Leni Rohida1, Yanto Heryanto2, Panji Krisna Pratiansyah3
1,2,3 Program Studi
Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Swadaya
Gunung Jati
Email: 1leni.rohida@ugj.ac.id; 2 yanto.heryanto@ugj.ac.id 3krisnapanji18@gmail.com
ABSTRAK
Administrasi
sekolah yang efektif merupakan faktor penting dalam mendukung peningkatan
kualitas pelayanan pendidikan. SMPN 1 Gebang masih menghadapi berbagai kendala,
seperti pengelolaan administrasi yang belum optimal, pemanfaatan teknologi
informasi yang terbatas, serta koordinasi antar pemangku kepentingan yang belum
berjalan secara maksimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan
meningkatkan kapasitas pengelolaan administrasi sekolah melalui pelatihan,
pendampingan, dan penguatan koordinasi antarwarga sekolah. Metode pelaksanaan
dilakukan secara partisipatif selama dua hari melalui tahapan identifikasi
kebutuhan, penyampaian materi, pelatihan pengelolaan administrasi berbasis
digital sederhana, pendampingan praktik administrasi, serta evaluasi hasil kegiatan.
Sasaran kegiatan meliputi kepala sekolah, tenaga administrasi, guru, dan
perwakilan siswa di SMPN 1 Gebang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya
peningkatan pemahaman dan keterampilan tenaga administrasi dalam pengelolaan
surat-menyurat, arsip, data peserta didik, serta penggunaan sistem administrasi
digital sederhana. Selain itu, koordinasi antarpelaksana layanan pendidikan
menjadi lebih efektif sehingga proses administrasi berlangsung lebih cepat,
tertib, dan akurat. Dampak kegiatan terlihat dari meningkatnya efisiensi
pelayanan administrasi, kepuasan guru dan peserta didik terhadap layanan
sekolah, serta tumbuhnya budaya kerja yang lebih profesional dan responsif
terhadap kebutuhan layanan pendidikan. Luaran pengabdian berupa peningkatan
kompetensi sumber daya manusia bidang administrasi sekolah, tersusunnya
rekomendasi penguatan sistem administrasi berbasis digital, serta publikasi
artikel ilmiah sebagai bentuk diseminasi hasil pengabdian kepada masyarakat.
Kata kunci: administrasi sekolah; pelayanan pendidikan; pengabdian kepada masyarakat; digitalisasi administrasi; peningkatan kompetensi.
ABSTRACT
Effective school administration is a key factor in
improving the quality of educational services. SMPN 1 Gebang continues to face
several challenges, including suboptimal administrative management, limited
utilization of information technology, and inadequate coordination among school
stakeholders. This community service program aimed to enhance the capacity of school
administrative management through training, mentoring, and strengthening
coordination among school members. The program was implemented using a
participatory approach over two days, consisting of needs assessment,
instructional sessions, training on basic digital-based school administration,
hands-on mentoring, and evaluation of the program outcomes. The participants
included the principal, administrative staff, teachers, and student
representatives of SMPN 1 Gebang. The results demonstrated an improvement in
the administrative staff's knowledge and skills in managing correspondence,
archives, student records, and the use of a basic digital administration
system. Furthermore, coordination among educational service providers became
more effective, resulting in faster, more organized, and more accurate
administrative processes. The program also contributed to greater
administrative service efficiency, increased satisfaction among teachers and
students with school services, and the development of a more professional and
responsive work culture. The outputs of this community service program include
enhanced competencies of school administrative personnel, recommendations for
strengthening a digital-based school administration system, and the publication
of a scientific article as a means of disseminating the program outcomes.
Keywords: school
administration; educational services; community service; administrative
digitalization; capacity building.
PENDAHULUAN
Peningkatan kualitas pelayanan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh
kompetensi pendidik, tetapi juga dipengaruhi oleh efektivitas administrasi
sekolah sebagai bagian dari tata kelola lembaga pendidikan. Administrasi
sekolah berperan dalam pengelolaan data peserta didik, surat-menyurat, arsip,
kepegawaian, sarana prasarana, serta penyediaan informasi yang mendukung proses
pengambilan keputusan. Pengelolaan administrasi yang belum optimal berpotensi
menghambat efektivitas layanan pendidikan dan menurunkan kualitas pelayanan
kepada seluruh warga sekolah.
SMPN 1 Gebang Kabupaten Cirebon masih
menghadapi beberapa permasalahan administrasi, antara lain belum optimalnya
pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan administrasi, keterbatasan
kompetensi tenaga administrasi dalam pengelolaan dokumen secara digital, serta
koordinasi antarunit kerja yang belum berjalan secara efektif. Kondisi tersebut
menyebabkan proses pelayanan administrasi menjadi kurang efisien, memperlambat
pengelolaan data sekolah, dan berdampak pada kualitas layanan pendidikan yang
diterima guru, peserta didik, maupun orang tua.
Berbagai kegiatan pengabdian
sebelumnya umumnya berfokus pada pelatihan administrasi sekolah atau
digitalisasi arsip secara parsial. Namun, sebagian besar kegiatan tersebut
belum mengintegrasikan peningkatan kompetensi sumber daya manusia, pendampingan
implementasi administrasi berbasis digital, serta penguatan koordinasi antar
pemangku kepentingan sekolah dalam satu rangkaian kegiatan yang berkelanjutan.
Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini menawarkan pendekatan partisipatif
yang mengombinasikan pelatihan, pendampingan implementasi administrasi digital
sederhana, dan evaluasi bersama untuk meningkatkan efektivitas tata kelola
administrasi sekolah.
Berdasarkan kondisi
tersebut, tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan
kapasitas tenaga administrasi, guru, dan kepala sekolah dalam mengelola
administrasi sekolah secara efektif, efisien, dan berbasis teknologi informasi
sederhana. Melalui kegiatan ini diharapkan tercipta sistem administrasi yang
lebih tertib, pelayanan pendidikan yang lebih cepat dan akurat, serta budaya
kerja yang kolaboratif sehingga mampu mendukung peningkatan kualitas pelayanan
pendidikan di SMPN 1 Gebang. Sumber daya manusia yang kompetitif
dan mampu bersaing sangat dipengaruhi oleh pendidikan yang baik. Sebagai bagian
dari manajemen pendidikan, administrasi sekolah sangat penting untuk memastikan
bahwa pendidikan berjalan dengan baik dan bahwa layanan pendidikan lebih baik.
SMPN 1 Gebang, yang berada di Kabupaten Cirebon, memiliki tanggung jawab besar
untuk memberikan layanan pendidikan terbaik bagi siswa, guru, dan masyarakat
sekitarnya. Namun, administrasi sekolah di SMPN 1 Gebang menghadapi beberapa
masalah. Ini termasuk kekurangan tenaga kerja, pemanfaatan teknologi informasi
yang kurang, dan koordinasi yang buruk antara siswa. Situasi ini dapat
menghambat kemajuan pendidikan di institusi pendidikan ini.
SMPN 1 Gebang memiliki
lebih dari 500 siswa dan memiliki sekitar 40 guru. SMPN 1 Gebang terletak di daerah
semi-perkotaan dengan banyak potensi sosial dan ekonomi. Sebagian besar orang
di sana bekerja sebagai petani dan pedagang kecil. Potensi ini menjadi aset
penting untuk membangun kegiatan pendidikan yang memenuhi kebutuhan lokal. Oleh
karena itu, meningkatkan administrasi sekolah sangat penting untuk menyediakan
layanan pendidikan yang paling efektif yang memenuhi kebutuhan dan
karakteristik masyarakat
METODE
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di SMPN 1 Gebang, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon
selama dua hari, yaitu
pada 12–13 Mei 2025.
Mitra dalam kegiatan ini adalah SMPN 1
Gebang, dengan sasaran kegiatan meliputi kepala sekolah, tenaga
administrasi (tata usaha), guru, dan perwakilan peserta didik. Kegiatan juga
melibatkan 5 mahasiswa Program Studi
Administrasi Publik Universitas Swadaya Gunung Jati sebagai
pendamping pelaksanaan pengabdian.
Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif (Participatory Action)
yang menekankan keterlibatan aktif seluruh peserta dalam proses identifikasi
permasalahan, penyusunan solusi, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi hasil.
Teknik yang digunakan meliputi observasi lapangan, diskusi kelompok (Focus
Group Discussion/FGD), penyuluhan, pelatihan, pendampingan praktik
administrasi, dan evaluasi.
Alat dan media yang digunakan dalam
kegiatan meliputi laptop, proyektor (LCD), modul pelatihan administrasi
sekolah, lembar observasi, pedoman wawancara, aplikasi Microsoft Excel, Microsoft Word, serta Google Drive sebagai media
pengelolaan dokumen administrasi berbasis digital sederhana.
Tahapan pelaksanaan pengabdian
terdiri atas lima tahap. Tahap pertama,
identifikasi kebutuhan melalui observasi, wawancara, dan diskusi dengan kepala
sekolah, tenaga administrasi, serta guru untuk mengidentifikasi permasalahan
administrasi sekolah. Tahap kedua,
penyusunan materi dan perangkat pelatihan yang disesuaikan dengan kebutuhan
mitra. Tahap ketiga,
pelaksanaan penyuluhan dan pelatihan mengenai pengelolaan administrasi sekolah,
pengarsipan dokumen, pengelolaan data peserta didik, serta pemanfaatan aplikasi
administrasi digital sederhana. Tahap
keempat, pendampingan praktik pengelolaan administrasi guna
memastikan peserta mampu menerapkan materi yang telah diberikan. Tahap kelima, evaluasi melalui
observasi, diskusi, dan penyebaran angket kepuasan untuk mengukur peningkatan
pemahaman, keterampilan peserta, serta efektivitas pelaksanaan kegiatan.
Keberhasilan kegiatan diukur
berdasarkan peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta dalam mengelola
administrasi sekolah, meningkatnya ketertiban pengelolaan dokumen dan data
sekolah, meningkatnya koordinasi antarwarga sekolah, serta meningkatnya kepuasan
peserta terhadap pelayanan administrasi setelah kegiatan pengabdian
dilaksanakan.
HASIL, PEMBAHASAN, DAN DAMPAK
Kegiatan pengabdian kepada
masyarakat dilaksanakan di SMPN 1 Gebang dengan melibatkan kepala sekolah, tiga
tenaga administrasi, lima guru, satu perwakilan peserta didik, serta lima
mahasiswa sebagai pendamping kegiatan. Pelaksanaan diawali dengan identifikasi
permasalahan administrasi sekolah, kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan,
pelatihan administrasi berbasis digital sederhana, pendampingan praktik
administrasi, dan evaluasi hasil kegiatan. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa
sebagian besar tenaga administrasi masih melakukan pengelolaan surat, arsip,
dan data peserta didik secara manual sehingga proses pencarian dokumen
membutuhkan waktu yang relatif lama. Selain itu, koordinasi antarbagian belum
terdokumentasi secara sistematis sehingga berpotensi menimbulkan keterlambatan
pelayanan administrasi. Setelah pelaksanaan pelatihan dan pendampingan, terjadi
peningkatan kemampuan peserta dalam mengelola administrasi sekolah menggunakan
aplikasi Microsoft Word, Microsoft Excel, dan penyimpanan dokumen melalui
Google Drive. Peserta juga mampu menyusun arsip digital sederhana sehingga
proses pencarian dokumen menjadi lebih cepat dan tertata.
Tabel
1. Hasil Evaluasi Kemampuan Peserta Sebelum dan Sesudah Pelatihan
|
Aspek yang Dinilai |
Sebelum (%) |
Sesudah (%) |
|
Pengelolaan surat-menyurat |
65 |
90 |
|
Pengarsipan dokumen |
60 |
88 |
|
Pengelolaan data peserta didik |
68 |
92 |
|
Pemanfaatan aplikasi administrasi
digital |
45 |
86 |
|
Koordinasi administrasi |
70 |
91 |
Sumber: Praktikan, 2025
Berdasarkan Tabel 1,
seluruh indikator mengalami peningkatan setelah pelaksanaan kegiatan.
Peningkatan terbesar terjadi pada kemampuan penggunaan aplikasi administrasi
digital, dari 45% menjadi 86%, menunjukkan bahwa kegiatan pelatihan berhasil
meningkatkan kompetensi tenaga administrasi dalam mendukung digitalisasi
pelayanan sekolah. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti praktik
langsung penyusunan arsip digital, pengelolaan data peserta didik, serta
simulasi pelayanan administrasi sekolah.
Selain peningkatan
kompetensi peserta, kegiatan ini juga menghasilkan beberapa luaran, yaitu
tersusunnya sistem pengelolaan administrasi digital sederhana, meningkatnya
keterampilan tenaga administrasi dalam pengelolaan dokumen, serta meningkatnya
koordinasi antara kepala sekolah, guru, dan tenaga administrasi. Dampak lainnya
adalah pelayanan administrasi menjadi lebih cepat, tertib, dan efisien sehingga
mendukung peningkatan kualitas pelayanan pendidikan di SMPN 1 Gebang.
Sebagai tindak lanjut,
tim pengabdian merekomendasikan pelaksanaan pendampingan secara berkala,
pengembangan sistem administrasi berbasis teknologi informasi yang lebih
komprehensif, serta peningkatan kapasitas tenaga administrasi melalui pelatihan
lanjutan agar keberlanjutan program dapat terjaga. Tujuan Pengabdian
kepada Masyarakat di SMPN 1 Gebang adalah untuk meningkatkan pelayanan
pendidikan dengan menyebarkan pengetahuan dan teknologi dalam administrasi
sekolah. Kepala sekolah, staf tata usaha, guru, dan perwakilan siswa adalah
khalayak sasaran dari kegiatan ini. Kegiatan ini melibatkan peningkatan
koordinasi antar pelaku pendidikan, dukungan untuk digitalisasi sistem
administrasi, dan pelatihan dalam pengelolaan administrasi. Beberapa metrik
digunakan untuk mengukur pencapaian tujuan pengabdian ini. Ini termasuk
peningkatan kompetensi staf administrasi berdasarkan hasil evaluasi pelatihan,
efektivitas penggunaan sistem administrasi digital yang diukur melalui
kecepatan dan ketepatan pengelolaan data, dan peningkatan kepuasan guru dan
siswa terhadap layanan administrasi. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa
pemahaman dan pelaksanaan administrasi yang lebih terorganisir dan efisien
telah meningkat.
Salah satu keuntungan
utama dari inisiatif ini adalah bahwa itu menggunakan pendekatan partisipatif
yang melibatkan seluruh stakeholder sekolah, sehingga solusi yang dibuat sesuai
dengan kebutuhan nyata di lapangan. Teknologi sederhana juga dapat meningkatkan
produktivitas dan mengurangi kesalahan manual. Namun, kelemahan yang ditemukan
adalah keterbatasan alat teknologi dan waktu pelaksanaan yang relatif singkat.
Akibatnya, belum mungkin untuk mengoptimalkan sepenuhnya semua aspek
administrasi. Sulitnya menjalankan kegiatan terutama disebabkan oleh adaptasi
staf administrasi terhadap teknologi baru dan koordinasi antar pihak yang masih
perlu diperkuat. Dengan peningkatan fasilitas teknologi dan pelatihan lanjutan
yang berkelanjutan, ada banyak peluang pengembangan ke depan.

Gambar 1. Pelaksanaan Pelatihan dan
Pendampingan Administrasi Sekolah
di SMPN 1 Gebang, Sumber : Praktikan,
2025
Pengembangan tambahan
mencakup pelibatan masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan
penggabungan sistem informasi sekolah yang lebih luas. Dengan menerapkan solusi
di atas secara konsisten dan terarah, administrasi sekolah di SMPN 1 Gebang dapat
melakukan lebih banyak untuk meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, dengan
fokus pada kepuasan semua orang yang terlibat dalam lingkungan sekolah. Untuk
mengatasi kendala yang ditemukan dan mengoptimalkan peran administrasi sekolah
dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, beberapa solusi ditawarkan
sebagai berikut:
Tabel 2. Rencana
Solusi Penguatan Administrasi Sekolah di SMPN 1 Gebang
|
No |
Solusi Penguatan
Administrasi Sekolah |
Keterangan |
|
1 |
Peningkatan Kompetensi SDM
Administrasi |
Melaksanakan pelatihan dan
pendampingan berkelanjutan dalam pengelolaan administrasi dan teknologi
informasi |
|
2 |
Digitalisasi Sistem Administrasi |
Mengimplementasikan aplikasi
administrasi berbasis digital yang mudah diakses dan digunakan |
|
3 |
Penguatan Koordinasi Internal |
Menjadwalkan rapat koordinasi
Rutin dan. Membangun Komunikasi Efektif antar Kepala Sekolah, Staf dan Guru |
|
4 |
Penyediaan Sarana dan Prasarana
Teknologi |
Mengupayakan Pengadaan Perangkat
Komputer, Jaringan Internet, dan Perangkat Pendukung Lainnya |
|
5 |
Monitoring dan Evaluasi Berkala |
Melakukan evaluasi Rutin untuk
Mengukur Efektivitas Administrasi dan Melakukan Perbaikan Berkelanjutan |
Sumber : Praktikan, 2025
Pengembangan lebih
lanjut berupa integrasi sistem informasi sekolah yang lebih komprehensif dan
pelibatan masyarakat dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan. Dengan penerapan solusi di atas
secara konsisten dan terarah, diharapkan administrasi sekolah di SMPN 1 Gebang
dapat berperan lebih maksimal dalam mendukung peningkatan kualitas pelayanan
pendidikan yang efektif, efisien, dan berorientasi pada kepuasan seluruh pihak
yang terlibat dalam lingkungan sekolah.
SIMPULAN
Hasil
dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat tentang fungsi administrasi sekolah
dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di SMPN 1 Gebang menghasilkan
beberapa kesimpulan. Salah satunya adalah bahwa administrasi sekolah yang
terencana dan dikelola dengan baik memiliki efek yang signifikan terhadap
peningkatan kualitas layanan pendidikan, seperti yang ditunjukkan oleh
peningkatan efisiensi kerja staf administratif dan kepuasan guru dan siswa.
Pelatihan dan pendampingan administrasi telah membantu guru dan petugas
administrasi mengelola dokumen dan proses administrasi digital. Pelaksanaan
tugas administrasi dan pengambilan keputusan dipermudah dengan koordinasi dan
komunikasi yang lebih baik di antara para peserta didik.
Kegiatan pengabdian
kepada masyarakat di SMPN 1 Gebang berhasil meningkatkan kapasitas kepala
sekolah, tenaga administrasi, dan guru dalam pengelolaan administrasi sekolah
melalui pelatihan dan pendampingan administrasi berbasis digital sederhana.
Peningkatan kompetensi peserta terlihat dari kemampuan yang lebih baik dalam
mengelola surat-menyurat, arsip, data peserta didik, serta koordinasi layanan
administrasi sehingga proses pelayanan menjadi lebih efektif, efisien, dan
tertib. Pelaksanaan kegiatan juga mendorong terbentuknya budaya kerja yang
lebih kolaboratif serta meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan di
lingkungan sekolah. Untuk menjaga keberlanjutan hasil pengabdian, disarankan
agar sekolah melaksanakan pendampingan dan pelatihan secara berkala,
mengembangkan sistem administrasi berbasis teknologi informasi yang lebih
terintegrasi, serta memperkuat dukungan sarana dan prasarana administrasi guna
mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan secara berkelanjutan. Penyelenggaraan pelatihan dan bimbingan yang berkelanjutan
di bidang administrasi sekolah, terutama yang berkaitan dengan pengelolaan
administrasi yang menggunakan teknologi informasi. pengembangan aplikasi
administrasi sekolah yang lebih luas dan mudah diakses untuk mendukung
digitalisasi administrasi sekolah. Untuk meningkatkan administrasi dan
pelayanan pendidikan, infrastruktur TI SMPN 1 Gebang diperbarui. Untuk
mendukung keberlanjutan peningkatan kualitas pendidikan, program pengabdian
harus diperluas dengan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan, seperti
orang tua siswa dan masyarakat sekitar.
UCAPAN TERIMAKASIH
Penulis
menyampaikan terima kasih kepada Kepala Sekolah SMPN I Gebang yang telah
memberikan kesempatan, arahan serta dukungan selama pelaksanaan Riset dan
Praktik. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh pegawai di
lingkungan SMPN I Gebang. Penulis juga menyampaikan terima kasih kepada Dr. Hj.
Leni Rohida S.Sos. M.Si selaku dosen pembimbing yang telah memberikan
bimbingan, arahan, masukan dan motivasi selama proses pelaksanaan kegiatan
Riset dan Praktik hingga penyusunan paper pengabdian kepada masyarakat ini.
REFERENSI
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Pedoman pengelolaan
administrasi satuan pendidikan. Jakarta: Kemendikbudristek.
Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Manajemen berbasis
sekolah. Jakarta: Kemendikbudristek.
Badan
Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan. (2022). Panduan implementasi kurikulum merdeka.
Jakarta: Kemendikbudristek.
Azis,
A. (2016). Administrasi Pendidikan: Konsep dan Aplikasi dalam Lembaga
Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Hidayat, R., & Machali, I. (2018). Administrasi
pendidikan: Teori dan praktik pengelolaan sekolah. Jakarta: Kencana.
Mulyasa, E. (2022). Manajemen dan kepemimpinan
kepala sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Suharsaputra, U. (2019). Administrasi pendidikan.
Bandung: Refika Aditama.
Susanto, A. (2021). Manajemen peningkatan mutu
pendidikan. Jakarta: Prenadamedia Group.
Fadhila, N. (2020). Penguatan administrasi sekolah
melalui digitalisasi sistem administrasi dan pelatihan sumber daya manusia. Jurnal
Administrasi Pendidikan, 12(2), 115–124.
Handayani, S., & Nugroho, A. (2021). Digitalisasi
administrasi sekolah dalam meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan. Jurnal
Manajemen Pendidikan, 16(1), 45–56.
Nugraha, D., & Suryadi, E. (2023). Peningkatan
kompetensi tenaga administrasi sekolah melalui pelatihan administrasi berbasis
teknologi informasi. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3(2),
120–128.
Putra, R., Sari, D., & Hidayat, M. (2019).
Kontribusi administrasi dalam peningkatan mutu pendidikan di sekolah menengah
pertama. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan, 3(1), 221–228.
Serunai, R. (2023). Efektivitas administrasi sekolah
dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Jurnal Manajemen
Pendidikan, 18(1), 34–42.
Wibowo, A., & Rahmawati, D. (2022). Optimalisasi
pelayanan administrasi sekolah berbasis digital di sekolah menengah pertama. Jurnal
Pendidikan Administrasi Perkantoran, 10(3), 185–196.
Yuliana, N., & Prasetyo, B. (2024). Pendampingan
digitalisasi administrasi sekolah sebagai upaya peningkatan kualitas layanan
pendidikan. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 9(1), 55–66.
Fadhila,
N. (2020). Penguatan Administrasi Sekolah melalui Digitalisasi Sistem
Administrasi dan Pelatihan SDM. Jurnal Administrasi Pendidikan, 12(2), 115-124.
Putra,
R., Sari, D., & Hidayat, M. (2019). Kontribusi Administrasi dalam
Peningkatan Mutu Pendidikan di Sekolah Menengah Pertama. Prosiding Seminar
Nasional Pendidikan, 3(1), 221-228.
Serunai,
R. (2023). Efektivitas Administrasi Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Layanan
Pendidikan. Jurnal Manajemen Pendidikan, 18(1), 34-42.
Pratiansyah,
P. K., Khumayah, S., & Rohida, L. (2025). Peran Administrasi Sekolah dalam
Meningkatkan Kualitas Pelayanan Pendidikan di SMPN 1 Gebang. Universitas
Swadaya Gunung Jati.
No comments:
Post a Comment