Muchammad Faizal Aqillah1, Ismawati2, Eny
Sulistyowati3
1,2,3Program Manajemen, Sekolah Tinggi Ilmu
Ekonomi IBMT Surabaya,
Email: faizalaqillah73@gmail.com, iswatiibmt@gmail.com, enysulistyowati7171@gmail.com
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis dan mendeskripsikan implementasi Green Management pada
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)
Kedurus, Kota Surabaya. Secara teoretis, Green
Management merupakan pendekatan manajerial yang mengintegrasikan prinsip
keberlanjutan lingkungan ke dalam seluruh fungsi manajemen, mulai dari
perencanaan hingga pengawasan, guna meminimalkan eksternalitas negatif
operasional terhadap ekosistem. Tujuan
penelitian ini didasarkan pada potensi dampak lingkungan dari Program MBG,
seperti peningkatan limbah makanan, penggunaan kemasan plastik sekali pakai,
serta tingginya konsumsi energi dan air dalam proses produksi massal di tingkat
SPPG. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan
deskriptif. Data primer diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pengelola
SPPG dan observasi langsung terhadap alur pengolahan makanan, sementara data
sekunder bersumber dari SOP internal serta literatur manajemen lingkungan yang
relevan. Analisis data difokuskan pada empat dimensi utama: pemanfaatan bahan
baku lokal yang ramah lingkungan, efisiensi
pengelolaan limbah melalui strategi komposting dan pengurangan sampah plastik,
kebijakan serta komitmen organisasi terhadap standar operasional yang
berkelanjutan, dan peran kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM)
dalam menginternalisasi budaya kesadaran lingkungan. Hasil kajian menunjukkan
bahwa meskipun Program MBG memiliki nilai strategis dalam peningkatan gizi,
implementasi prinsip Green Management
di SPPG Kedurus diduga belum berjalan optimal dikarenakan belum adanya regulasi
teknis yang komprehensif serta masih kuatnya orientasi pada target distribusi
fisik dibanding keberlanjutan lingkungan.
Kata kunci: Green Management, Program Makan
Bergizi Gratis (MBG), Manajemen Pelayanan Publik.
ABSTRACT
This study
aims to analyze and describe the implementation of Green Management in the Free
Nutritious Meals (MBG) Program at the Nutrition Fulfillment Service Unit (SPPG)
in Kedurus, Surabaya City. Theoretically, Green Management is a managerial
approach that integrates environmental sustainability principles into all
management functions, from planning to supervision, in order to minimize the
negative operational externalities on ecosystems. The purpose of this study is
based on the potential environmental impacts of the MBG Program, such as
increased food waste, the use of single-use plastic packaging, and high energy
and water consumption in the mass food production process at the SPPG level.
The research method used is qualitative with a descriptive approach. Primary
data were obtained through in-depth interviews with SPPG managers and direct
observation of the food processing flow, while secondary data were sourced from
internal SOPs and relevant environmental management literature. Data analysis
focused on four main dimensions: the utilization of environmentally friendly
local raw materials, waste management efficiency through composting strategies
and plastic waste reduction, organizational policies and commitments to
sustainable operational standards, and the role of Human Resources (HR)
capacity in internalizing a culture of environmental awareness. The findings
indicate that although the MBG Program has strategic value in improving
nutrition, the implementation of Green Management principles at SPPG Kedurus is
presumed to have not yet been optimal due to the absence of comprehensive
technical regulations and the continued strong emphasis on physical
distribution targets over environmental sustainability.
Keywords: Green Management, Free
Nutritious Meal Program (MBG), Public Service Management.
Article
Info
Received date: 24 July 2026
Revised date: 28 July 2026 Accepted date: 18 August 2026
PENDAHULUAN
Program Makan Bergizi Gratis (MBG)
merupakan salah satu program prioritas nasional pemerintah Indonesia yang
bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pemenuhan gizi
masyarakat, khususnya peserta didik. Penyelenggaraan program ini diatur dalam
Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan
Program Makan Bergizi Gratis, yang mencakup perencanaan, rantai pasok, keamanan
pangan, pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), serta penanganan
sisa makanan dan limbah kemasan. Ketentuan tersebut menunjukkan bahwa
keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh pemenuhan kebutuhan gizi, tetapi
juga oleh pengelolaan sumber daya dan lingkungan dalam proses
penyelenggaraannya.
Penyediaan makanan dalam skala
besar berpotensi menghasilkan limbah makanan dan kemasan apabila tidak dikelola
secara efektif. Pancino et al. (2021) dan Antón et al. (2021) menunjukkan bahwa
penyelenggaraan makanan di sekolah dapat menghasilkan pemborosan pangan akibat
perencanaan menu, pengendalian porsi, dan perilaku konsumsi yang belum optimal.
Sejalan dengan hal tersebut, Colombo et al. (2021) dan Gardner et al. (2023)
menekankan pentingnya kapasitas manajemen, pengurangan limbah, penggunaan bahan
lokal, serta pengelolaan operasional yang berkelanjutan dalam mewujudkan sistem
pangan sekolah yang ramah lingkungan. Kondisi tersebut menjadi semakin penting
mengingat Perpres Nomor 115 Tahun 2025 telah mengamanatkan penanganan sisa
makanan dan limbah kemasan pada tingkat SPPG maupun penerima manfaat.
Pendekatan Green
Management menjadi relevan untuk diterapkan dalam penyelenggaraan MBG. Green
Management menekankan efisiensi penggunaan sumber daya, pengurangan limbah,
optimalisasi proses operasional, serta tanggung jawab terhadap lingkungan.
Penerapan prinsip tersebut dapat membantu organisasi mengintegrasikan aspek
lingkungan ke dalam kegiatan operasional tanpa mengabaikan pencapaian tujuan
utama program. Pengelolaan
bahan baku, energi, air, limbah makanan, dan kemasan perlu menjadi bagian dari
tata kelola penyelenggaraan MBG.
SPPG Kedurus Kota Surabaya sebagai
salah satu unit pelaksana MBG memiliki peran penting dalam menerapkan prinsip Green
Management pada tingkat operasional. Proses pengadaan bahan baku,
penyimpanan, pengolahan makanan, distribusi, hingga pengelolaan sisa makanan
berpotensi menimbulkan dampak lingkungan apabila tidak dikelola secara tepat. Berdasarkan
data Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, pengelolaan lingkungan juga semakin
kuat karena Kota Surabaya menghadapi timbulan sampah yang tinggi
hingga 660.946,82
ton per tahun. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya pengurangan sampah
dari sumbernya, termasuk melalui pengelolaan kegiatan penyediaan makanan secara
lebih berkelanjutan.
Implementasi Green Management
dalam MBG juga berkaitan dengan kemampuan sumber daya manusia dan kepatuhan
terhadap prosedur operasional. Praktik ramah lingkungan tidak hanya membutuhkan
ketersediaan sarana dan kebijakan, tetapi juga pemahaman serta keterlibatan
tenaga pelaksana dalam menjalankan setiap tahapan kegiatan. Pengelolaan sisa
makanan, pemilahan limbah, efisiensi penggunaan bahan baku dan energi, serta
penerapan prosedur kerja yang konsisten menjadi bagian penting dalam mendukung
keberlanjutan operasional SPPG. Penerapan Green Management
dapat menjadi pendekatan untuk meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi
potensi dampak lingkungan dari pelaksanaan MBG.
Aspek lingkungan telah
menjadi bagian dalam tata kelola MBG, kajian mengenai penerapan prinsip Green
Management pada tingkat operasional SPPG masih terbatas. Kondisi tersebut
menunjukkan adanya kebutuhan untuk melihat bagaimana prinsip-prinsip
pengelolaan lingkungan diterapkan dalam praktik, termasuk faktor yang mendukung
dan menghambat pelaksanaannya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan
menganalisis implementasi Green Management pada Program Makan Bergizi
Gratis di SPPG Kedurus Kota Surabaya, khususnya dalam aspek efisiensi energi,
pengelolaan limbah, penggunaan teknologi ramah lingkungan, pengelolaan sumber
daya alam, serta transparansi dan akuntabilitas.
TINJAUAN
PUSTAKA
Green Management merupakan
pendekatan manajemen yang mengintegrasikan prinsip keberlanjutan lingkungan ke
dalam aktivitas organisasi dengan tetap memperhatikan pencapaian tujuan
organisasi. Penerapannya mencakup perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan,
dan pengawasan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya serta
mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Berdasarkan konteks pelayanan publik,
Green Management menjadi relevan karena aktivitas organisasi pemerintah juga
dapat menghasilkan limbah dan menggunakan sumber daya dalam jumlah besar.
Menurut Sudarmanto et al.
(2025), Green Management bertujuan meminimalkan dampak negatif organisasi
terhadap lingkungan melalui lima prinsip, yaitu efisiensi energi, pengelolaan
limbah yang bertanggung jawab, penggunaan teknologi ramah lingkungan, pengelolaan
sumber daya alam yang berkelanjutan, serta transparansi dan akuntabilitas.
Prinsip tersebut dapat diterapkan dalam operasional SPPG melalui efisiensi
penggunaan energi dan bahan baku, pengurangan serta pemilahan limbah makanan
dan kemasan, pemanfaatan teknologi yang mendukung efisiensi, serta pengawasan
terhadap pelaksanaan kegiatan lingkungan.
Implementasi Program Makan
Bergizi Gratis (MBG) merupakan proses pelaksanaan kebijakan yang bertujuan
memastikan penyediaan makanan bergizi bagi kelompok sasaran. Keberhasilan
implementasi kebijakan menurut George C. Edward III dipengaruhi oleh
komunikasi, sumber daya, disposisi pelaksana, dan struktur birokrasi. Implementasi MBG, faktor implementasi
kebijakan
berkaitan dengan koordinasi pelaksana, ketersediaan sumber daya, komitmen
terhadap standar program, serta pembagian tugas dan pengawasan dalam penyediaan
makanan.
Satuan Pelayanan Pemenuhan
Gizi (SPPG) merupakan unit operasional yang melaksanakan kegiatan penyediaan
makanan bergizi, mulai dari perencanaan menu, pengadaan bahan pangan,
pengolahan, pengemasan, hingga distribusi kepada penerima manfaat. SPPG juga
berperan memastikan makanan memenuhi standar gizi, keamanan pangan, dan
kualitas yang ditetapkan. Oleh karena itu, penerapan Green Management pada SPPG
Kedurus Kota Surabaya penting untuk mendukung pelaksanaan MBG yang tidak hanya
efektif dalam pemenuhan gizi, tetapi juga efisien dalam penggunaan sumber daya
dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.
METODE
PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan
pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif untuk mengkaji
implementasi Green Management dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kedurus Kota Surabaya. Menurut Sugiyono
(2019), penelitian kualitatif digunakan untuk mengkaji objek dalam kondisi
alamiah dengan peneliti sebagai instrumen utama. Data diperoleh melalui teknik
triangulasi dan dianalisis secara induktif untuk memahami fenomena berdasarkan
kondisi empiris di lapangan.
Pendekatan kualitatif dipilih
karena memungkinkan peneliti memperoleh pemahaman yang mendalam mengenai
penerapan prinsip Green Management dalam kegiatan operasional SPPG. Pengumpulan
data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk
menggali penerapan prinsip efisiensi energi, pengelolaan limbah, penggunaan
teknologi ramah lingkungan, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan,
serta transparansi dan akuntabilitas dalam proses perencanaan, pengadaan,
produksi, dan distribusi makanan. Pendekatan ini memungkinkan fenomena yang
diteliti dipahami berdasarkan kondisi dan pengalaman para pelaksana secara
langsung.
Penelitian kualitatif dilakukan
dalam lingkungan alamiah dengan pengumpulan data secara langsung dari sumber
penelitian (Creswell & Creswell, 2023). Penelitian ini dilaksanakan di SPPG
Karangpilang yang berlokasi di Jl. Kedurus Dukuh I No. 14, Kedurus, Kecamatan
Karangpilang, Kota Surabaya, Jawa Timur. Lokasi tersebut dipilih karena merupakan
unit operasional yang melaksanakan kegiatan penyediaan makanan dalam Program
MBG sehingga relevan untuk mengkaji penerapan prinsip Green Management dalam
proses pengadaan bahan baku, produksi, distribusi, serta pengelolaan sisa
makanan dan limbah. Penelitian dilaksanakan mulai minggu kedua Maret hingga
Juni 2026.
Data penelitian diperoleh dari
hasil wawancara dengan informan yang terlibat dalam pelaksanaan MBG, observasi
terhadap kegiatan operasional SPPG, serta dokumentasi yang berkaitan dengan
pelaksanaan program. Data yang terkumpul dianalisis secara induktif untuk
memperoleh gambaran mengenai bentuk penerapan, faktor pendukung, serta kendala
dalam implementasi Green Management. Penelitian ini diharapkan dapat
memberikan gambaran secara komprehensif mengenai penerapan prinsip Green
Management dalam mendukung efisiensi dan keberlanjutan operasional Program
Makan Bergizi Gratis di SPPG Kedurus Kota Surabaya.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Implementasi
Green Management pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan
Pemenuhan Gizi (SPPG) Kedurus Kota Surabaya menunjukkan bahwa prinsip
keberlanjutan telah mulai diintegrasikan dalam berbagai aktivitas operasional.
Penerapan tersebut terlihat dari upaya efisiensi penggunaan sumber daya,
pengurangan limbah, pengelolaan bahan pangan, serta pelaksanaan pengawasan dan
evaluasi. Implementasinya belum sepenuhnya optimal karena masih terdapat
kendala pada aspek teknologi, pengelolaan limbah, kepatuhan terhadap SOP, dan
kondisi lingkungan kerja.
Efisiensi
Energi
Efisiensi energi di SPPG Kedurus
telah diterapkan melalui penggunaan air, listrik, dan peralatan produksi sesuai
kebutuhan. SOP telah mengatur penggunaan sumber daya tersebut untuk mencegah
pemborosan, sedangkan monitoring dilakukan terhadap penggunaan listrik, air,
dan bahan baku selama kegiatan produksi. Penerapan ini menunjukkan adanya upaya
untuk mengintegrasikan efisiensi sumber daya ke dalam kegiatan operasional
sehari-hari. Efisiensi
energi masih menghadapi kendala berupa tingginya suhu ruang produksi akibat
penggunaan beberapa kompor secara bersamaan. Kondisi tersebut menyebabkan
kebutuhan energi relatif tinggi, meskipun penggunaan lampu dan peralatan
listrik telah disesuaikan dengan kebutuhan. Temuan ini menunjukkan bahwa
penerapan efisiensi energi telah berjalan cukup baik melalui SOP dan
monitoring, tetapi masih membutuhkan dukungan peralatan yang lebih hemat energi
dan teknologi yang mampu mengurangi konsumsi energi.
Pengelolaan
Limbah yang Bertanggung Jawab
Pengelolaan limbah di SPPG Kedurus
dilakukan melalui pemilahan limbah organik dan anorganik serta upaya mengurangi
food waste. Pengurangan sisa makanan dilakukan melalui perencanaan menu,
pengendalian porsi, dan evaluasi terhadap sisa makanan dari penerima manfaat.
Praktik tersebut menunjukkan bahwa prinsip Reduce telah mulai diterapkan dalam
kegiatan operasional SPPG. pengelolaan
limbah organik masih menjadi salah satu aspek yang perlu diperkuat.
Keterbatasan dalam pengolahan sisa makanan menyebabkan penerapan prinsip 3R
belum sepenuhnya optimal. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa keberadaan SOP dan
pemilahan limbah belum cukup apabila tidak disertai sistem pengolahan limbah
yang memadai. Implementasi Green Management pada aspek ini perlu diarahkan pada
penguatan pengolahan sisa makanan agar limbah yang dihasilkan dapat dikurangi
dan tidak hanya dipindahkan dari sumber ke tempat pembuangan.
Teknologi
Ramah Lingkungan
Penggunaan teknologi ramah
lingkungan di SPPG Kedurus telah mendukung beberapa kegiatan operasional,
khususnya dalam penyimpanan dan pengelolaan bahan pangan. Namun, penerapannya
masih berada pada tahap pengembangan karena belum didukung teknologi yang secara
khusus dirancang untuk meningkatkan efisiensi energi, mengurangi emisi, dan
mengoptimalkan pengolahan limbah. Kondisi
tersebut menunjukkan bahwa teknologi belum menjadi instrumen utama dalam
penerapan Green Management di SPPG Kedurus. Pengembangan teknologi dapat
diarahkan pada penggunaan peralatan memasak hemat energi, sistem ventilasi yang
lebih efektif, digitalisasi monitoring penggunaan energi dan bahan baku, serta
teknologi pengolahan limbah organik. Penguatan aspek teknologi penting karena
penerapan Green Management tidak hanya bergantung pada kebijakan dan perilaku
pelaksana, tetapi juga membutuhkan sarana yang mampu mendukung efisiensi dan
keberlanjutan operasional.
Pengelolaan
Sumber Daya Alam yang Berkelanjutan
Pengelolaan sumber daya alam di
SPPG Kedurus telah dilakukan melalui perencanaan kebutuhan bahan pangan
berdasarkan jumlah penerima manfaat, penggunaan standar resep dan gramasi,
serta penerapan metode FIFO. SPPG juga memanfaatkan bahan pangan lokal melalui
UMKM dan pemasok di sekitar Surabaya sehingga dapat memperpendek rantai
distribusi dan menjaga kesegaran bahan pangan. Penerapan tersebut
menunjukkan bahwa pengelolaan sumber daya telah dilakukan secara terencana
untuk mengurangi pemborosan bahan pangan. Penggunaan sistem Purchase Order
(PO), perhitungan kebutuhan berdasarkan standar resep dan Berat yang Dapat
Dimakan (BDD), serta pemeriksaan kualitas bahan ketika diterima menjadi bentuk
pengendalian yang mendukung efisiensi penggunaan sumber daya. Ketergantungan terhadap
pemasok tertentu masih menjadi kendala sehingga diversifikasi pemasok dan
penguatan rantai pasok perlu dilakukan untuk meningkatkan keberlanjutan
pengadaan bahan pangan.
Transparansi
dan Akuntabilitas
Transparansi
dan akuntabilitas dalam pelaksanaan MBG di SPPG Kedurus diwujudkan melalui
briefing harian, evaluasi rutin, pembagian tugas, pencatatan penggunaan sumber
daya, serta pengawasan pada setiap tahapan operasional. Pengawasan dilakukan
sejak penerimaan bahan baku, penyimpanan, produksi, hingga distribusi dengan
melibatkan PIC area, ahli gizi, dan Kepala SPPG. Akuntabilitas juga didukung
melalui penggunaan form kebersihan harian dan dokumentasi pemeriksaan kegiatan
produksi. Sistem tersebut memungkinkan setiap kegiatan dipantau dan
dipertanggungjawabkan oleh pihak yang memiliki tanggung jawab pada
masing-masing bagian. Pencatatan
kebutuhan bahan pangan, penggunaan anggaran, dan pelaporan kegiatan kepada
Badan Gizi Nasional menjadi bentuk transparansi dalam penyelenggaraan program.
keberhasilan
Green Management tidak hanya ditentukan oleh keberadaan kebijakan dan SOP,
tetapi juga membutuhkan dukungan teknologi, sumber daya manusia, infrastruktur,
serta budaya organisasi yang berorientasi pada keberlanjutan. Oleh karena itu,
penguatan kapasitas SDM, peningkatan kepatuhan terhadap SOP, pengembangan
teknologi ramah lingkungan, dan optimalisasi pengelolaan limbah menjadi langkah
penting agar penerapan Green Management di SPPG Kedurus dapat berjalan lebih
efektif dan berkelanjutan.
SIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian,
implementasi Green Management pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan
Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kedurus Kota Surabaya telah diterapkan melalui
lima prinsip, yaitu efisiensi energi, pengelolaan limbah, penggunaan teknologi
ramah lingkungan, pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan, serta
transparansi dan akuntabilitas. Implementasi tersebut menunjukkan adanya
komitmen SPPG dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam kegiatan
operasional, meskipun pelaksanaannya belum sepenuhnya optimal.
Penerapan yang relatif baik
terlihat pada pengelolaan sumber daya alam serta transparansi dan akuntabilitas
melalui perencanaan kebutuhan bahan pangan, penerapan FIFO, pemanfaatan pemasok
lokal, briefing, monitoring, evaluasi, dan pencatatan kegiatan. Sementara itu,
efisiensi energi, pengelolaan limbah, dan penggunaan teknologi ramah lingkungan
masih memerlukan penguatan, terutama dalam penggunaan teknologi hemat energi, pengolahan
limbah organik, dan penerapan teknologi yang berorientasi pada keberlanjutan.
Kepatuhan sumber daya manusia terhadap SOP juga perlu ditingkatkan untuk
mendukung konsistensi penerapan prinsip Green Management.
Implementasi Green
Management di SPPG Kedurus dapat dikategorikan cukup baik karena
prinsip-prinsip keberlanjutan telah mulai terintegrasi dalam operasional
Program MBG, tetapi masih terdapat kendala yang perlu diperbaiki. Penguatan
teknologi ramah lingkungan, optimalisasi pengelolaan limbah, peningkatan
efisiensi energi, serta penguatan disiplin dan budaya kerja berkelanjutan
menjadi aspek penting untuk mendukung penyelenggaraan Program MBG yang lebih
efektif, efisien, dan berkelanjutan.
REFERENSI
Agustini.,
Grashinta, A., Putra, S., Sukarman., Guampe, F. A., Akbar, J. S., Lubis, M. A.,
Maryati, I., Ririnisahawaitun., Mesra, R., Sari, M. N., Tuerah, P. R.,
Rahmadhani, M. V., & Rulanggi, R. (2023). Metode Penelitian Kualitatif
(Teori dan Panduan Praktis Analisis Data Kualitatif). PT. Mifandi Mandiri
Digital.
Antón-Peset,
A., Fernández-Zamudio, M. A., & Pina, T. (2021). Promoting food waste
reduction at primary schools: A case study. Sustainability, 13(2),
600. URL: https://www.mdpi.com/2071-1050/13/2/600 . Diakses pada tanggal 15 Februari 2026.
Asrulla, A.,
Risnita, R., Jailani, M. S., & Jeka, F. (2023). Populasi dan sampling
(kuantitatif), serta pemilihan informan kunci (kualitatif) dalam pendekatan
praktis. Jurnal Pendidikan Tambusai, 7(3), 26320–26332.
Badan Gizi
Nasional. (2024). Pedoman penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis
(MBG). Jakarta: Badan Gizi Nasional Republik Indonesia.
Bathmanathan, V., Rajadurai, J., & Alahakone, R.
(2023). Food waste management system in secondary schools. Heliyon. URL: https://www.cell.com/heliyon/fulltext/S2405-8440(23)07535-7
. Diakses pada tanggal 18 Februari 2026.
Chaves, V. M., Rocha, C., Gomes, S. M., Jacob, M. C.
M., & da Costa, J. B. A. (2023). Integrating family farming into school
feeding: A systematic review of challenges and potential solutions. Sustainability,
15(4). URL:
https://www.mdpi.com/2071-1050/15/4/2863 . Diakses pada tanggal 18 Februari 2026.
Colombo, P. E., Elinder, L. S., & Patterson, E.
(2021). Barriers and facilitators to successful implementation of sustainable
school meals. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical
Activity. URL:
https://link.springer.com/article/10.1186/s12966-021-01158-z
. Diakses pada tanggal 18 Februari 2026.
Creswell, J.
W., & Creswell, J. D. (2023). Research design: Qualitative,
quantitative, and mixed methods approaches (6th ed.). Sage Publications.
Damanhuri, E
& Padmi, T. (2019). Pengelolaan Sampah Terpadu. Bandung: ITB Press.
Ernawati, F.,
et al. (2023). Micronutrients and nutrition status of school-aged children in
Indonesia. Journal of Nutrition and Metabolism. URL:
https://doi.org/10.1155/2023/4610038 . Diakses pada tanggal 23 Februari 2026.
Fadila, F.,
Safriani, S., Eliana, E., & Khaddafi, M. (2025). Pengumpulan data dalam
penelitian kualitatif: Wawancara. Jurnal Intelek Insan Cendikia. URL: https://jicnusantara.com/index.php/jiic/article/view/4377 . Diakses pada tanggal 23 Februari 2026.
Gardner, G.,
Burton, W., Sinclair, M., & Bryant, M. (2023). Interventions to strengthen
environmental sustainability of school food systems. International Journal
of Environmental Research and Public Health, 20(11). URL: https://www.mdpi.com/1660-4601/20/11/5916 . Diakses pada tanggal 25 Februari 2026.
Iba, Z.,
& Wardhana, A. (2023). Metode Penelitian. CV. Eureka Media Aksara.
Kotler, P.,
& Keller, K. L. (2016). Marketing management (15th ed.). Pearson
Education. URL: https://www.pearson.com/en-us/subject-catalog/p/marketing-management/P200000003178 . Diakses pada tanggal 24 Februari 2026.
Lonska, J., Kodors, S., Deksne, J., & Litavniece,
L. (2025). Reducing plate waste in schools. Foods, 14(1). URL: https://www.mdpi.com/23048158/14/1/126
. Diakses pada tanggal 26 Februari 2026.
Muisyo, P.,
Su, Q., Ho, T. H., Julius, M. M., & Usmani, M. S. (2022). Implications of
green HRM on the firm's green competitive advantage: The mediating role of
enablers of green culture. Journal of Manufacturing Technology Management,
33(2), 308-333. URL:
https://doi.org/10.1108/JMTM-01-2021-0033 . Diakses pada tanggal 27 Februari 2026
Nurulaini,
R., & Afifah, D. F. (2025). Implementasi Program MBG Untuk Meningkatkan
Gizi Anak Sekolah Dasar di Kota Semarang 2025. Jurnal Sosial Teknologi, 5(11),
4249-4259. URL: https://doi.org/10.59188/jurnalsostech.v5i11.32520 . Diakses pada tanggal 27 Februari 2026.
Pancino, B., Cicatiello, C., Falasconi, L., &
Franco, S. (2021). School canteens and the food waste challenge: Which public
initiatives can help? Waste Management & Research. URL: https://journals.sagepub.com/doi/10.1177/0734242X21989418
. Diakses pada tanggal 1 Maret 2026.
Purba, B.,
Nainggolan, L. E., Siregar, R. T., Chaerul, M., Simarmata, M. M. T., Bachtiar,
E., Rahmadana, M. F., Marzuki, I., & Meganingratna, A. (2020). Ekonomi Sumber
Daya Alam: Sebuah Konsep, Fakta dan Gagasan. Yayasan Kita Menulis.
Purwanto.
(2018). Teknik penyusunan instrumen uji validitas dan reliabilitas
penelitian ekonomi syariah (1st ed.). Magelang: Staial Press.
Sudarmanto,
E., Hakim, F., Nurhuda, H., Salju, Dlt, N. P., Indrawati, M., Rahmawati. T.,
Wahidin, Sadi. S., Ariefin. M. S., Purwanto. E., Isrok, Al-Azizah. U. S.,
Ghani. I., Yusmaliana. D. (2025). Green Management: Konsep dan Implementasi.
Banten: Minhaj Pustaka.
Sugiyono.
(2020). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D.
Bandung: Alfabeta.
Suryani, N.,
Ulfatin, N., & Hardani, A. (2023). The application of Colaizzi's method in
conducting research across two languages. ResearchGate. URL:
https://www.researchgate.net/publication/309289109 . Diakses pada tanggal 27 Februari 2026.
Wani, N. R., Rather, R. A., Farooq, A., & Padder,
S. A. (2024). New insights in food security and environmental sustainability
through waste food management. Environmental Science and Pollution
Research. URL: https://link.springer.com/article/10.1007/s11356-023-26462-y
. Diakses pada tanggal 1 Maret 2026.
No comments:
Post a Comment