Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil
Belajar IPAS Materi Wujud Zat dan Perubahannya Pada Siswa Kelas IV MI/SD
Marniati Kadir, 1 Lusiana Amanda Lestari2, Sheilla
Oktaviani3
1,2, 3Program Studi PGMI, UIN Sultan Aji
Muhammad Idris Samarinda
E-mail : lusianaa447@gmail.com, sheillaoktaviani56@gmail.com
Abstrak
Penelitian ini
bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS materi wujud zat dan
perubahannya melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) pada
siswa kelas IV MI Darus Sakinah Tenggarong Seberang. Penelitian ini menggunakan
metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus.
Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi,
dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 24 siswa. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa ketuntasan belajar meningkat dari 16,67% pada pra siklus
menjadi 66,67% pada siklus I dan mencapai 83,33% pada siklus II. Selain
meningkatkan hasil belajar, model PBL juga meningkatkan keaktifan siswa dalam
berdiskusi, bertanya, bekerja sama, dan mempresentasikan hasil pembelajaran.
Kata Kunci: Problem
Based Learning, hasil belajar, IPAS.
Abstrak
This study aimed to improve students' learning outcomes on the topic of states of matter and their changes through the implementation of the Problem-Based Learning model. This classroom action research was conducted in two cycles. The results showed that learning mastery increased from 16.67% in the pre-cycle to 66.67% in Cycle I and 83.33% in Cycle II. The implementation of PBL also improved students’ participation, collaboration, and problem-solving abilities during the learning process.
PENDAHULUAN
Pendidikan
merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar yang
memungkinkan peserta didik mengembangkan potensi dirinya secara optimal.
Melalui pendidikan, peserta didik diharapkan mampu memiliki pengetahuan,
keterampilan, sikap, dan nilai yang diperlukan dalam kehidupan bermasyarakat.
Salah satu mata pelajaran yang berperan penting dalam mengembangkan kemampuan
berpikir kritis dan pemecahan masalah peserta didik adalah Ilmu Pengetahuan
Alam dan Sosial (IPAS).
Pembelajaran
IPAS di sekolah dasar tidak hanya bertujuan memberikan pemahaman konsep kepada
peserta didik, tetapi juga membantu mereka memahami berbagai fenomena yang
terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu materi yang dipelajari pada
kelas IV adalah wujud zat dan perubahannya. Materi ini memiliki keterkaitan
yang erat dengan berbagai peristiwa yang sering dijumpai siswa dalam kehidupan
sehari-hari, seperti mencairnya es, menguapnya air, dan mengembunnya uap air.
Oleh karena itu, pembelajaran materi wujud zat dan perubahannya memerlukan
keterlibatan aktif siswa agar konsep yang dipelajari dapat dipahami secara
optimal.
Berdasarkan
hasil observasi awal yang dilakukan di kelas IV MI Darus Sakinah Tenggarong
Seberang, ditemukan bahwa hasil belajar siswa pada materi wujud zat dan
perubahannya masih belum mencapai hasil yang diharapkan. Sebagian siswa
mengalami kesulitan dalam memahami konsep perubahan wujud zat karena
pembelajaran masih didominasi oleh metode ceramah. Kondisi tersebut menyebabkan
siswa cenderung pasif dan kurang terlibat dalam proses pembelajaran.
Dampaknya,
hasil belajar siswa masih rendah dan belum memenuhi target ketuntasan yang
ditetapkan. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi
permasalahan tersebut adalah penerapan model Problem Based Learning (PBL). Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang berpusat
pada siswa dengan menjadikan masalah sebagai titik awal pembelajaran. Melalui
model ini, siswa didorong untuk berpikir kritis, bekerja sama, mencari
informasi, serta menemukan solusi terhadap permasalahan yang diberikan. Dengan
keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran, siswa diharapkan mampu membangun
pemahamannya sendiri sehingga hasil belajar menjadi lebih baik. Beberapa
penelitian terdahulu menunjukkan bahwa penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar, keaktifan,
serta kemampuan pemecahan masalah siswa. Oleh karena itu, penelitian ini
dilakukan untuk mengetahui bagaimana penerapan model Problem Based Learning dalam meningkatkan hasil belajar IPAS materi
wujud zat dan perubahannya pada siswa kelas IV MI Darus Sakinah Tenggarong
Seberang.
Berdasarkan
uraian tersebut, tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar
IPAS materi wujud zat dan perubahannya melalui penerapan model Problem Based Learning pada siswa kelas IV MI Darus Sakinah
Tenggarong Seberang.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan metode
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar
IPAS materi wujud zat dan perubahannya melalui penerapan model Problem Based
Learning (PBL). Penelitian dilaksanakan di MI Darus Sakinah Tenggarong
Seberang pada semester genap tahun pelajaran 2025/2026.
Subjek penelitian adalah siswa kelas IV
MI Darus Sakinah Tenggarong Seberang yang berjumlah 24 siswa, terdiri atas 14
siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan. Penelitian dilaksanakan dalam dua
siklus. Setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan (planning),
pelaksanaan tindakan (action), observasi (observation), dan
refleksi (reflection).
Pada tahap perencanaan, peneliti
menyusun perangkat pembelajaran yang meliputi modul ajar, lembar kerja peserta
didik (LKPD), media pembelajaran, instrumen observasi, dan soal evaluasi. Tahap
pelaksanaan tindakan dilakukan dengan menerapkan model Problem Based
Learning sesuai langkah-langkah yang telah direncanakan. Tahap observasi
dilakukan untuk mengamati aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran
berlangsung. Selanjutnya, tahap refleksi dilakukan untuk mengevaluasi hasil
tindakan yang telah dilaksanakan sebagai dasar perbaikan pada siklus
berikutnya.
Teknik pengumpulan data yang digunakan
dalam penelitian ini meliputi tes, observasi, dan wawancara. Tes digunakan
untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklus. Observasi
digunakan untuk mengamati aktivitas guru dan siswa selama proses pembelajaran.
Wawancara dilakukan untuk memperoleh informasi pendukung terkait pelaksanaan
pembelajaran dan kendala yang dihadapi selama penelitian.
Data hasil belajar dianalisis secara
deskriptif kuantitatif dengan menghitung nilai rata-rata dan persentase
ketuntasan belajar siswa. Adapun data hasil observasi dan wawancara dianalisis
secara deskriptif kualitatif untuk menggambarkan aktivitas siswa serta
pelaksanaan pembelajaran menggunakan model Problem Based Learning. Indikator
keberhasilan penelitian ditetapkan apabila minimal 80% siswa mencapai
ketuntasan belajar sesuai dengan KKM yang telah ditentukan.
HASIL DAN
PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Penerapan model Problem Based Learning (PBL) menunjukkan
peningkatan hasil belajar siswa pada setiap siklus. Rekapitulasi hasil belajar
siswa dapat dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1. Rekapitulasi Hasil Belajar Siswa
|
Tahap |
Rata-rata Nilai |
Jumlah Tuntas |
Persentase Ketuntasan |
|
Pra
Siklus |
75 |
4 Siswa |
16, 67% |
|
Siklus I |
85 |
16 Siswa |
66, 67% |
|
Siklus
II |
90 |
20 Siswa |
83, 33% |
Data tersebut menunjukkan bahwa hasil
belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan. Persentase ketuntasan
belajar meningkat dari 16,67% pada pra siklus menjadi 66,67% pada siklus I dan
mencapai 83,33% pada siklus II.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Peningkatan Hasil Belajar
Siswa Melalui Model Problem Based Learning
Hasil penelitian menunjukkan bahwa
penerapan model Problem Based Learning mampu meningkatkan hasil belajar
siswa pada materi wujud zat dan perubahannya. Pada tahap pra siklus,
pembelajaran masih didominasi metode ceramah sehingga siswa cenderung pasif dan
kurang memahami materi secara mendalam. Kondisi ini berdampak pada rendahnya
hasil belajar siswa. Setelah penerapan model Problem Based Learning pada
siklus I, hasil belajar siswa mulai menunjukkan peningkatan. Melalui kegiatan
pemecahan masalah, siswa diberikan kesempatan untuk mengidentifikasi masalah,
berdiskusi dalam kelompok, mencari informasi, dan menemukan solusi terhadap
masalah yang diberikan. Aktivitas tersebut membantu siswa membangun
pemahamannya sendiri terhadap konsep yang dipelajari.
Peningkatan hasil belajar semakin
terlihat pada siklus II. Ketuntasan belajar mencapai 83,33% sehingga indikator
keberhasilan penelitian telah tercapai. Hasil ini menunjukkan bahwa model Problem
Based Learning mampu membantu siswa memahami materi secara lebih mendalam
melalui pengalaman belajar yang bermakna.
Peningkatan Keaktifan Siswa
Melalui Model Problem Based Learning
Selain meningkatkan hasil belajar,
penerapan model Problem Based Learning juga meningkatkan keaktifan siswa
selama proses pembelajaran. Pada tahap pra siklus, siswa lebih banyak
mendengarkan penjelasan guru dan kurang terlibat dalam kegiatan pembelajaran.
Pada siklus I, siswa mulai aktif
bertanya, berdiskusi, dan menyampaikan pendapat selama proses pembelajaran.
Siswa terlihat lebih antusias ketika diberikan permasalahan yang berkaitan
dengan kehidupan sehari-hari.
Pada siklus II, keaktifan siswa
meningkat secara signifikan. Sebagian besar siswa mampu bekerja sama dalam
kelompok, mengemukakan pendapat, menjawab pertanyaan, dan mempresentasikan
hasil diskusi di depan kelas. Kondisi ini menunjukkan bahwa model Problem
Based Learning mampu menciptakan suasana pembelajaran yang lebih interaktif
dan berpusat pada siswa.
Efektivitas Model Problem
Based Learning pada Materi Wujud Zat dan Perubahannya
Materi wujud zat dan perubahannya
sangat sesuai diajarkan menggunakan model Problem Based Learning karena
berkaitan erat dengan fenomena yang ditemui siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui model ini, siswa dapat menghubungkan konsep yang dipelajari dengan
pengalaman nyata sehingga pemahaman mereka menjadi lebih baik.
Penerapan model Problem Based
Learning memungkinkan siswa belajar melalui kegiatan penyelidikan,
pengamatan, diskusi, dan pemecahan masalah. Kegiatan tersebut membantu siswa
memahami konsep secara lebih konkret dibandingkan hanya menerima informasi dari
guru. Oleh karena itu, model Problem Based Learning dapat dijadikan
salah satu alternatif pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan kualitas
proses dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPAS.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian yang telah
dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model Problem Based Learning
(PBL) mampu meningkatkan hasil belajar IPAS pada materi wujud zat dan
perubahannya pada siswa kelas IV MI Darus Sakinah Tenggarong Seberang.
Peningkatan hasil belajar terlihat dari persentase ketuntasan belajar siswa
yang mengalami peningkatan pada setiap siklus, yaitu dari 16,67% pada pra
siklus menjadi 66,67% pada Siklus I dan mencapai 83,33% pada Siklus II.
Selain meningkatkan hasil belajar,
penerapan model Problem Based Learning (PBL) juga mampu meningkatkan
keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Siswa menjadi lebih aktif dalam
bertanya, menjawab pertanyaan, mengemukakan pendapat, berdiskusi, bekerja sama
dalam kelompok, serta mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Melalui
kegiatan pemecahan masalah yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, siswa
memperoleh pengalaman belajar yang lebih bermakna sehingga pemahaman terhadap
materi menjadi lebih baik. Dengan demikian, model Problem Based Learning
(PBL) dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif model pembelajaran yang
efektif untuk meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa pada pembelajaran
IPAS, khususnya materi wujud zat dan perubahannya di sekolah dasar.
REFERENSI
Anggelina,
P., & Harjono, N. Perbedaan Efektivitas Model Problem Based Learning dan
Discovery Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPA Sekolah Dasar. Jurnal
Basicedu (2022).
Arrends,
R. I. Learning to Teach (9 th ed.). New York : McGraw-Hill Education (2012).
D.Pratiwi
dan A. Nugraha, Analisis Kesulitan Belajar Siswa pada Materi Wujud Zat dan
Perubahannya di Sekolah Dasar, Jurnal Basicedu 7, no. 1 (2023).
Dita
Asendra Marcesa, Nur Samsiyah, dan Yuyun Arif Hidayati, “Upaya Meningkatkan
Hasil Belajar IPAS Melalui Model Problem Based Learning Materi Wujud Zat dan
Perubahannya,” Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Vol. 8, No. 1, (2023).
Dita
Rahmayanti, Fitria Meilina, dan Alda Zahara Islamyati, Upaya Meningkatkan Hasil
Belajar IPAS melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Materi Wujud Zat
dan Perubahannya pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar, Jurnal Basicedu 8, no. 2
(2024).
Fatah, P. R., Kisai, A. A., Nurkholis, N., &
Labudasari, E. Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) sebagai
Peningkatan Hasil Belajar IPAS pada Siswa Sekolah Dasar. Paedagogi, Jurnal
Kajian Ilmu Pendidikan (2023).
Fitriani, N. Penerapan Model Problem Based Learning
untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan
Dasar 7, no. 2 (2022).
Hasriana,
Afdhal Fatawuri Syamsuddin, dan Herawati, “Penerapan Model Pembelajaran Problem
Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Muatan IPAS Materi
Wujud Zat dan Perubahannya Kelas IV UPTD
SD Negeri 117 Barru,” Global Journal Teaching
Professional, Vol. 3, No. 2, (2023.
Hosnan. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam
Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia (2014).
I Rahmawati, Y. Suryana, dan R. Putra, Pengaruh
Metode Ceramah terhadap Keaktifan Belajar Siswa Sekolah Dasar, Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar 6, no. 3
(2022).
L. Utami dan U. Hasanah, Efektivitas Model Problem
Based Learning terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Sekolah Dasar, Jurnal Inovasi
Pendidikan Dasar 9, no. 1 (2024).
N. Fitriani,
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar
IPA Siswa Sekolah Dasar, Jurnal
Pendidikan Dasar 7, no. 2 (2022).
Nurrita, Teni. Pengembangan Pembelajaran IPAS di
Sekolah Dasar dalam Kurikulum Merdeka. Jurnal Pendidikan dan Konseling 4, no. 5
(2022).
Pratiwi, D., dan A. Nugraha. Analisis Kesulitan
Belajar Siswa pada Materi Wujud Zat dan Perubahannya di Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu 7, no. 1 (2023).
Putri Nuryani, Kamaruddin Hasan, dan Hairuddin
Hairuddin, Peningkatkan Hasil Belajar
IPA Melalui Penerapan Model Problem Based Learning di Sekolah Dasar, Pinisi
Journal of Education 2, no. 1 (2022).
Rahmawati, I., Y. Suryana, dan R. Putra. Pengaruh
Metode Ceramah terhadap Keaktifan Belajar Siswa Sekolah Dasar. Jurnal
Pendidikan Guru Sekolah Dasar 6, no. 3 (2022).
Rahmayanti, D., Meilina, F., & Islamyati, A.
Z. Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPAS
melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Materi Wujud Zat dan
Perubahannya pada Siswa Kelas IV Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu (2024).
Rusman. Model-Model Pembelajaran: Mengembangkan
Profesionalisme Guru. Jakarta: Rajawali Pers (2018).
Sanjaya, W. Strategi Pembelajaran Beriorientasi
Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana (2016).
Sari, M., dan R. Wahyuni. Pentingnya Pembelajaran
Kontekstual pada Materi Wujud Zat dan Perubahannya di Sekolah Dasar. Jurnal
Ilmiah Pendidikan Dasar 8, no. 1 (2023).
Setiawan, T., Sumilat, J. M., Paruntu, N. M., &
Monigir, N. N. Analisis Penerapan Model Pembelajaran Project Based Learning dan
Problem Based Learning pada Peserta Didik Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu
(2022).
Trianto. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif,
Progresif, dan Kontekstual. Jakarta: Kencana (2017).
Utami, L., dan U. Hasanah. Efektivitas Model Problem
Based Learning terhadap Hasil Belajar IPAS Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Inovasi
Pendidikan Dasar 9, no. 1 (2024).
Wiyoko, T. Upaya Meningkatkan Proses dan Hasil
Belajar IPA Melalui Model Problem Based Learning Kelas III Sekolah Dasar.
Jurnal Gentala Pendidikan Dasar (2022).
Yuristia, F., Hidayati, A., & Ratih, M.
Pengembangan Modul Pembelajaran IPA Berbasis Problem Based Learning pada
Pembelajaran Tematik Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu (2022).