Community-Based Drug Prevention Outreach through
Collaboration between Villages and the Pelalawan Regency National Narcotics
Agency (BNNK Pelalawan)
Muhammad Hafizh Rahyunir1, Muhammad
Zulherawan2
Abstrak
Penyalahgunaan narkoba di wilayah perdesaan memerlukan
strategi pencegahan yang tidak hanya menekankan aspek penindakan, tetapi juga
penguatan kapasitas pemerintah desa dan partisipasi masyarakat. Program
pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman aparatur desa dan warga
mengenai bahaya narkoba, membangun kolaborasi dengan Badan Narkotika Nasional
Kabupaten Pelalawan, serta mendorong penguatan kelembagaan desa melalui program
pencegahan berbasis komunitas . Metode pelaksanaan meliputi observasi
lapangan, koordinasi dengan mitra, sosialisasi, pendampingan,
monitoring-evaluasi, dan penyusunan luaran kegiatan sebagaimana dirancang dalam
proposal dan dilaporkan dalam kemajuan pelaksanaan . Hasil kegiatan
menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai jenis narkoba, dampak
penyalahgunaan, deteksi dini, dan mekanisme pelaporan, disertai penguatan
jejaring kerja sama antara pemerintah desa dan BNNK
Pelalawan . Program juga menghasilkan luaran berupa artikel
pengabdian, media edukasi seperti leaflet, poster, handout, video, serta
publikasi media sebagai sarana diseminasi hasil . Dampak utama
kegiatan adalah tumbuhnya kesadaran kolektif masyarakat desa serta meningkatnya
kesiapan kelembagaan desa dalam mengembangkan program pencegahan narkoba yang
berkelanjutan
Kata kunci: Pencegahan Narkoba, Pemerintah Desa,
Masyarakat Desa, Kolaborasi, Pengabdian Masyarakat
Abstract
Drug abuse in rural areas requires prevention
strategies that emphasize not only enforcement measures but also strengthening
the capacity of village governments and community participation. This community
service program aims to improve the understanding of village officials and
residents regarding the dangers of drugs, build collaboration with the
Pelalawan Regency National Narcotics Agency (BNNK Pelalawan), and encourage the
strengthening of village institutions through community-based prevention programs.
The implementation methods include field observations, coordination with
partners, outreach/socialization, assistance, monitoring and evaluation, and
the preparation of activity outputs as outlined in the proposal and reported in
the implementation progress. The results of the program indicate an increase in
participants’ understanding of types of drugs, the impacts of drug abuse, early
detection, and reporting mechanisms, along with strengthened cooperation
networks between the village government and BNNK Pelalawan. The program also
produced outputs in the form of community service articles, educational media
such as leaflets, posters, handouts, videos, and media publications as a means
of disseminating results. The main impact of this activity is the growth of
collective awareness within the village community and the increased
institutional readiness of village governments in developing sustainable drug
prevention programs.
Keywords: Drug Prevention, Village Government, Rural
Community, Collaboration, Community Service
Article
Info
Received
date: 15 April 2025 Revised date: 20 April 2025 Accepted
date: 24 April 2026
PENDAHULUAN
Penyalahgunaan
narkoba merupakan persoalan sosial yang tidak hanya terjadi di kawasan
perkotaan, tetapi juga telah menjadi ancaman nyata di wilayah perdesaan.
Proposal pengabdian menunjukkan bahwa Kabupaten Pelalawan menghadapi
peningkatan kasus narkoba dan rendahnya literasi masyarakat desa mengenai
bahaya narkoba, mekanisme pelaporan, dan strategi pencegahan berbasis
komunitas . Kondisi ini diperkuat oleh temuan survei awal yang
mencatat bahwa banyak aparatur desa belum pernah mengikuti pelatihan terkait
pencegahan narkoba dan sebagian masyarakat belum mengetahui mekanisme pelaporan
kasus .
Dalam konteks
tersebut, pemerintah desa memiliki posisi strategis karena berhubungan langsung
dengan masyarakat dan dapat menjadi ujung tombak pencegahan melalui edukasi,
regulasi lokal, dan mobilisasi modal sosial desa . Namun,
keterbatasan kapasitas aparatur, lemahnya kolaborasi antarpemangku kepentingan,
dan belum adanya program desa yang secara eksplisit memuat pencegahan narkoba
membuat intervensi di tingkat lokal belum optimal . Oleh karena itu,
program pengabdian ini dirancang untuk memperkuat kapasitas pemerintah desa dan
warga melalui kolaborasi dengan BNNK Pelalawan .
Tujuan kegiatan
ini adalah meningkatkan pemahaman aparatur desa tentang pencegahan narkoba,
membangun kesadaran kolektif warga, memperkuat kolaborasi strategis antara desa
dan BNNK Pelalawan, serta mendorong penyusunan program kerja atau regulasi desa
yang mendukung desa tangguh terhadap narkoba . Secara konseptual,
kegiatan ini menempatkan pencegahan berbasis komunitas sebagai pendekatan
utama, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi sasaran sosialisasi, tetapi juga
aktor penting dalam pengawasan dan pencegahan di lingkungannya
METODE
Metode pelaksanaan
kegiatan mengacu pada tahapan yang dirumuskan dalam proposal dan dikonfirmasi
pada laporan kemajuan, yaitu observasi lapangan, rapat koordinasi dengan mitra,
sosialisasi, pendampingan, monitoring-evaluasi, serta penyusunan luaran jurnal
dan dokumentasi . Pada tahap observasi, tim melakukan pemetaan
masalah bersama pemerintah desa dan BNNK Pelalawan untuk mengidentifikasi
kondisi eksisting, kebutuhan edukasi, dan hambatan pencegahan narkoba di desa
sasaran .
Tahap berikutnya
berupa sosialisasi dan penyuluhan kepada aparatur desa serta masyarakat
mengenai jenis narkoba, dampak penyalahgunaan, tanda awal penggunaan, teknik
deteksi dini, dan mekanisme pelaporan. Kegiatan ini dilanjutkan dengan
pendampingan penyusunan strategi pencegahan di tingkat desa, termasuk dorongan
pembentukan program kerja desa atau regulasi yang mendukung upaya pencegahan
penyalahgunaan narkoba .
Monitoring dan
evaluasi dilakukan oleh tim pengabdian bersama mitra untuk menilai kesesuaian
kegiatan dengan target yang telah disepakati. Partisipasi mitra diwujudkan
melalui penyediaan lokasi, dukungan kelembagaan, kehadiran narasumber,
pelibatan aparatur desa dan warga, serta keterlibatan dalam evaluasi
kegiatan . Mahasiswa dilibatkan sebagai asisten lapangan dalam
pelaksanaan penyuluhan, pendampingan, pengadaan kebutuhan kegiatan, dan
dokumentasi
HASIL, PEMBAHASAN, DAN DAMPAK
Pelaksanaan
pengabdian menunjukkan bahwa seluruh tahapan utama kegiatan dapat
direalisasikan sesuai alur yang direncanakan, mulai dari observasi awal hingga
penyusunan luaran kegiatan . Pada tahap awal, pemetaan lapangan
memperlihatkan bahwa kebutuhan utama mitra terletak pada rendahnya pemahaman
aparatur desa dan warga mengenai bahaya narkoba, deteksi dini, dan pencegahan
berbasis komunitas, sehingga materi sosialisasi disusun berdasarkan kebutuhan
riil lapangan . Temuan ini penting karena memperlihatkan bahwa
desain intervensi dibangun secara partisipatif, bukan sekadar formalitas
program .
Pada tahap
sosialisasi, aparatur desa dan masyarakat memperoleh materi tentang jenis-jenis
narkoba, dampak penyalahgunaan, tanda-tanda awal pengguna, dan langkah
pencegahan dalam keluarga maupun komunitas. Laporan kemajuan menegaskan bahwa
kegiatan ini meningkatkan pemahaman peserta dan mendorong tumbuhnya kesadaran
kolektif bahwa pencegahan narkoba harus dimulai dari tingkat
desa . Dalam perspektif pengabdian masyarakat, capaian ini
menunjukkan keberhasilan fungsi edukatif program sekaligus penguatan kapasitas
sosial masyarakat desa .
Gambar 1. Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian
Selain peningkatan
pengetahuan, kegiatan juga mendorong penguatan kelembagaan desa. Proposal
menargetkan penyusunan program desa atau Peraturan Desa terkait pencegahan
narkoba, sedangkan laporan kemajuan menunjukkan bahwa arah penguatan
kelembagaan tersebut telah mulai dibangun melalui pendampingan dan dorongan
pembentukan instrumen kebijakan lokal . Hal ini menunjukkan bahwa
hasil sosialisasi tidak berhenti pada transfer informasi, tetapi diarahkan
menjadi dasar kebijakan desa yang lebih permanen .
Kolaborasi antara
pemerintah desa dan BNNK Pelalawan menjadi temuan penting lain dalam
pelaksanaan kegiatan. Melalui kerja sama ini, desa memperoleh akses terhadap
pendampingan teknis, materi edukasi, dan peluang supervisi lanjutan, sehingga
pencegahan narkoba dapat dijalankan secara lebih terstruktur . Dari
sisi tata kelola, penguatan jejaring ini penting karena persoalan narkoba tidak
dapat ditangani oleh desa secara sendiri, melainkan membutuhkan dukungan lintas
lembaga dan kerja bersama yang berkelanjutan .
Dampak kegiatan
juga terlihat dari keberhasilan menghasilkan beberapa luaran pendukung. Selain
artikel jurnal pengabdian sebagai luaran wajib, program menargetkan dan
menghasilkan media edukasi seperti leaflet, poster, handout, video, serta
publikasi media massa . Luaran ini memperluas jangkauan pesan
pencegahan karena materi edukasi dapat terus digunakan setelah kegiatan
lapangan selesai .
Meskipun demikian,
pelaksanaan kegiatan tidak lepas dari kendala. Hambatan utama meliputi jarak
lokasi mitra sekitar 59 km dari Universitas Islam Riau, penyesuaian jadwal
dengan mitra, tingkat kehadiran peserta yang belum sepenuhnya mencapai target,
serta keterbatasan akses internet untuk distribusi materi
digital . Namun, hambatan tersebut dapat diatasi melalui penjadwalan
yang fleksibel, penambahan sesi tatap muka, dan koordinasi intensif dengan
mitra lokal, sehingga tidak mengganggu capaian substansial kegiatan .
Secara
keseluruhan, kondisi mitra setelah program menunjukkan perubahan yang positif
dibandingkan sebelum kegiatan. Sebelum program, aparatur desa dan sebagian
masyarakat memiliki keterbatasan pemahaman mengenai pencegahan narkoba, belum
memiliki arah kelembagaan yang jelas, dan belum terhubung secara kuat dengan
BNNK Pelalawan . Setelah program berjalan, terdapat peningkatan
pengetahuan, kesadaran kolektif, penguatan jejaring kolaborasi, serta kesiapan
awal untuk membangun program desa anti-narkoba yang lebih berkelanjutan
SIMPULAN
Program pengabdian ini berhasil
memperkuat pemahaman aparatur desa dan masyarakat mengenai pencegahan
penyalahgunaan narkoba melalui rangkaian observasi, sosialisasi, pendampingan,
dan evaluasi berbasis kolaborasi dengan BNNK Pelalawan . Kegiatan
juga mendorong penguatan kelembagaan desa, memperluas jejaring kerja sama, dan
menghasilkan berbagai media edukasi yang mendukung keberlanjutan
program . Dengan demikian, model pengabdian ini relevan sebagai
strategi pencegahan narkoba berbasis komunitas yang dapat dikembangkan lebih
lanjut pada desa lain dengan karakteristik serupa.
UCAPAN TERIMAKASIH
Ucapan terima kasih disampaikan kepada
Badan Narkotika Nasional Kabupaten Pelalawan, pemerintah desa mitra,
Universitas Islam Riau, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan
kegiatan pengabdian ini.
REFERENSI
Badan
Narkotika Nasional Kabupaten Pelalawan. (2023). Laporan Tahunan
Penanganan Kasus Narkoba Kabupaten Pelalawan Tahun 2023.
Badan
Narkotika Nasional Kabupaten Pelalawan. (2024). Data Penanganan Kasus
Narkoba Tahun 2023.
Badan
Narkotika Nasional Kabupaten Pelalawan. (2024). Evaluasi Program
Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat 2023.
Badan
Narkotika Nasional Kabupaten Pelalawan. (2024). Program Kerja BNNK
Pelalawan 2023–2024.
Badan
Narkotika Nasional Republik Indonesia. (2024). Laporan Tahunan BNN 2023.
Badan
Pusat Statistik Kabupaten Pelalawan. (2024). Kabupaten Pelalawan dalam
Angka 2023.
Fitriani,
E. (2022). Penguatan regulasi lokal dalam pencegahan narkoba di desa. Jurnal
Ilmu Pemerintahan, 8(2), 145–156.
Handayani,
D., & Sari, Y. (2023). Kolaborasi lintas sektor dalam upaya pencegahan
penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar. Jurnal Ketahanan Sosial, 12(2),
89–98.
Nasution,
R. A., & Putri, N. L. (2021). Strategi pencegahan penyalahgunaan narkoba
berbasis komunitas di kawasan perdesaan. Jurnal Sosial Humaniora, 12(1),
89–97.
Sugiharto,
T. (2021). Community-based prevention of drug abuse: Building social capital at
the grassroots level. Jurnal Ketahanan Nasional, 27(1), 56–70.
Sutaryo.
(2020). Pemerintahan desa dan pemberdayaan masyarakat: Pendekatan
konsep dan praktik. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
United
Nations Office on Drugs and Crime. (2023). World Drug Report 2023.
No comments:
Post a Comment