box. Namun, masih terdapat beberapa siswa yang mengalami
kesulitan dalam memahami konsep pembiasan cahaya.
Siklus II
|
Keterangan |
Hasil |
|
Jumlah Siswa |
20 |
|
Tuntas |
18 |
|
Tidak Tuntas |
2 |
|
Ketuntasan Klasikal |
90% |
Pada siklus II, ketuntasan belajar meningkat secara
signifikan dan telah mencapai indikator keberhasilan penelitian.
Pembahasan
Peningkatan hasil belajar siswa menunjukkan bahwa penggunaan
media SICA Box mampu membantu siswa memahami konsep sifat-sifat cahaya secara
lebih konkret. Melalui kegiatan eksperimen, siswa memperoleh pengalaman
langsung yang membuat konsep IPA menjadi lebih mudah dipahami.
Temuan ini sejalan dengan pendapat Arsyad yang menyatakan
bahwa media pembelajaran dapat meningkatkan efektivitas proses belajar
mengajar. Selain itu, penggunaan media konkret juga sesuai dengan karakteristik
siswa sekolah dasar yang masih berada pada tahap operasional konkret menurut
teori perkembangan kognitif Jean Piaget.[5]
Dengan demikian, penerapan media SICA Box terbukti efektif
dalam meningkatkan pemahaman siswa pada materi sifat-sifat cahaya.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa
penerapan media SICA Box mampu meningkatkan pemahaman siswa pada materi
sifat-sifat cahaya kelas V SD Plus Melati Samarinda. Ketuntasan
belajar siswa meningkat dari 45% pada pra-siklus menjadi 70% pada siklus I dan
90% pada siklus II. Selain meningkatkan hasil belajar, media SICA Box juga
meningkatkan aktivitas dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran.
REFERENSI
Azhar Arsyad.
(2019). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.
Suharsimi Arikunto, Suhardjono, &
Supardi. (2021). Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi
Aksara.
Wina Sanjaya.
(2016). Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta:
Kencana.
Jean Piaget. (1972). The Psychology
of the Child. New York: Basic Books.
Benjamin Bloom. (1956). Taxonomy of
Educational Objectives: Handbook I Cognitive Domain. New York: David
McKay Company.
[1] Wina Sanjaya, Strategi
Pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan (Jakarta: Kencana,
2016), hlm 126.
[2] Suharsimi Arikunto, Suhardjono, dan
Supardi, Penelitian Tindakan Kelas (Jakarta: Bumi Aksara, 2021), hlm 60.
[3] Azhar Arsyad, Media Pembelajaran
(Jakarta: Rajawali Pers, 2019), hlm 15.
[4] Benjamin Bloom, Taxonomy of Educational
Objectives: Handbook I Cognitive Domain (New York: David McKay Company,
1956), hlm 62.
[5] Jean Piaget, The Psychology of the Child
(New York: Basic Books, 1972), hlm 92.
No comments:
Post a Comment