Pengaruh Content Marketing dan Live Streaming terhadap Impulse Buying Brand Jiniso Pada Tiktok Shop (Studi Kasus pada Generasi Z di Kota Gorontalo)
Risnawaty Suleman1, Rizan Machmud2, Yulinda L Ismail3, Melan Angriani Asnawi4
Universitas Negeri Gorontalo
email: risnawatysuleman6@gmail.com 1
Abstrak
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui: (1) pengaruh content
marketing terhadap impulse
buying brand Jiniso di TikTok Shop, (2) pengaruh live streaming terhadap
impulse buying brand Jiniso di TikTok Shop, dan (3) pengaruh content marketing
dan live streaming terhadap impulse buying. Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang
merupakan Generasi Z di Kota Gorontalo. Teknik pengambilan sampel menggunakan
purposive sampling. Data dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan
bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) secara parsial, content
marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying dengan
nilai signifikansi 0,042 dan t hitung
> t tabel yaitu 2,968 > 1,948, (2) live streaming juga berpengaruh
positif dan signifikan terhadap impulse buying dengan nilai signifikansi 0,000
dan t hitung > t tabel yaitu 5,062 > 1,948; dan (3) secara simultan,
content marketing dan live streaming berpengaruh signifikan terhadap impulse
buying dengan nilai signifikansi 0,000 dan f hitung > f tabel yaitu 33,701
> 3,09. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,604 menunjukkan bahwa
60,4% variasi impulse buying dapat dijelaskan oleh content marketing dan live
streaming, sedangkan 39,6% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti
dalam penelitian ini.
Kata Kunci:
Pemasaran Konten,
Streaming Langsung, Pembelian
Impulsif.
Abstract
This
study aims to determine: (1) the effect of content marketing on impulse buying
of the Jiniso brand in TikTok Shop, (2) the effect of live streaming on impulse buying
of the Jiniso brand in TikTok
Shop, and (3) the effect of content marketing and live streaming on impulse buying.
This study used a
quantitative approach by distributing questionnaires to 100 respondents who are Generation Z in Gorontalo City.
The sampling technique used purposive sampling. Data were analyzed using
multiple linear regression with the help of SPSS. The results
of the study indicate that: (1) partially, content marketing has a
positive and significant effect on impulse buying with a significance value of
0.042 and a calculated t > t table, namely 2.968 > 1.948, (2) live
streaming also has a positive and significant effect on impulse buying with a
significance value of 0.000 and a calculated t > t table, namely 5.062 >
1.948; and (3) simultaneously, content marketing and live streaming have a
significant effect on impulse buying
with a significance value of 0.000 and f
count > f table, namely 33.701 > 3.09. The coefficient
of determination (R²) value of 0.604 indicates that 60.4% of the variation in impulse buying
can be explained by content
marketing and live streaming, while 39.6%
is influenced by other variables not examined in this study.
Keywords: Content Marketing, Live Streaming, Impulse Buying.
PENDAHULUAN
Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam dunia bisnis.
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan pelaku usaha
memperoleh informasi yang akurat dan efisien, terutama
melalui internet dan media sosial.
Salah satu platform yang saat ini berperan penting dalam kegiatan bisnis adalah
TikTok, yang tidak hanya menjadi sarana
hiburan tetapi juga media pemasaran
dan perdagangan elektronik (e-commerce). TikTok
menawarkan kemudahan bagi pengguna untuk membuat,
mengedit, dan membagikan video pendek yang kreatif, serta menggunakan
algoritma yang menyesuaikan konten sesuai minat pengguna tanpa bergantung pada
jumlah pengikut.
Popularitas TikTok
di Indonesia terus
meningkat dan menempatkan negara ini sebagai pengguna TikTok terbesar di dunia
dengan lebih dari 157 juta pengguna pada tahun 2024. Mayoritas penggunanya berasal dari kalangan
Generasi Z berusia
18–24 tahun, yang dikenal
sebagai generasi digital native. Generasi ini memiliki gaya hidup konsumtif,
mudah terpengaruh oleh tren,
dan sering melakukan pembelian secara spontan
atau impulse buying. Fenomena ini diperkuat oleh karakteristik TikTok
yang menampilkan konten visual singkat, menarik, serta fitur-fitur seperti
TikTok Shop dan live streaming
yang mendorong interaksi langsung antara penjual dan
pembeli.
Salah satu merek lokal yang
berhasil memanfaatkan TikTok sebagai strategi pemasaran digital adalah Jiniso,
brand pakaian lokal yang berfokus pada produk jeans wanita. Melalui akun resmi
@jiniso.id, Jiniso aktif membuat konten kreatif, melakukan kolaborasi dengan
influencer, serta memanfaatkan fitur live streaming untuk memperkenalkan produk,
memberikan promo, dan berinteraksi dengan
audiens. Strategi ini terbukti efektif, terbukti dari
jumlah pengikut yang mencapai jutaan serta posisi Jiniso sebagai salah satu merek
pakaian wanita terlaris
di TikTok Shop Indonesia. Dengan
konten yang menarik, harga terjangkau, dan pendekatan yang mengikuti
tren anak muda, Jiniso berhasil membangun citra positif di kalangan konsumen
muda.
Fenomena impulse
buying yang terjadi
pada pengguna TikTok,
khususnya di kalangan Generasi Z, menjadi menarik
untuk dikaji lebih lanjut. Banyak pengguna melakukan pembelian secara spontan karena terpengaruh oleh konten
yang menarik, promosi terbatas, atau emosi sesaat saat menyaksikan live
streaming. Dalam konteks ini, content marketing dan live streaming berperan
besar dalam membentuk perilaku pembelian impulsif. Oleh karena itu, penelitian
ini berfokus pada “Pengaruh Content Marketing dan Live Streaming terhadap
Impulse Buying Brand Jiniso pada TikTok Shop (Studi Kasus pada Generasi Z di Kota Gorontalo)” guna memahami sejauh mana strategi
pemasaran digital tersebut memengaruhi keputusan pembelian konsumen muda di era
media sosial.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono
(2020) metode penelitian
kuantitatif adalah metode penelitian yang menekankan pada pengumpulan dan
analisis data yang didasarkan pada pengukuran. Metode ini memungkinkan peneliti
untuk menganalisis hubungan antarvariabel dan menguji hipotesis yang diajukan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Analisis Validitas dan
Reliabilitas
1. Uji Validitas
a.
Variabel Content Marketing
Hasil uji validitas pada item pernyataan content marketing terhadap brand jiniso di TikTok Shop dapat
dilihat pada tabel berikut:
Tabel 1 Uji Validitas Content Marketing Brand Jiniso pada Tiktok Shop
|
Item |
r hitung |
r tabel |
Ket |
Status |
|
1. |
0,844 |
0,196 |
rhitung>rtabel |
Valid |
|
2. |
0,725 |
rhitung>rtabel |
Valid |
|
|
3. |
0,839 |
rhitung>rtabel |
Valid |
|
|
4. |
0,701 |
rhitung>rtabel |
Valid |
|
|
5. |
0,795 |
rhitung>rtabel |
Valid |
|
|
6. |
0,763 |
rhitung>rtabel |
Valid |
|
|
7. |
0,830 |
rhitung>rtabel |
Valid |
|
|
8. |
0,795 |
rhitung>rtabel |
Valid |
|
|
9. |
0,756 |
rhitung>rtabel |
Valid |
|
|
10. |
0,795 |
rhitung>rtabel |
Valid |
|
|
11. |
0,805 |
rhitung>rtabel |
Valid |
Sumber: Olahan Data SPSS (2025)
Hasil uji validitas terhadap
item pernyataan content
marketing brand jiniso
di TikTok Shop menunjukkan bahwa seluruh item memiliki nilai r hitung yang lebih besar dari r tabel, yaitu 0,196. Dengan demikian,
seluruh butir pernyataan dalam kuesioner content marketing layak digunakan untuk
mengukur persepsi responden karena memenuhi syarat validitas.
b.
Variabel Live Streaming
Hasil uji validitas pada item pernyataan live streaming terhadap brand jiniso
di TikTok Shop dapat dilihat
pada tabel berikut:
Tabel 2 Uji Validitas Live Streaming Brand Jiniso pada Tiktok Shop
|
Item |
r hitung |
r tabel |
Ket |
Status |
|
1. |
0,735 |
0,196 |
rhitung>rtabel |
Valid |
|
2. |
0,658 |
rhitung>rtabel |
Valid |
|
|
3. |
0,781 |
rhitung>rtabel |
Valid |
|
|
4. |
0,711 |
rhitung>rtabel |
Valid |
|
|
5. |
0,836 |
rhitung>rtabel |
Valid |
|
|
6. |
0,790 |
rhitung>rtabel |
Valid |
|
|
7. |
0,808 |
rhitung>rtabel |
Valid |
|
|
8. |
0,798 |
rhitung>rtabel |
Valid |
Sumber: Olahan
Data SPSS (2025)
Hasil uji validitas terhadap
item pernyataan live streaming brand
jiniso di TikTok Shop menunjukkan bahwa
seluruh item memiliki
nilai r hitung
yang lebih besar dari r tabel,
yaitu 0,196. Dengan demikian, seluruh butir pernyataan dalam kuesioner live streaming layak digunakan untuk
mengukur persepsi responden karena memenuhi syarat validitas.
c.
Variabel Impuls Buying
Hasil uji validitas pada item pernyataan impuls buying
terhadap brand jiniso
di TikTok Shop dapat dilihat
pada tabel berikut:
Tabel 3 Uji Validitas Impuls Buying
Brand Jiniso pada Tiktok Shop
|
Item |
r hitung |
r tabel |
Ket |
Status |
|
1. |
0,780 |
0,196 |
rhitung>rtabel |
Valid |
|
2. |
0,704 |
rhitung>rtabel |
Valid |
|
|
3. |
0,730 |
rhitung>rtabel |
Valid |
|
|
4. |
0,745 |
rhitung>rtabel |
Valid |
|
|
5. |
0,734 |
rhitung>rtabel |
Valid |
|
|
6. |
0,766 |
rhitung>rtabel |
Valid |
|
|
7. |
0,495 |
rhitung>rtabel |
Valid |
|
|
8. |
0,645 |
rhitung>rtabel |
Valid |
Sumber: Olahan Data SPSS (2025
Hasil uji validitas terhadap
item pernyataan impuls buying
brand jiniso di TikTok Shop menunjukkan bahwa seluruh item memiliki nilai
r hitung yang lebih besar dari r tabel, yaitu 0,196. Dengan demikian, seluruh
butir pernyataan dalam kuesioner impuls
buying layak digunakan untuk mengukur persepsi responden karena memenuhi
syarat validitas.
2. Uji Reliabilitas
Hasil uji reliabilitas pada keseluruhan
item pernyataan pada kuesioner content
marketing, live streaming dan impuls
buying terhadap brand jiniso di TikTok Shop dapat dilihat sebagai berikut:
Tabel 4 Hasil Uji Reliabilitas Kuesioner Content Marketing, Live Streaming dan
Impuls Buying
terhadap Brand Jiniso
di TikTok Shop
|
Variabel |
Reliability Statistics |
|
|
Cronbach's Alpha |
N of Items |
|
|
Content Marketing |
0,942 |
12 |
|
Live Streaming |
0,895 |
8 |
|
Impuls Buying |
0,854 |
8 |
Sumber: Olahan
Data SPSS (2025)
Tabel
tersebut menunjukkan berdasarkan analisis menggunakan uji alpha croncbach, diperoleh nilai Koefisien Chonbach’s Alpha untuk variabel content marketing sebesar 0,942,
variabel live streaming sebesar 0,895
dan variabel impuls buying sebesar
0,854. Keseluruhan variabel memperoleh nilai Chonbach’s Alpha lebih besar dari 0,6. Hal ini menunjukkan bahwa
instrumen yang digunakan pada variabel content
marketing, live streaming dan impuls
buying terhadap brand jiniso di TikTok Shop dalam penelitian ini reliabel.
Analisis Asumsi Klasik
1. Uji Normalitas
Hasil uji normalitas pada variabel content marketing, live streaming dan impuls buying terhadap brand jiniso di
TikTok Shop dapat dilihat sebagai berikut:

Gambar 1 Normal Probability Plot Data Variabel
Content Marketing, Live Streaming dan Impuls Buying terhadap Brand Jiniso di TikTok Shop
Uji normalitas sebagaimana pada gambar tersebut
menunjukkan bahwa sebaran
plot berada disekitar dan sepanjang serta mengikuti garis diagonal.
Tidak ada data yang tersebar jauh dari garis diagonal. Hal tersebut menunjukkan
bahwa data-data variabel dalam penelitian ini terdistribusi secara normal.
2. Uji Multikolinearitas
Hasil
uji multikolinearitas pada variabel
content
marketing, live streaming dan impuls buying
terhadap brand jiniso di
TikTok Shop dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
|
No |
Variabel |
Tolerance |
VIF |
|
1 2 |
Content Marketing |
0,620 |
1,613 |
|
Live Streaming |
0,620 |
1,613 |
Sumber: Olahan Data SPSS (2025)
Tabel tersebut menunjukkan bahwa nilai Variance Inflation Factor (VIF) 1,613
< 10,00 dan nilai
tolerance 0,620> 0,10 Sehingga disimpulkan tidak terdapat multiklonieritas diantara variabel
dependen content marketing, live
streaming dan impuls buying yang
digunakan dalam penelitian ini.
3. Uji Heterokedasitas
Hasil
uji heteroakseditas variabel
content marketing, live streaming
dan impuls buying terhadap brand jiniso di TikTok
Shop dapat dilihat
sebagai berikut:
Gambar 2 Grafik
Scatterplot Data Variabel Content Marketing, Live Streaming dan
Impuls Buying
terhadap Brand Jiniso
di TikTok Shop
Berdasarkan gambar
tersebut, pengujian heterokedastisitas menunjukkan bahwa titik- titik menyebar diatas dan dibawah
angka 0 pada sumbu Y dan tidak membentuk pola tertentu. Sehingga jika dilihat
dari gambar tersebut tidak terjadi gejala heterokedastisitas pada data variabel
yang diteliti.
Pengujian Hipotesis
1. Analisis Regresi Linier
Berganda
Uji regresi
berganda pada penelitian ini diperoleh hasil sebagai
berikut:
Tabel 6 Hasil Uji Regresi
Berganda Content Marketing, Live Streaming terhadap Impuls Buying
pada Brand Jiniso
di TikTok Shop
|
No |
Variabel |
Nilai B |
|
1 |
Constant |
6,375 |
|
2 |
Content Marketing |
0,134 |
|
3 |
Live Streaming |
0,564 |
Sumber: Olahan Data SPSS (2025)
Berdasarkan hasil analisis diatas,
model regresi linier
berganda adalah sebagai
berikut.
Y = 6,375 +
0,134X1 + 0,564X2 + e
Berdasarkan model persamaan regresi
tersebut, maka dapat diinterpretasikan hal-hal sebagai berikut :
a.
Nilai Koefisien Regresi Variabel
X1 (content marketing) sebesar 0,134
menunjukkan setiap perubahan variabel content marketing sebesar 1 satuan maka akan meningkatkan impuls buying brand jiniso sebesar 13,4 satuan. Dengan kata lain
besarnya perubahan yang disebabkan oleh variabel content marketing
terhadap impuls buying produk jiniso di aplikasi TikTok sebesar 13,4%.
b.
Nilai Koefisien Regresi Variabel
X1 (live streaming) sebesar
0,564 menunjukkan setiap perubahan variabel live streaming sebesar 1 satuan maka
akan meningkatkan impuls buying brand
jiniso sebesar 56,4 satuan. Dengan kata lain besarnya perubahan yang disebabkan oleh variabel live streaming terhadap impuls buying produk jiniso di aplikasi TikTok sebesar 56,4%.
2. Uji Parsial (Uji T)
Hasil uji parsial (uji T)
yang digunakan untuk mengetahui pengaruh parsial content marketing, live streaming terhadap impuls buying pada brand jiniso di TikTok Shop. Penentuan kriteria
uji didasarkan pada pemenuhan hipotesis nilai t-hitung > dari t-tabel maka
H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti ada pengaruh yang signifikan dari
variable independen terhadap variable dependen. Nilai t-tabel ini tergantung
pada besarnya df (degree of freedom)
serta tingkat signifikan yang digunakan sebesar 5% dan nilai df, pada
penelitian ini yaitu sebesar n – k – 1 = 100 – 2 – 1 = 97 maka diperoleh nilai t-tabel sebesar 1,984 (lihat lampiran). Hasil pengujian
dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 7 Pengaruh
Parsial Content Marketing
dan Live Streaming Terhadap Impuls Buying pada
Brand Jiniso di TikTok Shop
|
No |
Variabel |
T hitung |
Sig. |
|
1. |
Constant |
2,036 |
0,044 |
|
2. |
Content Marketing |
2,968 |
0,042 |
|
3. |
Live Streaming |
5,062 |
0,000 |
Sumber: Olahan Data SPSS (2025)
Tabel tersebut menunjukkan hasil uji
secara parsial menggunakan uji T dari variabel bebas (content marketing dan live
streaming) terhadap impuls buying pada
brand jiniso di TikTok Shop. Interpretasi atas hasil tersebut sebagai berikut:
a.
Pada variabel content marketing terhadap impuls
buying pada brand jiniso di TikTok Shop, diperoleh nilai t-hitung 2,968
> t-tabel 1,984 dan nilai signifikan 0,042 < 0,05 maka dapat disimpulkan
bahwa ada pengaruh yang signifikan content
marketing terhadap impuls buying pada
brand jiniso di TikTok Shop.
b.
Pada variabel live streaming terhadap impuls buying
pada brand jiniso
di TikTok Shop, diperoleh nilai t-hitung 5,062 >
t-tabel 1,984 dan nilai signifikan 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh
yang signifikan live streaming
terhadap impuls buying pada brand jiniso di TikTok Shop.
3. Uji Stimulan (Uji F)
Pengaruh stimulan content marketing, live streaming terhadap
impuls buying pada brand jiniso
di TikTok Shop, menggunakan uji F, yang hasilnya akan dibandingkan dengan F
tabel dan α (0,05). F tabel diperoleh
berdasarkan signifikansi 5% atau 0,05 menggunakan
rumus (k;n-k) sehingga diperoleh: (2;100-2)=(2;98), maka nilai F tabel pada
penelitian ini yaitu 3,09. Hasil analisis dapat dilihat pada tabel sebagai
berikut:
Tabel 8 Pengaruh
Stimulan Content Marketing dan
Live Streaming Terhadap Impuls Buying
pada Brand Jiniso di TikTok
Shop
|
ANOVAa |
||||||
|
Model |
Sum of
Squares |
df |
Mean Square |
F |
Sig. |
|
|
1 |
Regression |
923.353 |
2 |
461.677 |
33.701 |
.000b |
|
Residual |
1328.807 |
97 |
13.699 |
|
|
|
|
Total |
2252.160 |
99 |
|
|
|
|
|
a. Dependent Variable: Impuls Buying |
||||||
|
b. Predictors: (Constant), Live Streaming, Content
Marketing |
||||||
Sumber: Olahan Data SPSS (2025)
Tabel
tersebut menunjukkan bahwa berdasarkan uji stimulan
content
marketing, live streaming terhadap impuls buying pada brand jiniso di TikTok Shop, memperoleh nilai F Hitung sebesar 33,701 (> F Tabel 3,09)
dan ρ value sebesar 0,000 (< α 0,05), dengan demikian dapat
diinterpretasikan bahwa content marketing
dan live streaming secara
bersama-sama (stimulan) berpengaruh terhadap impuls buying pada brand jiniso
di TikTok Shop.
4. Uji Koefisien Determinasi
(Uji R2)
Pengujian koefisien determinasi ini dilakukan
dengan maksud mengukur
kemampuan model dalam menerangkan seberapa pengaruh content marketing dan live
streaming terhadap impuls buying pada brand jiniso di TikTok Shop. Hasil
analisis dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 9 Koefisien Determinasi Content Marketing dan
Live Streaming terhadap Impuls Buying
pada Brand Jiniso
di TikTok Shop
|
No. |
R |
R Square |
Adjusted R Square |
Std. Error
of the Estimate |
|
1 |
0,640 |
0,410 |
0,398 |
0,3701 |
Sumber: Olahan Data SPSS (2025)
Berdasarkan hasil analisis
koefisien determinasi pada Tabel 4.19, diperoleh nilai R Square sebesar 0,410. Hal ini menunjukkan bahwa 41% variasi
perilaku impuls buying terhadap brand
jiniso di TikTok
Shop dapat dijelaskan oleh variabel content marketing dan live streaming secara bersama-sama. Sementara itu, sisanya sebesar
59% dijelaskan oleh faktor lain di luar model yang tidak diteliti dalam
penelitian ini. Nilai Adjusted R Square sebesar
0,398 juga menunjukkan bahwa setelah disesuaikan dengan jumlah variabel
prediktor dan responden, kontribusi kedua variabel independen tersebut masih
cukup signifikan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa model ini memiliki
kemampuan yang cukup baik dalam menjelaskan pengaruh content marketing dan live
streaming terhadap impuls buying,
meskipun masih terdapat variabel lain yang berpotensi memengaruhi perilaku
tersebut.
PEMBAHASAN
Pengaruh Content Marketing
Terhadap Impluse Buying Brand Jiniso Pada Tiktok
Shop (Studi Kasus Pada Generasi Z di Kota Gorontalo)
Content marketing saat ini bukan sekadar alat promosi biasa, melainkan
strategi komunikasi yang bertujuan membangun hubungan yang kuat dan bermakna
antara brand dan audiens. Dalam dunia
digital yang serba cepat seperti sekarang, konsumen cenderung memilih brand yang
mampu memberikan informasi
secara relevan, menarik,
dan konsisten. Melalui
pendekatan ini, brand seperti Jiniso
bisa menyampaikan pesan yang tidak hanya menjual produk, tetapi juga memberikan
nilai lebih, misalnya dengan berbagi tips penggunaan, kisah di balik produk,
atau konten visual yang menghibur.
Pulizzi & Rose (2023) menyatakan bahwa content
marketing yang berhasil adalah yang mampu menyatu dengan pengalaman
konsumen secara utuh, membangun keterlibatan, dan menciptakan koneksi emosional
yang kuat.
Konten yang dikemas secara
menari dengan visual yang
kuat, narasi yang menyentuh,
atau promo yang memikat, bisa memicu
emosi dan membuat seseorang membeli produk tanpa berpikir panjang. Apalagi di
platform seperti TikTok, di mana konten muncul cepat dan seringkali membuat
penonton “terseret suasana”, momen pembelian bisa terjadi hanya dalam hitungan
detik. Menurut Hu et al. (2022), konten emosional yang disampaikan secara persuasif mampu meningkatkan
dorongan beli secara impulsif, terutama jika disampaikan lewat media sosial
yang cepat dan interaktif. Jadi, semakin cerdas brand menyusun kontennya, semakin besar peluang mereka untuk
menarik hati audiens secara spontan. Menurut
Ismail et al. (2024), konten-konten yang dikemas secara
menarik dan sesuai
dengan preferensi audiens muda terbukti mampu menarik perhatian, membangkitkan minat, hingga
mendorong tindakan membeli secara spontan
tanpa perencanaan sebelumnya. Elemen visual yang cepat dan padat
informasi memicu reaksi emosional cepat, memperkuat efek psikologis pada
konsumen.
Berdasarkan hasil penelitian
tersebut, peneliti berasumsi bahwa strategi content marketing yang diterapkan
oleh Jiniso di TikTok Shop memiliki kontribusi nyata dalam mendorong perilaku
impuls buying konsumen. Hal ini diperkuat oleh hasil uji t yang menunjukkan
bahwa variabel content marketing berpengaruh secara signifikan terhadap impuls buying,
dengan nilai t-hitung
lebih besar dari t-tabel dan tingkat signifikansi Artinya, semakin baik kualitas content marketing yang disajikan
baik dari segi relevansi, akurasi, maupun daya tarik konten maka semakin besar
kemungkinan konsumen melakukan pembelian secara spontan tanpa perencanaan.
Meskipun besarnya pengaruh yang ditunjukkan
oleh regresi linier
berganda hanya sebesar
empat belas persen,
namun angka ini tetap menunjukkan bahwa content
marketing memegang peranan
penting, meskipun bukan satu-satunya faktor yang memicu
impuls buying. Dengan demikian, asumsi yang dapat ditarik adalah
bahwa penguatan strategi
content marketing yang lebih konsisten, informatif, dan menarik secara visual dapat meningkatkan
kecenderungan pembelian impulsif konsumen terhadap produk Jiniso di TikTok.
Strategi content
marketing yang dijalankan oleh Jiniso di TikTok Shop dinilai sudah cukup berhasil dan mendapat
respons yang baik dari audiens,
Konten yang disajikan dinilai relevan, akurat, bernilai, serta mudah dipahami dan
ditemukan oleh pengguna. Ini menunjukkan bahwa Jiniso mampu menyampaikan
informasi yang sesuai dengan kebutuhan dan minat audiens secara menarik dan
informatif. Namun, masih ada sedikit catatan pada aspek konsistensi, yang
meskipun sudah masuk kategori baik, tetap perlu ditingkatkan agar pesan yang disampaikan terasa
lebih seragam dan terstruktur. Dengan
kata lain, Jiniso telah berada di jalur yang tepat dalam menerapkan
content marketing, hanya tinggal menyempurnakan beberapa elemen agar komunikasi
dengan audiens bisa semakin kuat dan berdampak.
Hal tersebut nampak dari
respon positif dari konsumen. Ini menunjukkan bahwa Jiniso mampu
memahami dan menyampaikan apa yang dibutuhkan konsumennya. Dari sisi akurasikonsumen tetap menilai
informasi yang disampaikan jujur dan tidak menyesatkan. Konten juga dianggap
memberikan nilai tambah karena tidak hanya menarik tetapi juga bermanfaat, misalnya
dengan menyajikan tips penggunaan produk.
Selain itu, penyampaian informasi yang mudah dipahami
dengan bahasa yang sederhana mendapat tanggapan baik dari audiens. Konten
Jiniso juga dinilai mudah ditemukan di platform dan cukup sering muncul di FYP,
sehingga memperkuat jangkauan dan eksistensi brand. Namun, dimensi konsistensi
mendapat perhatian khusus karena skor terendahnya, menunjukkan perlunya
peningkatan dalam menjaga kestabilan frekuensi dan gaya penyampaian konten.
Secara keseluruhan, pendekatan
content marketing Jiniso
sudah berjalan efektif,
namun masih ada ruang untuk memperkuat
konsistensi agar mampu membangun citra
brand yang lebih solid di TikTok Shop.
Penelitian sebelumnya oleh
Wang et al. (2024) menunjukkan bahwa konten visual yang menarik, penggunaan
bahasa emosional, serta penggabungan elemen promosi seperti diskon dan bonus terbukti
mampu meningkatkan keputusan pembelian secara spontan.
Hasil riset mereka terhadap 350 responden pengguna aktif TikTok di
Tiongkok menemukan bahwa konten yang dikemas secara otentik dan relatable mampu
membentuk keterikatan emosional yang mendorong aksi pembelian tanpa
perencanaan. Faktor-faktor seperti entertainment
value, kepercayaan terhadap brand,
dan kemudahan akses informasi juga menjadi pemicu utama.
Pengaruh Live Streaming Penjualan Terhadap Impluse Buying Brand Jiniso Pada Tiktok
Shop (Studi Kasus Pada Generasi Z di Kota Gorontalo)
Live streaming penjualan kini menjadi strategi pemasaran digital yang
semakin populer dan terbukti efektif dalam mendorong impulse buying di platform e-commerce. Menurut Chen et al. (2023), live commerce
menciptakan suasana interaktif secara real-time yang
mampu membangun kedekatan emosional antara penjual dan konsumen. Interaksi
langsung ini meningkatkan rasa urgensi, kepercayaan, dan keterlibatan, yang
merupakan pemicu utama perilaku pembelian impulsif. Selain itu, elemen seperti
penawaran terbatas, demonstrasi produk secara langsung, dan visualisasi menarik
menjadikan pengalaman berbelanja terasa lebih hidup dan meyakinkan, sehingga
mendorong konsumen untuk melakukan pembelian secara spontan tanpa banyak
pertimbangan.
Pendekatan live streaming
yang dikombinasikan dengan strategi promosi, deskripsi produk yang informatif,
serta bonus eksklusif mampu menciptakan dorongan emosional yang kuat. Sebagaimana dijelaskan oleh Liu et al. (2022),
real-time engagement selama live streaming membentuk persepsi nilai tambah dan menciptakan rasa takut kehilangan (fear of missing out/FOMO), yang sering
kali memicu keputusan pembelian yang tidak direncanakan. Hal ini menunjukkan
bahwa live streaming bukan sekadar alat komunikasi pemasaran, melainkan juga
instrumen efektif dalam menciptakan pengalaman berbelanja yang memicu reaksi
spontan dari konsumen. Dengan demikian, strategi ini sangat relevan diterapkan
oleh brand seperti Jiniso untuk meningkatkan penjualan melalui perilaku
impulsif audiens di platform digital yang dinamis seperti TikTok.
Peneliti berpendapat bahwa
strategi live streaming yang
dijalankan oleh Jiniso di TikTok Shop terbukti
menjadi elemen kunci
dalam mendorong perilaku
pembelian impulsif konsumen.
Interaksi secara langsung antara brand dan audiens, penyajian produk secara
nyata, serta penyampaian informasi yang cepat dan menarik selama
siaran langsung mampu menciptakan urgensi dan ketertarikan
yang kuat dalam waktu singkat. Selain itu, adanya bonus atau penawaran terbatas
yang disampaikan secara real-time turut memperkuat dorongan emosional konsumen
untuk segera membeli tanpa berpikir panjang. Dengan demikian, live streaming bukan hanya menjadi sarana
promosi, tetapi juga menjadi strategi efektif untuk membangun hubungan yang lebih dekat
dengan audiens dan mendorong keputusan pembelian secara spontan.
Hasil evaluasi terhadap strategi
live streaming yang dijalankan oleh Jiniso di TikTok
Shop menunjukkan bahwa pendekatan ini secara keseluruhan mendapat respons yang
baik dari audiens. Dari keempat aspek yang dinilai, penawaran bonus menjadi
daya tarik paling kuat. Banyak konsumen merasa terbantu dan lebih tertarik
membeli karena adanya diskon atau promo eksklusif yang hanya tersedia saat live streaming, bahkan salah satu
pernyataannya memperoleh skor tinggi. Ini menandakan bahwa strategi promosi
real-time seperti ini sangat efektif dalam memicu keputusan pembelian spontan.
Di sisi lain, waktu pelaksanaan live
streaming juga dinilai cukup tepat. Audiens merasa jadwal dan durasinya
sudah sesuai dengan kenyamanan mereka, sehingga mereka bisa mengikuti tanpa
merasa terburu-buru atau bosan.
Penjelasan produk yang
disampaikan selama siaran juga dianggap informatif dan meyakinkan. Melalui
deskripsi dan demonstrasi langsung, konsumen merasa lebih paham terhadap fungsi
dan kegunaan produk, yang membantu mereka dalam mengambil keputusan. Tidak kalah
penting, visualisasi produk yang ditampilkan juga memberi kesan positif. Gambar
yang jelas dan menarik, serta
tampilan warna dan tekstur yang diperlihatkan
secara detail selama live streaming, sangat membantu audiens
dalam mengenal produk lebih
dekat. Keseluruhan temuan
ini mengindikasikan bahwa live streaming bukan
hanya menjadi sarana hiburan,
tetapi juga telah
dimanfaatkan dengan baik oleh Jiniso
sebagai strategi pemasaran
yang efektif dalam membangun ketertarikan dan mendorong perilaku
pembelian impulsif dari konsumen.
Berdasarkan temuan tersebut,
peneliti berasumsi bahwa strategi live
streaming yang diterapkan oleh Jiniso di TikTok Shop telah berjalan secara
efektif dalam membangun keterlibatan dan ketertarikan konsumen. Kehadiran promo
eksklusif yang hanya tersedia selama siaran langsung terbukti mampu menciptakan
urgensi dan mendorong keputusan pembelian secara spontan. Selain itu, pemilihan
waktu yang tepat, penyampaian informasi produk
yang jelas, serta dukungan visual
yang menarik turut memperkuat daya tarik konten live streaming tersebut. Peneliti menilai bahwa kombinasi elemen
promosi, edukasi produk, dan visualisasi yang disajikan
secara real-time memberi nilai tambah yang signifikan terhadap pengalaman
konsumen. Oleh karena itu, pendekatan live
streaming dapat terus dikembangkan sebagai salah satu strategi
utama dalam memperkuat posisi brand Jiniso
dan meningkatkan potensi impulse
buying di platform TikTok Shop.
Penelitian Yang & Lee
(2023) menunjukkan bahwa fitur live
streaming dalam platform e-commerce seperti
TikTok Shop memiliki
pengaruh signifikan terhadap
perilaku impulse buying konsumen.
Studi ini menemukan bahwa elemen-elemen dalam live streaming seperti interaksi langsung dengan host, penyajian visual
produk secara real-time, dan penawaran terbatas waktu
mampu menciptakan tekanan emosional dan urgensi, yang mempercepat keputusan
pembelian secara spontan. Temuan ini sejalan dengan hasil penelitian pada brand Jiniso,
di mana aspek
bonus, visualisasi produk,
serta deskripsi selama live terbukti mendorong minat beli mendadak dari audiens. Dengan
demikian, strategi live streaming bukan
hanya meningkatkan keterlibatan konsumen, tetapi juga secara langsung
memperkuat kemungkinan terjadinya pembelian impulsif pada produk yang
dipromosikan secara aktif.
Pengaruh stimulan Content Marketing Dan Live Streaming Penjualan Terhadap Impluse Buying Brand
Juniso Pada Tiktok
Shop (Studi Kasus Pada Generasi
Z di Kota Gorontalo)
Teori pemasaran digital
terbaru menekankan bahwa content
marketing dan live streaming memiliki
peran penting dalam membentuk perilaku impulse
buying, terutama di platform media sosial.
Pembelian impulsif dapat
dijelaskan sebagai pilihan
yang dibuat pada saat itu karena perasaan positif
yang kuat terhadap suatu objek. Pembelian impulsif juga dapat dijelaskan
sebagai "perilaku reaktif yang tidak bersemangat". Pembelian ini
melibatkan keadaan afektif
yang kuat di mana konsumen
berperilaku agak otomatis,
dengan melakukan sedikit kendali intelektual atas tindakan konsumen
(Ismail et al., 2024a).
Menurut Chen et al. (2023), content marketing yang berkualitas yakni
konten yang relevan, menarik, informatif, dan konsisten dapat menciptakan
keterlibatan emosional antara konsumen dan brand. Ketika konsumen merasa konten
yang ditampilkan mampu menjawab kebutuhan mereka, mereka cenderung lebih terbuka
terhadap sugesti pembelian secara spontan. Hal ini diperkuat oleh teori consumer engagement, di mana pengalaman
digital yang positif mampu meningkatkan intensi pembelian tidak terencana,
terutama dalam lingkungan belanja online yang cepat dan visual seperti TikTok.
Sementara itu, live streaming commerce atau livestream selling dipandang sebagai
salah satu pemicu terkuat pembelian impulsif karena menghadirkan interaksi
real-time antara penjual dan konsumen. Liu & Sun (2023) menyatakan bahwa
aspek-aspek seperti penawaran eksklusif saat siaran langsung, urgensi waktu,
demonstrasi produk secara langsung, dan komunikasi dua arah mampu menciptakan
suasana belanja yang lebih mendesak dan emosional. Faktor-faktor tersebut
memperpendek proses pertimbangan konsumen dan mendorong mereka untuk segera
melakukan pembelian.
Promosi visual
yang intens mampu
mendorong pembelian tidak
terencana. Elemen visual seperti kupon belanja,
diskon besar, dan tampilan countdown timer
menstimulasi urgency dan
dorongan emosional yang kuat. Selain itu, live streaming, konsepnya selaras
dengan praktik flash sale yang disampaikan secara langsung, real-time, dan interaktif,
karakteristik utama dari live streaming commerce
saat ini. Perpaduan
antara content marketing berbasis visual dan live
streaming secara langsung mampu menciptakan efek psikologis pada konsumen, yang menyebabkan mereka melakukan pembelian
tanpa pertimbangan rasional. Perilaku
impulse buying tersebut tercermin dari planned impulse buying dan
pure impulse buying, yang mengindikasikan bahwa konten promosi
yang dikemas menarik dapat
mengalihkan rencana belanja
konsumen menjadi keputusan spontan.
Dengan demikian, content marketing dan
live streaming memiliki korelasi
kuat dalam membentuk keputusan
pembelian impulsif di era e-commerce modern (Ismail et al., 2022). Berdasarkan hasil tersebut,
peneliti berasumsi bahwa strategi pemasaran digital yang mengombinasikan content marketing
dan live streaming terbukti mampu menciptakan
pengaruh signifikan terhadap perilaku impulse
buying konsumen terhadap brand Jiniso di TikTok Shop. Keduanya saling
melengkapi dalam membentuk pengalaman belanja yang menarik, informatif, dan emosional bagi audiens. Konten
yang relevan dan bernilai mampu membangun ketertarikan awal, sementara siaran langsung memperkuat dorongan pembelian melalui interaksi
real-time dan penawaran
eksklusif. Namun, karena pengaruh kedua variabel
dari variasi perilaku impulse buying,
peneliti juga mengasumsikan bahwa terdapat faktor eksternal lain yang turut memengaruhi keputusan spontan konsumen,
seperti kepribadian individu, tren sosial, harga, atau bahkan algoritma
platform. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk menggali lebih dalam faktor-faktor tambahan yang dapat
memengaruhi pembelian impulsif
secara lebih komprehensif.
Berdasarkan hasil
temuan dalam penelitian ini, variabel live streaming muncul sebagai
faktor paling kuat yang memengaruhi perilaku impulse buying pada
brand Jiniso di TikTok
Shop. Hal ini ditunjukkan dari skor rata-rata yang lebih tinggi dibandingkan content marketing, serta kontribusi pengaruh yang lebih besar
terhadap keputusan pembelian impulsif. Di antara empat indikator utama dalam
variabel live streaming, aspek bonus
atau penawaran khusus menjadi pendorong terbesar. Penawaran seperti diskon
eksklusif atau hadiah terbatas saat live terbukti
sangat menarik perhatian audiens dan memicu keputusan pembelian spontan,
yang ditunjukkan oleh skor tertinggi. Selain bonus, indikator
visualisasi produk juga memberikan pengaruh kuat, karena penyajian
gambar yang jelas dan detail warna atau tekstur produk membantu konsumen merasa
lebih yakin dan tergugah untuk membeli. Penjelasan produk secara langsung
melalui demonstrasi (live demonstration) dan waktu pelaksanaan yang sesuai juga memperkuat pengaruh
variabel ini. Dengan kata lain, live
streaming bukan hanya berperan sebagai media promosi, tetapi juga
menciptakan pengalaman belanja yang lebih dekat,
real-time, dan menggugah emosional, sehingga sangat efektif dalam mendorong terjadinya
impulse buying.
Peneliti berasumsi bahwa
interaksi real-time dan atmosfer promosi yang diciptakan selama siaran langsung
memiliki daya tarik emosional yang tinggi bagi konsumen. Kehadiran bonus
eksklusif, tampilan visual produk yang menarik, serta penyampaian informasi yang
meyakinkan secara langsung membuat audiens merasa lebih percaya dan terdorong
untuk segera melakukan pembelian tanpa pertimbangan panjang. Hal ini
mengindikasikan bahwa strategi pemasaran berbasis pengalaman langsung (experiential marketing) yang diterapkan
Jiniso melalui live streaming mampu
membangun koneksi emosional dan persepsi
urgensi yang sangat
efektif dalam menciptakan dorongan beli secara impulsif. Oleh karena itu,
peneliti berpendapat bahwa optimalisasi konten dan kualitas siaran langsung,
terutama pada aspek interaktivitas, kejelasan
visual, dan penawaran
waktu terbatas yang perlu terus dipertahankan bahkan ditingkatkan, karena
terbukti menjadi kekuatan utama dalam meningkatkan penjualan secara
instan di platform TikTok Shop.
Penelitian sebelumnya oleh
Rachmawati & Purwanegara (2023) mendapatkan hasil bahwa kombinasi content marketing dan strategi live streaming secara simultan memiliki
pengaruh signifikan terhadap perilaku impulse
buying konsumen di platform media sosial berbasis video. Konten yang
informatif, relevan, dan mudah dipahami dapat membangun kepercayaan dan meningkatkan ketertarikan emosional konsumen, sementara live streaming memberikan pengalaman
interaktif yang memperkuat rasa urgensi dan keterlibatan secara langsung,
sehingga mendorong konsumen untuk melakukan pembelian secara spontan. Temuan ini sejalan dengan
hasil penelitian terhadap
brand Jiniso, yang menunjukkan bahwa kedua variabel tersebut
berkontribusi secara bersama-sama dalam membentuk keputusan pembelian impulsif
konsumen di TikTok
Shop, memperkuat efektivitas strategi
pemasaran digital berbasis konten dan interaksi waktu nyata dalam
meningkatkan konversi penjualan.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan sebagai berikut:
1. Content marketing berpengaruh signifikan terhadap impulse buying pada
brand Jiniso di TikTok Shop. Strategi konten yang dijalankan dinilai relevan,
informatif, dan menarik, sehingga mampu membangun minat beli secara spontan.
Namun, aspek konsistensi masih perlu ditingkatkan agar komunikasi brand lebih
kuat dan terstruktur.
2. Live streaming memiliki
pengaruh signifikan terhadap
impulse buying pada brand Jiniso di TikTok Shop. Strategi ini
terbukti efektif menarik perhatian konsumen, terutama melalui penawaran bonus,
visual produk yang menarik, serta penjelasan produk yang informatif. Dengan
respons positif dari audiens, live streaming menjadi
sarana promosi yang mampu
mendorong keputusan pembelian secara spontan.
3. Content marketing dan live streaming secara simultan berpengaruh
signifikan terhadap perilaku impulse buying pada brand Jiniso di TikTok Shop.
Di antara keduanya, live streaming menjadi faktor
paling dominan, terutama
melalui indikator penawaran bonus dan visualisasi produk yang kuat. Strategi ini tidak hanya
berfungsi sebagai media promosi, tetapi juga menciptakan pengalaman interaktif
yang mampu mendorong keputusan pembelian secara spontan dari konsumen.
SARAN
1. Bagi Penulis
Penulis perlu terus mengembangkan
kemampuan analisis dan metodologi penelitian, khususnya dalam pengolahan data
statistik dan interpretasi hasil, agar penelitian di masa depan dapat disusun
dengan lebih mendalam dan akurat serta memberikan kontribusi yang lebih kuat
dalam pengembangan ilmu pemasaran digital.
2. Bagi Peneliti Selanjutnya
Peneliti selanjutnya disarankan untuk
menambahkan variabel lain seperti interaktivitas, trust, atau faktor emosional,
serta mempertimbangkan karakteristik demografis audiens TikTok agar hasil
penelitian lebih kaya dan kontekstual.
3. Bagi Perusahaan
Jiniso disarankan untuk terus
memaksimalkan potensi live streaming sebagai strategi penjualan, khususnya
dengan penawaran menarik seperti bonus dan diskon, serta memperbaiki
konsistensi dalam penyampaian konten agar citra merek semakin kuat dan mampu
mendorong pembelian impulsif secara berkelanjutan
REFERENSI
Amsani, P. D., & Hadi, S. P. (2021). The influence of discount and
store atmosphere on impulse buying behavior: A case study of Lottemart
Wholesale consumers in Semarang. Jurnal Administrasi Bisnis, 6(1), 1–12.
Chen, Y., Zhang, L., & Wang, Q. (2023). The role of content
marketing in enhancing customer engagement and impulsive buying in social
commerce. Journal of Digital Marketing Innovation, 8(1), 25–39.
dataindonesia_id. (2024). 8 countries with the longest average TikTok
usage duration on Android phones. Retrieved April 29, 2025, from https://www.instagram.com/dataindonesia_id/p/DBTOtpxJRxQ/
Devita, C. (2023). The influence of self-monitoring on impulse buying
among adolescent girls in replica bag purchases. Parsimonia, 2(2),
43–53.
Dewi, W. A. (2023). The influence of content marketing, live streaming,
and online customer reviews on purchase intention: A case study of Jiniso brand
on TikTok app in Malang. UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Diany, A. A., Sangen, M., & Faisal, I. (2020). The effect of sales
promotion and store atmosphere on positive emotion and impulse buying behavior
at Matahari Department Store Duta Mall, Banjarmasin. JWM (Jurnal Wawasan
Manajemen), 7(1), 65.
Faradiba, B., & Syarifuddin, M. (2021). Covid-19: The effect of
live streaming video promotion and electronic word of mouth on buying
purchasing. Economos: Jurnal Ekonomi dan Bisnis, 4(1), 1–9.
Hilvert-Bruce, Z., Neill, J. T., Sjoblom, M., & Hamari, J. (2022).
Social motivations of live-streaming viewer engagement on Twitch. Computers
in Human Behavior, 84, 56–67.
Hu, Y., Zhang, J., & Wang, X. (2022). Exploring the effect of
emotional content marketing on impulse buying behavior in social commerce. Journal
of Interactive Marketing, 59, 65–80.
Huda, I. U., Karsudjono, A. J., & Darmawan, R. (2021). The
influence of content marketing and lifestyle on purchase decisions in small and
medium enterprises on social media. Al-Kalam, 8(1), 32–40.
Irene, L. (2021). Analysis of the effect of content marketing on
customer retention with brand attitude and customer engagement as mediating
variables: Wimsilak cigarette users in Surabaya. Jurnal Garuda Rujukan
Digital, 53(9), 1689–1699.
Karr, D. (2020). How to map your content to unpredictable customer
journeys (4th ed.). San Francisco, CA: Meltwater.
Lee, C. H., & Chen, C. W. (2021). Impulse buying behaviors in live
streaming commerce based on the stimulus-organism-response framework. Information,
12(6).
Liu, H., & Sun, R. (2023). Livestream shopping and impulse
purchase: Exploring the psychological mechanisms in real-time sales. Journal
of Interactive Advertising, 23(2), 105–120.
Liu, Y., Wang, Y., & Li, H. (2022). Understanding consumers’
impulsive buying in livestreaming commerce: The role of streamer
characteristics and perceived value. Journal of Business Research, 143,
123–134.
Mileros, M. D., Lakemond, N., & Forchheimer, R. (2021). Towards a
taxonomy of e-commerce: Characterizing content creator-based business models. Technology
Innovation Management Review, 9(10), 62–77.
Munajat, C., Firanti, D., Subagja, R., & Laillatul Qodri, T. D.
(2023). Impulsive buying phenomenon on the TikTok Shop platform. KarismaPro,
14(1), 28–34.
Ningrum, R. A., & Widanti, A. (2023). Effect of shopping lifestyle
and sales promotion on impulse buying moderated by openness to experience on
Shopee. International Journal of Management and Digital Business, 2(1),
14–29.
Nurafifah, A. R., & Desmiza. (2024). Analysis of store atmosphere
and sales on impulse buying mediated by shopping emotion at Miniso retail
stores in Bandung. Journal of Management and Business (JOMB), 6(3),
1093–1106.
Nurijayanti, A., Sukamdiani, M. G., Noor, D., & Perdana, C. (2023).
The effect of product reviews, content marketing, and price perception on
TikTok purchase decisions: Camille Beauty by Nadya Shavira. Jurnal Wirausaha
dan Ilmu Ekonomi (Wiranomika), 2(1), 1–17.
Pulizzi, J., & Rose, R. (2023). Content marketing strategy:
Harness the power of your brand’s voice. New Jersey: Wiley Publishing.
Putra, M. A., & Hayadi, I. (2024). The effect of live streaming on
impulse buying from an affordance perspective on TikTok platform. Ekombis
Review: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis, 12(1), 761–772.
Rachmawati, D., & Purwanegara, M. S. (2023). Marketing and live
streaming in influencing impulsive buying behavior on social commerce
platforms. Journal of Interactive Marketing Research, 11(2), 112–125.
Rahmawati, A. (2023). The influence of flash sale programs on impulse
buying behavior: A study of Shopee app users in Poris Jaya. UIN Syarif
Hidayatullah Jakarta.
Ramadhanty, F. R. (2025). Characteristics of promotional discourse in
live streaming of Somethinc beauty store on TikTok app. Retrieved April 30,
2025, from https://www.kompasiana.com/callynaaa/680609ebc925c44a8a5a9812
Rimanto, D. (2025). The influence of live streaming and content
marketing on purchase decisions on TikTok Shop: A case study of Generation Z.
In Seminar Nasional Hasil Penelitian dan Pengabdian Masyarakat 2025 (pp.
608–616). Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya.
Sa’adah, A. N., Rosma, A., & Aulia, D. (2022). Generation Z
perception of TikTok Shop features on the TikTok app. Transekonomika:
Akuntansi, Bisnis dan Keuangan, 2(5), 131–140.
Safitri, A. A. (2024). The effect of affiliate marketing, content
marketing, and flash sales on consumer purchase intention at Jasminejilbab
through online shop: A study of students at the Faculty of Economics and
Business, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Universitas PGRI Adi Buana
Surabaya.
Salerindra, B. (2020). Determinants of investment decisions among
students at university investment galleries in Surabaya and Malang. Jurnal
Ilmu Manajemen, 8(1), 157–173.
Sugiyono. (2020). Metode penelitian manajemen: Pendekatan
kuantitatif, kualitatif, kombinasi (mixed methods), penelitian tindakan (action
research), penelitian evaluasi. Bandung: Alfabeta.
Sugiyono. (2021). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, R&D.
Bandung: Alfabeta.
Sutanto, J. (2019). The influence of trust, ease of use, information
quality, and risk perception on purchase decisions via social networking sites
in Semarang. Universitas Katolik Soegijapranata.
Utami, P. H., Ni Made Ras, A., & Suryawati, I. G. A. A. (2021). The
effect of using #skincareviral in TikTok videos on skincare purchase intention
among TikTok users in Denpasar. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik,
Universitas Udayana, 1–8. Retrieved from www.cnbcindonesia.com
Wang, L., Chen, X., & Liu, Y. (2024). The impact of short video
content marketing on consumer impulse buying behavior: Evidence from TikTok
users. Journal of Digital Marketing Research, 18(1), 45–62.
Wang, S., Lin, T., & Liao, Y. (2022). The intermediary effect of
attachment behavior in live streaming marketing. Modern Economics &
Management Forum, 3(4), 262.
Wearesocial. (2024). Use of Jiniso brand among Generation Z. Retrieved
from https://wearesocial.com/id/blog/2024/01/digital-2024/
Wisudawati, N. N. S., Sari, P. R. J., Yoga, I. M. S., & Nadera, I.
M. M. (2020). The development of attraction potency to improve the quality of
Denpasar city tourism. International Journal of Applied Sciences in Tourism
and Events, 4(1), 59.
Yunita, D., Widad, A., Diah, Y. M., & Farla, W. (2021). Developing
content marketing as a strategy to increase brand awareness for businesses
during the Covid-19 pandemic. Sricommerce: Journal of Sriwijaya Community
Services, 2(2), 89–96.
Zhang, P., Chao, C.-W., & Chiong, R. (2023). Effects of in-store
live stream on consumers’ offline purchase intention. Journal of Retailing
and Consumer Services, 72, 103262.
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Volume 4, Nomor 2, March 2026, P. 40-53
E-ISSN: 2986-6340
Licenced by CC BY-SA 4.0
DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.18765867
No comments
Post a Comment