Alfanda
Refandiasworo¹, Alluf Luqman Raasyid², Anantha Adetya Putra³, Aulia Aishiteri
Angelin⁴, Azzahra Octarina⁵, Cornelius Parulian Sinurat⁶, Faris Gromiko⁷,
Muhammad Rafi Sujud⁸, Naelis Suhada⁹, Nur Aulia Kamilah¹⁰, Reskal De Perta¹¹,
Salsa Paulina Rahman¹², Wulandari Muazizah¹³, Yudo Arsya Ramadhan¹⁴
1-14 Universitas Bhayangkara
Jakarta Raya, Bekasi, Indonesia
Email: alpandax07@gmail.com
ABSTRACT
Community Service Program (KKN) is a
form of community engagement that aims to implement students’ knowledge and
skills within society. KKN Group 80 of Universitas Bhayangkara Jakarta Raya was
conducted in Kedung Pengawas Village, Babelan District, Bekasi Regency, with a
focus on enhancing community participation through educational activities, MSME
development, and environmental awareness. The implemented programs included
children’s creativity development activities, public health awareness programs,
assistance for micro-enterprises through promotional media strengthening and
QRIS digital payment socialization, as well as community-based environmental
clean-up activities. The implementation method consisted of observation,
coordination with village officials, participatory program implementation, and
activity evaluation. The results indicated that the children’s creativity
development activity involved 40 participants, the public health awareness
activity involved 16 residents, the micro-enterprise assistance program
involved 5 MSME owners with 3 business owners expressing interest in adopting
QRIS, and the environmental clean-up activity involved 20 residents and 14 KKN
students. The programs received positive responses from the community and
contributed to improving children’s creativity, public health awareness, MSME
owners’ understanding of digital technology utilization, and environmental
cleanliness awareness.
Keywords: Community
Service Program, community empowerment, MSMEs, QRIS, community participation.
ABSTRAK
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan salah satu
bentuk pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan untuk mengimplementasikan
ilmu pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan KKN Kelompok 80 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya dilaksanakan di
Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi dengan fokus pada
peningkatan partisipasi masyarakat melalui kegiatan edukatif, penguatan UMKM,
dan kepedulian terhadap lingkungan. Program yang dilaksanakan meliputi kegiatan
pengembangan kreativitas anak, peningkatan kesadaran kesehatan masyarakat,
pendampingan pelaku usaha mikro melalui penguatan media promosi dan sosialisasi
sistem pembayaran digital QRIS, serta kegiatan kebersihan lingkungan berbasis
gotong royong. Metode pelaksanaan dilakukan melalui tahapan observasi,
koordinasi dengan perangkat desa, pelaksanaan program secara partisipatif, dan
evaluasi kegiatan. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa kegiatan pengembangan
kreativitas anak diikuti oleh 40 peserta, kegiatan peningkatan kesadaran
kesehatan masyarakat melibatkan 16 warga, pendampingan usaha mikro melibatkan 5
pelaku UMKM dengan 3 pelaku usaha menunjukkan minat terhadap penggunaan QRIS,
serta kegiatan kebersihan lingkungan melibatkan 20 warga dan 14 mahasiswa KKN.
Program yang dilaksanakan memperoleh respons positif dari masyarakat dan
memberikan manfaat dalam meningkatkan kreativitas anak, kesadaran kesehatan
masyarakat, pemahaman pelaku usaha terhadap pemanfaatan teknologi digital,
serta kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.
Kata Kunci: Kuliah Kerja
Nyata, pemberdayaan masyarakat, UMKM, QRIS, partisipasi masyarakat.
Article
Info
Received
date: 25 May 2026 Revised date: 30 May 2026
Accepted date: 30 June 2026
PENDAHULUAN
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan kegiatan akademik yang
mengintegrasikan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diberikan kesempatan untuk berinteraksi
langsung dengan masyarakat guna mengidentifikasi permasalahan yang ada serta
memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan lingkungan setempat.
Pemberdayaan masyarakat merupakan proses yang bertujuan untuk
meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengenali, mengelola, dan mengembangkan
potensi yang dimiliki guna mencapai kesejahteraan yang lebih baik. Menurut
Mardikanto dan Soebiato (2017), pemberdayaan masyarakat dilakukan melalui
peningkatan kapasitas individu maupun kelompok sehingga masyarakat mampu
berpartisipasi secara aktif dalam proses pembangunan.
Desa Kedung Pengawas yang berada di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi
merupakan salah satu wilayah yang memiliki potensi sosial dan ekonomi yang
cukup baik. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh mahasiswa KKN
Kelompok 80 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya pada semester 6 tahun akademik
2026/2027. Kelompok ini terdiri dari 14 mahasiswa lintas program studi yang
dibimbing oleh Dr. Matdio Siahaan, SE.,MM,
Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan di Desa Kedung Pengawas,
mahasiswa KKN Kelompok 80 melakukan peninjauan lokasi serta berkoordinasi
dengan Ketua RW 13 dan perangkat setempat untuk mengetahui kondisi lingkungan
dan kebutuhan masyarakat. Pada tahap ini, mahasiswa juga memaparkan rencana
program kerja yang telah disusun kepada pihak RW sebagai bentuk koordinasi
sebelum pelaksanaan kegiatan. Hasil observasi dan koordinasi tersebut menjadi
dasar dalam pelaksanaan program kerja yang meliputi lomba mewarnai, senam
bersama, pendampingan UMKM melalui pembuatan banner dan sosialisasi QRIS, serta
kegiatan kerja bakti lingkungan.
Masyarakat Desa Kedung Pengawas masih mempertahankan budaya gotong royong
yang diwujudkan melalui kegiatan kerja bakti rutin sebanyak dua kali dalam satu
bulan. Namun, kegiatan tersebut masih berfokus pada beberapa titik tertentu
sehingga diperlukan upaya untuk meningkatkan pemerataan partisipasi masyarakat
dalam menjaga kebersihan lingkungan.
Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu
penunjang aktivitas ekonomi masyarakat Desa Kedung Pengawas. Perkembangan
teknologi digital mendorong pelaku usaha untuk mampu beradaptasi dengan
berbagai inovasi yang dapat mendukung peningkatan kualitas usaha. Prasetyo dan
Hidayat (2023) menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi digital mampu membantu
UMKM meningkatkan efektivitas promosi dan memperluas jangkauan pasar. Namun,
berdasarkan hasil observasi lapangan, masih terdapat pelaku usaha yang belum
memanfaatkan media promosi maupun sistem pembayaran digital sebagai pendukung
kegiatan usaha.
Pada aspek pendidikan dan sosial, anak-anak memerlukan kegiatan yang
dapat mendorong kreativitas serta meningkatkan interaksi positif dengan
lingkungan sekitar. Menurut Arsyad (2019), penggunaan media visual dan kegiatan
kreatif dapat membantu meningkatkan minat belajar serta kemampuan anak dalam
mengekspresikan ide dan gagasan.
Berdasarkan kondisi tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 80 Universitas
Bhayangkara Jakarta Raya merancang beberapa program kerja yang berfokus pada
kegiatan senam bersama dan lomba mewarnai, pendampingan UMKM melalui pembuatan
banner usaha dan sosialisasi penggunaan QRIS, serta kegiatan kerja bakti
bersama masyarakat. Program-program tersebut diharapkan mampu memberikan
manfaat bagi masyarakat serta mendukung upaya pemberdayaan masyarakat secara
berkelanjutan.
LANDASAN TEORI
1.
Pemberdayaan Masyarakat :
Menurut Mardikanto dan Soebiato (2017), pemberdayaan masyarakat dilakukan
melalui upaya peningkatan kapasitas masyarakat agar mampu berpartisipasi aktif
dalam pembangunan dan menciptakan kemandirian sosial maupun ekonomi.
2.
Digitalisasi UMKM :
Menurut Prasetyo dan Hidayat (2023), penerapan teknologi digital mampu
meningkatkan efisiensi usaha, memperluas jangkauan pemasaran, dan meningkatkan
daya saing UMKM di era ekonomi digital. dalam menjalankan kegiatan usahanya.
Digitalisasi UMKM dapat dilakukan melalui pemanfaatan media promosi digital,
sistem pembayaran elektronik
3.
Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) :
QRIS merupakan standar kode QR nasional yang dikembangkan untuk
mempermudah transaksi pembayaran digital di Indonesia. Menurut Nugroho dan Sari
(2022), implementasi QRIS mampu mendukung efisiensi transaksi serta
meningkatkan modernisasi sistem pembayaran pada sektor UMKM.
4.
Kreativitas Anak melalui Kegiatan Edukatif :
Kegiatan edukatif seperti lomba mewarnai dapat menjadi sarana
pengembangan kreativitas, imajinasi, serta kemampuan motorik anak. Menurut
Muslikhaha dan Pamunhkas (2022), kegiatan
edukatif mampu meningkatkan kreativitas dan kemampuan motoric anak.
pembelajaran yang melibatkan unsur visual dan praktik secara langsung mampu
meningkatkan minat belajar serta mendorong perkembangan kemampuan berpikir
kreatif pada anak.
5.
Gotong Royong dan Kebersihan Lingkungan :
Gotong royong merupakan salah satu nilai sosial yang
berperan penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Menurut wahyuni dan
Kurniawan (2023) menjelaskan gotong
royong merupakan bentuk partisipasi masyarakat yang berperan penting dalam
menjaga kebersihan lingkungan.
METODE PELAKSANAAN
Kegiatan KKN Kelompok 80 Universitas Bhayangkara Jakarta Raya
dilaksanakan di Desa Kedung Pengawas, RW 13, Kecamatan Babelan, Kabupaten
Bekasi, selama periode 19 Mei -19 Juni tahun 2026. Pelaksanaan kegiatan
menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat dalam setiap
tahapan kegiatan mulai dari observasi, pelaksanaan program, hingga evaluasi.
Tahap Persiapan dan Observasi
Pada tahap awal, mahasiswa melakukan observasi lapangan untuk
mengidentifikasi kondisi lingkungan, kebutuhan masyarakat, serta potensi yang
dimiliki oleh Desa Kedung Pengawas. Observasi dilakukan melalui pengamatan
langsung, komunikasi dengan perangkat desa, dan interaksi dengan masyarakat
setempat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis untuk menentukan program
kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, dilakukan koordinasi
dengan pemerintah desa guna memperoleh dukungan dan menentukan jadwal
pelaksanaan kegiatan yang tepat.
|
|
|
Gambar
1. Mahasiswa melakukan
observasi lapangan di rw 13 desa kedung pengawas untuk mengidentifikasi kondisi
lingkungan, kebutuhan masyarakat, serta potensi yang dimiliki oleh Desa Kedung
Pengawas
Pelaksanaan Program Kerja
1)
Program kerja pertama dilaksanakan pada tanggal 31 Mei
2026 melalui kegiatan lomba mewarnai dan senam bersama. Kegiatan diawali dengan
lomba mewarnai Dengan jumlah terdaftar yaitu 40 anak-anak dan dilaksanakan pada
pukul 13.00 WIB dan diikuti oleh anak-anak Desa Kedung Pengawas. Kegiatan ini
bertujuan untuk memberikan sarana edukatif yang dapat mendukung pengembangan
kreativitas, imajinasi, dan kemampuan motorik anak. Mahasiswa KKN menyediakan
perlengkapan yang dibutuhkan peserta, seperti lembar gambar dan alat mewarnai.
Selama kegiatan berlangsung, peserta diberikan kesempatan untuk mengekspresikan
kreativitasnya melalui penggunaan warna dan teknik mewarnai sesuai dengan
kemampuan masing-masing.
|
|
|
Gambar
2. Kegiatan lomba
mewarnai di masjid rw 13 kedung pengawas
2)
Program dilanjutkan dengan senam bersama dengan warga
yang terdaftar 16 ibu-ibu yang dilaksanakan pada pukul 16.00 WIB. Kegiatan ini
melibatkan masyarakat Desa Kedung Pengawas RW 13 dengan tujuan untuk
meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas
fisik yang dilakukan secara rutin. Selain memberikan manfaat bagi kebugaran
tubuh, senam bersama juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial
antara masyarakat dan mahasiswa KKN. Pelaksanaan kedua kegiatan tersebut
menunjukkan antusiasme masyarakat yang cukup baik. Kegiatan lomba mewarnai dan
senam bersama tidak hanya memberikan manfaat pada aspek pendidikan dan
kesehatan, tetapi juga menjadi media untuk memperkuat interaksi sosial di
lingkungan masyarakat Desa Kedung Pengawas.
|
|
|
Gambar
3. Senam bersama
dengan warga desa kedung pengawas rw 13 di lapangan badminton
3)
Program kerja dilaksanakan pada tanggal 6 Juni 2026
pukul 09.00 dengan fokus pada pendampingan dan pendataan pelaku Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah (UMKM). Warga yang terdaftar dan berpartisipasi yaitu 5
warga untuk banner umkm dan untuk qris terdapat 3 warga. Kegiatan diawali
dengan kunjungan langsung ke lokasi usaha yang berada di wilayah Desa Kedung
Pengawas RW 13 . Mahasiswa melakukan wawancara singkat dan pendataan untuk
mengetahui kondisi usaha, bentuk promosi yang telah digunakan, serta tingkat
pemahaman pelaku usaha terhadap penggunaan teknologi digital dalam kegiatan
usaha sehari-hari. Berdasarkan hasil pendataan, mahasiswa menemukan bahwa
sebagian pelaku usaha masih mengandalkan promosi secara konvensional dan belum
memanfaatkan teknologi digital Oleh karena itu, mahasiswa memberikan
sosialisasi mengenai pentingnya promosi usaha penggunaan sistem pembayaran
digital melalui QRIS Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada
pelaku UMKM mengenai pentingnya adaptasi terhadap perkembangan teknologi guna
mendukung keberlangsungan dan pengembangan usaha.
|
|
|
|
Gambar
4. Penyebaran banner
umkm ke rumah warga kedung pengawas rw 13 yang sudah terdata sebelumnya. |
|
|
|
|
|
Gambar 5. Pendataan QRIS
Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). |
|
4)
Program kerja terakhir berupa kegiatan kerja bakti yang
dilaksanakan pada tanggal 7 Juni 2026 pukul 09.30 bersama masyarakat Desa
Kedung Pengawas terdapat 15-20 warga RW 13 dan 14 Mahasiswa kkn kelompok 80.
Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan
sekaligus menyalurkan 5 tong sampah untuk desa kedung pengawas rw 13. mahasiswa
melakukan koordinasi dengan perangkat desa dan warga setempat untuk menentukan
lokasi yang menjadi prioritas pembersihan dan penempatan tong sampah. Pelaksanaan
kerja bakti meliputi kegiatan membersihkan area lingkungan, mengumpulkan
sampah, serta membersihkan saluran air yang berada di sekitar lokasi kegiatan.
Mahasiswa dan masyarakat bekerja sama dalam melaksanakan seluruh rangkaian
kegiatan sehingga tercipta suasana kebersamaan dan kerja sama yang positif.
Selain memberikan dampak terhadap kebersihan lingkungan, kegiatan ini juga
menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial antara mahasiswa dan
masyarakat.
|
|
|
Gambar 6. Kegiatan kerja
bakti sekaligus menyalurkan 5 tong sampah untuk desa kedung pengawas rw 13 |
Evaluasi
Evaluasi kegiatan dilakukan melalui observasi pasca-kegiatan dan diskusi
reflektif bersama anggota kelompok KKN. Indikator keberhasilan program
ditentukan berdasarkan tingkat partisipasi masyarakat, keterlibatan peserta
dalam kegiatan, serta manfaat yang dirasakan oleh masyarakat setelah kegiatan
dilaksanakan.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh program kerja dapat terlaksana
dengan baik sesuai dengan rencana yang telah disusun. Kegiatan senam bersama
diikuti oleh 16 warga, lomba mewarnai diikuti oleh 40 anak, pendampingan UMKM
melibatkan 5 pelaku usaha dengan 3 pelaku usaha yang berminat menggunakan QRIS,
serta kegiatan kerja bakti melibatkan 20 warga dan 14 mahasiswa KKN.
Partisipasi masyarakat yang cukup tinggi menunjukkan bahwa program yang
dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat Desa Kedung Pengawas.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pelaksanaan program kerja KKN di Desa Kedung Pengawas memberikan dampak
positif bagi masyarakat dalam aspek sosial, pendidikan, ekonomi, dan
lingkungan. Kegiatan senam bersama yang diikuti oleh 16 warga menjadi sarana
untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan
melalui aktivitas fisik yang dilakukan secara rutin. Selain memberikan manfaat
bagi kesehatan, kegiatan tersebut juga mempererat hubungan antara mahasiswa KKN
dan masyarakat setempat.
Kegiatan lomba mewarnai yang diikuti oleh 40 anak memberikan ruang bagi
anak-anak untuk menyalurkan kreativitas dan mengembangkan kemampuan motorik
halus. Tingginya partisipasi peserta menunjukkan bahwa kegiatan edukatif dan
rekreatif masih menjadi kebutuhan yang penting dalam mendukung perkembangan
anak di lingkungan masyarakat desa.
Pada bidang pemberdayaan ekonomi, pendataan terhadap pelaku UMKM
menunjukkan adanya kebutuhan akan peningkatan promosi dan pemanfaatan teknologi
digital dalam kegiatan usaha. Sebanyak 5 pelaku UMKM memperoleh pendampingan
terkait kebutuhan media promosi berupa banner usaha, sedangkan 3 pelaku UMKM
menyatakan minat untuk menggunakan QRIS sebagai metode pembayaran digital.
Hasil ini menunjukkan bahwa pelaku usaha mulai menyadari pentingnya
transformasi digital sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas
pelayanan kepada konsumen dan memperluas peluang usaha.
Kegiatan kerja bakti yang melibatkan 15-20 warga dan 14 mahasiswa KKN
kelompok 80 menunjukkan masih kuatnya nilai gotong royong di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, lingkungan sekitar menjadi lebih bersih dan tertata,
sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga
kebersihan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan yang sehat dan
nyaman.
Secara keseluruhan, pelaksanaan program kerja KKN mampu menjawab
kebutuhan masyarakat yang telah diidentifikasi pada tahap observasi awal.
Kegiatan yang dilaksanakan tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi
masyarakat, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa dalam
mengembangkan kemampuan komunikasi, kerja sama tim, pemecahan masalah, serta
penerapan ilmu pengetahuan di lingkungan masyarakat.
Secara keseluruhan, program-program yang dilaksanakan mampu menjawab
kebutuhan masyarakat yang telah diidentifikasi pada tahap observasi. Selain
memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana
pembelajaran bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan, meningkatkan
kemampuan komunikasi, serta membangun kerja sama dengan masyarakat.
SIMPULAN
Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 80 Universitas Bhayangkara
Jakarta Raya di Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi
Dengan Dosen Pembimbing Lapangan yaitu Dr. Matdio Siahaan, SE.,MM. telah
terlaksana dengan baik melalui berbagai program kerja yang berfokus pada bidang
sosial, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan. Program yang dilaksanakan meliputi
lomba mewarnai bagi anak-anak, senam bersama masyarakat, pendampingan UMKM
melalui pembuatan banner usaha dan sosialisasi penggunaan QRIS, serta kegiatan
kerja bakti lingkungan.
Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respons yang
positif terhadap seluruh program yang dilaksanakan. Lomba mewarnai yang diikuti
oleh 40 anak mampu memberikan ruang bagi pengembangan kreativitas dan kemampuan
berekspresi. Kegiatan senam bersama yang diikuti oleh 16 warga menjadi sarana
untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan
sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga. Pada bidang ekonomi,
pendampingan terhadap 5 pelaku UMKM serta minat 3 pelaku usaha dalam
memanfaatkan QRIS menunjukkan adanya peluang pengembangan digitalisasi usaha di
tingkat masyarakat. Selain itu, kegiatan kerja bakti yang melibatkan 15-20
warga dan 14 mahasiswa KKN kelompok 80, menunjukkan bahwa semangat gotong
royong dan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan masih terjaga dengan baik.
Secara keseluruhan, program kerja yang dilaksanakan telah memberikan
manfaat bagi masyarakat Desa Kedung Pengawas serta mendukung upaya pemberdayaan
masyarakat melalui pendekatan partisipatif. Kegiatan KKN juga menjadi sarana
pembelajaran bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu pengetahuan, meningkatkan
kemampuan komunikasi, serta membangun kerja sama dengan masyarakat secara
langsung.
Diperlukan upaya pendampingan yang berkelanjutan, khususnya pada bidang
pengembangan UMKM dan pemanfaatan teknologi digital, agar manfaat program yang
telah dilaksanakan dapat terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas
bagi masyarakat Desa Kedung Pengawas.
UCAPAN TERIMA
KASIH
Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang
kami laksanakan telah terlaksana dengan baik dan lancar. Keberhasilan
pelaksanaan kegiatan ini tidak terlepas dari dukungan, bantuan, serta kerja
sama dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih
yang sebesar-besarnya kepada:
1.
Dr. Matdio Siahaan, S.E., M.M., selaku Dosen Pembimbing
Lapangan yang telah memberikan bimbingan, arahan, masukan, dan motivasi selama
pelaksanaan kegiatan KKN hingga penyusunan artikel ini.
2.
Seluruh anggota KKN Kelompok 80 Universitas Bhayangkara
Jakarta Raya yang telah bekerja sama, saling membantu, dan berkontribusi dalam menyukseskan
seluruh program kerja yang telah direncanakan.
3.
Kepala Desa Kedung Pengawas beserta perangkat desa,
Ketua RW, Ketua RT, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, serta seluruh warga Desa
Kedung Pengawas yang telah menerima, mendukung, dan berpartisipasi aktif dalam
setiap kegiatan yang dilaksanakan selama program KKN berlangsung.
4.
Anak-anak peserta kegiatan pengembangan kreativitas dan
masyarakat yang mengikuti berbagai program KKN, atas antusiasme dan
partisipasinya sehingga kegiatan dapat berjalan dengan baik.
5.
Keluarga dan seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan
satu per satu yang telah memberikan dukungan moral maupun materiil selama
pelaksanaan kegiatan KKN.
REFERENSI
Muslikhah, H., & Pamungkas, J. (2022). Penggunaan
ruang media audio visual pada kegiatan pengembangan seni sebagai ajang
kreativitas anak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(6),
6079–6089. https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i6.2853
Larasati, N., Ahsani, R. F., & Rosalita, T. S.
(2026). Optimalisasi UMKM melalui digitalisasi pembayaran dengan QRIS.
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara, 6(4), 6426–6431. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v6i4.7403
Ridwan, M., Arsini, Y., Alfandi, R., Saragih, S. M.,
Zahra Maha, T. A., & Sari, V. F. (2025). Pemberdayaan pelaku usaha
melalui digitalisasi UMKM berbasis QRIS dan Google Maps di Desa Batu Karang.
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 4(2), 483–493. https://doi.org/10.55606/jpmi.v4i2.6515
Saleha, D., Hasibuan, N. S., Nevia, Y. I., Wijayanti,
I., & Wafirotin, K. Z. (2026). Pemberdayaan UMKM melalui digitalisasi
pembayaran dan pemasaran berbasis QRIS dan media sosial. Mejuajua: Jurnal
Pengabdian pada Masyarakat, 5(3), 743–751. https://doi.org/10.52622/mejuajuajabdimas.v5i3.376
Firdaus, R. A., Fakhroji, H., Wandira, V. S.,
Siagian, K. G., & Bustomi, T. (2025). Revitalisasi budaya gotong royong
untuk mewujudkan lingkungan bersih dan sehat di Desa Cimanganten, Kecamatan
Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. ARSY: Jurnal Aplikasi Riset kepada
Masyarakat, 6(3). https://doi.org/10.55583/arsy.v6i3.1688
No comments:
Post a Comment