Education
on ‘Isi Piringku’ as an Effort to Improve Understanding of Balanced Nutrition
Among Students of MI Nurul Huda in Dusun Slempit
Galuh Amelia Ragil Rahmanda
Universitas Islam Negeri Sunan
Ampel Surabaya
Email: ameliaragil722@gmail.com
Abstrak
Rendahnya pemahaman
siswa sekolah dasar mengenai gizi seimbang menjadi salah satu faktor yang dapat
memengaruhi pola makan dan status kesehatan anak. Penelitian ini bertujuan
untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang konsep gizi seimbang melalui edukasi
Isi Piringku pada siswa MI Nurul Huda di Dusun Slempit. Kegiatan dilaksanakan
melalui beberapa tahapan, yaitu observasi awal untuk mengetahui tingkat
pemahaman siswa, pelaksanaan edukasi menggunakan metode ceramah interaktif dan
media visual, kegiatan permainan edukatif (mewarnai, menggunting, dan menempel
gambar Isi Piringku), serta evaluasi untuk mengukur peningkatan pemahaman
siswa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa
sebelum edukasi, sebagian besar siswa belum memahami komposisi Isi Piringku dan
pentingnya konsumsi sayur serta buah dalam pola makan sehari-hari. Setelah
diberikan edukasi, terjadi peningkatan pemahaman yang terlihat dari kemampuan
siswa dalam menjelaskan kembali konsep Isi Piringku, menjawab pertanyaan dengan
lebih tepat, serta menunjukkan kesadaran mengenai pentingnya mengonsumsi
makanan bergizi seimbang.
Kata kunci: edukasi gizi, Isi Piringku, gizi seimbang, siswa sekolah dasar.
Abstract
The low level of
understanding among elementary school students regarding balanced nutrition is
one of the factors that can influence children’s eating patterns and health
status. This study aims to improve students’ understanding of the concept of
balanced nutrition through Isi Piringku education for students of MI Nurul Huda
in Dusun Slempit. The activity was carried out through several stages: initial
observation to determine the students’ level of understanding, implementation
of education using interactive lecture methods and visual media, educational
games (coloring, cutting, and pasting Isi Piringku pictures), and evaluation to
measure the improvement in students’ understanding. The results showed that
prior to the education session, most students did not understand the
composition of Isi Piringku and the importance of consuming vegetables and
fruits in their daily diet. After the educational intervention, there was an
improvement in understanding, as reflected in the students’ ability to
re-explain the concept of Isi Piringku, answer questions more accurately, and
demonstrate awareness of the importance of consuming balanced nutritious foods.
Keywords: nutrition education, Isi Piringku, balanced nutrition, elementary school
students.
Article
Info
Received date: 15
January 2026 Revised date: 30 January 2026 Accepted date: 15 February 2026
PENDAHULUAN
Pemahaman
tentang gizi seimbang merupakan aspek penting dalam mendukung pertumbuhan dan
perkembangan anak, khususnya pada usia sekolah dasar. Gizi seimbang tidak hanya
berperan dalam menjaga kesehatan fisik, tetapi juga mempengaruhi kemampuan
konsentrasi, daya tahan tubuh, serta prestasi belajar siswa. Namun, pada
kenyataannya masih banyak siswa yang belum memahami pentingnya gizi seimbang.
Hal ini disebabkan oleh kurangnya edukasi kesehtan, kebiasaan konsumsi makanan
instan, serta minimnya peran lingkungan sekolah dan keluarga dalam memberikan
pemahaman terkait pola makan sehat. Kurangnya pengetahuan ini berpotensi
menyebabkan kebiasaan makan yang tidak sehat, seperti konsumsi makanan tinggi
gula, garam, dan lemak secara berlebih serta rendahnya konsumsi sayur dan buah.
Upaya meningkatkan pemahaman gizi seimbang dapat dilakukan melalui berbagai
kegiatan eduktif, seperti penyuluhan kesehatan, penggunaan media pembelajaran
yang menarik serta praktik langsung mengenal komposisi makanan sehat.
Lingkungan sekolah memiliki peran strategis sebagai tempay pembentukan perilaku
hidup sehat melalui integritas materi gizi dalam pembelajaran dan kegiatan
pendukung lainnya. Selain itu, keterlibatan guru dan orang tua juga sangar
penting dalam memberikan contoh membiasakan pola makanan sehat kepada siswa.
Gizi seimbang
merupakan salah satu faktor penting dalam menunjang pertumbuhan, perkembangan,
dan kesehatan anak usia sekolah dasar. Asupan gizi yang terpenuhi secara
optimal tidak hanya berkontribusi pada kondisi fisik yang sehat dan daya tahan
tubuh yang baik, tetapi juga memiliki pengaruh signifikan terhadap perkembangan
fungsi otak, kemampuan berpikir, serta tingkat konsentrasi anak dalam mengikuti
kegiatan pembelajaran di sekolah. Anak dengan status gizi yang baik cenderung
memiliki kemampuan belajar yang lebih optimal, tingkat kehadiran yang tinggi,
serta prestasi akademik yang lebih baik dibandingkan dengan anak yang mengalami
permasalahan gizi(Angga et al. 2023).
Usia sekolah
dasar merupkan fase penting dalam siklus kehidupan anak, karena pada tahap ini
terjadi pertumbuhan fisik yang pesat serta perkembangan kognitif dan sosial
yang intensif. Namun, kelompok usia ini juga termasuk kategori yang rentan
terhadap berbagai permasalahan gizi, baik kekurangan gizi seperti stunting dan
anemia, maupun kelebihan gizi seperti overweight dan obesitas. Permasalahan
tersebut sering sekali disebabkan oleh pola makan yang tidak terartur,
rendahnya konsumsi makanan bergizi, serta tinggi konsumsi makanan cepat saji
dan jajanan yang kurang sehat. (Menurut World Health Organization), pemenuhan
gizi yang tepat pada usia anak sangat penting karena berdampak langsung
terhadap kesehatan jangkan pendek maupun kualitias kesehatan pada masa dewasa.
Selain itu,
rendahnya pemahaman anak mengenai pentingnya gizi seimbang juga menjadi faktor
penyebab munculnya permasalah gizi. Ana sering kali belum mampu membedakan
natara makanan yang sehat dan tidak sehat, segingga diperlukan upaya edukasi
yang tepat sejak dini. (Kementrian Kesehatan Republik Indonesia) telah
memperkenalkan berbagai program edukasi gizi, seperti konsep “Isi Piringku”,
sebagai panduan sederhana untuk membantu anak memahami komposisi makanan sehat
yang terdiri dari karbohidrat, protein, sayur, dan buah dalam proporsi yang
seimbang.
Edukasi
mengenai konsep Isi Piringku merupakan salah satu metode yang efektif dalam
meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa tentang pentingnya mengonsumsi
makanan dengan gizi seimbang. Konsep ini dirancang sebagai panduan sederhana
yang mudah dipahami, khususnya bagi anak usia sekolah dasar, dengan menampilkan
komposisi makanan yang dianjurkan dalam satu piring makan. Dalam konsep Isi
Piringku, setengah bagian piring dianjurkan berisi sayur dan buah yang kaya
akan vitamin, mineral, dan serat, sedangkan setengah bagian lainnya terdiri
dari makanan pokok sebagai sumber energi dan lauk pauk sebagai sumber protein
yang berperan penting dalam pertumbuhan dan perbaikan jaringan tubuh(Rahmi et al. 2024).
Melalui penyajian dalam bentuk visual yang menarik dan mudah dipahami, konsep
isi piringku membantu siswa mengenali jenis makanan yang sehat serta memahami
proporsi makanan yang tepat untuk di konsumsi setiap hari. Pendekatan visual
ini sangat sesuai diterapkan pada anal usia sekolah dasar karena mereka
cenderung lebih mudah memahami informasi yang disampaikan melalui gambar dan
contoh konkret dibandinfkan dengan pengetahuan teoritis semata.
Selain
meningkatkan pengetahuan, edukasi isi piringku juga berperan dalam membentuk
kebiasaan makan yang sehat sejak dini. Kebiasaan makan yang terbentuk pada masa
anak-anak cenderung akan terbawa hingga masa remaja dan dewasa. Oleh karena
itu, pemberian edukasi gizi melalui konsep isi piringu menjadi langka penting
dalam upaya pencegahan berbagai permasalahan gizi, baik kekurangan gizi maupun
kelebihan gizi.
METODE
Kegiatan
edukasi ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan penyuluhan yang
bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai gizi seimbang melalui
pengenalan konsep Isi Piringku. Metode deskriptif digunakan untuk menggambarkan
secara langsung proses pelaksanaan kegiatan edukasi serta respon dan pemahaman
siswa setelag mebikuti kegiatan tersebut. Kegiatan ini dilaksanakan di MI Nurul
Huda yang berlokasi di Desa Pangkatrejo, Dusun Slempit, Kecamatan Sugio,
Lamongan, dengan peserta kegiatan yaitu siswa kelas 5-6 yang mengikuti kegiatan
edukasi gizi.
Tahapan yang
dilakukan pertamana yaitu memberikan edukasi dengan memberikan penjelasan
mengenai konsep Isi Piringku sebagai panduan makan sehat dan gizi seimbang.
Penyampaian materi dilakukan menggunakan metode ceramah sederhana yang
disesuaikan dengan tingkat pemahaman siswa sekolah dasar, serta didukung dengan
media visual seperti poster dan gambar agar siswa lebih mudah memahami meteri
yang disampaikan. Selain itu, siswa juga diberikan contoh jenis makanan yang
termasuk dalam kategori makanan pokok, lauk pauk, sayur, dan buah, sehingga
meraka dapat mengenali komposisi makanan yang sehat dan seimbang. Setelah
penyampaian metri, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab
untuk memberikan kesempatan kepada siswa dalam menyampaikan pendapat, bertanta,
serta menguji pemahaman mereka terhadap materi yang telah diberikan. Melalui
kegiatan ini, siswa menunjukan antusiasme yang baik dan mampu menjawab beberapa
pertanyaan terkait konsep Isi Piringku. Data dalam kegiatan ini diperoleh
melalui observasi langsung selama proses edukasi berlangsung, termasuk
partisipasi siswa, respon siswa, serta kemampuan siswa dalam memahami materi
yang disampaikan. Data yang diperoleh kemudian dianalisis secara deskriptif
dengan menjelaskan hasil kegiatan edukasi dan perubahan pemahaman siswa secara
umum setelah diberikan edukasi mengenai konsep Isi Piringku sebagai panduan
makan sehat. Diharapkan melalui kegiatn edukasi ini, siswa dapat memahami
pentingnya gizi seimbang serta mampu menerapkan pola makan sehat dalam kehidupan
sehari-hari.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Umum
MI Nurul Huda Dusun Slempit
Kegiatan
edukasi mengenai gizi seimbang melalui pengenalan Isi Piringku dilaksanakan di
MI Nurul Huda yang terletak di Dusun Slempit. Sebagai salah satu lembaga
pendidikan dasar, MI Nurul Huda memiliki peran strategis dalam membentuk
pengetahuan, sikap, dan perilaku siswa, termasuk dalam menanamkan kebiasaan
hidup sehat sejak dini. Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk
memperoleh ilmu pengetahuan akademik, tetapi juga sebagai lingkungan yang dapat
mendukung pembentukan perilaku positif seperti membiasakan pola makan sehat dan
bergizi. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini adalah siswa MI Nurul Huda
kelas 5-6. Berdasarkan hasil pengamatan awal, ditemukan bahwa pemahaman siswa
mengenai pentingnya gizi seimbang masih belum optimal. Hal ini terlihat dari
kebiasaan siswa dalam memilih makanan yang belum memperhatikan kandungan
gizinya. Sebagian siswa cenderung lebih menyukai makanan yang memiliki rasa
manis dan gurih tanpa mempertimbangkan nilai gizi yang terkandung di dalamnya.
Selain itu, siswa juga belum sepenuhnya memahami bahwa tubuh memerlukan
berbagai jenis makanan yang mengandung zat gizi berbeda untuk mendukung
kesehatan dan pertumbuhan. Kurangnya pengetahuan ini menyebabkan siswa belum
terbiasa menerapkan pola makan yang sehat dalam kehidupan sehari-hari. Oleh
karena itu, diperlukan upaya edukasi yang tepat untuk membantu siswa memahami
pentingnya mengonsumsi makanan yang beragam dan bergizi seimbang guna mendukung
kesehatan serta proses pertumbuhan dan perkembangan secara optimal.
Anak usia
sekolah dasar merupakan kelompok usia yang berada pada tahap pertumbuhan dan
perkembangan yang sangat penting, baik dari aspek fisik, kognitif, maupun
sosial. Pada fase ini, anak mengalami pertumbuhan tinggi badan, peningkatan
berat badan, serta perkembangan fungsi otak yang berperan dalam kemampuan
berpikir, memahami, dan menyerap informasi. Selain itu, pada usia ini anak juga
mulai aktif melakukan berbagai kegiatan, baik kegiatan belajar di sekolah
maupun aktivitas fisik lainnya, sehingga membutuhkan asupan energi dan zat gizi
yang cukup. Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi yang seimbang menjadi
faktor penting dalam mendukung pertumbuhan yang optimal, meningkatkan daya
tahan tubuh, serta menunjang kemampuan belajar, konsentrasi, dan prestasi siswa
di sekolah.
Asupan gizi
yang seimbang terdiri dari berbagai jenis zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh,
seperti karbohidrat sebagai sumber energi, protein sebagai zat pembangun dan
perbaikan jaringan tubuh, serta vitamin dan mineral yang berperan dalam menjaga
kesehatan dan meningkatkan daya tahan tubuh. Apabila kebutuhan zat gizi
tersebut tidak terpenuhi dengan baik, maka dapat berdampak pada kondisi
kesehatan anak, seperti tubuh menjadi mudah lelah, menurunnya daya tahan tubuh,
serta terganggunya proses pertumbuhan dan perkembangan. Selain itu, kondisi
gizi yang kurang baik juga dapat mempengaruhi kemampuan anak dalam mengikuti
proses pembelajaran, seperti menurunnya konsentrasi, kurangnya semangat
belajar, serta menurunnya prestasi akademik(Fauziah 2023).
Tingkat
Pemahaman Awal Siswa tentang Gizi Seimbang dan Isi Piringku
Berdasarkan
hasil observasi awal yang dilakukan terhadap siswa MI Nurul Huda di Dusun
Slempit, diperoleh gambaran tingkat pemahaman siswa mengenai konsep Gizi
Seimbang dan pedoman Isi Piringku masih tergolong sangat rendah. Sebagian besar
siswa belum mampu menjelaskan pengertian gizi seimbang secara tepat serta belum
memahami pentingnya mengonsumsi makanan dengan komposisi yang lengkap dan
seimbang dalam satu kali makan. Siswa pada umumnya hanya mengenal makanan pokok
sebagai sumber utama energi, tanpa memperhatikan keberadaan komponen lain
seperti lauk pauk, sayur dan buah yang juga memiliki peran penting dalam
memenuhi kebutuhan zat gizi tubuh. Terdapat anggapan di kalangan siswa bahwa
makan dalam jumlah yang banyak sudah cukup memenuhi kebutuhan tubuh, tanpa
memperhatikan kualitas dan kandungan gizi dari makanan yang dikonsumsi.
Pandangan tersebut menunjukan bahwa siswa belum memahami prinsip dasar gizi
seimbang, yaitu tidak hanya memperhatikan kuanlitas makanan tetapi juga
memperhatikan kelengkapan dan keseimbangan zat gizi yang terkandung di
dalamnya.
Tingkat
pemahaman siswa mengenai konsep gizi seimbang dipengaruhi oleh berbagai faktor
yang saling berkaitan. Salah satu faktor utama adalah masih terbatasnya edukasi
atau penyuluhan mengenai gizi seimbang yang diterima oleh siswa baik
dilingkungan sekolah maupun di lingkungan keluarga. Kurangnya penyampaian
informasi secara khusus mengenai pentingnya komposisi makanan yang seimbang
menyebabkan siswa belum memiliki pengetahuan yang memadai tentang
prinsip-prinsip gizi seimbang dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
Faktor lainnya yang turut mempengaruhi adalah kebiasaan makan sehari-hari siswa
yang belum sepenuhnya menerapkan prinsip gizi seimbang. Sebagian siswa masih
terbiasa mengonsumsi makanan tanpa memperhatikan kelengkapan unsur gizi,
khususnya konsumsi sayur dan buah. Banyak siswa yang belum menjadikan sayur dan
buah sebagai bagian penting dari menu harian mereka, sehingga asupan zat gizi
penting seperti vitamin, mineral dan serat belum terpenuhi secara optimal.
Kondisi tersebut menunjukan bahwa diperlukan upaya edukasi yang tepat dan
berkelanjutan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa dalam
menerapkan pola makan bergizi seimbang.
Pelaksanaan
Kegiatan Edukasi Isi Piringku
Pelaksanaan kegiatan edukasi Isi Pirinku merupakan salah
satu tahapan penting dalam upaya menanamkan pemahaman tentang gizi seimbang
pada anak sejak usia sekolah dasar. Edukasi ini tidak hanya bertujuan untuk
menambah pengetahuan siswa, tetapi juga membentuk kesadaran sejak dini mengenai
pentingnya memilik dan mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang dalam
kehidupan sehari-hari. Mengingat siswa sekolah dasar berada pada tahap
perkembangan kognitif yang masih membutuhkan contoh konkret dan media visual,
maka kegiatan dirancang dengan pendekatan yang terstruktur, sistematis, dan sesuai
dengan karaktristik peserta didik(Ridzal et al. 2024).
Kegiatan
edukasi mengenai Isi Piringku dilaksanakan di MI Nurul Huda yang berlokasi di
Dusun Slempit dengan sasaran siswa kelas 5-6 sebagai peserta kegiatan. Edukasi
ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman siswa mengenai
pentingnya gizi seimbang serta komposisi makanan yang sesuai dengan pedoaman
Isi Piringku. Kegiatan edukasi dilaksanakan secara langsung di dalam kelas
dengan suasana yang interaktif dan disesuaikan dengan karakteristil siswa
sekolah dasar.
Pelaksanaan
kegiatan diawali dengan tahap pembukaan, yaitu pengenalan materi dan pemberian
pertanyaan awal kepada siswa untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mereka
tentang gizi seimbang dan Isi Piringku. Pada tahap ini, siswa terlihat antusias
dalam menjawab pertanyaan, meskipun sebagian besar belum memahami konsep
tersebut secara tepat. Tahap ini bertujuan untuk membangun interaksi awal dan
mempersiapkan siswa dalam menerima materi edukasi.
Selanjutnya,
dilakukan penyampaian materi mengenai gizi seimbang dan konsep Isi Piringku.
Materi yang diberikan meliputi pengertian gizi seimbang, pentingnya mengonsumsi
makanan bergizi bagi kesehatan dan pertumbuhan serta penjelasan mengenai
komponen Isi Piringku terdiri dari makanan pokok, lauk pauk, sayur dan buah
dengan proporsi yang seimbang. Penyampaian materi dilakukan menggunakan metode
ceramah interaktif dengan bantuan media visual beruapa gambar dan poster Isi
Piringku untuk memudahlan siswa dalam memahami materi yang disampaikan.
Selain
penyampaian materi, kegiatan edukasi juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab
untuk memberikan kesempatan kepada siswa dalam mengajukan pertanyaan dan
memperdalam pemahaman mereka. Kegiatan edukasi kemudian dilanjutkan dengan sesi
permainan edukatif berupa aktivitas mewarnai, menggunting, dan menempel gambar
yang berkaitan dengan konsep “Isi Piringku”. Dalam kegiatan ini, siswa diminta
untuk mewarnai dan menyusun gambar sesuai dengan komponen makanan bergizi
seimbang. Siswa yang mampu menyelesaikan kegiatan dengan hasil yang rapi dan
baik diberikan apresiasi berupa hadiah, yaitu satu set alat tulis dan makanan
ringan. Pemberian hadiah bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi
aktif siswa dalam mengikuti kegiatan. Kegiatan permainan edukatif ini merupakan
salah satu metode pembelajaran yang efektif dan sesuai dengan karakteristik
siswa sekolah dasar, karena menggabungkan unsur belajar dan bermain. Melalui
metode ini, siswa dapat memahami konsep Isi Piringku dengan cara yang lebih
menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami. Selain itu, kegiatan ini juga
membantu meningkatkan minat, kreativitas, dan keterlibatan siswa dalam proses
pembelajaran, sehingga materi yang disampaikan dapat diterima dengan lebih
baik.
Kegiatan
edukasi diakhiri dengan penyerahan hadiah kepada siswa yang berhasil
memenangkan permainan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan hasil kerja
mereka. Pemberian hadiah ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar
serta memberikan pengalaman positif kepada siswa selama mengikuti kegiatan
edukasi. Selanjutnya, kegiatan ditutup dengan sesi foto sebagai bentuk
dokumentasi serta kenang-kenangan atas pelaksanaan edukasi Isi Piringku di MI
Nurul Huda Dusun Slempit.
Gambar 1. Pembukaan dan materi Tanya Jawab
Gambar 2. Game Mewarnai, Menggunting, Menempel
a)
Hasil
Pemahaman Siswa Setelah Edukasi Isi Piringku
Setelah pelaksanaan
egiatan mengenai konsep Isi Piringku, terjadi peningkatan pemahaman siswa MI
Nurul Huda terkait pentingnya gizi seimbang. Hal ini dapat dilihat dari
kemampuan siswa dalam menjelaskan kembali pengertian Isi Piringku serta
menyebutkan komponen-komponen yang terdapat di dalamnya, yaitu makanan pokok,
lauk pauk, sayur dan buah-buahan. Sebagian besar siswa sudah mampu memahami
bahwa setiap komponen makanan tersebut mamiliki peran penting dalam kebutuhan
gizi tubuh.
Selain itu,
setelah mengikuti kegiatan edukasi, siswa mulai menunjukan pemahaman yang lebih
baik mengenai pentingnya mengonsumsi makanan yang beragam dan seimabang. Mereka
tidak lagi hanya memusatkan perhatian pada makanan pokok dan lauk pauk sebagai
sumber utama asupana sehari-hari, tetapi juga menyadari bahwa sayur dan buah
merupakan komponen penting yang harus dikonsumsi secara rutin. Peningkatan
pemahaman ini terlihat dari hasil sesi tanya jawab dan evaluasi terakhir,
dimana siswa mampu menjawab pertanyaan dengan lebih tepat, lengkap dibandingkan
sebelum diberikan edukasi. Hal tersebut menunjukkan adanya perubahan pada aspek
pemahaman siswa terkait konsep gizi seimbang. Selain itu, siswa juga mulai
menunjukkan kesadaran akan pentingnya memilih makanan yang sehat untuk menjaga
daya tahan tubuh, menunjnag pertumbuhan, serta menudukung aktivitas belajar
mereka di sekolah(Rahmy et al. 2020).
Peningkatan
pemahaman siswa juga tercermin dari tingkat partisipasi selama kegiatan
berlangsung. Siswa tampak lebih antusias dan terlibat secara langsung, terutama
pada saat pelaksanaan permainan edukatif berupa kegiatan mewarnai, menggunting,
dan menempel gambar yang berkaitan dengan konsep Isi Piringku. Melalui
aktivitas tersebut, siswa dapat mengidentifikasi dan menyusun komponen makanan
sesuai dengan proporsi yang dianjurkan secara konkret dan visual. Pendekatan
pembelajaran yang bersifat interaktif dan menyenangkan ini terbukti membantu
siswa dalam memahami materi secara lebih mudah serta memperkuat daya ingat
mereka terhadap informasi yang telah diberikan.
Pelaksanaan
edukasi Isi Piringku memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan
dan pemahaman siswa mengenai prinsip gizi seimbang. Siswa tidak hanya mampu
menyebutkan komponen Isi Piringku, tetapi juga memahami fungsi masing-masing
kelompok makanan bagi kesehatan. Selain itu, terjadi perubahan cara pandang
siswa terhadap pola makan sehat. Mereka mulai menyadari bahwa kebutuhan gizi
tidak hanya ditentukan oleh jumlah makanan yang dikonsumsi, tetapi juga oleh
kelengkapan dan keseimbangan zat gizi di dalamnya. Dengan demikian, edukasi ini
tidak hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran awal
untuk menerapkan pola makan bergizi seimbang dalam kehidupan sehari-hari.
b)
Faktor
Pendukung dan Penghambat dalam Pelaksanaan Edukasi
Pelaksanaan
edukasi Isi Piringku pada siswa MI Nurul Huda tidak terlepas dari adanya faktor
pendukung dan penghambat yang memengaruhi keberhasilan kegiatan. Faktor-faktor
ini penting untuk mengetahui sejauh mana efektivitas program serta sebagai
bahan evaluasi untuk kegiatan selanjutnya.
a.
Faktor
Pendukung
Beberapa faktor yang mendukung keberhasilan edukasi
antara lain:
1.
Metode
pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan
Penggunaan media visual, sesi tanya jawab, serta
permainan eduktif seperti mewarnai, menggunting, dan menempel gambar Isi
Piringku membuat siswa lebih antusias dan mudah memahami materi.
2.
Karakteristik
siswa usia sekolah dasar
Anak usia sekolah dasar cenderung mudah menerima
informasi baru apabila disampaikan dengan pendekatan yang menarik dan
kontekstual. Hal ini membantu proses internalisasi konsep gizi seimbang menjadi
lebih optimal.
3.
Dukungan
pihak sekolah
Kerja sama dari guru dan pihak sekolah turut mendukung
kelancaran pelaksanaan kegiatan, baik dalam pengaturan waktu maupun
pengondisian siswa selama kegiatan berlangsung.
4.
Materi
yang relevan dengan kehidupan sehari-hari
Konsep Isi Piringku berkaitan langsung dengan pola makan
harian siswa, sehingga materi terasa dekat dan mudah dipahami.
b.
Faktor
penghambat
Adapun beberapa kendala yang ditemui selama pelaksanaan
kegiatan anatara lain:
1. Keterbatasan waktu pelaksanaan
Waktu yang relatif singkat membuat penyampaian materi
harus disesuaikan agar tetap efektif dan tidak terlalu padat.
2.
Perbedaan
tingkat pemahaman siswa
Setiap siswa memiliki kemampuan menerima informasi yang
berbeda, sehingga diperlukan pendekatan yang lebih variatif agar semua siswa
dapat memahami materi secara merata.
3.
Kebiasaan
makan yang telah terbentuk sebelumnya
Beberapa siswa sudah terbiasa dengan pola makan tertentu
yang kurang memeperhatikan prinsip gizi seimbang, sehingga perubahan pemahaman
memerlukan proses yang berkelanjutan.
c)
Keterkaitan
Teori
Berdasarkan
teori perkembangan kognitif dari Jean Piaget (Marinda 2020), siswa usia
sekolah dasar berada pada tahap operasional konkret, yaitu tahap dimana anak
lebih mudah memahami materi melalui pengalaman langsung, media visual, dan
aktivitas yang bersifat nyata. Hal ini sesuai dengan metode yang saya gunakan
dalam edukasi Isi Piringku, yaitu melalui media gambar, penjelasan visual,
serta kegiatan mewarnai, menggunting, dan menempel. Pendektan tersebut membantu
siswa memahami konsep gizi seimbang secra leboh konkret dan mudah diingat.
Selain itu,
pemberian edukasi melalui media yang menarik dan interaktif terbukti mampu
meningkatkan pengetahuan siswa secara signifikan. Hal ini terlihat dari adanya
peningkatan pemahaman setelah dilakukan kegiatan edukasi. Sejalan dengan
kegiatan yang saya laksanakan di MI Nurul Huda, setelah diberikan edukasi,
siswa mampu menjelaskan kembali komposisi Isi Piringku dengan lebih lengkap dan
tepat, serta menunjukkan pemahaman yang lebih baik saat sesi tanya jawab dan
evaluasi.
SIMPULAN
Berdasarkan
hasil pelaksanaan kegiatan edukasi Isi Piringku di MI Nurul Huda Dusun Slempit,
dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap
peningkatan pemahaman siswa mengenai konsep gizi seimbang. Sebelum pelaksanaan
edukasi, sebagian besar siswa belum memahami secara tepat pengertian gizi
seimbang maupun komposisi Isi Piringku yang terdiri dari makanan pokok, lauk
pauk, sayur, dan buah dengan proporsi yang sesuai. Setelah diberikan edukasi
melalui metode ceramah interaktif, media visual, serta permainan edukatif,
terjadi peningkatan pemahaman yang terlihat dari kemampuan siswa dalam
menjelaskan kembali materi dan menjawab pertanyaan dengan lebih tepat.
Edukasi yang
disampaikan secara terstruktur, menarik, dan sesuai dengan karakteristik siswa
sekolah dasar terbukti efektif dalam membantu siswa memahami pentingnya
mengonsumsi makanan yang beragam dan seimbang. Selain meningkatkan pengetahuan,
kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran awal siswa mengenai pentingnya memilih
makanan sehat untuk mendukung pertumbuhan, menjaga daya tahan tubuh, serta
menunjang aktivitas belajar di sekolah.
REFERENSI
Angga,
Prayogi Dwina, Muhammad Makki, Gita Prima Putra, Dyah Indraswati, Program
Studi, Pendidikan Guru, Sekolah Dasar, And Universitas Mataram. 2023. “Pregi (
Program Edukasi Gizi Dan Aktivitas Fisik ): Peningkatan Pemahaman Perilaku
Hidup Sehat” 3 (2): 111–25.
Fauziah,
Dini. 2023. “Penerapan Asupan Gizi Seimbang Untuk Anak Usia Dini Melalui
Kegiatan Pemberian Makanan Tambahan Di Ra Tunas Harapan Ranca Emas,” No. 2:
67–74.
Kementrian
Kesehatan, Https://Ayosehat.Kemkes.Go.Id/Leaflet-Informasi-Isi-Piringku
Marinda,
Leny. 2020. “Teori Perkembangan Kognitif Jean Piaget Dan Problematikanya Pada
Anak Usia Sekolah Dasar.” Jurnal Kajian Perempuan& Keislaman 13:
116–52.
Rahmi,
Cut, Rasima Rasima, Hilma Yasni, And Asmanidar Asmanidar. 2024. “Edukasi Gizi
Melalui Leaflet ‘ Isi Piringku ’ Dalam Upaya Pencegahan Obesitas Pada Mahasiswa
Di Poltekkes Kemenkes Aceh Prodi Keperawatan Aceh Selatan” 4 (Riskesdas 2018):
1–6.
Rahmy,
Hafifatul Auliya, Nurul Prativa, Rahmania Andrianus, Fakultas Kesehatan, And
Masyarakat Universitas. 2020. “Edukasi Gizi Pedoman Gizi Seimbang Dan Isi
Piringku Pada Anak Sekolah Dasar Negeri 06 Batang Anai Kabupaten Padang Pariaman, 3 (2): 162–72.
Ridzal,
Dewi Asriani, Veni Rosnawati, Program Studi, Pendidikan Biologi, Universitas
Muslim Buton, And Universitas Muslim Buton. 2024. “Edukasi Makanan Dan Jajanan
Sehat Serta Bergizi Pada Anak Sekolah Dasar” 3 (2): 87–92.
Https://Doi.Org/10.37905/Ljpmt.V3i2.26477.
World
Health Organization, Https://Www.Who.Int/Health-Topics/Nutrition
Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia
Volume 4, Nomor 11, February 2026, P. 6-13
e-ISSN: 2986-7002
DOI: https://doi.org/10.5281/zenodo.18759007
No comments
Post a Comment