Thursday, October 8, 2026

Penerapan Conversation Card Berbasis Mufrodat untuk Meningkatkan Kemampuan Kalam Siswa Kelas X MAN Purwakarta


Dina Karinda Dewi1, Yan Septiana Prasetiadi2

1,2Program Studi Pendidikan Bahasa Arab, Fakultas Tarbiyah, STAI DR. KH. EZ. Muttaqien Purwakarta

Penulis Korespondensi: dinakarinda27@gmail.com

 Penerapan Conversation Card Berbasis Mufrodat untuk Meningkatkan Kemampuan Kalam Siswa Kelas X MAN Purwakarta | Dewi | Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin


ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Conversation Card berbasis mufrodat dan penggunaannya dalam meningkatkan kemampuan kalam siswa kelas X MAN Purwakarta. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang diawali dengan tahap pra-tindakan dan dilanjutkan dengan satu siklus yang meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa kelas X MAN Purwakarta pada Tahun Pelajaran 2026/2027. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, penilaian praktik kalam, dan dokumentasi. Tes digunakan untuk mengetahui perubahan hasil belajar siswa, sedangkan observasi dan penilaian praktik kalam digunakan untuk menggambarkan keterlibatan dan kemampuan siswa selama kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa meningkat dari 89,76 pada pretest menjadi 96,15 pada posttest. Persentase ketuntasan belajar juga meningkat dari 83,33% menjadi 100%. Dalam penerapan Conversation Card, siswa memperoleh kesempatan untuk menggunakan mufrodat dalam percakapan sederhana bersama teman. Secara umum, siswa terlihat aktif dan berani mengikuti kegiatan berbicara. Penggunaan kartu memberikan stimulus visual serta kesempatan kepada siswa untuk mempraktikkan kosakata melalui komunikasi lisan sederhana. Meskipun demikian, beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam pelafalan bahasa Arab sehingga diperlukan latihan pelafalan secara berkelanjutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Conversation Card berbasis mufrodat dapat digunakan sebagai media pendukung pembelajaran kalam dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempraktikkan kosakata dalam komunikasi lisan sederhana serta meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan berbicara.

Kata kunci: Bahasa Arab; Conversation Card; Mufrodat; Penelitian Tindakan Kelas; Kemampuan Kalam

ABSTRACT

This study aims to describe the implementation of Conversation Card based on mufrodat and its use in improving the kalam skills of tenth-grade students at MAN Purwakarta. This study employed Classroom Action Research (CAR), beginning with a pre-action stage and followed by one cycle consisting of planning, implementation, observation, and reflection. The subjects of the study were 30 tenth-grade students at MAN Purwakarta in the 2026/2027 academic year. Data were collected through tests, observation, kalam practice assessment, and documentation. The test was used to identify changes in students’ learning outcomes, while observation and kalam practice assessment were used to describe students’ participation and performance during the learning activities. The results showed that the students’ average score increased from 89.76 in the pretest to 96.15 in the posttest. The percentage of students achieving mastery also increased from 83.33% to 100%. During the implementation of Conversation Card, students were given opportunities to use mufrodat in simple conversations with their peers. In general, students were active and showed confidence in participating in the speaking activities. The use of cards provided visual stimuli and opportunities for students to practice vocabulary through simple oral communication. However, some students still experienced difficulties in Arabic pronunciation, indicating the need for continuous pronunciation practice. These findings indicate that Conversation Card based on mufrodat can be used as a supporting medium for kalam learning by providing opportunities for students to practice vocabulary in simple oral communication and participate more actively in speaking activities.

Keywords: Arabic Language; Classroom Action Research; Conversation Card; Kalam; Mufrodat

 

Article Info

Received date: 10 September 2026                  Revised date: 15 September 2026                             Accepted date: 27 September 2026

 

PENDAHULUAN

Pembelajaran bahasa Arab tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan kebahasaan, tetapi juga pada keterampilan menggunakan bahasa dalam komunikasi. Oleh karena itu, proses pembelajaran bahasa Arab perlu memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami bahasa sekaligus mempraktikkannya dalam kegiatan berbahasa secara langsung (Kasmiati, 2020; Luthfi & Munir, 2021). Pembelajaran bahasa Arab juga mencakup beberapa keterampilan, salah satunya keterampilan berbicara atau maharah kalam yang berkaitan dengan kemampuan siswa dalam menyampaikan gagasan secara lisan (Hidayah & Akmalah, 2024; Julianti et al., 2022).

Keterampilan berbicara merupakan salah satu kemampuan penting dalam pembelajaran bahasa Arab karena memungkinkan siswa menggunakan bahasa secara komunikatif melalui kegiatan dialog dan percakapan. Dalam praktiknya, kemampuan berbicara tidak hanya membutuhkan penguasaan kosakata, tetapi juga pelatihan penggunaan kosakata dalam pola percakapan yang sederhana (Hidayah & Akmalah, 2024; D. R. Munir, Julianti, et al., 2023). Penguasaan kosakata menjadi salah satu dasar yang mendukung keterampilan berbahasa karena siswa perlu mengetahui dan mengingat kosakata sebelum menggunakannya dalam komunikasi (Astuti, 2016; Lina et al., 2025).

Namun, penguasaan kosakata secara teori belum tentu membuat siswa mampu menggunakannya secara lisan. Hasil penelitian Amri, Anwar, dan Latuconsina (2021) (Amri et al., 2021) menunjukkan bahwa kurangnya kosakata dan kurangnya latihan berbicara menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi keterampilan berbicara bahasa Arab siswa. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran kosakata perlu diarahkan pada kegiatan yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan kosakata dalam praktik komunikasi (D. R. Munir, Fajar, & Maftuhah, 2023; Saepudin, 2012).

Berdasarkan hasil pengamatan selama pelaksanaan PPL di kelas X MAN Purwakarta, siswa telah memperoleh pembelajaran mufrodat dan secara umum cukup aktif serta berani mengikuti kegiatan pembelajaran. Meskipun demikian, beberapa siswa masih mengalami kesulitan ketika menggunakan kosakata dalam praktik kalam,  terutama dalam pelafalan bahasa Arab. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya kegiatan pembelajaran yang dapat memberikan stimulus sekaligus kesempatan kepada siswa untuk menggunakan kosakata secara langsung dalam percakapan (D. R. Munir, 2023b; Rosyidi & Ni’mah, 2011).

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa media kartu dapat digunakan dalam pembelajaran kosakata maupun keterampilan berbicara bahasa Arab. Penggunaan kartu bergambar menunjukkan adanya peningkatan penguasaan mufrodat setelah siswa memperoleh pembelajaran dengan bantuan media tersebut (D. R. Munir, Luthfi, et al., 2023; Sholihah, 2025). Penelitian lain juga menunjukkan bahwa penerapan kartu bergambar dalam pembelajaran mufrodat dapat meningkatkan penguasaan kosakata siswa melalui kegiatan pembelajaran yang lebih konkret  (Rahman, 2023).

Selain digunakan untuk penguasaan kosakata, media kartu juga dapat diarahkan pada kegiatan berbicara. Penelitian Hidayah dan Akmalah (2024) (Hidayah & Akmalah, 2024) menunjukkan bahwa media kartu permainan Talk or Dare  dikembangkan untuk membiasakan siswa berbicara bahasa Arab melalui kegiatan yang lebih interaktif. Penelitian mengenai penggunaan media kartu dalam pembelajaran kalam juga menunjukkan bahwa kartu dapat menjadi stimulus bagi siswa untuk melakukan kegiatan berbicara secara bergantian melalui pola percakapan sederhana (Aminah, 2025).

Meskipun demikian, penelitian sebelumnya lebih banyak membahas penggunaan kartu bergambar untuk penguasaan mufrodat atau permainan kartu untuk keterampilan berbicara secara umum. Penelitian mengenai penggunaan Conversation Card berbasis mufrodat yang secara khusus menggabungkan mufrodat dengan praktik kalam siswa kelas X pada konteks pembelajaran di MAN Purwakarta masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian menerapkan Conversation Card berbasis mufrodat sebagai media yang menghubungkan penguasaan kosakata dengan praktik percakapan bahasa Arab.

Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Conversation Card berbasis mufrodat dalam pembelajaran bahasa Arab serta melihat perubahan hasil belajar dan praktik kalam siswa kelas X MAN Purwakarta.

 

KAJIAN TEORITIS

Pembelajaran bahasa Arab merupakan proses yang diarahkan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan berbahasa sehingga peserta didik tidak hanya memahami unsur kebahasaan, tetapi juga mampu menggunakan bahasa dalam komunikasi. Pembelajaran bahasa perlu memperhatikan hubungan antara kompetensi kebahasaan dan kemampuan menggunakan bahasa secara nyata (Kasmiati, 2020; Patmawati & Munir, 2024). Pembelajaran bahasa Arab juga menghadapi berbagai persoalan kebahasaan dan nonkebahasaan sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang komunikatif dan kontekstual sesuai kebutuhan peserta didik (Rifai & Maujud, 2026).

Keterampilan kalam merupakan kemampuan menggunakan bahasa Arab secara lisan untuk menyampaikan pikiran, gagasan, keinginan, atau perasaan kepada mitra bicara. Kegiatan berbicara pada dasarnya merupakan kegiatan komunikatif yang melibatkan pergantian peran antara pembicara dan pendengar (Hidayah & Akmalah, 2024). Pengembangan kemampuan kalam membutuhkan latihan penggunaan kosakata, pola dialog, dan praktik berbicara secara berulang agar siswa terbiasa menggunakan bahasa Arab secara lisan (Saepudin, 2012).

Mufrodat merupakan salah satu unsur penting dalam pembelajaran bahasa Arab karena penguasaan kosakata menjadi dasar bagi siswa untuk memahami dan menggunakan bahasa (D. R. Munir, 2023a; D. R. Munir, Fajar, & Farihatunnisa, 2023; D. R. M. Munir et al., 2024; Putri et al., 2024). Pembelajaran kosakata tidak cukup hanya menekankan kemampuan mengingat arti kata, tetapi perlu diarahkan pada kemampuan menggunakan kosakata dalam kegiatan berbahasa (Astuti, 2016). Penguasaan kosakata juga berkaitan dengan keterampilan berbicara karena keterbatasan kosakata dapat menjadi salah satu hambatan siswa dalam mengungkapkan gagasan secara lisan (Amri et al., 2021).

Conversation Card merupakan media berbentuk kartu yang dapat digunakan sebagai stimulus dalam kegiatan percakapan. Kartu dapat memuat mufrodat, gambar, pertanyaan, atau pola percakapan yang digunakan siswa secara bergantian dalam praktik berbicara. Penggunaan media kartu permainan untuk pembelajaran berbicara dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk membiasakan diri menggunakan bahasa Arab secara lisan (Hidayah & Akmalah, 2024). Dengan demikian, Conversation Card berbasis mufrodat dapat digunakan untuk menghubungkan penguasaan kosakata dengan praktik kalam melalui percakapan sederhana.

Penelitian (Hidayah & Akmalah, 2024) mengembangkan media kartu permainan Talk or Dare untuk meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk membiasakan diri berbicaraa. Sementara itu, penelitian (Aminah, 2025) membahas penggunaan media kartu dalam peningkatan kemampuan kalam. Penelitian-penelitian tersebut menjadi dasar dalam penggunaan media kartu sebagai stimulus kegiatan berbicara.

Berdasarkan penelitian terdahulu tersebut, penelitian ini memiliki fokus pada penerapan Conversation Card berbasis mufrodat untuk menghubungkan penguasaan kosakata dengan kemampuan kalam siswa kelas X MAN Purwakarta.

 

METODE PENELITIAN

Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kalam siswa melalui penerapan Conversation Card berbasis mufrodat. Penelitian diawali dengan tahap pra-tindakan, kemudian dilanjutkan dengan satu siklus yang meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi (Jumriana et al., 2019). Tahap tersebut dilakukan secara sistematis untuk melihat perkembangan kemampuan siswa selama proses pembelajaran (Pawi et al., 2025). Penelitian dilaksanakan di kelas X MAN Purwakarta pada semester ganjil Tahun pelajaran 2026/2027 dengan subjek penelitian sebanyak 30 siswa. Penelitian diawali dengan pengamatan kondisi awal dan pemberian pretest untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum tindakan dilakukan.

Tahap perencanaan meliputi penyusunan materi pembelajaran, modul ajar, Conversation Card berbasis mufrodat, lembar observasi, serta instrumen evaluasi. Media kartu dirancang dengan memuat gambar, kosakata, dan pola pertanyaan sederhana yang dapat digunakan siswa dalam kegiatan pembelajaran (Ulya & Fauzi, 2024). Penelitian tindakan kelas dengan media kartu bergambar juga menggunakan observasi dan tes sebagai teknik pengumpulan data serta analisis persentase untuk melihat peningkatan hasil belajar (Inayah et al., 2019).

Pada tahap pelaksanaan tindakan, guru menyampaikan materi mufrodat tentang lingkungan sekolah dan kelas serta pola ungkapan sederhana yang digunakan dalam praktik kalam. Selanjutnya, siswa menggunakan Conversation Card secara bergantian untuk melakukan percakapan dengan teman. Penggunaan kartu sebagai stimulus dalam kegiatan berbicara memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan kosakata dalam komunikasi secara langsung (Hidayah & Akmalah, 2024).

Pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, penilaian praktik kalam, dan dokumentasi. Tes digunakan untuk mengetahui perubahan hasil belajar siswa, sedangkan observasi digunakan untuk mengamati aktivitas dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran. Teknik tes dan observasi juga digunakan dalam penelitian tindakan kelas dengan media kartu untuk melihat perkembangan penguasaan kosakata dan aktivitas siswa(Jumriana et al., 2019).

Data hasil tes dianalisis dengan menghitung nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar berdasarkan KKM sebesar 75. Data hasil observasi dan praktik kalam dianalisis secara deskriptif untuk menggambarkan aktivitas, keberanian, penggunaan mufrodat, pelafalan, kelancaran, dan ketepatan respons siswa selama penerapan Conversation Card.

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

A.     Kondisi Awal

Berdasarkan hasil pengamatan awal pada pembelajaran Bahasa Arab di kelas X MAN Purwakarta, siswa telah memperoleh pembelajaran mufrodat, tetapi masih membutuhkan stimulus untuk menggunakan kosakata tersebut dalam praktik kalam. Secara umum siswa cukup aktif dan berani mengikuti kegiatan berbicara, tetapi beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam pelafalan bahasa Arab.

Untuk mengetahui kondisi awal hasil belajar siswa, peneliti memberikan pretest kepada 30 siswa. Hasil pretest menunjukkan nilai rata-rata sebesar 89,76. Sebanyak 25 siswa atau 83,33% telah mencapai KKM, sedangkan 5 siswa atau 16,67% belum mencapai KKM.

B.      Pelaksanaan Tindakan

Tindakan dilakukan dengan menerapkan Conversation Card  berbasis mufrodat. Kartu digunakan sebagai stimulus berupa gambar, kosakata, serta pertanyaan dan jawaban sederhana yang berkaitan dengan lingkungan sekolah dan kelas. Penggunaan media tebak kartu juga dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dan antusias dalam mengikuti kegaiatan pembelajaran kosakata (Maharani, 2024).

 Penggunaan media kartu bergambar dalam pembelajaran bahasa Arab dapat membantu siswa memahami dan mengingat kosakata melalui penyajian materi secara lebih konkret (Faqihuddin, 2014). Penggunaan kartu bergambar dalam pembelajaran mufrodat juga dapat membantu siswa memahami kosakata melalui penyajian gambar dan pengulangan kosakata secara langsung (Rahman, 2023)

Pada kegiatan praktik, siswa menggunakan kartu secara bergantian untuk melakukan percakapan dengan teman. Setiap siswa memperoleh kesempatan untuk menjawab pertanyaan sesuai kartu yang diperoleh, sedangkan guru memberikan arahan terhadap penggunaan kosakata dan pelafalan. Kegiatan menggunakan kartu dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih menggunakan bahasa Arab secara langsung dalam pembelajaran (Hidayah & Akmalah, 2024).

C.     Hasil Pretest dan Posttest

Perubahan hasil belajar siswa dapat dilihat melalui perbandingan nilai pretest dan posttest sebagaimana disajikan pada tabel 1.

Tabel 1. Perbandingan Hasil Pretest dan Posttest

Jenis Tes

Jumlah Siswa

Nilai Rata-rata

Ketuntasan

Pretest

30

89,76

83,33%

Posttest

30

96,15

100%

Peningkatan

-

6,39

16,67 Poin

     

Berdasarkan tabel 1, nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan dari 89,76 pada pretest menjadi 96,15 pada posttest, atau meningkat sebesar 6,39 poin. Persentase ketuntasan juga meningkat dari 83,33% menjadi 100%, sehingga seluruh siswa mencapai KKM setelah pelaksanaan tindakan.

D.     Praktik Kalam

Dalam praktik kalam, sebagian besar siswa mampu mengikuti pola percakapan dan memberikan respons terhadap kartu yang diperoleh. Siswa juga terlihat lebih berani menggunakan kosakata secara lisan karena kegiatan dilakukan secara bergantian bersama teman. Hal tersebut sejalan dengan penelitian (Hidayah & Akmalah, 2024) yang menunjukkan bahwa kegiatan berbasis kartu dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk berlatih berbicara secara lebih aktif.

Meskipun demikian, beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam pelafalan bahasa Arab. Kesulitan dalam keterampilan berbicara dapat berkaitan dengan keterbatasan kosakata dan kurangnya latihan berbicara secara berkelanjutan (Amri et al., 2021). Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media kartu dapat memberikan stimulus untuk praktik berbicara, tetapi kemampuan pelafalan tetap membutuhkan latihan secara berkelanjutan.

E.      Pembahasan

Penerapan Conversation Card berbasis mufrodat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghubungkan kosakata yang telah dipelajari dengan penggunaan bahasa secara lisan. Penggunaan kartu dalam pembelajaran berbicara dapat membantu menciptakan kegiatan yang lebih interaktif dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk membiasakan penggunaan bahasa Arab (Hidayah & Akmalah, 2024).

Penggunaan media kartu juga memberikan stimulus visual dalam pembelajaran kosakata. Penelitian mengenai penggunaan flashcard menunjukkan bahwa media berbentuk kartu dapat membantu siswa memahami kosakata dan membuat kegiatan pembelajaran lebih menarik (Ulya & Fauzi, 2024).

Peningkatan nilai rata-rata dan persentase ketuntasan menunjukkan adanya perubahan hasil belajar setelah tindakan. Namun, nilai tes tertulis tidak secara langsung menggambarkan keseluruhan kemampuan kalam siswa sehingga hasil tersebut perlu dilihat bersama dengan hasil observasi dan praktik berbicara selama pembelajaran.

 

SIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian, penerapan Conversation Card berbasis mufrodat dapat digunakan sebagai media pendukung dalam pembelajaran kalam siswa kelas X MAN Purwakarta. Hasil pretest menunjukkan nilai rata-rata sebesar 89,76 dengan ketuntasan belajar 83,33%, sedangkan hasil posttest menunjukkan nilai rata-rata sebesar 96,15 dengan ketuntasan belajar mencapai 100%. Dengan demikian, terdapat peningkatan nilai rata-rata sebesar 6,39 poin dan peningkatan ketuntasan sebesar 16,67 poin.

Dalam praktikan pembelajaran, Coversation card memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan mufrodat dalam percakapan sederhana secara bergantian. Siswa secara umum terlihat aktif dan berani mengikuti kegiatan, meskipun beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam pelafalan bahasa Arab. Oleh karena itu, penggunaan Conversation Card dapat menjadi salah satu media pendukung pembelajaran kalam dengan latihan pelafalan yang dilakukan secara berkelanjutan.

Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan Conversation Card berbasis mufrodat dapat menjadi salah satu alternatif media dalam pembelajaran kalam. Guru disarankan memberikan latihan pelafalan secara berkelanjutan agar kemampuan berbicara siswa semakin baik. Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan penggunaan Conversation Card dengan materi dan bentuk percakapan yang lebih beragam.

 

REFERENSI

Aminah. (2025). Peningkatan keterampilan berbicara bahasa Arab siswa melalui media kartu di MTsN 1 Sungai Penuh. [Nama jurnal tidak dicantumkan], April, 7108–7114.

Amri, C. K., Anwar, M., & Latuconsina, S. N. (2021). Keterampilan berbicara bahasa Arab siswa sekolah menengah pertama Islam terpadu di Kabupaten Gowa. [Nama jurnal tidak dicantumkan], 1(1), 20–25.

Astuti, W. (2016). Berbagai strategi pembelajaran kosakata bahasa Arab.

Faqihuddin, A. R. (2014). Upaya meningkatkan penguasaan mufrodat melalui penerapan metode permainan edukatif di kelas VIII MTs Hidayatullah Sleman Yogyakarta.

Hidayah, R. N., & Akmalah, F. Z. (2024). Pengembangan media kartu permainan Talk or Dare untuk berbicara bahasa Arab siswa kelas VII MTs Al Ishlahiyah Sukobendu Mantup Lamongan. [Nama jurnal tidak dicantumkan], 4(1), 24–34. https://doi.org/10.55352/pba.v4i1

Inayah, N., Mariah, E., & Ulum, F. (2019). Peningkatan penguasaan kosakata (mufrodat) untuk memahami wacana bahasa Arab melalui media kartu bergambar (bithoqotu ash-shuroh) pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Gowa. [Nama jurnal tidak dicantumkan], 1–15.

Julianti, J., Susilawati, S., & Munir, D. R. (2022). Penggunaan metode dialog (muhawaroh) dalam keterampilan berbicara bahasa Arab kelas VII di MTs Daarul Ma’arif Purwakarta. Kalamuna: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban, 3(2), 197–212. https://doi.org/10.52593/klm.03.2.06

Jumriana, J., Dalle, A., & Ulum, F. (2019). Penerapan media kartu bergambar dalam penguasaan kosakata (mufrodat) bahasa Arab VII MTs. Bhayangkara Makassar. [Nama jurnal tidak dicantumkan], 1–12.

Kasmiati. (2020). Strategi pembelajaran bahasa Arab.

Lina, L., Luthfi, T., Fajar, A., Munir, D. R., & Raihan, U. (2025). Pendampingan pembelajaran kosakata bahasa Arab melalui metode interaktif bagi anak-anak di Desa Wanayasa. Sivitas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 5(2), 103–110.

Luthfi, T., & Munir, D. R. (2021). Hubungan mata pelajaran muatan lokal bahasa Arab terhadap kemampuan baca tulis Al-Quran pada siswa kelas IX (sembilan) SMP Al-Ihsan. Kalamuna: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban, 2(2), 172–185. https://doi.org/10.52593/klm.02.2.05

Maharani, A. S. (2024). Penggunaan media tebak kartu dalam pembelajaran bahasa Arab al-mufrodat untuk meningkatkan minat belajar pada peserta didik kelas V MI Alkhairaat.

Munir, D. R. (2023a). Analisis penggunaan kamus dalam penguasaan kosakata bahasa Arab peserta didik di kelas XI MIA di MA Al-Muthohhar. Jurnal Ilmiah Research Student, 1(1), 229–242.

Munir, D. R. (2023b). Efektivitas “metode tebak kata” untuk meningkatkan penguasaan mufrodat dalam pembelajaran bahasa Arab. Jurnal Ilmiah Research Student, 1(2), 1–13. https://doi.org/10.61722/jirs.v1i2.42

Munir, D. R., Fajar, A., & Farihatunnisa, I. (2023). Pelatihan keterampilan membaca untuk meningkatkan kemampuan kosakata bahasa Arab di pengajian anak-anak Kampung Cukang Lemah Cihanjawar Purwakarta. Jurnal Pengabdian Masyarakat: Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan, 3(6).

Munir, D. R., Fajar, A., & Maftuhah, M. (2023). Student pantomime techniques in learning Arabic vocabulary. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(12), 9841–9847. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i12.2776

Munir, D. R., Julianti, J., & Maftuhah, M. (2023). Upaya meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab siswa dengan menggunakan metode audiolingual. Tadris Al-’Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban, 2(2), 241–254.

Munir, D. R., Luthfi, T., & Junita, R. E. (2023). The use of flash card media to increasing Arabic vocabulary mastery. Jurnal Sosial Humaniora dan Pendidikan, 2(3). https://doi.org/10.55606/inovasi.v2i3.1981

Munir, D. R. M., Ningsih, H. N., & Fajar, A. (2024). Pendampingan penguasaan mufradat melalui ice breaking tebak makna dalam pengajaran bahasa Arab di MDTA Madinatul Ulum Desa Margaluyu. Humanism: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 206–217.

Patmawati, T., & Munir, D. R. (2024). Pengaruh media pembelajaran tebak kata menggunakan Cauple Card dalam menghafal mufrodat bahasa Arab. Ta’limi | Journal of Arabic Education and Arabic Studies, 3(1), 13–24. https://doi.org/10.53038/tlmi.v3i1.92

Pawi, M. P., Mizan, A. N., & Zulhannan. (2025). Implementasi metode muhadatsah dengan permainan sifis shuroh untuk meningkatkan keterampilan maharah kalam siswa. [Nama jurnal tidak dicantumkan], 6(1), 60–71.

Putri, S. F. E., Saleh, A., & Munir, D. R. (2024). Pendampingan belajar menulis bahasa Arab dan penguasaan kosakata pada anak di Majlis Al-Hidayah Desa Margaluyu. Nanggroe: Jurnal Pengabdian Cendikia, 2(12).

Rahman, F. B. (2023). Penerapan media kartu bergambar dalam pembelajaran mufrodat bahasa Arab di kelas IV MI Ma’arif NU Kebandungan Bodeh Pemalang.

Rifai, A., & Maujud, F. (2026). Sistem pembelajaran bahasa Arab: Konsep dan metodologi dalam pendidikan bahasa asing. [Nama jurnal tidak dicantumkan], 5(1), 1–20.

Rosyidi, A. W., & Ni’mah, M. (2011). Memahami konsep dasar pembelajaran bahasa Arab.

Saepudin. (2012). Pembelajaran keterampilan berbahasa Arab: Teori dan praktik.

Sholihah, D. H. (2025). Efektifitas penggunaan kartu bergambar dalam meningkatkan kemampuan menghafal mufrodat bahasa Arab di kelas VIII SMP IT Yaumi Mataram.

Ulya, U. K., & Fauzi. (2024). Implementasi media flashcard untuk meningkatkan pemahaman kosakata pelajaran bahasa Arab kelas 1 MI. [Nama jurnal tidak dicantumkan], 6(3), 2079–2086.