Saturday, June 13, 2026

Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Materi Wujud Zat dan Perubahannya Pada Siswa Kelas IV MI/SD

 

Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Materi Wujud Zat dan Perubahannya Pada Siswa Kelas IV MI/SD

Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Materi Wujud Zat dan Perubahannya Pada Siswa Kelas IV MI/SD | Kadir | Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin 

Marniati Kadir, 1 Lusiana Amanda Lestari2, Sheilla Oktaviani3

1,2, 3Program Studi PGMI, UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda

E-mail : lusianaa447@gmail.com, sheillaoktaviani56@gmail.com

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS materi wujud zat dan perubahannya melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada siswa kelas IV MI Darus Sakinah Tenggarong Seberang. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 24 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan belajar meningkat dari 16,67% pada pra siklus menjadi 66,67% pada siklus I dan mencapai 83,33% pada siklus II. Selain meningkatkan hasil belajar, model PBL juga meningkatkan keaktifan siswa dalam berdiskusi, bertanya, bekerja sama, dan mempresentasikan hasil pembelajaran.

Kata Kunci: Problem Based Learning, hasil belajar, IPAS.

Abstrak

This study aimed to improve students' learning outcomes on the topic of states of matter and their changes through the implementation of the Problem-Based Learning model. This classroom action research was conducted in two cycles. The results showed that learning mastery increased from 16.67% in the pre-cycle to 66.67% in Cycle I and 83.33% in Cycle II. The implementation of PBL also improved students’ participation, collaboration, and problem-solving abilities during the learning process.

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar yang memungkinkan peserta didik mengembangkan potensi dirinya secara optimal. Melalui pendidikan, peserta didik diharapkan mampu memiliki pengetahuan, keterampilan, sikap, dan nilai yang diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat. Salah satu mata pelajaran yang berperan penting dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah peserta didik adalah Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS).

Pembelajaran IPAS di sekolah dasar tidak hanya bertujuan memberikan pemahaman konsep kepada peserta didik, tetapi juga membantu mereka memahami berbagai fenomena yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu materi yang dipelajari pada kelas IV adalah wujud zat dan perubahannya. Materi ini memiliki keterkaitan yang erat dengan berbagai peristiwa yang sering dijumpai siswa dalam kehidupan sehari-hari, seperti mencairnya es, menguapnya air, dan mengembunnya uap air. Oleh karena itu, pembelajaran materi wujud zat dan perubahannya memerlukan keterlibatan aktif siswa agar konsep yang dipelajari dapat dipahami secara optimal.

Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di kelas IV MI Darus Sakinah Tenggarong Seberang, ditemukan bahwa hasil belajar siswa pada materi wujud zat dan perubahannya masih belum mencapai hasil yang diharapkan. Sebagian siswa mengalami kesulitan dalam memahami konsep perubahan wujud zat karena pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah. Kondisi tersebut menyebabkan siswa cenderung pasif dan kurang terlibat dalam proses pembelajaran.

Dampaknya, hasil belajar siswa masih rendah dan belum memenuhi target ketuntasan yang ditetapkan. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah penerapan model Problem Based Learning (PBL). Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan menjadikan masalah sebagai titik awal pembelajaran. Melalui model ini, siswa didorong untuk berpikir kritis, bekerja sama, mencari informasi, serta menemukan solusi terhadap permasalahan yang diberikan. Dengan keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran, siswa diharapkan mampu membangun pemahamannya sendiri sehingga hasil belajar menjadi lebih baik. Beberapa penelitian terdahulu menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar, keaktifan, serta kemampuan pemecahan masalah siswa. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan model Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar IPAS materi wujud zat dan perubahannya pada siswa kelas IV MI Darus Sakinah Tenggarong Seberang.

Berdasarkan uraian tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar IPAS materi wujud zat dan perubahannya melalui penerapan model Problem Based Learning pada siswa kelas IV MI Darus Sakinah Tenggarong Seberang.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS materi wujud zat dan perubahannya melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL). Penelitian dilaksanakan di MI Darus Sakinah Tenggarong Seberang pada semester genap tahun pelajaran 2025/2026.

Subjek penelitian adalah siswa kelas IV MI Darus Sakinah Tenggarong Seberang yang berjumlah 24 siswa, terdiri atas 14 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (action), observasi (observation), dan refleksi (reflection).

Pada tahap perencanaan, peneliti menyusun perangkat pembelajaran yang meliputi modul ajar, lembar kerja peserta didik (LKPD), media pembelajaran, instrumen observasi, dan soal evaluasi. Tahap pelaksanaan tindakan dilakukan dengan menerapkan model Problem Based Learning sesuai langkah-langkah yang telah direncanakan. Tahap observasi dilakukan untuk mengamati aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Selanjutnya, tahap refleksi dilakukan untuk mengevaluasi hasil tindakan yang telah dilaksanakan sebagai dasar perbaikan pada siklus berikutnya.

Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tes, observasi, dan wawancara. Tes digunakan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklus. Observasi digunakan untuk mengamati aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran. Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi pendukung terkait pelaksanaan pembelajaran dan kendala yang dihadapi selama penelitian.

Data hasil belajar dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar siswa. Adapun data hasil observasi dan wawancara dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan aktivitas siswa serta pelaksanaan pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning. Indikator keberhasilan penelitian ditetapkan apabila minimal 80% siswa mencapai ketuntasan belajar sesuai dengan KKM yang telah ditentukan.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

 Hasil Penelitian

Penerapan model Problem Based Learning (PBL) menunjukkan peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklus. Rekapitulasi hasil belajar siswa dapat dilihat pada Tabel 1.

     Tabel 1. Rekapitulasi  Hasil Belajar Siswa

Tahap

Rata-rata Nilai

Jumlah Tuntas

Persentase Ketuntasan

Pra Siklus

75

4 Siswa

16, 67%

Siklus I

85

16 Siswa

66, 67%

Siklus II

90

20 Siswa

83, 33%

         

Data tersebut menunjukkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan. Persentase ketuntasan belajar meningkat dari 16,67% pada pra siklus menjadi 66,67% pada siklus I dan mencapai 83,33% pada siklus II.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Model Problem Based Learning

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada materi wujud zat dan perubahannya. Pada tahap pra siklus, pembelajaran masih didominasi metode ceramah sehingga siswa cenderung pasif dan kurang memahami materi secara mendalam. Kondisi ini berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Setelah penerapan model Problem Based Learning pada siklus I, hasil belajar siswa mulai menunjukkan peningkatan. Melalui kegiatan pemecahan masalah, siswa diberikan kesempatan untuk mengidentifikasi masalah, berdiskusi dalam kelompok, mencari informasi, dan menemukan solusi terhadap masalah yang diberikan. Aktivitas tersebut membantu siswa membangun pemahamannya sendiri terhadap konsep yang dipelajari.

Peningkatan hasil belajar semakin terlihat pada siklus II. Ketuntasan belajar mencapai 83,33% sehingga indikator keberhasilan penelitian telah tercapai. Hasil ini menunjukkan bahwa model Problem Based Learning mampu membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam melalui pengalaman belajar yang bermakna.

Peningkatan Keaktifan Siswa Melalui Model Problem Based Learning

Selain meningkatkan hasil belajar, penerapan model Problem Based Learning juga meningkatkan keaktifan siswa selama proses pembelajaran. Pada tahap pra siklus, siswa lebih banyak mendengarkan penjelasan guru dan kurang terlibat dalam kegiatan pembelajaran.

Pada siklus I, siswa mulai aktif bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat selama proses pembelajaran. Siswa terlihat lebih antusias ketika diberikan permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Pada siklus II, keaktifan siswa meningkat secara signifikan. Sebagian besar siswa mampu bekerja sama dalam kelompok, mengemukakan pendapat, menjawab pertanyaan, dan mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Kondisi ini menunjukkan bahwa model Problem Based Learning mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa.

Efektivitas Model Problem Based Learning pada Materi Wujud Zat dan Perubahannya

Materi wujud zat dan perubahannya sangat sesuai diajarkan menggunakan model Problem Based Learning karena berkaitan erat dengan fenomena yang ditemui siswa dalam kehidupan sehari-hari. Melalui model ini, siswa dapat menghubungkan konsep yang dipelajari dengan pengalaman nyata sehingga pemahaman mereka menjadi lebih baik.

Penerapan model Problem Based Learning memungkinkan siswa belajar melalui kegiatan penyelidikan, pengamatan, diskusi, dan pemecahan masalah. Kegiatan tersebut membantu siswa memahami konsep secara lebih konkret dibandingkan hanya menerima informasi dari guru. Oleh karena itu, model Problem Based Learning dapat dijadikan salah satu alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS.

 

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning (PBL) mampu meningkatkan hasil belajar IPAS pada materi wujud zat dan perubahannya pada siswa kelas IV MI Darus Sakinah Tenggarong Seberang. Peningkatan hasil belajar terlihat dari persentase ketuntasan belajar siswa yang mengalami peningkatan pada setiap siklus, yaitu dari 16,67% pada pra siklus menjadi 66,67% pada Siklus I dan mencapai 83,33% pada Siklus II.

Selain meningkatkan hasil belajar, penerapan model Problem Based Learning (PBL) juga mampu meningkatkan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Siswa menjadi lebih aktif dalam bertanya, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, berdiskusi, bekerja sama dalam kelompok, serta mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Melalui kegiatan pemecahan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, siswa memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna sehingga pemahaman terhadap materi menjadi lebih baik. Dengan demikian, model Problem Based Learning (PBL) dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa pada pembelajaran IPAS, khususnya materi wujud zat dan perubahannya di sekolah dasar.

 

REFERENSI

Anggelina, P., & Harjono, N. Perbedaan Efektivitas Model Problem Based Learning dan Discovery Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu (2022).

Arrends, R. I. Learning to Teach (9 th ed.). New York : McGraw-Hill Education (2012).

D.Pratiwi dan A. Nugraha, Analisis Kesulitan Belajar Siswa pada Materi Wujud Zat dan Perubahannya di Sekolah Dasar, Jurnal Basicedu 7, no. 1 (2023).

Dita Asendra Marcesa, Nur Samsiyah, dan Yuyun Arif Hidayati, “Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Melalui Model Problem Based Learning Materi Wujud Zat dan Perubahannya,” Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Vol. 8, No. 1, (2023).

Dita Rahmayanti, Fitria Meilina, dan Alda Zahara Islamyati, Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPAS melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Materi Wujud Zat dan Perubahannya pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar, Jurnal Basicedu 8, no. 2 (2024).

Fatah, P. R., Kisai, A. A., Nurkholis, N., & Labudasari, E. Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) sebagai Peningkatan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Sekolah Dasar. Paedagogi, Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (2023).

Fitriani, N. Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Dasar 7, no. 2 (2022).

 Hasriana, Afdhal Fatawuri Syamsuddin, dan Herawati, “Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Muatan IPAS Materi Wujud Zat  dan Perubahannya Kelas IV UPTD SD Negeri 117 Barru,” Global Journal Teaching  Professional, Vol. 3, No. 2, (2023.

Hosnan. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia (2014).

I Rahmawati, Y. Suryana, dan R. Putra, Pengaruh Metode Ceramah terhadap Keaktifan Belajar Siswa Sekolah Dasar,  Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar 6, no. 3 (2022).

L. Utami dan U. Hasanah, Efektivitas Model Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Sekolah Dasar, Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar 9, no. 1 (2024).

N. Fitriani,  Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Sekolah Dasar,  Jurnal Pendidikan Dasar 7, no. 2 (2022).

Nurrita, Teni. Pengembangan Pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar dalam Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan dan Konseling 4, no. 5 (2022).

Pratiwi, D., dan A. Nugraha. Analisis Kesulitan Belajar Siswa pada Materi Wujud Zat dan Perubahannya di Sekolah Dasar.  Jurnal Basicedu 7, no. 1 (2023).

Putri Nuryani, Kamaruddin Hasan, dan Hairuddin Hairuddin,  Peningkatkan Hasil Belajar IPA Melalui Penerapan Model Problem Based Learning di Sekolah Dasar, Pinisi Journal of Education 2, no. 1 (2022).

Rahmawati, I., Y. Suryana, dan R. Putra. Pengaruh Metode Ceramah terhadap Keaktifan Belajar Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar 6, no. 3 (2022).

Rahmayanti, D., Meilina, F., & Islamyati, A. Z.  Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPAS melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Materi Wujud Zat dan Perubahannya pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu (2024).

Rusman. Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajawali Pers (2018).

Sanjaya, W. Strategi Pembelajaran Beriorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana (2016).

Sari, M., dan R. Wahyuni. Pentingnya Pembelajaran Kontekstual pada Materi Wujud Zat dan Perubahannya di Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar 8, no. 1 (2023).

Setiawan, T., Sumilat, J. M., Paruntu, N. M., & Monigir, N. N. Analisis Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning dan Problem Based Learning pada Peserta Didik Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu (2022).

Trianto. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif, Progresif, dan Kontekstual. Jakarta: Kencana (2017).

Utami, L., dan U. Hasanah. Efektivitas Model Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar 9, no. 1 (2024).

Wiyoko, T. Upaya Meningkatkan Proses dan Hasil Belajar IPA Melalui Model Problem Based Learning Kelas III Sekolah Dasar. Jurnal Gentala Pendidikan Dasar (2022).

Yuristia, F., Hidayati, A., & Ratih, M. Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Berbasis Problem Based Learning pada Pembelajaran Tematik Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu (2022).

No comments:

Post a Comment