Utilization of Beluntas Leaf
Extract (Pluchea Indica Less) In Drinking Water on The Quality of Broiler
Chicken Meat
Mihrani1,
Nurfitri
Aqizah2, Herlina
1Universitas Negeri Makassar, Jurusan Teknologi
Pertanian
1Jurusan Penyuluhan Peternakan dan
Kesejahteraan Hewan, Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa
2 Program Studi Magister Pendidikan Biologi, Universitas
Patompo
Email : mihrani@unm.ac.id, nurfitriaqizah96@gmail.com, Herlina161987@gmail.com
Abstrak
Kajian
ini bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan ekstrak daun beluntas (Pluchea
Indica Less) terhadap
kualitas daging ayam broiler. Kajian ini dilaksanakan di Instalasi Ternak
Unggas Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa dan pengujian kualitas daging
dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Hewan Politeknik Pembangunan Pertanian
Gowa. Kajian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan
dan 4 ulangan dimana setiap ulangan terdiri dari 4 ekor ayam broiler. Pemberian
ekstrak daun beluntas diberikan 2 kali sehari dengan dosis yang berbeda yaitu,
0 ml (P0), 5 ml (P1), 10 ml (P2), 15 ml (P3). Parameter yang diamati meliputi
tekstur daging ayam broiler, warna daging ayam broiler, bau/aroma daging ayam
broiler, rasa daging ayam broiler. Data analisis menggunakan analisis ragam dan
uji lanjut menggunakan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian
ekstrak daun beluntas memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kualitas
daging ayam broiler. Berdasarkan data setiap parameter dengan berbagai
perlakuan, maka dapat direkomendasikan perlakuan terbaik adalah P3.dengan pemberian daun beluntas 15 ml/l
Kata
kunci: daun beluntas, ayam broiler, kualitas daging
Abstract
This study aims to determine the effectiveness of
beluntas leaf extract (Pluchea indica Lesser) on broiler meat quality. The
study was conducted at the Poultry Installation of the Gowa Agricultural
Development Polytechnic, and meat quality testing was conducted at the Animal
Health Laboratory of the Gowa Agricultural Development Polytechnic. A
Completely Randomized Design (CRD) was used in this study, with four treatments
and four replications, each consisting of four broiler chickens. The beluntas
leaf extract was administered twice daily at different doses: 0 ml (P0), 5 ml
(P1), 10 ml (P2), and 15 ml (P3). Parameters observed included broiler meat
texture, color, odor, and flavor. Data were analyzed using analysis of
variance, followed by Duncan's test. The results showed that beluntas leaf
extract significantly affected broiler meat quality (P<0.05). Based on the
data for each parameter with various treatments, the best treatment is P3, with
the administration of 15 ml/l of beluntas leaves.
Keywords: beluntas
leaves, broiler chickens, meat quality
Article
Info
Received
date: 25 May 2026 Revised date: 30 May 2026
Accepted date: 03 June 2026
PENDAHULUAN
Peternakan
ayam broiler mempunyai prospek yang cukup baik untuk dikembangkan, baik dalam
usaha kecil maupun dalam skala besar. Hal ini terlihat dari jumlah peningkatan
populasi ternak ayam broiler di Indonesia dari tahun ke tahun mengalami
peningkatan. Peningkatan populasi ayam broiler di Sulawesi Selatan semakin
meningkat dapat dilihat dari data BPS Sul Sel pada tahun 2022 yaitu sekitar
86.421.820 ekor,
Keunggulan yang dimiliki ayam broiler, antara lain masa produksi yang relatif
pendek yaitu kurang lebih 32-35 hari, harga relatif murah, permintaan yang
semakin meningkat serta berbagai keunggulan lainnya dibandingkan unggas lain
(Rasyid dan Sirajuddin, 2010).
Daging unggas
merupakan sumber protein hewani yang baik, karena mengandung asam amino
esensial yang lengkap dan perbandingan yang seimbang. Selain itu, daging unggas
lebih diminati oleh konsumen karena mudah dicerna, dapat diterima oleh
mayoritas orang (Yashoda dkk. 2001) dan memiliki harga yang relatif murah
(Cohen dkk. 2007). Mengingat tingginya kewaspadaan masyarakat terhadap keamanan
pangan, menuntut produsen bahan pangan termasuk pengusaha peternakan untuk
meningkatkan kualitas produk akan daging, dengan karkas yang layak konsumsi dan
kualitas mutu yang baik, beberapa hal yang menjadi patokan kualitas daging
diantaranya aroma daging, tekstur daging , rasa khas daging, dan warna daging.
Hal-hal tersebut menjadi indikator akan mutu daging yang dikonsumsi.
Daun beluntas
(Pluchea indica Less) merupakan
tanaman yang bersifat antibakteri, antioksidan serta mengandung flavonoid,
minyak atsiri, dan alkaloid. Flavonoid pada ekstrak daun beluntas mengandung
senyawa fenol yang bersifat asam mampu menghambat perkembangan bakteri Escherichia coli dalam saluran
pencernaan.
METODE PELAKSANAAN
Kajian ini dilaksanakan di
Instalasi Ternak Unggas Kampus Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa, pada
bulan Maret
sampai dengan Mei 2024,
Pengujian Kualitas Daging dilaksanakan di Laboratorium Kesehatan Hewan
Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa.Kajian ini dilaksanakan dengan
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL ) ( 4x4 ) dengan jumlah populasi 64
ekor ayam broiler ditempatkan pada 16 petak kandang, setiap petak kandang
berisi 4 ekor ayam broiler dengan 4 perlakuan masing-masing terdiri dari 4 kali
ulangan.
Adapun perlakuan yang diberikan
dalam kajian ini sebagai berikut :
P0 = Air minum tanpa
penambahan ekstrak daun beluntas
(kontrol)
P1 = Air minum dengan penambahan 5 ml ekstrak daun beluntas / 1
liter air
P2 = Air minum dengan
penambahan 10 ml
ekstrak daun beluntas/1 liter air
P3 = Air minum dengan
penambahan 15
ml
ekstrak daun beluntas/1 liter air
Proses
pembuatan ekstrak daun beluntas dengan menyediakan alat dan bahan yang telah
disediakan pada pelaksanaan kajian yaitu:Pertama daun beluntas segar (tua/muda) ditimbang
sebanyak 100 gram kemudian dicacah dengan ukuran 2-3 cm dengan menggunakan
pisau, selanjutnya masukkan beluntas yang telah dicacah kedalam blender
kemudian ditambahkan air mineral 150 ml,daun beluntas 100 gram yang telah
diblender kemudian disaring kedalam wadah yang telah disiapkan dan pisahkan
serat daun beluntas dan ekstrak daun beluntas yang telah di blender. Setelah
serat daun dan ektsrak daun beluntas dipisahkan, kemudian larutan ekstrak daun
beluntas dimasukkan kedalam gelas ukur. Selanjutnya ukurlah ekstrak daun
beluntas dalam gelas ukur. Setelah ekstrak daun beluntas di ukur, maka ekstrak daun beluntas dipisahkan ke
dalam wadah yang berbeda sesuai dengan perlakuan yang akan diberikan pada yam
broiler. Ekstrak daun beluntas siap diberikan pada ayam broiler sesuai dengan
masing-masing perlakuan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Tekstur
Tekstur daging ayam dapat
dirasakan dengan cara menekankan jari kepermukaan. Daging ayam yang baik
mempunyai tesktur yang padat, kompak dengan daging yang tebal. Tekstur daging
ayam broiler dilihat keempukan setelah karkas dibersihkan. Soeparno (2009) menyatakan
bahwa keempukan dan tekstur daging merupakan parameter yang penting dalam
kualitas daging. Berdasarkan hasil penelitian pemanfaatan
ekstrak daun beluntas dalam air minum terhadap kualitas daging ayam broiler
menunjukkan bahwa pengaruh perlakuan terhadap tekstur memberikan pengaruh
nyata. Berdasarkan uji Duncan dapat terlihat bahwa perlakuan P3 memberikan
hasil tertinggi = 87.00 dibandingkan perlakuan lainnya yaitu pada perlakuan P0
= 55.00, P1 = 51.00 dan P2 =69.50.Dari hasil uji Duncan menunjukkan bahwa pemberian ekstrak
daun beluntas memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05).
Warna
Berdasarkan hasil penelitian dengan pemanfaatan ekstrak
daun beluntas terhadap kualitas daging ayam broiler menunjukkan bahwa pengaruh
perlakuan terhadap warna memberikan pengaruh berbeda nyata, pada rataan warna
daging ayam broiler dari hasil pemberian ekstrak daun beluntas dalam air
minum selama pemeliharaan. Asmara et.al (2006) menyebutkan warna daging ayam segar adalah putih
kekuningan. Berdasarkan uji
Duncan dapat terlihat bahwa perlakuan P3 memberikan hasil tertinggi = 94.50 dan
berbeda nyata dengan perlakuan lainnya yaitu pada perlakuan PO = 64.50, P1 =
53.50 dan P2 = 94.50, menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun beluntas
memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05).
Aroma/Bau
Berdasarkan
hasil penelitian pemanfaatan ekstrak daun beluntas terhadap kualitas daging
ayam broiler menunjukkan bahwa pengaruh perlakuan terhadap Aroma/Bau memberikan
pengaruh berbeda nyata, pada rataan
Aroma/Bau daging ayam broiler dari hasil pemberian ekstrak daun beluntas pada
air minum ayam broiler. Aroma yang
berbeda pada daging ayam dikarenakan adanya protein dan lemak. Lemak akan
menghasilkan komponen volatil pada saat dipanaskan dan akan keluar bersama uap.
Hal ini sesuai dengan pendapat Soeparno (1992), bahwa bau dan rasa daging
banyak ditentukan oleh precursor yang larut dalam lemak, dan pembebasan
substansi atsiri (volatil) yang terdapat dalam daging. Berdasarkan uji Duncan dapat terlihat bahwa perlakuan P3
memberikan hasil tertinggi = 91.50 dan berbeda nyata dengan perlakuan lainnya
yaitu pada perlakuan PO = 49,50, P1 = 55.50 dan P2 = 69.50. Hasil uji
Duncan menunjukkan bahwa pemberian
ekstrak daun beluntas memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05).
Rasa
Berdasarkan
hasil penelitian dengan pemanfaatan ekstrak daun beluntas terhadap kualitas
daging ayam broiler menunjukkan bahwa pengaruh perlakuan terhadap rasa
memberikan pengaruh berbeda nyata, pada rataan rasa daging ayam broiler dari
hasil pemberian ekstrak daun beluntas dalam air minum selama pemeliharaan. Berdasarkan uji Duncan dapat terlihat bahwa perlakuan P3
memberikan hasil tertinggi = 94.00 dan berbeda nyata dengan perlakuan lainnya
yaitu pada perlakuan PO = 40.50, P1 = 54.00 dan P2 = 68.00. Suherman
(1998) menyebutkan bahwa faktor yang mempengaruhi rasa daging antara lain
adalah perlemakan, bangsa, umur dan pakan. Hasil pengujian organoleptik
menunjukan bahwa pemberian dosis 15 ml dapat meningkatkan rasa daging ayam
broiler dibandingkan dengan pemberian dosis 5 ml dan 10 ml. Hasil uji Duncan
pada menunjukkan bahwa pemberian ekstrak
daun beluntas memberikan pengaruh yang nyata (P<0,05).
SIMPULAN
Pemanfaatan
ekstrak daun beluntas pada air minum ayam broiler dapat meningkatkan kualitas
daging ayam broiler. Hasil rata-rata pengujian kualitas daging yang paling
berpengaruh nyata adalah P3 yaitu pemberian ekstrak daun beluntas sebanyak 15
ml/ 1liter air minum. Pengujian Kualitas daging (tekstur, warna, aroma dan
rasa) menunjukkan hasil yang signifikan dimana (P<0,05) sehingga dapat
diartikan bahwa ada pengaruh yang nyata dari pemberian ekstrak daun beluntas.
Perlu kajian lebih lanjut terkait pemanfaatan ekstrak daun beluntas (Pluchea Indica Less) sebagai tanaman
yang dapat meningkatkan kualitas daging ayam broiler dan pengolahannya untuk
mendapatkan hasil yang efektif.
REFERENSI
Ardiansyah. 2002. Daun Beluntas Sebagai Bahan Antibakteri dan Antioksidan.http://www.kamusilmiah.com/pangan/daun-beluntas
-sebagai-bahan-antibakteri-dan-antioksidan. diakses pada tanggal 02 Maret
2019
Asmara.AS.ABZ.Zuki,BM.Hair,
& AI Awang Evaluation of fresh chicken
carcass:comparison between slaughted and cervical dislocated methods. Journal
of Animal and Veterinary Adcances 5 (11);1039-1042
Cohen N, Ennaji H, Bouchrif
B, Hassar M, Karib H. 2007. Comparative
Study of Microbiological Quality of Raw Poultry Meat at Various Seasons and for
Different Slaughtering Processes in Casablanca (Morocco). The Journal of
Applied Poultry Research 16(4):502-508. doi:10.3382/japr.2006-00061
Kasih,N.S.;a.Jaelani &
N.Firahmi.2012 .Pengaruh
Lama Penyimpanan Daging Ayam Segar Dalam Refrigator Terhadap pH, Susut Masak
dan Organoleptik. Media Sains,Volume 4 nomor 2:154-159
Mardikanto. 2009. Sistem Penyuluhan Pertanian. Lembaga Pengembangan
Pendidikan (LPP) UNS dan UPT Penerbitan dan Pencetakan UNS (UNS Press).
Surakarta.
Minhatun N, dan Tukiran. 2017. Uji Antioksidan dan Identifikasi Senyawa
Aktif dari Ekstrak Kloroform Daun Tanaman Beluntas (Pluchea indica L.).
UNESA Journalof Chemistry, 6(2).
Nugraheni,Muntiara. 2012.Pengetahuan Bahan Pangan Hewani. Graha
Ilmu.Yogyakarta
Nurhalimah N, dkk. 2015. Efek Antidiare Ekstrak Daun Beluntas pada
Mencit Jurnal Pangan dan Agroindustri, 3(3): 1083-1094.
Priyatno, M. A. 2003. Mendirikan Usaha Pemotongan Ayam.
Penebar Swadaya. Jakarta
Soeparno,1992.Ilmu dan Teknologi Daging.Edisi 1.Gadjah
Mada University Press. Yogyakarta
-------------, 2009 .Ilmu dan Teknologi Daging.Cetakan II.
Gadjah Mada University Press. Yogyakarta
Rasyid dan
Sirajuddin.2010.Peranan Pola Kemitraan
Inti Plasma Pada Peternak Usaha Ayam Broiler (Buletin Ilmu Peternakan).
Dinas Peternakan Makassar
Suherman,D.1998.
Cara Pemasakan terhadap Rasa Daging Ayam
Broiler. Majalah Poltry
Indonesia 104:26-27
Yashoda K, Sachindra N,
Sakhare P, RAO DN. 2001. Microbiological
quality of broiler chicken carcasses processed hygienically in a small scale
poultry processing unit. Journal of food quality 24(3):249-259.
No comments:
Post a Comment