Ahmad Ganis Malewa1*,
Shofwah Najihah2, Haidar Yahya3, Muhammad Fahril Izzati4,
Jody Bintang Brilliant5, Muhammad Iqbal6, Sugiharto7
1,2,3,4,5,6,7 Program Studi Manajemen
Dakwah, Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Negeri Syarif
Hidayatullah Jakarta, Jl. Ir H. Juanda No.95, Ciputat, Kec. Ciputat Tim., Kota
Tangerang Selatan, Banten 15412.
Email: *ahmadganismalewa@gmail.com
Abstrak
Visi dan misi merupakan pedoman utama dalam penyelenggaraan lembaga
pendidikan Islam yang perlu diimplementasikan melalui sistem manajemen yang
efektif. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi visi dan misi dalam
manajemen Unit SD Yayasan Manzil Al-Ummi Caringin sebagai lembaga pendidikan
Islam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif.
Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka,
kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña melalui
kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Analisis dilakukan
berdasarkan teori fungsi manajemen George R. Terry yang meliputi planning,
organizing, actuating, dan controlling. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa visi dan misi telah diimplementasikan pada setiap fungsi manajemen
melalui penyusunan program pendidikan, pembagian tugas, pelaksanaan
pembelajaran, pembinaan karakter, program tahfiz Al-Qur'an, serta pengawasan
dan evaluasi kegiatan. Implementasi tersebut mendukung terwujudnya visi yayasan
dalam membentuk generasi Qur'ani yang berakhlak mulia. Penelitian ini
menegaskan bahwa keberhasilan implementasi visi dan misi ditentukan oleh
konsistensi penerapan fungsi-fungsi manajemen dalam setiap aktivitas pendidikan.
Kata kunci: implementasi visi dan misi;
manajemen pendidikan Islam; fungsi manajemen; lembaga pendidikan Islam.
Abstract
Vision and mission serve as the primary guidelines in
the administration of Islamic educational institutions and must be implemented
through an effective management system. This study aims to analyze the
implementation of the vision and mission in the management of the Elementary
School Unit of the Manzil Al-Ummi Caringin Foundation as an Islamic educational
institution. The study employed a qualitative approach using a descriptive
method. Data were collected through observation, interviews, documentation, and
literature review, and analyzed using the Miles, Huberman, and Saldaña model,
which includes data condensation, data display, and conclusion drawing. The
analysis was based on George R. Terry's management functions, namely planning,
organizing, actuating, and controlling. The findings indicate that the vision
and mission have been implemented across all management functions through the
development of educational programs, task delegation, learning activities,
character development, Qur'an memorization (Tahfiz Al-Qur'an) programs, as well
as monitoring and evaluation processes. These implementations support the
foundation's vision of developing a Qur'anic generation with noble character.
This study confirms that the successful implementation of the vision and
mission depends on the consistent application of management functions in every
educational activity.
Keywords: vision and mission implementation; Islamic
education management; management functions; Islamic educational institutions.
Article Info
Received date: 15 June
2026 Revised date: 17 June 2026 Accepted date: 30 June 2026
PENDAHULUAN
Pendidikan
Islam di Indonesia mengalami perkembangan yang cukup pesat dalam beberapa tahun
terakhir. Berdasarkan data Education Management Information System
(EMIS) Kementerian Agama Republik Indonesia, jumlah lembaga pendidikan Islam
yang tersebar di berbagai daerah terus mengalami peningkatan, meliputi
madrasah, pondok pesantren, lembaga pendidikan Al-Qur'an, hingga yayasan
pendidikan Islam (Syarip, 2024). Kondisi tersebut menunjukkan bahwa lembaga
pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber
daya manusia sekaligus membentuk karakter masyarakat yang berlandaskan
nilai-nilai keislaman. Di sisi lain, meningkatnya jumlah lembaga pendidikan
Islam juga menuntut adanya sistem pengelolaan yang profesional agar tujuan
organisasi dapat tercapai secara efektif dan berkelanjutan.
Manajemen merupakan salah satu unsur fundamental dalam
keberhasilan suatu organisasi, termasuk organisasi yang bergerak di bidang
keagamaan dan pendidikan Islam. Melalui penerapan manajemen yang baik,
organisasi mampu mengarahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mencapai
tujuan secara efektif dan efisien. Menurut Terry (2019), manajemen merupakan
suatu proses yang meliputi kegiatan perencanaan (planning),
pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan
pengawasan (controlling) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Konsep tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan suatu lembaga tidak hanya
ditentukan oleh ketersediaan sumber daya, tetapi juga oleh kemampuan
pengelolaan organisasi dalam menjalankan setiap fungsi manajemen secara terpadu
(Handoko, 2018).
Dalam
perspektif Islam, manajemen tidak hanya dipahami sebagai proses administratif,
melainkan juga sebagai bentuk ikhtiar dalam mewujudkan nilai-nilai amanah,
profesionalisme, dan tanggung jawab. Prinsip tersebut sejalan dengan ajaran
Islam yang menekankan pentingnya keteraturan dan kerja sama dalam mencapai
tujuan bersama. Allah Swt. berfirman dalam QS. Ash-Shaff ayat 4:
اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الَّذِيْنَ يُقَاتِلُوْنَ
فِيْ سَبِيْلِهٖ صَفًّا كَاَنَّهُمْ بُنْيَانٌ مَّرْصُوْصٌ
|
Artinya |
: |
“Sesungguhnya Allah
mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya dalam satu barisan,
seakan-akan mereka suatu bangunan yang tersusun kukuh.” (QS. Ash-Shaff [61]:
(4)) |
Ayat
tersebut tidak hanya berbicara mengenai barisan kaum mukmin dalam berjihad,
tetapi juga mengandung nilai universal tentang pentingnya keteraturan,
disiplin, persatuan, dan koordinasi dalam menjalankan suatu pekerjaan secara
bersama-sama. Ayat tersebut mengandung prinsip nazhm (keteraturan) dan tanzhim
(pengorganisasian), yaitu setiap individu bekerja secara terkoordinasi dalam
satu tujuan yang sama. Dalam konteks manajemen modern, prinsip tersebut sejalan
dengan fungsi pengorganisasian (organizing) yang dikemukakan oleh Terry
(2019), yaitu mengelompokkan tugas, menetapkan tanggung jawab, serta membangun
koordinasi agar tujuan organisasi dapat dicapai secara efektif. Oleh karena
itu, nilai-nilai tersebut menjadi landasan penting bagi lembaga pendidikan
Islam dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan, dakwah, maupun pelayanan
kepada masyarakat. Keberadaan visi dan misi memiliki peran strategis sebagai
arah sekaligus pedoman dalam setiap proses perencanaan, pelaksanaan, dan
evaluasi program organisasi (Mulyasa, 2022). Visi memberikan gambaran mengenai
kondisi ideal yang ingin diwujudkan pada masa mendatang, sedangkan misi menjadi
langkah operasional yang diterjemahkan ke dalam berbagai program kerja
organisasi (Hasibuan, 2020).
Seiring berkembangnya lembaga pendidikan Islam di
Indonesia, persaingan antar lembaga semakin tinggi sehingga menuntut setiap
organisasi memiliki sistem manajemen yang adaptif dan berorientasi pada mutu.
Keberadaan visi dan misi tidak lagi cukup dipahami sebagai dokumen
administratif, tetapi harus diimplementasikan secara nyata dalam setiap
kebijakan dan aktivitas organisasi. Banyak lembaga telah memiliki rumusan visi
dan misi yang baik, namun dalam praktiknya masih dijumpai ketidaksesuaian
antara tujuan organisasi dengan pelaksanaan program kerja sehingga visi dan
misi belum sepenuhnya menjadi dasar dalam pengambilan keputusan (Qomar, 2007).
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa implementasi visi dan misi merupakan aspek
penting yang perlu dikaji untuk mengetahui sejauh mana arah organisasi
diwujudkan dalam praktik manajemen sehari-hari.
Implementasi visi dan misi dalam suatu organisasi tidak
dapat dilepaskan dari pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen. Salah satu teori
manajemen yang banyak digunakan untuk menganalisis efektivitas pengelolaan
organisasi adalah teori fungsi manajemen yang dikemukakan oleh George R. Terry,
yang meliputi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing),
pelaksanaan (actuating), dan pengawasan (controlling). Keempat
fungsi tersebut merupakan satu kesatuan yang saling berkaitan dalam mengarahkan
seluruh sumber daya organisasi agar tujuan yang telah ditetapkan dapat tercapai
secara efektif dan efisien (Terry, 2019). Dalam konteks lembaga pendidikan
Islam, implementasi visi dan misi tidak hanya tercermin dalam rumusan tujuan
organisasi, tetapi juga dalam bagaimana visi dan misi tersebut diterjemahkan ke
dalam proses perencanaan program, pembagian tugas, pelaksanaan kegiatan, hingga
evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penelitian ini
menggunakan teori fungsi manajemen George R. Terry sebagai pisau analisis untuk
mengkaji implementasi visi dan misi dalam manajemen Yayasan Manzil Al-Umi
Caringin Bogor.
Salah satu lembaga pendidikan Islam yang memiliki
komitmen terhadap pengembangan generasi Qur'ani adalah Yayasan Manzil Al-Umi
yang berlokasi di Caringin, Kabupaten Bogor. Yayasan ini bergerak di bidang
pendidikan, pembinaan tahfiz Al-Qur'an, dakwah, serta kegiatan sosial
kemasyarakatan dengan visi membentuk peradaban generasi Qur'ani yang menegakkan
syariat Islam. Visi tersebut diwujudkan melalui berbagai program pendidikan
formal dan nonformal, pembinaan karakter santri, kegiatan keagamaan, serta
pelayanan sosial kepada masyarakat sekitar. Berdasarkan hasil observasi awal,
berbagai program yang diselenggarakan menunjukkan adanya upaya pengintegrasian
visi dan misi ke dalam sistem manajemen yayasan, baik pada aspek perencanaan
program, pengorganisasian sumber daya, pelaksanaan kegiatan, maupun evaluasi
pelaksanaan program.
Berbagai
penelitian mengenai visi, misi, dan pengelolaan lembaga pendidikan Islam telah
banyak dilakukan. Penelitian yang dilakukan oleh Hafizin dan Herman (2022)
menjelaskan bahwa perumusan visi dan misi merupakan bagian penting dalam
manajemen lembaga pendidikan karena menjadi dasar penyusunan arah kebijakan,
program kerja, serta identitas organisasi. Hasil penelitian tersebut
menunjukkan bahwa penyusunan visi dan misi yang baik harus melibatkan seluruh
pemangku kepentingan agar mampu menjadi pedoman dalam pengembangan lembaga
pendidikan secara berkelanjutan (Hafizin & Herman, 2022). Namun demikian,
penelitian tersebut lebih menitikberatkan pada proses perumusan visi dan misi,
sehingga belum membahas implementasinya dalam praktik manajemen organisasi
secara menyeluruh.
Penelitian
lain dilakukan oleh Nashihudin dan Azizah (2023) yang mengkaji implementasi
manajemen strategik pada lembaga pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa keberhasilan organisasi sangat dipengaruhi oleh kemampuan lembaga dalam
menerjemahkan visi dan misi ke dalam perencanaan strategis, pelaksanaan
program, serta evaluasi yang berkelanjutan. Penelitian tersebut menegaskan
bahwa implementasi manajemen strategik mampu meningkatkan kepercayaan
masyarakat terhadap lembaga pendidikan Islam. Akan tetapi, penelitian tersebut
lebih berfokus pada penerapan manajemen strategik dalam meningkatkan daya tarik
lembaga, sehingga belum mengkaji implementasi visi dan misi sebagai dasar
pengelolaan yayasan yang menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, dan pelayanan
sosial secara terpadu.
Berdasarkan
kedua penelitian tersebut, dapat dipahami bahwa kajian mengenai visi, misi, dan
manajemen lembaga pendidikan Islam umumnya masih berfokus pada aspek perumusan
visi dan misi maupun penerapan manajemen strategik secara umum. Hingga saat
ini, masih terbatas penelitian yang mengkaji bagaimana visi dan misi
diimplementasikan secara nyata dalam sistem manajemen yayasan yang tidak hanya
bergerak di bidang pendidikan, tetapi juga menjalankan fungsi dakwah dan
pelayanan sosial. Oleh karena itu, penelitian ini memiliki kebaruan (novelty)
dengan menganalisis implementasi visi dan misi dalam manajemen Yayasan Manzil
Al-Umi sebagai lembaga pendidikan Islam yang mengintegrasikan fungsi
pendidikan, dakwah, dan pelayanan sosial dalam satu sistem pengelolaan. Hasil
penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khazanah keilmuan di bidang
manajemen lembaga pendidikan Islam sekaligus menjadi referensi bagi yayasan
lain dalam mengimplementasikan visi dan misi secara efektif.
Yayasan
Manzil Al-Umi dipilih sebagai objek penelitian karena memiliki karakteristik
yang berbeda dibandingkan dengan lembaga pendidikan Islam pada umumnya. Selain
menyelenggarakan pendidikan formal dan pembinaan tahfiz Al-Qur'an, yayasan ini
juga berperan sebagai pusat dakwah dan pemberdayaan masyarakat melalui berbagai
kegiatan keagamaan serta sosial. Keunikan tersebut tercermin pada visi yayasan,
yaitu “Membentuk Peradaban Generasi Qur'ani yang Menegakkan Syariat Islam,”
yang tidak hanya menjadi pernyataan normatif, tetapi diimplementasikan dalam
berbagai program pendidikan, pembinaan karakter, kegiatan dakwah, serta
pelayanan sosial kepada masyarakat. Berdasarkan hasil observasi lapangan,
implementasi visi dan misi tersebut terlihat dalam penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran, pembinaan santri, serta pelaksanaan kegiatan Iduladha yang
melibatkan unsur pengurus, santri, donatur, dan masyarakat sekitar secara
terpadu. Keberhasilan yayasan dalam mengintegrasikan fungsi pendidikan, dakwah,
dan pelayanan sosial menjadi alasan utama dipilihnya Yayasan Manzil Al-Umi
sebagai objek penelitian. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran
mengenai bagaimana implementasi visi dan misi diwujudkan melalui sistem
manajemen yayasan sehingga dapat menjadi contoh praktik pengelolaan lembaga
pendidikan Islam yang berorientasi pada pengembangan sumber daya manusia,
penguatan nilai-nilai keislaman, dan pengabdian kepada masyarakat.
METODE
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan
jenis penelitian deskriptif. Pendekatan kualitatif dipilih karena penelitian
ini bertujuan memahami secara mendalam implementasi visi dan misi dalam
manajemen Yayasan Manzil Al-Umi berdasarkan pengalaman, pandangan, serta
aktivitas para pelaku organisasi yang berlangsung dalam kondisi alamiah
(Creswell & Creswell, 2018). Sementara itu, penelitian deskriptif digunakan
untuk menggambarkan secara sistematis fakta, karakteristik, dan hubungan
antarfenomena yang ditemukan selama proses penelitian sehingga mampu memberikan
pemahaman yang utuh mengenai objek yang diteliti (Kriyantono, 2020).
Penelitian dilaksanakan di Yayasan Manzil Al-Umi, yang
berlokasi di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Lokasi penelitian
dipilih secara purposive, yaitu berdasarkan pertimbangan bahwa yayasan
tersebut merupakan lembaga pendidikan Islam yang memiliki visi membentuk
generasi Qur'ani melalui penyelenggaraan pendidikan, pembinaan tahfiz
Al-Qur'an, kegiatan dakwah, serta pelayanan sosial kepada masyarakat.
Karakteristik tersebut dinilai sesuai dengan fokus penelitian mengenai
implementasi visi dan misi dalam manajemen lembaga pendidikan Islam (Sugiyono
& Lestari, 2021).
Subjek penelitian terdiri atas pihak-pihak yang terlibat
secara langsung dalam pengelolaan Yayasan Manzil Al-Umi, yaitu Ketua Yayasan,
pengurus yayasan, tenaga pendidik, serta beberapa informan lain yang memahami
proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program yayasan. Penentuan
informan dilakukan menggunakan teknik purposive sampling, yaitu memilih
informan berdasarkan pertimbangan bahwa mereka memiliki pengetahuan,
pengalaman, dan informasi yang relevan dengan fokus penelitian (Sugiyono &
Lestari, 2021).
Sumber data dalam penelitian ini terdiri atas data primer
dan data sekunder. Data primer diperoleh secara langsung melalui observasi dan
wawancara dengan para informan penelitian. Adapun data sekunder diperoleh dari
berbagai dokumen resmi yayasan, seperti profil lembaga, visi dan misi, struktur
organisasi, laporan kegiatan, arsip administrasi, dokumentasi kegiatan, serta
berbagai literatur ilmiah yang berkaitan dengan manajemen lembaga pendidikan
Islam (Kriyantono, 2020).
Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran
secara langsung mengenai aktivitas pengelolaan yayasan serta implementasi
program yang berkaitan dengan visi dan misi lembaga (Moleong, 2021). Wawancara
dilakukan secara semi-terstruktur sehingga peneliti tetap memiliki pedoman
pertanyaan, namun tetap memberikan ruang kepada informan untuk menyampaikan
informasi secara lebih luas sesuai dengan pengalaman mereka (Sugiyono &
Lestari, 2021). Sementara itu, dokumentasi digunakan sebagai data pendukung
melalui pengumpulan berbagai dokumen, foto kegiatan, struktur organisasi, serta
arsip lain yang berkaitan dengan fokus penelitian (Moleong, 2021).
Analisis data dilakukan sejak proses pengumpulan data
berlangsung hingga penelitian selesai. Data yang diperoleh kemudian dianalisis
menggunakan model interaktif yang dikembangkan oleh Miles, Huberman, dan
Saldaña melalui tiga tahapan, yaitu kondensasi data (data condensation),
penyajian data (data display), serta penarikan dan verifikasi kesimpulan
(conclusion drawing and verification) (Miles et al., 2014). Melalui
tahapan tersebut, data yang telah diperoleh diseleksi, disusun secara
sistematis, kemudian diinterpretasikan sehingga menghasilkan temuan yang sesuai
dengan fokus penelitian.
Keabsahan data diuji menggunakan triangulasi sumber dan
triangulasi teknik. Triangulasi sumber dilakukan dengan membandingkan informasi
yang diperoleh dari berbagai informan, sedangkan triangulasi teknik dilakukan
dengan membandingkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penggunaan
triangulasi bertujuan untuk meningkatkan kredibilitas, konsistensi, dan tingkat
kepercayaan terhadap data yang diperoleh selama penelitian (Moleong, 2021).
Berdasarkan pendekatan penelitian, teknik pengumpulan
data, serta tahapan analisis data yang telah dijelaskan, penelitian ini
selanjutnya menginterpretasikan hasil penelitian menggunakan teori fungsi
manajemen George R. Terry, yang meliputi planning, organizing, actuating, dan
controlling (POAC) sebagai pisau analisis dalam mengkaji implementasi visi
dan misi Yayasan Manzil Al-Umi (Terry, 2019). Keempat fungsi manajemen tersebut
menjadi acuan dalam menganalisis bagaimana visi dan misi yayasan diterjemahkan
ke dalam proses perencanaan program, pembagian tugas, pelaksanaan kegiatan,
hingga pengawasan dan evaluasi organisasi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
1) Profil Yayasan Manzil Al-Umi
Unit SD Yayasan Manzil Al-Umi merupakan salah satu
lembaga pendidikan dasar Islam yang berada di bawah naungan Yayasan Manzil
Al-Umi. Unit pendidikan ini berlokasi di Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor,
Provinsi Jawa Barat, dan menjadi lokasi pelaksanaan penelitian. Yayasan Manzil Al-Umi
sendiri menaungi beberapa jenjang pendidikan, yaitu Sekolah Dasar (SD) yang
berlokasi di Caringin, serta Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah
Menengah Atas (SMA) yang berlokasi di Sukabumi. Namun demikian, penelitian ini
difokuskan pada Unit SD Manzil Al-Umi Caringin karena seluruh proses observasi,
wawancara, dan dokumentasi dilakukan pada unit pendidikan tersebut.
Sebagai lembaga pendidikan Islam, SD Manzil Al-Umi tidak
hanya berorientasi pada pencapaian akademik peserta didik, tetapi juga pada
pembentukan karakter Islami melalui pembelajaran Al-Qur'an, pembiasaan ibadah,
serta penanaman nilai-nilai akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Seluruh
kegiatan pendidikan diselenggarakan dengan mengacu pada visi dan misi yayasan
sebagai pedoman dalam penyusunan program pendidikan maupun kegiatan pembinaan
peserta didik.
Berdasarkan hasil observasi lapangan dan data
administrasi yang diperoleh selama penelitian, profil singkat Unit SD Yayasan
Manzil Al-Umi dapat dilihat pada tabel berikut:
Tabel 1. Profil Singkat
Unit SD Yayasan Manzil Al-Umi
|
No |
Aspek |
Keterangan |
|
1. |
Nama Lembaga |
Unit SD Yayasan Manzil Al-Umi |
|
2. |
Naungan |
Yayasan Manzil Al-Umi |
|
3. |
Jenjang Pendidikan |
Sekolah Dasar (SD) |
|
4. |
Lokasi |
Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa
Barat |
|
5. |
Bidang |
Pendidikan Islam |
|
6. |
Jumlah Peserta Didik |
9 orang (Putra) |
|
7. |
Jumlah Asatidz/Guru |
5 orang |
|
8. |
Fokus Pendidikan |
Pendidikan umum, Tahfiz Al-Qur'an,
Pembinaan Karakter Islami |
Berdasarkan data tersebut, proses pendidikan di
Unit SD Yayasan Manzil Al-Umi berlangsung dalam lingkungan belajar yang relatif
kecil dengan jumlah peserta didik sebanyak sembilan orang dan didukung oleh
lima orang asatidz/guru. Kondisi tersebut memungkinkan proses pembelajaran
berlangsung secara lebih intensif karena interaksi antara guru dan peserta
didik dapat dilakukan secara lebih dekat. Selain penyampaian materi
pembelajaran, guru juga memiliki kesempatan yang lebih luas dalam melakukan
pembinaan karakter, pendampingan ibadah, serta pembelajaran Al-Qur'an sesuai
dengan tujuan pendidikan Islam yang diusung oleh yayasan.
Visi Yayasan Manzil Al-Umi adalah "Membentuk
Peradaban Generasi Qur'ani yang Menegakkan Syariat Islam." Visi
tersebut menjadi arah utama dalam penyelenggaraan seluruh kegiatan pendidikan
di lingkungan yayasan. Untuk mewujudkan visi tersebut, yayasan menyusun
berbagai misi yang berorientasi pada pembentukan peserta didik yang memiliki
pemahaman keislaman, kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur'an, akhlak yang
baik, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Dalam pelaksanaannya, Unit SD Yayasan Manzil Al-Umi
menyelenggarakan berbagai kegiatan yang mendukung pencapaian visi dan misi
tersebut, antara lain pembelajaran formal, program tahfiz Al-Qur'an, pembiasaan
ibadah harian, kegiatan keagamaan, serta kegiatan sosial yang melibatkan
peserta didik, guru, pengurus yayasan, dan masyarakat sekitar. Berdasarkan
hasil observasi, seluruh program tersebut menunjukkan adanya upaya untuk
mengintegrasikan nilai-nilai Al-Qur'an ke dalam proses pendidikan sehingga
peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga
pembinaan spiritual dan karakter Islami.
Selain menjalankan fungsi sebagai lembaga pendidikan,
Unit SD Yayasan Manzil Al-Umi juga menjadi bagian dari pelaksanaan program
dakwah yayasan melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.
Keterlibatan peserta didik dalam kegiatan keagamaan serta interaksi yang
terjalin antara guru, pengurus yayasan, dan masyarakat menunjukkan bahwa proses
pendidikan yang diterapkan tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi
juga diwujudkan melalui aktivitas sosial dan keagamaan yang mendukung
pembentukan karakter peserta didik.
2) Implementasi Visi dan Misi
pada Fungsi Planning
Fungsi
perencanaan (planning) merupakan tahapan awal dalam proses manajemen
yang berperan sebagai dasar bagi pelaksanaan seluruh aktivitas organisasi.
Menurut George R. Terry, perencanaan adalah proses menentukan tujuan organisasi
serta menetapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan tersebut
(Terry, 2019). Dalam konteks lembaga pendidikan Islam, perencanaan tidak hanya
berkaitan dengan penyusunan program kerja, tetapi juga menjadi sarana untuk
menerjemahkan visi dan misi lembaga ke dalam berbagai kegiatan yang dapat
dilaksanakan secara nyata.
Berdasarkan hasil observasi, implementasi fungsi perencanaan di Unit SD
Yayasan Manzil Al-Umi tercermin dari penyusunan berbagai program pendidikan
yang mengacu pada visi yayasan, yaitu “Membentuk Peradaban Generasi Qur'ani
yang Menegakkan Syariat Islam.” Visi tersebut kemudian dijabarkan ke dalam
berbagai kegiatan pembelajaran, pembinaan tahfiz Al-Qur'an, pembiasaan ibadah,
serta kegiatan keagamaan yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik
pada jenjang sekolah dasar. Dengan demikian, setiap program yang dirancang
tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga diarahkan untuk
membentuk karakter Islami peserta didik.
Penyusunan program pendidikan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan
peserta didik, ketersediaan tenaga pendidik, serta kondisi lingkungan belajar
di yayasan. Berdasarkan hasil observasi, jumlah peserta didik yang relatif
sedikit memungkinkan proses perencanaan pembelajaran dilakukan secara lebih
terarah karena guru dapat menyesuaikan strategi pembelajaran dengan
perkembangan masing-masing peserta didik. Kondisi tersebut menjadi salah satu
faktor yang mendukung tercapainya tujuan pendidikan sebagaimana tertuang dalam
visi dan misi yayasan.
Selain kegiatan pembelajaran di kelas, perencanaan juga
terlihat pada penyelenggaraan program-program keagamaan dan kegiatan sosial
yang dilaksanakan secara berkala. Program tersebut dirancang sebagai bagian
dari pembinaan karakter peserta didik agar mampu mengamalkan nilai-nilai
Al-Qur'an dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, implementasi visi dan
misi tidak berhenti pada penyusunan dokumen organisasi, tetapi diwujudkan
melalui perencanaan kegiatan yang memiliki arah dan tujuan yang jelas.
Tabel 2. Implementasi Visi
dan Misi pada Fungsi Planning
|
No |
Aspek Perencanaan |
Temuan Penelitian |
Keterkaitan dengan Visi dan
Misi |
|
1. |
Perumusan tujuan |
Program disusun berdasarkan visi
yayasan |
Mendukung pembentukan generasi
Qur'ani |
|
2. |
Perencanaan pembelajaran |
Mengintegrasikan pendidikan umum,
tahfiz, dan pembinaan karakter |
Mewujudkan pendidikan Islam yang
holistik |
|
3. |
Perencanaan kegiatan keagamaan |
Terdapat kegiatan pembiasaan ibadah
dan aktivitas keagamaan |
Membentuk karakter Islami peserta
didik |
|
4. |
Perencanaan kegiatan sosial |
Kegiatan sosial melibatkan peserta
didik dan masyarakat |
Menanamkan nilai kepedulian dan
pengabdian |
Berdasarkan
temuan tersebut, dapat dipahami bahwa fungsi planning di Unit SD Yayasan Manzil
Al-Umi telah dijalankan dengan menjadikan visi dan misi sebagai dasar
penyusunan berbagai program pendidikan. Hal ini sejalan dengan pandangan George
R. Terry yang menempatkan perencanaan sebagai langkah awal dalam mengarahkan
seluruh sumber daya organisasi menuju tujuan yang telah ditetapkan (Terry,
2019). Meskipun belum seluruh program terdokumentasi dalam bentuk perencanaan
yang rinci, hasil observasi menunjukkan bahwa setiap kegiatan yang
diselenggarakan memiliki keterkaitan dengan tujuan yayasan dalam membentuk
generasi Qur'ani yang berakhlak mulia.
3) Implementasi Visi dan Misi
pada Fungsi Organizing
Setelah
proses perencanaan disusun, fungsi manajemen berikutnya adalah pengorganisasian
(organizing). Menurut George R. Terry, pengorganisasian merupakan proses
mengelompokkan berbagai aktivitas, membagi tugas, menetapkan tanggung jawab,
serta mengoordinasikan sumber daya agar tujuan organisasi dapat dicapai secara
efektif (Terry, 2019). Dalam lembaga pendidikan Islam, fungsi pengorganisasian
menjadi aspek penting untuk memastikan bahwa seluruh program yang telah
direncanakan dapat dilaksanakan oleh setiap unsur organisasi sesuai dengan
tugas dan kewenangannya.
Berdasarkan hasil observasi, implementasi fungsi
organizing di Unit SD Yayasan Manzil Al-Umi terlihat melalui adanya pembagian
peran antara pengurus yayasan, kepala unit pendidikan, dan para asatidz/guru
dalam menjalankan proses pendidikan. Masing-masing memiliki tanggung jawab yang
saling melengkapi, mulai dari penyelenggaraan kegiatan pembelajaran, pembinaan
karakter peserta didik, pelaksanaan program tahfiz Al-Qur'an, hingga kegiatan
keagamaan yang menjadi bagian dari visi yayasan. Pembagian tugas tersebut
menunjukkan bahwa setiap unsur organisasi memiliki peran dalam mewujudkan
tujuan pendidikan Islam yang telah ditetapkan.
Jumlah tenaga pendidik yang terdiri atas lima orang
asatidz/guru memungkinkan koordinasi dilakukan secara lebih efektif.
Berdasarkan hasil pengamatan, komunikasi antarpendidik berlangsung secara
langsung sehingga proses penyampaian informasi, pembagian tanggung jawab, serta
penyelesaian berbagai kebutuhan pembelajaran dapat dilakukan dengan lebih
cepat. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung terciptanya
lingkungan kerja yang kondusif dan memudahkan pelaksanaan program-program
pendidikan di lingkungan SD Manzil Al-Umi.
Selain koordinasi internal, fungsi pengorganisasian juga
tercermin melalui keterlibatan yayasan dalam mendukung pelaksanaan berbagai
kegiatan pendidikan dan keagamaan. Hubungan antara pengurus yayasan dengan
tenaga pendidik menunjukkan adanya kerja sama dalam mengarahkan seluruh program
agar tetap selaras dengan visi dan misi yayasan. Dengan demikian,
pengorganisasian tidak hanya berfungsi sebagai pembagian tugas administratif,
tetapi juga sebagai sarana membangun sinergi antarunsur organisasi dalam mencapai
tujuan bersama.
Tabel 3. Implementasi Visi
dan Misi pada Fungsi Organizing
|
No |
Aspek Pengorganisasian |
Temuan Penelitian |
Analisis |
|
1. |
Pembagian tugas |
Terdapat pembagian peran antara
yayasan dan tenaga pendidik |
Mendukung efektivitas pelaksanaan
program pendidikan |
|
2. |
Koordinasi |
Komunikasi dilakukan secara
langsung antarpendidik dan pengurus |
Mempermudah pelaksanaan kegiatan
dan penyelesaian masalah |
|
3. |
Tanggung jawab |
Guru bertanggung jawab terhadap
pembelajaran, pembinaan karakter, dan kegiatan keagamaan |
Mendukung implementasi visi dan
misi secara terpadu |
|
4. |
Kerja sama |
Yayasan dan tenaga pendidik bekerja
sama dalam penyelenggaraan program |
Menciptakan sinergi untuk mencapai
tujuan lembaga |
Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi organizing di
Unit SD Yayasan Manzil Al-Umi telah diterapkan melalui pembagian tugas yang
jelas, koordinasi yang berjalan secara langsung, serta kerja sama antara
pengurus yayasan dan tenaga pendidik. Kondisi tersebut sejalan dengan teori
George R. Terry yang menyatakan bahwa pengorganisasian merupakan proses
mengintegrasikan sumber daya manusia dan berbagai aktivitas organisasi agar
tujuan yang telah direncanakan dapat dicapai secara efektif (Terry, 2019).
Meskipun struktur organisasi yang dimiliki relatif sederhana, hasil observasi
menunjukkan bahwa setiap unsur organisasi telah menjalankan perannya sesuai
dengan tanggung jawab masing-masing sehingga mendukung terlaksananya visi dan
misi yayasan dalam penyelenggaraan pendidikan Islam.
4) Implementasi Visi dan Misi
pada Fungsi Actuating
Fungsi
pelaksanaan (actuating) merupakan tahapan manajemen yang berfokus pada
upaya menggerakkan seluruh sumber daya organisasi agar mampu melaksanakan
program yang telah direncanakan. Menurut George R. Terry, actuating
adalah proses memberikan arahan, motivasi, dan bimbingan kepada seluruh anggota
organisasi agar bekerja secara optimal dalam mencapai tujuan yang telah
ditetapkan (Terry, 2019). Dalam lembaga pendidikan Islam, fungsi pelaksanaan
tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan pembelajaran di kelas, tetapi juga
melalui pembinaan karakter, penanaman nilai-nilai keislaman, serta pembiasaan
perilaku yang sesuai dengan ajaran Islam.
Berdasarkan hasil observasi, implementasi fungsi
actuating di Unit SD Yayasan Manzil Al-Umi tercermin dalam pelaksanaan berbagai
program pendidikan yang mengintegrasikan aspek akademik, spiritual, dan
pembinaan karakter peserta didik. Kegiatan pembelajaran tidak hanya
berorientasi pada penyampaian materi pelajaran, tetapi juga dipadukan dengan
pembelajaran Al-Qur'an, pembiasaan ibadah, serta penanaman akhlak Islami dalam
aktivitas sehari-hari. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa visi yayasan tidak
hanya menjadi tujuan jangka panjang, tetapi telah diwujudkan dalam proses
pendidikan yang berlangsung secara berkesinambungan.
Salah satu implementasi visi dan misi yang menonjol
adalah penyelenggaraan program tahfiz Al-Qur'an sebagai bagian dari pembentukan
generasi Qur'ani. Program ini dilaksanakan secara rutin dengan pendampingan
langsung oleh para asatidz/guru sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta
didik. Selain meningkatkan kemampuan membaca dan menghafal Al-Qur'an, kegiatan
tersebut juga menjadi media pembentukan kedisiplinan, tanggung jawab, serta
kecintaan terhadap Al-Qur'an sejak usia dini.
Pelaksanaan visi dan misi yayasan juga diwujudkan melalui
pembiasaan ibadah harian, seperti pelaksanaan salat berjamaah, doa bersama
sebelum dan sesudah pembelajaran, serta pembiasaan membaca Al-Qur'an.
Kegiatan-kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pendidikan karakter yang
bertujuan membentuk peserta didik agar memiliki kebiasaan beribadah serta
mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil
pengamatan, pembiasaan tersebut dilaksanakan secara konsisten dan melibatkan seluruh
warga sekolah sehingga menciptakan lingkungan pendidikan yang religius.
Selain kegiatan pembelajaran dan pembinaan keagamaan,
Unit SD Yayasan Manzil Al-Umi juga melibatkan peserta didik dalam berbagai
kegiatan sosial dan keagamaan yang diselenggarakan oleh yayasan. Kegiatan
tersebut bertujuan menumbuhkan kepedulian sosial, semangat kebersamaan, serta
rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar. Keterlibatan peserta didik
dalam berbagai aktivitas tersebut menunjukkan bahwa proses pendidikan tidak
hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung yang
memberikan nilai edukatif dan spiritual.
Jumlah peserta didik yang relatif sedikit menjadi salah
satu faktor pendukung dalam pelaksanaan program pendidikan di Unit SD Yayasan Manzil
Al-Umi. Dengan sembilan peserta didik yang didampingi oleh lima orang
asatidz/guru, proses pembelajaran dan pembinaan dapat dilakukan secara lebih
intensif. Kondisi tersebut memungkinkan guru memberikan perhatian yang lebih
personal terhadap perkembangan akademik maupun karakter setiap peserta didik
sehingga implementasi visi dan misi yayasan dapat berlangsung secara lebih
optimal.
Tabel 4. Implementasi Visi
dan Misi pada Fungsi Actuating
|
No |
Program/Kegiatan |
Bentuk Pelaksanaan |
Kontribusi terhadap Visi
dan Misi |
|
1. |
Pembelajaran formal |
Kegiatan belajar mengajar sesuai
jenjang SD |
Mengembangkan kemampuan akademik
peserta didik |
|
2. |
Program tahfiz Al-Qur'an |
Bimbingan hafalan dan tilawah
secara rutin |
Membentuk generasi Qur'ani |
|
3. |
Pembiasaan ibadah |
Salat berjamaah, doa harian,
membaca Al-Qur'an |
Menanamkan nilai-nilai keislaman
dan akhlak |
|
4. |
Pembinaan karakter |
Pendampingan sikap dan perilaku
sehari-hari |
Membentuk karakter Islami |
|
5. |
Kegiatan sosial dan keagamaan |
Keterlibatan dalam kegiatan yayasan |
Menumbuhkan kepedulian sosial dan
semangat kebersamaan |
Hasil
penelitian menunjukkan bahwa fungsi actuating di Unit SD Yayasan Manzil Al-Umi
telah berjalan sesuai dengan arah visi dan misi yayasan. Berbagai program yang
dilaksanakan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga
mengintegrasikan pembinaan spiritual, pembentukan karakter, dan penguatan
nilai-nilai sosial dalam proses pendidikan. Temuan ini sejalan dengan teori
George R. Terry yang menyatakan bahwa keberhasilan pelaksanaan program
organisasi sangat dipengaruhi oleh kemampuan pemimpin dan seluruh anggota
organisasi dalam menggerakkan sumber daya untuk mencapai tujuan yang telah
direncanakan (Terry, 2019). Dengan demikian, implementasi fungsi actuating
menjadi tahapan yang paling nyata dalam mewujudkan visi Yayasan Manzil Al-Umi
untuk membentuk generasi Qur'ani yang berakhlak mulia dan mampu mengamalkan
nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.
5) Implementasi Visi dan Misi
pada Fungsi Controlling
Fungsi
pengawasan (controlling) merupakan tahapan akhir dalam proses manajemen
yang bertujuan memastikan seluruh kegiatan organisasi berjalan sesuai dengan
rencana yang telah ditetapkan. Menurut George R. Terry, pengawasan dilakukan
untuk membandingkan pelaksanaan kegiatan dengan tujuan organisasi,
mengidentifikasi penyimpangan, serta melakukan tindakan perbaikan apabila
diperlukan (Terry, 2019). Dalam lembaga pendidikan Islam, fungsi pengawasan
tidak hanya berkaitan dengan pencapaian target pembelajaran, tetapi juga
mencakup pembinaan karakter, kedisiplinan, dan konsistensi pelaksanaan
nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.
Berdasarkan hasil observasi, fungsi controlling di Unit
SD Yayasan Manzil Al-Umi dilaksanakan melalui pemantauan terhadap proses
pembelajaran, pelaksanaan program tahfiz Al-Qur'an, pembiasaan ibadah, serta
perkembangan karakter peserta didik. Pengawasan dilakukan secara langsung oleh
pengurus yayasan dan para tenaga pendidik selama kegiatan berlangsung. Melalui
pengawasan tersebut, guru dapat mengetahui perkembangan peserta didik sekaligus
memberikan arahan apabila ditemukan kendala dalam proses pembelajaran maupun
pembinaan karakter.
Pengawasan juga terlihat melalui komunikasi yang terjalin
antara pengurus yayasan dan tenaga pendidik dalam mengevaluasi pelaksanaan
program pendidikan. Berdasarkan hasil pengamatan, koordinasi tersebut menjadi
sarana untuk menyampaikan berbagai masukan terkait pelaksanaan kegiatan
sehingga setiap program tetap berjalan sesuai dengan tujuan yang telah
direncanakan. Meskipun mekanisme evaluasi yang dilakukan bersifat sederhana,
proses tersebut menunjukkan adanya komitmen yayasan untuk menjaga kualitas penyelenggaraan
pendidikan.
Selain aspek akademik, pengawasan juga diarahkan pada
pembentukan karakter dan pembiasaan ibadah peserta didik. Para asatidz/guru
tidak hanya memantau capaian pembelajaran, tetapi juga mengamati kedisiplinan,
sikap, serta keterlibatan peserta didik dalam berbagai kegiatan keagamaan.
Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan di Unit SD
Yayasan Manzil Al-Umi tidak hanya diukur dari aspek pengetahuan, tetapi juga
dari perkembangan akhlak dan perilaku peserta didik sesuai dengan nilai-nilai
Islam yang menjadi landasan yayasan.
|
No |
Aspek Pengawasan |
Temuan Penelitian |
Analisis |
|
1. |
Pengawasan pembelajaran |
Guru memantau proses belajar
peserta didik secara langsung |
Membantu memastikan tujuan
pembelajaran tercapai |
|
2. |
Pengawasan program tahfiz |
Perkembangan hafalan dan kemampuan
membaca Al-Qur'an dipantau oleh guru |
Mendukung pencapaian visi membentuk
generasi Qur'ani |
|
3. |
Evaluasi pelaksanaan kegiatan |
Pengurus dan guru melakukan
koordinasi terhadap pelaksanaan program |
Menjadi dasar perbaikan pelaksanaan
kegiatan |
|
4. |
Pembinaan karakter |
Guru memantau kedisiplinan, ibadah,
dan perilaku peserta didik |
Menjaga konsistensi implementasi
nilai-nilai Islam |
Berdasarkan
hasil penelitian, fungsi controlling di Unit SD Yayasan Manzil Al-Umi telah
diterapkan sebagai bagian dari upaya menjaga kesesuaian antara pelaksanaan
program dengan visi dan misi yayasan. Pengawasan dilakukan tidak hanya terhadap
aspek akademik, tetapi juga terhadap perkembangan spiritual dan karakter
peserta didik melalui pemantauan yang dilakukan secara langsung oleh guru dan
pengurus yayasan. Temuan ini sejalan dengan teori George R. Terry yang
menyatakan bahwa pengawasan merupakan proses untuk memastikan seluruh kegiatan
organisasi berjalan sesuai dengan rencana serta memberikan dasar bagi perbaikan
yang berkelanjutan (Terry, 2019). Dengan demikian, fungsi controlling menjadi
tahap penting dalam memastikan implementasi visi dan misi Yayasan Manzil Al-Umi
tetap terarah dan berkesinambungan.
Berdasarkan
hasil analisis terhadap fungsi planning, organizing, actuating, dan
controlling, terlihat bahwa implementasi visi dan misi di Unit SD Yayasan Manzil
Al-Umi telah diupayakan melalui setiap fungsi manajemen. Meskipun
pelaksanaannya masih disesuaikan dengan kondisi dan sumber daya yang dimiliki
lembaga, keempat fungsi tersebut saling mendukung dalam penyelenggaraan
pendidikan Islam yang berorientasi pada pembentukan generasi Qur'ani.
6) Pembahasan
Berdasarkan
hasil penelitian yang telah dilakukan, implementasi visi dan misi pada Unit SD
Yayasan Manzil Al-Umi Caringin telah diwujudkan melalui penerapan empat fungsi
manajemen yang dikemukakan oleh George R. Terry, yaitu planning, organizing,
actuating, dan controlling. Keempat fungsi tersebut saling
berkaitan dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan Islam yang berorientasi
pada pembentukan generasi Qur'ani sesuai dengan visi yayasan.
Pada fungsi planning, visi dan misi yayasan
dijadikan sebagai dasar dalam penyusunan berbagai program pendidikan, mulai
dari kegiatan pembelajaran, program tahfiz Al-Qur'an, pembiasaan ibadah, hingga
kegiatan sosial dan keagamaan. Hal tersebut menunjukkan bahwa proses perencanaan
tidak hanya berorientasi pada aspek akademik, tetapi juga diarahkan pada
pembentukan karakter Islami peserta didik.
Selanjutnya, pada fungsi organizing, implementasi
visi dan misi diwujudkan melalui pembagian tugas dan tanggung jawab antara
pengurus yayasan serta tenaga pendidik. Koordinasi yang berlangsung secara
langsung memungkinkan setiap program pendidikan berjalan sesuai dengan tujuan
yang telah direncanakan. Meskipun struktur organisasi yang dimiliki relatif
sederhana, pembagian peran antarunsur organisasi telah mendukung pelaksanaan
kegiatan pendidikan secara efektif.
Pada fungsi actuating, implementasi visi dan misi
terlihat secara nyata melalui pelaksanaan berbagai kegiatan pendidikan yang
mengintegrasikan pembelajaran formal, tahfiz Al-Qur'an, pembiasaan ibadah,
pembinaan karakter, serta kegiatan sosial keagamaan. Proses pelaksanaan tersebut
menunjukkan bahwa pendidikan yang diterapkan tidak hanya menekankan aspek
pengetahuan, tetapi juga membentuk akhlak dan spiritual peserta didik sebagai
bagian dari tujuan pendidikan Islam.
Adapun pada fungsi controlling, pengawasan
dilakukan melalui pemantauan terhadap proses pembelajaran, perkembangan peserta
didik, pelaksanaan program tahfiz, serta pembinaan karakter. Pengawasan
tersebut menjadi sarana evaluasi bagi tenaga pendidik dan pengurus yayasan
dalam menjaga konsistensi pelaksanaan program agar tetap selaras dengan visi
dan misi lembaga.
Secara keseluruhan, hasil penelitian menunjukkan bahwa
implementasi visi dan misi di Unit SD Yayasan Manzil Al-Umi telah terintegrasi
ke dalam seluruh fungsi manajemen. Meskipun lembaga masih memiliki sumber daya
yang terbatas, penerapan fungsi planning, organizing, actuating,
dan controlling telah mampu mendukung penyelenggaraan pendidikan Islam
yang berorientasi pada pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai Al-Qur'an,
serta pengembangan akhlak peserta didik. Temuan ini memperlihatkan bahwa
keberhasilan implementasi visi dan misi tidak hanya ditentukan oleh keberadaan
dokumen organisasi, tetapi juga oleh konsistensi seluruh unsur lembaga dalam
menerapkan fungsi-fungsi manajemen pada setiap kegiatan pendidikan yang
dilaksanakan.
SIMPULAN
Penelitian
ini menunjukkan bahwa implementasi visi dan misi pada Unit SD Yayasan Manzil
Al-Umi Caringin telah diterapkan melalui empat fungsi manajemen menurut George
R. Terry, yaitu planning, organizing, actuating, dan controlling.
Visi yayasan yang berorientasi pada pembentukan generasi Qur'ani tidak hanya
menjadi dokumen organisasi, tetapi telah diimplementasikan dalam
penyelenggaraan berbagai program pendidikan, pembinaan karakter, kegiatan
tahfiz Al-Qur'an, pembiasaan ibadah, serta kegiatan sosial keagamaan.
Pada fungsi planning, visi dan misi menjadi dasar dalam penyusunan
program pendidikan yang disesuaikan dengan tujuan pembentukan karakter Islami
peserta didik. Fungsi organizing diwujudkan melalui pembagian tugas dan
koordinasi antara pengurus yayasan serta tenaga pendidik sehingga pelaksanaan
program dapat berjalan secara efektif. Selanjutnya, fungsi actuating
tercermin dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang mengintegrasikan aspek
akademik, spiritual, dan pembinaan akhlak, sedangkan fungsi controlling
dilakukan melalui pemantauan terhadap proses pembelajaran, perkembangan peserta
didik, serta evaluasi pelaksanaan program sebagai upaya menjaga ketercapaian
visi dan misi yayasan.
Secara keseluruhan, implementasi visi dan misi di Unit SD Yayasan Manzil
Al-Umi telah berjalan dengan baik meskipun masih dilaksanakan dalam lingkup
lembaga yang relatif sederhana. Penerapan keempat fungsi manajemen tersebut
menunjukkan bahwa keberhasilan pengelolaan lembaga pendidikan Islam tidak hanya
ditentukan oleh perumusan visi dan misi yang jelas, tetapi juga oleh
konsistensi seluruh unsur organisasi dalam menerapkannya pada setiap proses
penyelenggaraan pendidikan. Oleh karena itu, penelitian ini diharapkan dapat
menjadi referensi bagi lembaga pendidikan Islam lainnya dalam mengimplementasikan
visi dan misi melalui sistem manajemen yang terarah, efektif, dan berorientasi
pada pengembangan karakter Islami.
IMPLIKASI PENELITIAN
Hasil penelitian ini memberikan implikasi bahwa implementasi visi dan misi
pada lembaga pendidikan Islam akan lebih efektif apabila didukung oleh
penerapan fungsi manajemen yang terintegrasi, yaitu planning, organizing,
actuating, dan controlling. Keempat fungsi tersebut tidak hanya
berperan dalam mengelola kegiatan pendidikan secara administratif, tetapi juga
menjadi instrumen untuk memastikan bahwa seluruh program yang diselenggarakan
tetap berorientasi pada tujuan utama lembaga. Temuan penelitian menunjukkan
bahwa konsistensi dalam menerjemahkan visi dan misi ke dalam perencanaan
program, pembagian tugas, pelaksanaan kegiatan, serta proses evaluasi mampu
mendukung terciptanya penyelenggaraan pendidikan Islam yang lebih terarah dan
berkelanjutan.
Secara praktis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan
evaluasi bagi pengelola Unit SD Yayasan Manzil Al-Umi Caringin dalam
mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas manajemen lembaga melalui
penguatan koordinasi, pengembangan program pendidikan, serta penyempurnaan
mekanisme evaluasi yang berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini juga dapat
dijadikan referensi bagi yayasan atau lembaga pendidikan Islam lainnya dalam
mengimplementasikan visi dan misi melalui penerapan fungsi-fungsi manajemen
yang sistematis sehingga tujuan pendidikan Islam dapat diwujudkan secara lebih
efektif, efisien, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik.
REFERENSI
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research
design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.).
Sage Publications.
Hafizin, H., & Herman, H. (2022). Merumuskan visi dan misi lembaga
pendidikan. Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 5(1),
99–110.
Handoko, T. H. (2018). Manajemen (Edisi 2).
Yogyakarta: BPFE.
Hasibuan, M. S. P. (2020). Manajemen: Dasar,
Pengertian, dan Masalah (Edisi Revisi). Jakarta: PT Bumi Aksara.
Kriyantono, R. (2020). Teknik praktis riset
komunikasi: Disertai contoh praktis riset media, public relations, advertising,
komunikasi organisasi, komunikasi pemasaran (Edisi Revisi). Kencana.
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J.
(2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). Sage
Publications.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian
kualitatif (Edisi Revisi). PT Remaja Rosdakarya.
Mulyasa, E. (2022). Manajemen Berbasis Sekolah.
Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nahdlatul Ulama. (n.d.). Surat Ash-Shaff Ayat 4: Arab, Latin, Terjemah
dan Tafsir Lengkap. Qur'an NU Online. Diakses 4 Juli 2026, dari https://quran.nu.or.id/ash-shaff/4
Qomar, M. (2007). Manajemen Pendidikan Islam.
Jakarta: Erlangga.
Sugiyono, & Lestari, P. (2021). Metode
Penelitian Komunikasi: Kuantitatif, Kualitatif, dan Cara Mudah Menulis Artikel
pada Jurnal Internasional. Bandung: Alfabeta.
Syarip, D. I. (2024). EMIS 4.0: Gerbang Data Pendidikan Kementerian
Agama. Kementerian Agama Republik Indonesia. Diakses dari https://kemenag.go.id/opini/emis-4-0-gerbang-data-pendidikan-kementerian-agama-rKxmf
Terry, G. R., & Rue, L. W. (2019). Dasar-Dasar
Manajemen (G. A. Ticoalu, Penerj.). Jakarta: PT Bumi Aksara.
No comments:
Post a Comment