Dina
Karinda Dewi1, Yan Septiana Prasetiadi2
1,2Program Studi Pendidikan Bahasa Arab,
Fakultas Tarbiyah, STAI DR. KH. EZ. Muttaqien Purwakarta
Penulis Korespondensi: dinakarinda27@gmail.com
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan Conversation
Card berbasis mufrodat dan penggunaannya dalam meningkatkan kemampuan kalam
siswa kelas X MAN Purwakarta. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan
Kelas (PTK) yang diawali dengan tahap pra-tindakan dan dilanjutkan dengan satu
siklus yang meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan
refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 30 siswa kelas X MAN Purwakarta pada
Tahun Pelajaran 2026/2027. Data dikumpulkan melalui tes, observasi, penilaian
praktik kalam, dan dokumentasi. Tes digunakan untuk mengetahui perubahan hasil
belajar siswa, sedangkan observasi dan penilaian praktik kalam digunakan untuk
menggambarkan keterlibatan dan kemampuan siswa selama kegiatan pembelajaran. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa meningkat dari 89,76 pada
pretest menjadi 96,15 pada posttest. Persentase ketuntasan belajar juga
meningkat dari 83,33% menjadi 100%. Dalam penerapan Conversation Card, siswa
memperoleh kesempatan untuk menggunakan mufrodat dalam percakapan sederhana
bersama teman. Secara umum, siswa terlihat aktif dan berani mengikuti kegiatan
berbicara. Penggunaan kartu memberikan stimulus visual serta kesempatan kepada
siswa untuk mempraktikkan kosakata melalui komunikasi lisan sederhana. Meskipun
demikian, beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam pelafalan bahasa Arab
sehingga diperlukan latihan pelafalan secara berkelanjutan. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa Conversation Card berbasis mufrodat dapat digunakan sebagai
media pendukung pembelajaran kalam dengan memberikan kesempatan kepada siswa
untuk mempraktikkan kosakata dalam komunikasi lisan sederhana serta
meningkatkan keterlibatan siswa dalam kegiatan berbicara.
Kata kunci: Bahasa Arab; Conversation Card; Mufrodat;
Penelitian Tindakan Kelas; Kemampuan Kalam
ABSTRACT
This study aims to
describe the implementation of Conversation Card based on mufrodat and its use
in improving the kalam skills of tenth-grade students at MAN Purwakarta. This
study employed Classroom Action Research (CAR), beginning with a pre-action stage
and followed by one cycle consisting of planning, implementation, observation,
and reflection. The subjects of the study were 30 tenth-grade students at MAN
Purwakarta in the 2026/2027 academic year. Data were collected through tests,
observation, kalam practice assessment, and documentation. The test was used to
identify changes in students’ learning outcomes, while observation and kalam
practice assessment were used to describe students’ participation and
performance during the learning activities. The results showed that the
students’ average score increased from 89.76 in the pretest to 96.15 in the
posttest. The percentage of students achieving mastery also increased from
83.33% to 100%. During the implementation of Conversation Card, students were
given opportunities to use mufrodat in simple conversations with their peers.
In general, students were active and showed confidence in participating in the
speaking activities. The use of cards provided visual stimuli and opportunities
for students to practice vocabulary through simple oral communication. However,
some students still experienced difficulties in Arabic pronunciation,
indicating the need for continuous pronunciation practice. These findings
indicate that Conversation Card based on mufrodat can be used as a supporting
medium for kalam learning by providing opportunities for students to practice
vocabulary in simple oral communication and participate more actively in
speaking activities.
Keywords: Arabic Language; Classroom Action Research; Conversation Card; Kalam;
Mufrodat
Received date: 10 September
2026 Revised
date: 15 September 2026 Accepted date: 27 September 2026
PENDAHULUAN
Pembelajaran bahasa Arab tidak hanya berorientasi pada
penguasaan pengetahuan kebahasaan, tetapi juga pada keterampilan menggunakan
bahasa dalam komunikasi. Oleh karena itu, proses pembelajaran bahasa Arab perlu
memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami bahasa sekaligus
mempraktikkannya dalam kegiatan berbahasa secara langsung (Kasmiati, 2020; Luthfi & Munir, 2021). Pembelajaran bahasa Arab juga mencakup beberapa keterampilan, salah
satunya keterampilan berbicara atau maharah kalam yang berkaitan dengan
kemampuan siswa dalam menyampaikan gagasan secara lisan (Hidayah & Akmalah, 2024; Julianti et al., 2022).
Keterampilan berbicara merupakan salah satu kemampuan
penting dalam pembelajaran bahasa Arab karena memungkinkan siswa menggunakan
bahasa secara komunikatif melalui kegiatan dialog dan percakapan. Dalam
praktiknya, kemampuan berbicara tidak hanya membutuhkan penguasaan kosakata,
tetapi juga pelatihan penggunaan kosakata dalam pola percakapan yang sederhana (Hidayah & Akmalah, 2024; D. R. Munir, Julianti, et al., 2023). Penguasaan kosakata menjadi salah satu dasar yang mendukung
keterampilan berbahasa karena siswa perlu mengetahui dan mengingat kosakata
sebelum menggunakannya dalam komunikasi (Astuti, 2016; Lina et al., 2025).
Namun, penguasaan kosakata secara teori belum tentu membuat
siswa mampu menggunakannya secara lisan. Hasil penelitian Amri, Anwar, dan
Latuconsina (2021) (Amri et al., 2021)
menunjukkan bahwa kurangnya kosakata dan kurangnya latihan berbicara menjadi
salah satu faktor yang mempengaruhi keterampilan berbicara bahasa Arab siswa.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembelajaran kosakata perlu diarahkan pada
kegiatan yang memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan kosakata
dalam praktik komunikasi (D. R. Munir, Fajar, & Maftuhah, 2023; Saepudin, 2012).
Berdasarkan hasil pengamatan selama pelaksanaan PPL di
kelas X MAN Purwakarta, siswa telah memperoleh pembelajaran mufrodat dan secara
umum cukup aktif serta berani mengikuti kegiatan pembelajaran. Meskipun
demikian, beberapa siswa masih mengalami kesulitan ketika menggunakan kosakata
dalam praktik kalam, terutama dalam
pelafalan bahasa Arab. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya kegiatan
pembelajaran yang dapat memberikan stimulus sekaligus kesempatan kepada siswa
untuk menggunakan kosakata secara langsung dalam percakapan (D. R. Munir, 2023b; Rosyidi & Ni’mah, 2011).
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa media kartu dapat
digunakan dalam pembelajaran kosakata maupun keterampilan berbicara bahasa
Arab. Penggunaan kartu bergambar menunjukkan adanya peningkatan penguasaan
mufrodat setelah siswa memperoleh pembelajaran dengan bantuan media tersebut (D. R. Munir, Luthfi, et al., 2023; Sholihah, 2025). Penelitian lain juga menunjukkan bahwa penerapan kartu bergambar
dalam pembelajaran mufrodat dapat meningkatkan penguasaan kosakata siswa
melalui kegiatan pembelajaran yang lebih konkret (Rahman, 2023).
Selain digunakan untuk penguasaan kosakata, media kartu
juga dapat diarahkan pada kegiatan berbicara. Penelitian Hidayah dan Akmalah
(2024) (Hidayah & Akmalah, 2024) menunjukkan bahwa media kartu permainan Talk or Dare dikembangkan untuk membiasakan siswa berbicara
bahasa Arab melalui kegiatan yang lebih interaktif. Penelitian mengenai
penggunaan media kartu dalam pembelajaran kalam juga menunjukkan bahwa kartu
dapat menjadi stimulus bagi siswa untuk melakukan kegiatan berbicara secara
bergantian melalui pola percakapan sederhana (Aminah, 2025).
Meskipun demikian, penelitian sebelumnya lebih banyak
membahas penggunaan kartu bergambar untuk penguasaan mufrodat atau permainan
kartu untuk keterampilan berbicara secara umum. Penelitian mengenai penggunaan Conversation
Card berbasis mufrodat yang secara khusus menggabungkan mufrodat
dengan praktik kalam siswa kelas X pada konteks pembelajaran di MAN Purwakarta
masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian menerapkan Conversation Card berbasis
mufrodat sebagai media yang menghubungkan penguasaan kosakata dengan praktik
percakapan bahasa Arab.
Berdasarkan uraian tersebut, penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui penerapan Conversation Card berbasis mufrodat dalam
pembelajaran bahasa Arab serta melihat perubahan hasil belajar dan praktik
kalam siswa kelas X MAN Purwakarta.
KAJIAN TEORITIS
Pembelajaran bahasa Arab merupakan proses yang diarahkan
untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan berbahasa sehingga peserta
didik tidak hanya memahami unsur kebahasaan, tetapi juga mampu menggunakan
bahasa dalam komunikasi. Pembelajaran bahasa perlu memperhatikan hubungan
antara kompetensi kebahasaan dan kemampuan menggunakan bahasa secara nyata (Kasmiati, 2020; Patmawati & Munir, 2024). Pembelajaran bahasa Arab juga menghadapi berbagai persoalan
kebahasaan dan nonkebahasaan sehingga diperlukan pendekatan pembelajaran yang
komunikatif dan kontekstual sesuai kebutuhan peserta didik (Rifai & Maujud, 2026).
Keterampilan kalam merupakan kemampuan menggunakan bahasa
Arab secara lisan untuk menyampaikan pikiran, gagasan, keinginan, atau perasaan
kepada mitra bicara. Kegiatan berbicara pada dasarnya merupakan kegiatan
komunikatif yang melibatkan pergantian peran antara pembicara dan pendengar (Hidayah & Akmalah, 2024). Pengembangan kemampuan kalam membutuhkan latihan penggunaan kosakata,
pola dialog, dan praktik berbicara secara berulang agar siswa terbiasa
menggunakan bahasa Arab secara lisan (Saepudin, 2012).
Mufrodat merupakan salah satu unsur penting dalam
pembelajaran bahasa Arab karena penguasaan kosakata menjadi dasar bagi siswa
untuk memahami dan menggunakan bahasa (D. R. Munir, 2023a; D. R. Munir, Fajar, & Farihatunnisa, 2023; D.
R. M. Munir et al., 2024; Putri et al., 2024). Pembelajaran kosakata tidak cukup hanya menekankan kemampuan
mengingat arti kata, tetapi perlu diarahkan pada kemampuan menggunakan kosakata
dalam kegiatan berbahasa (Astuti, 2016).
Penguasaan kosakata juga berkaitan dengan keterampilan berbicara karena
keterbatasan kosakata dapat menjadi salah satu hambatan siswa dalam
mengungkapkan gagasan secara lisan (Amri et al., 2021).
Conversation Card merupakan
media berbentuk kartu yang dapat digunakan sebagai stimulus dalam kegiatan
percakapan. Kartu dapat memuat mufrodat, gambar, pertanyaan, atau pola
percakapan yang digunakan siswa secara bergantian dalam praktik berbicara.
Penggunaan media kartu permainan untuk pembelajaran berbicara dapat memberikan
kesempatan kepada siswa untuk membiasakan diri menggunakan bahasa Arab secara
lisan (Hidayah & Akmalah, 2024). Dengan demikian, Conversation Card berbasis mufrodat dapat
digunakan untuk menghubungkan penguasaan kosakata dengan praktik kalam melalui
percakapan sederhana.
Penelitian (Hidayah & Akmalah, 2024) mengembangkan media kartu permainan Talk or Dare untuk
meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Arab dengan memberikan kesempatan
kepada siswa untuk membiasakan diri berbicaraa. Sementara itu, penelitian (Aminah, 2025) membahas
penggunaan media kartu dalam peningkatan kemampuan kalam. Penelitian-penelitian
tersebut menjadi dasar dalam penggunaan media kartu sebagai stimulus kegiatan
berbicara.
Berdasarkan penelitian terdahulu tersebut, penelitian ini
memiliki fokus pada penerapan Conversation Card berbasis mufrodat untuk
menghubungkan penguasaan kosakata dengan kemampuan kalam siswa kelas X MAN
Purwakarta.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini
menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan
kemampuan kalam siswa melalui penerapan Conversation Card berbasis mufrodat.
Penelitian diawali dengan tahap pra-tindakan, kemudian dilanjutkan dengan satu
siklus yang meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi
(Jumriana et al., 2019). Tahap tersebut dilakukan secara
sistematis untuk melihat perkembangan kemampuan siswa selama proses
pembelajaran (Pawi et al., 2025). Penelitian dilaksanakan di kelas X
MAN Purwakarta pada semester ganjil Tahun pelajaran 2026/2027 dengan subjek
penelitian sebanyak 30 siswa. Penelitian diawali dengan pengamatan kondisi awal
dan pemberian pretest untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum
tindakan dilakukan.
Tahap perencanaan
meliputi penyusunan materi pembelajaran, modul ajar, Conversation Card berbasis
mufrodat, lembar observasi, serta instrumen evaluasi. Media kartu dirancang
dengan memuat gambar, kosakata, dan pola pertanyaan sederhana yang dapat
digunakan siswa dalam kegiatan pembelajaran (Ulya & Fauzi, 2024). Penelitian tindakan kelas dengan
media kartu bergambar juga menggunakan observasi dan tes sebagai teknik
pengumpulan data serta analisis persentase untuk melihat peningkatan hasil
belajar (Inayah et al., 2019).
Pada tahap pelaksanaan
tindakan, guru menyampaikan materi mufrodat tentang lingkungan sekolah dan
kelas serta pola ungkapan sederhana yang digunakan dalam praktik kalam.
Selanjutnya, siswa menggunakan Conversation Card secara bergantian untuk
melakukan percakapan dengan teman. Penggunaan kartu sebagai stimulus dalam
kegiatan berbicara memberikan kesempatan kepada siswa untuk menggunakan
kosakata dalam komunikasi secara langsung (Hidayah & Akmalah, 2024).
Pengumpulan data
dilakukan melalui tes, observasi, penilaian praktik kalam, dan dokumentasi. Tes
digunakan untuk mengetahui perubahan hasil belajar siswa, sedangkan observasi
digunakan untuk mengamati aktivitas dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran.
Teknik tes dan observasi juga digunakan dalam penelitian tindakan kelas dengan
media kartu untuk melihat perkembangan penguasaan kosakata dan aktivitas siswa(Jumriana et al., 2019).
Data hasil tes
dianalisis dengan menghitung nilai rata-rata dan persentase ketuntasan belajar
berdasarkan KKM sebesar 75. Data hasil observasi dan praktik kalam dianalisis
secara deskriptif untuk menggambarkan aktivitas, keberanian, penggunaan
mufrodat, pelafalan, kelancaran, dan ketepatan respons siswa selama penerapan Conversation
Card.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
Kondisi Awal
Berdasarkan hasil pengamatan awal pada
pembelajaran Bahasa Arab di kelas X MAN Purwakarta, siswa telah memperoleh
pembelajaran mufrodat, tetapi masih membutuhkan stimulus untuk menggunakan
kosakata tersebut dalam praktik kalam. Secara umum siswa cukup aktif dan berani
mengikuti kegiatan berbicara, tetapi beberapa siswa masih mengalami kesulitan
dalam pelafalan bahasa Arab.
Untuk mengetahui kondisi awal hasil belajar
siswa, peneliti memberikan pretest kepada 30 siswa. Hasil pretest menunjukkan
nilai rata-rata sebesar 89,76. Sebanyak 25 siswa atau 83,33% telah mencapai
KKM, sedangkan 5 siswa atau 16,67% belum mencapai KKM.
B.
Pelaksanaan Tindakan
Tindakan dilakukan dengan menerapkan Conversation
Card berbasis mufrodat. Kartu
digunakan sebagai stimulus berupa gambar, kosakata, serta pertanyaan dan
jawaban sederhana yang berkaitan dengan lingkungan sekolah dan kelas.
Penggunaan media tebak kartu juga dapat mendorong siswa untuk lebih aktif dan
antusias dalam mengikuti kegaiatan pembelajaran kosakata (Maharani, 2024).
Penggunaan media kartu bergambar dalam
pembelajaran bahasa Arab dapat membantu siswa memahami dan mengingat kosakata
melalui penyajian materi secara lebih konkret (Faqihuddin, 2014).
Penggunaan kartu bergambar dalam pembelajaran mufrodat juga dapat membantu
siswa memahami kosakata melalui penyajian gambar dan pengulangan kosakata
secara langsung (Rahman, 2023)
Pada kegiatan praktik, siswa menggunakan
kartu secara bergantian untuk melakukan percakapan dengan teman. Setiap siswa
memperoleh kesempatan untuk menjawab pertanyaan sesuai kartu yang diperoleh,
sedangkan guru memberikan arahan terhadap penggunaan kosakata dan pelafalan.
Kegiatan menggunakan kartu dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk
berlatih menggunakan bahasa Arab secara langsung dalam pembelajaran (Hidayah & Akmalah, 2024).
C.
Hasil Pretest dan Posttest
Perubahan hasil belajar siswa dapat dilihat
melalui perbandingan nilai pretest dan posttest sebagaimana disajikan pada
tabel 1.
Tabel 1. Perbandingan Hasil Pretest dan Posttest
|
Jenis Tes |
Jumlah Siswa |
Nilai Rata-rata |
Ketuntasan |
|
Pretest |
30 |
89,76 |
83,33% |
|
Posttest |
30 |
96,15 |
100% |
|
Peningkatan |
- |
6,39 |
16,67 Poin |
Berdasarkan tabel 1, nilai rata-rata
siswa mengalami peningkatan dari 89,76 pada pretest menjadi 96,15 pada
posttest, atau meningkat sebesar 6,39 poin. Persentase ketuntasan juga
meningkat dari 83,33% menjadi 100%, sehingga seluruh siswa mencapai KKM setelah
pelaksanaan tindakan.
D.
Praktik Kalam
Dalam praktik kalam, sebagian besar siswa mampu
mengikuti pola percakapan dan memberikan respons terhadap kartu yang diperoleh.
Siswa juga terlihat lebih berani menggunakan kosakata secara lisan karena
kegiatan dilakukan secara bergantian bersama teman. Hal tersebut sejalan dengan
penelitian (Hidayah & Akmalah, 2024) yang menunjukkan bahwa kegiatan berbasis kartu dapat memberikan
kesempatan kepada siswa untuk berlatih berbicara secara lebih aktif.
Meskipun demikian, beberapa siswa masih
mengalami kesulitan dalam pelafalan bahasa Arab. Kesulitan dalam keterampilan
berbicara dapat berkaitan dengan keterbatasan kosakata dan kurangnya latihan
berbicara secara berkelanjutan (Amri et al., 2021). Hal
tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media kartu dapat memberikan stimulus
untuk praktik berbicara, tetapi kemampuan pelafalan tetap membutuhkan latihan
secara berkelanjutan.
E.
Pembahasan
Penerapan Conversation Card berbasis
mufrodat memberikan kesempatan kepada siswa untuk menghubungkan kosakata yang
telah dipelajari dengan penggunaan bahasa secara lisan. Penggunaan kartu dalam
pembelajaran berbicara dapat membantu menciptakan kegiatan yang lebih
interaktif dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk membiasakan penggunaan
bahasa Arab (Hidayah & Akmalah, 2024).
Penggunaan media kartu juga memberikan stimulus
visual dalam pembelajaran kosakata. Penelitian mengenai penggunaan flashcard
menunjukkan bahwa media berbentuk kartu dapat membantu siswa memahami
kosakata dan membuat kegiatan pembelajaran lebih menarik (Ulya & Fauzi, 2024).
Peningkatan nilai rata-rata dan persentase
ketuntasan menunjukkan adanya perubahan hasil belajar setelah tindakan. Namun,
nilai tes tertulis tidak secara langsung menggambarkan keseluruhan kemampuan
kalam siswa sehingga hasil tersebut perlu dilihat bersama dengan hasil
observasi dan praktik berbicara selama pembelajaran.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian, penerapan Conversation Card
berbasis mufrodat dapat digunakan sebagai media pendukung dalam pembelajaran
kalam siswa kelas X MAN Purwakarta. Hasil pretest menunjukkan nilai rata-rata
sebesar 89,76 dengan ketuntasan belajar 83,33%, sedangkan hasil posttest
menunjukkan nilai rata-rata sebesar 96,15 dengan ketuntasan belajar mencapai
100%. Dengan demikian, terdapat peningkatan nilai rata-rata sebesar 6,39 poin
dan peningkatan ketuntasan sebesar 16,67 poin.
Dalam praktikan pembelajaran, Coversation card memberikan
kesempatan kepada siswa untuk menggunakan mufrodat dalam percakapan sederhana
secara bergantian. Siswa secara umum terlihat aktif dan berani mengikuti
kegiatan, meskipun beberapa siswa masih mengalami kesulitan dalam pelafalan
bahasa Arab. Oleh karena itu, penggunaan Conversation Card dapat menjadi
salah satu media pendukung pembelajaran kalam dengan latihan pelafalan yang
dilakukan secara berkelanjutan.
Berdasarkan hasil penelitian, penggunaan Conversation Card
berbasis mufrodat dapat menjadi salah satu alternatif media dalam pembelajaran
kalam. Guru disarankan memberikan latihan pelafalan secara berkelanjutan agar
kemampuan berbicara siswa semakin baik. Penelitian selanjutnya dapat
mengembangkan penggunaan Conversation Card dengan materi dan bentuk percakapan
yang lebih beragam.
REFERENSI
Aminah. (2025).
Peningkatan keterampilan berbicara bahasa Arab siswa melalui media kartu di
MTsN 1 Sungai Penuh. [Nama jurnal tidak dicantumkan], April, 7108–7114.
Amri, C. K.,
Anwar, M., & Latuconsina, S. N. (2021). Keterampilan berbicara bahasa Arab
siswa sekolah menengah pertama Islam terpadu di Kabupaten Gowa. [Nama jurnal
tidak dicantumkan], 1(1), 20–25.
Astuti, W.
(2016). Berbagai strategi pembelajaran kosakata bahasa Arab.
Faqihuddin, A.
R. (2014). Upaya meningkatkan penguasaan mufrodat melalui penerapan metode
permainan edukatif di kelas VIII MTs Hidayatullah Sleman Yogyakarta.
Hidayah, R. N.,
& Akmalah, F. Z. (2024). Pengembangan media kartu permainan Talk or Dare
untuk berbicara bahasa Arab siswa kelas VII MTs Al Ishlahiyah Sukobendu Mantup
Lamongan. [Nama jurnal tidak dicantumkan], 4(1), 24–34.
https://doi.org/10.55352/pba.v4i1
Inayah, N.,
Mariah, E., & Ulum, F. (2019). Peningkatan penguasaan kosakata (mufrodat)
untuk memahami wacana bahasa Arab melalui media kartu bergambar (bithoqotu
ash-shuroh) pada siswa kelas XI SMA Negeri 2 Gowa. [Nama jurnal tidak
dicantumkan], 1–15.
Julianti, J.,
Susilawati, S., & Munir, D. R. (2022). Penggunaan metode dialog (muhawaroh)
dalam keterampilan berbicara bahasa Arab kelas VII di MTs Daarul Ma’arif
Purwakarta. Kalamuna: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban, 3(2),
197–212. https://doi.org/10.52593/klm.03.2.06
Jumriana, J.,
Dalle, A., & Ulum, F. (2019). Penerapan media kartu bergambar dalam
penguasaan kosakata (mufrodat) bahasa Arab VII MTs. Bhayangkara Makassar. [Nama
jurnal tidak dicantumkan], 1–12.
Kasmiati.
(2020). Strategi pembelajaran bahasa Arab.
Lina, L.,
Luthfi, T., Fajar, A., Munir, D. R., & Raihan, U. (2025). Pendampingan
pembelajaran kosakata bahasa Arab melalui metode interaktif bagi anak-anak di
Desa Wanayasa. Sivitas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 5(2),
103–110.
Luthfi, T.,
& Munir, D. R. (2021). Hubungan mata pelajaran muatan lokal bahasa Arab
terhadap kemampuan baca tulis Al-Quran pada siswa kelas IX (sembilan) SMP
Al-Ihsan. Kalamuna: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban, 2(2),
172–185. https://doi.org/10.52593/klm.02.2.05
Maharani, A. S.
(2024). Penggunaan media tebak kartu dalam pembelajaran bahasa Arab
al-mufrodat untuk meningkatkan minat belajar pada peserta didik kelas V MI
Alkhairaat.
Munir, D. R.
(2023a). Analisis penggunaan kamus dalam penguasaan kosakata bahasa Arab
peserta didik di kelas XI MIA di MA Al-Muthohhar. Jurnal Ilmiah Research
Student, 1(1), 229–242.
Munir, D. R.
(2023b). Efektivitas “metode tebak kata” untuk meningkatkan penguasaan mufrodat
dalam pembelajaran bahasa Arab. Jurnal Ilmiah Research Student, 1(2),
1–13. https://doi.org/10.61722/jirs.v1i2.42
Munir, D. R.,
Fajar, A., & Farihatunnisa, I. (2023). Pelatihan keterampilan membaca untuk
meningkatkan kemampuan kosakata bahasa Arab di pengajian anak-anak Kampung
Cukang Lemah Cihanjawar Purwakarta. Jurnal Pengabdian Masyarakat:
Pemberdayaan, Inovasi dan Perubahan, 3(6).
Munir, D. R.,
Fajar, A., & Maftuhah, M. (2023). Student pantomime techniques in learning
Arabic vocabulary. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(12),
9841–9847. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i12.2776
Munir, D. R.,
Julianti, J., & Maftuhah, M. (2023). Upaya meningkatkan kemampuan berbicara
bahasa Arab siswa dengan menggunakan metode audiolingual. Tadris
Al-’Arabiyyah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban, 2(2),
241–254.
Munir, D. R.,
Luthfi, T., & Junita, R. E. (2023). The use of flash card media to
increasing Arabic vocabulary mastery. Jurnal Sosial Humaniora dan
Pendidikan, 2(3). https://doi.org/10.55606/inovasi.v2i3.1981
Munir, D. R.
M., Ningsih, H. N., & Fajar, A. (2024). Pendampingan penguasaan mufradat
melalui ice breaking tebak makna dalam pengajaran bahasa Arab di MDTA Madinatul
Ulum Desa Margaluyu. Humanism: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2),
206–217.
Patmawati, T.,
& Munir, D. R. (2024). Pengaruh media pembelajaran tebak kata menggunakan
Cauple Card dalam menghafal mufrodat bahasa Arab. Ta’limi | Journal of
Arabic Education and Arabic Studies, 3(1), 13–24.
https://doi.org/10.53038/tlmi.v3i1.92
Pawi, M. P.,
Mizan, A. N., & Zulhannan. (2025). Implementasi metode muhadatsah dengan
permainan sifis shuroh untuk meningkatkan keterampilan maharah kalam siswa. [Nama
jurnal tidak dicantumkan], 6(1), 60–71.
Putri, S. F.
E., Saleh, A., & Munir, D. R. (2024). Pendampingan belajar menulis bahasa
Arab dan penguasaan kosakata pada anak di Majlis Al-Hidayah Desa Margaluyu. Nanggroe:
Jurnal Pengabdian Cendikia, 2(12).
Rahman, F. B.
(2023). Penerapan media kartu bergambar dalam pembelajaran mufrodat bahasa
Arab di kelas IV MI Ma’arif NU Kebandungan Bodeh Pemalang.
Rifai, A.,
& Maujud, F. (2026). Sistem pembelajaran bahasa Arab: Konsep dan metodologi
dalam pendidikan bahasa asing. [Nama jurnal tidak dicantumkan], 5(1),
1–20.
Rosyidi, A. W.,
& Ni’mah, M. (2011). Memahami konsep dasar pembelajaran bahasa Arab.
Saepudin.
(2012). Pembelajaran keterampilan berbahasa Arab: Teori dan praktik.
Sholihah, D. H.
(2025). Efektifitas penggunaan kartu bergambar dalam meningkatkan kemampuan
menghafal mufrodat bahasa Arab di kelas VIII SMP IT Yaumi Mataram.
Ulya, U. K.,
& Fauzi. (2024). Implementasi media flashcard untuk meningkatkan pemahaman
kosakata pelajaran bahasa Arab kelas 1 MI. [Nama jurnal tidak dicantumkan],
6(3), 2079–2086.