Digital
Marketing Training to Increase MSME Sales in Maesa Subdistrict, UNIMA
Bertha
Ireni Mundung1, Listriyanti Palangda2
1,2Universitas Negeri
Manado
Email:
berthamundung@unima.ac.id, Listriyantipalangda@unima.ac.id
Abstrak
Perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi di era ekonomi digital telah mengubah secara
fundamental lanskap bisnis global dan lokal, memaksa para pelaku Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk beradaptasi agar tetap kompetitif dan
berkelanjutan. Di Kelurahan Maesa, yang terletak di sekitar kawasan strategis
kampus Universitas Negeri Manado (UNIMA), potensi ekonomi kerakyatan sangat
tinggi seiring dengan tingginya mobilitas civitas akademika dan masyarakat
sekitar. Meskipun demikian, sebagian besar pelaku UMKM di wilayah ini masih
menghadapi berbagai hambatan klasik, terutama ketergantungan pada metode
pemasaran konvensional yang memiliki batas jangkauan geografis, minimnya
literasi digital, serta ketidakmampuan mengoptimalkan media sosial sebagai
instrumen penciptaan nilai tambah bisnis. Penelitian dan program pengabdian
kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengkaji dan menerapkan model pelatihan digital
marketing komprehensif bagi UMKM di Kelurahan Maesa UNIMA. Metode
pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif yang meliputi observasi,
penyuluhan, pelatihan praktis (hands-on), pendampingan intensif, serta
evaluasi dampak. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam
pemahaman teoretis maupun keterampilan teknis peserta dalam mengelola media
sosial komersial, membangun identitas merek (branding), menyusun konten
visual yang persuasif, serta memanfaatkan e-commerce. Dampak langsung
dari transformasi ini adalah terjadinya perluasan pangsa pasar melampaui batas
wilayah lokal serta lonjakan omzet penjualan bulanan secara bertahap. Dengan
demikian, program pelatihan digital marketing terbukti menjadi
katalisator krusial dalam mengakselerasi transformasi digital dan meningkatkan
kemandirian ekonomi UMKM lokal di Kelurahan Maesa UNIMA.
Kata
Kunci:
Digital Marketing; Peningkatan Penjualan
Abstract
The
development of information and communication technology in the digital economy
era has fundamentally transformed the global and local business landscape,
compelling Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) to adapt in order to
remain competitive and sustainable. In Maesa Subdistrict, located around the
strategic area of Universitas Negeri Manado (UNIMA), the potential for
community-based economic development is substantial due to the high mobility of
the academic community and surrounding residents. Nevertheless, most MSME
operators in the area continue to face various conventional challenges,
particularly their dependence on traditional marketing methods with limited
geographical reach, low levels of digital literacy, and limited ability to
optimize social media as an instrument for creating business value. This
research and community service program aims to examine and implement a
comprehensive digital marketing training model for MSMEs in Maesa Subdistrict,
UNIMA. The implementation method employed a participatory approach consisting
of observation, counseling, hands-on training, intensive mentoring, and impact
evaluation. The results of the program demonstrated a significant improvement
in participants’ theoretical understanding and technical skills in managing
commercial social media, building brand identity, developing persuasive visual
content, and utilizing e-commerce platforms. The direct impact of this
transformation was an expansion of market share beyond the local area,
accompanied by a gradual increase in monthly sales turnover. Thus, the digital
marketing training program has proven to be a crucial catalyst for accelerating
digital transformation and strengthening the economic independence of local
MSMEs in Maesa Subdistrict, UNIMA.
Keywords:
Digital
Marketing; Increased Sales
Article Info
Received date: 15
August 2026 Revised date:
20 August 2026 Accepted date: 25
August 2026
PENDAHULUAN
Era
globalisasi dan revolusi industri digital telah menghadirkan pergeseran
paradigma ekonomi yang mendalam, di mana batas-batas teritorial fisik bukan
lagi menjadi hambatan utama dalam pertukaran barang dan jasa. Teknologi
informasi dan komunikasi, khususnya internet dan gawai cerdas (smartphones),
telah meresap ke dalam seluruh sendi kehidupan masyarakat modern. Dalam konteks
perekonomian nasional, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memegang peranan
yang sangat strategis sebagai tulang punggung ekonomi Indonesia, penyerapan
tenaga kerja yang masif, serta penyangga stabilitas ekonomi domestik (Setiyanto
et al., 2024). Namun, di balik ketangguhan tersebut, sektor UMKM sering kali
dihadapkan pada kerentanan struktural, salah satunya adalah keterbatasan akses
terhadap informasi pasar yang luas dan ketertinggalan dalam mengadopsi
teknologi digital pemasaran (Endra et al., 2023).
Kelurahan
Maesa, yang terletak di wilayah administratif Kota Tomohon/Kabupaten Minahasa
di sekitar lingkungan kampus Universitas Negeri Manado (UNIMA), memiliki
karakteristik sosio-ekonomi yang unik. Keberadaan kampus UNIMA mendatangkan
ribuan mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan dari berbagai daerah, yang
secara langsung menciptakan ekosistem permintaan pasar yang potensial. Berbagai
jenis usaha mikro seperti warung makan, kafe kecil, usaha kerajinan tangan,
toko kelontong, dan jasa penunjang mahasiswa tumbuh subur di wilayah ini.
Kendati demikian, observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku UMKM
di Kelurahan Maesa masih menjalankan roda bisnis mereka dengan pendekatan
tradisional atau konvensional. Mereka mengandalkan metode pemasaran dari mulut
ke mulut (word-of-mouth), papan nama sederhana, atau menunggu pembeli
datang langsung ke toko fisik tanpa memanfaatkan platform digital yang tersedia
secara gratis dan masif (Thaha et al., 2021).
Ketergantungan
pada model pemasaran konvensional ini menyebabkan ruang gerak dan pertumbuhan
omzet pelaku UMKM menjadi sangat terbatas. Jangkauan pasar hanya berputar di
sekitar warga lokal atau mahasiswa yang kebetulan melintas. Padahal, perilaku
konsumen kontemporer telah mengalami migrasi digital yang masif; masyarakat
kini cenderung mencari referensi produk, membandingkan harga, dan melakukan
transaksi secara daring melalui media sosial maupun aplikasi pesan instan
(Wong, 2020). Ketimpangan antara potensi pasar yang besar di lingkungan kampus
UNIMA dengan rendahnya adopsi teknologi pemasaran digital oleh pelaku usaha
lokal menjadi masalah mendasar yang mendesak untuk diselesaikan.
KAJIAN PUSTAKA
Konsep Dasar Usaha
Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
Usaha
Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan entitas ekonomi kerakyatan yang
memiliki kontribusi krusial dalam perekonomian nasional maupun regional.
Berdasarkan regulasi yang berlaku di Indonesia, UMKM diklasifikasikan
berdasarkan kriteria modal usaha dan nilai penjualan tahunan. UMKM dicirikan
oleh fleksibilitas yang tinggi, penggunaan tenaga kerja lokal yang padat karya,
serta kemampuan adaptasi yang cepat terhadap dinamika pasar lokal. Meskipun
demikian, dalam era ekonomi digital, ukuran skala usaha tidak lagi menjadi
penghalang bagi UMKM untuk bersaing dengan korporasi besar, asalkan mereka
mampu menguasai instrumen teknologi informasi secara optimal (Azmi et al.,
2024).
Hakikat Digital
Marketing dalam Bisnis Modern
Digital
marketing atau
pemasaran digital adalah seluruh upaya pemasaran, promosi, dan pembangunan
merek (branding) yang menggunakan perangkat elektronik atau internet.
Saluran pemasaran ini mencakup media sosial (Instagram, TikTok, Facebook),
mesin pencari (search engines), surat elektronik (e-mail), situs
web resmi, serta aplikasi pesan instan bisnis (WhatsApp Business)
(Awaludin et al., 2024). Menurut Sugiyanti et al. (2022), keunggulan utama digital
marketing dibandingkan pemasaran konvensional meliputi:
1.
Efisiensi
Biaya (Cost Efficiency): Promosi digital dapat dimulai dengan anggaran
yang relatif kecil bahkan tanpa biaya melalui pengelolaan akun organik.
2.
Jangkauan
Tanpa Batas (Global Reach): Informasi produk dapat diakses oleh konsumen
dari berbagai wilayah tanpa terkendala jarak fisik.
3.
Interaktivitas
Tinggi (Engagement): Memungkinkan komunikasi dua arah secara langsung
antara produsen dan konsumen melalui kolom komentar atau pesan privat.
4.
Ketepatan
Sasaran (Targeting): Kemampuan untuk menyasar demografi konsumen
tertentu berdasarkan minat, usia, dan lokasi geografis.
Peran Literasi
Digital terhadap Kinerja UMKM
Literasi
digital bukan sekadar kemampuan teknis mengoperasikan gawai, melainkan
kapasitas kognitif dan analitis seseorang untuk memahami, mengevaluasi, dan
memanfaatkan informasi digital secara efektif dalam pengambilan keputusan
bisnis (Devi Maulidasari & Setiyana, 2020). Rendahnya literasi digital
sering kali menjadi akar permasalahan lambatnya transformasi bisnis mikro. Oleh
karena itu, intervensi berupa pelatihan terstruktur sangat dibutuhkan untuk
menjembatani kesenjangan pengetahuan teknologi di kalangan pelaku usaha
tradisional (Fendisty et al., 2021).
Kerangka Teoretis
Hubungan Pelatihan Pemasaran Digital dan Kinerja Penjualan
Pelatihan
(training) merupakan proses sistematis untuk mengubah perilaku,
pengetahuan, dan keterampilan tenaga kerja atau pelaku usaha guna meningkatkan
efektivitas kinerja mereka. Ketika pelaku UMKM diberikan pelatihan intensif
mengenai teknik fotografi produk, penulisan narasi promosi (copywriting),
pengelolaan algoritma media sosial, dan optimalisasi e-commerce, mereka
akan mampu mengubah orientasi produk menjadi orientasi pasar digital
(Sholahuddin et al., 2024). Peningkatan eksposur digital ini secara langsung
akan memperluas funneling penjualan, menarik prospek konsumen baru, dan
pada akhirnya mendongkrak volume transaksi serta omzet usaha secara
berkelanjutan (Talib & Sari, 2024).
METODE PELAKSANAAN
Pelaksanaan
kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan kualitatif
deskriptif dan metode partisipatif (Participatory Action Research), di
mana pelaku UMKM di Kelurahan Maesa UNIMA dilibatkan secara aktif dari tahap
perencanaan hingga evaluasi akhir.
Kerangka Tahapan
Program
Program
ini dibagi menjadi lima tahapan utama yang dirancang secara sistematis:
[1. Observasi & Identifikasi
Masalah]
↓
[2. Penyuluhan & Sosialisasi
Konseptual]
↓
[3. Pelatihan Praktis (Hands-on
Training)]
↓
[4. Pendampingan Intensif &
Mentoring]
↓
[5. Evaluasi & Pengukuran
Dampak]
Tahap
Observasi dan Identifikasi Masalah: Pada tahap awal, tim pengabdi melakukan
peninjauan lapangan (field survey) ke Kelurahan Maesa di sekitar kawasan
UNIMA. Kegiatan ini mencakup wawancara mendalam dan penyebaran kuesioner
singkat kepada 25 pelaku UMKM terpilih guna memetakan jenis usaha, tingkat
pemanfaatan teknologi, hambatan operasional, serta kebutuhan spesifik pelatihan
yang diinginkan.
Tahap
Penyuluhan dan Sosialisasi: Tahap ini difokuskan untuk membangun kesadaran (awareness)
dan mengubah pola pikir (mindset) pelaku UMKM. Tim memberikan pemaparan
materi mengenai urgensi transformasi digital di era modern, potensi pasar di
lingkungan kampus UNIMA, serta pengenalan dasar-dasar ekosistem digital
marketing (Mansir & Purnomo, 2021).
Tahap
Pelatihan Praktis (Hands-on Workshop): Sesi pelatihan teknis
dilaksanakan secara interaktif di balai kelurahan atau ruang pertemuan
setempat. Peserta diwajibkan membawa gawai pintar masing-masing. Materi praktis
yang diajarkan meliputi:
1.
Pembuatan
dan optimalisasi akun bisnis profesional di Instagram dan TikTok.
- Teknik dasar fotografi produk
menggunakan kamera ponsel dengan pencahayaan sederhana.
- Penyusunan teks promosi (copywriting)
yang menarik, persuasif, dan dilengkapi dengan tagar (hashtag)
strategis.
- Pemanfaatan fitur WhatsApp
Business (katalog produk, pesan otomatis, dan label pelanggan).
Tahap
Pendampingan Intensif (Mentoring) : Pelatihan tidak berhenti pada sesi
klasikal semata. Tim memberikan pendampingan lanjutan selama empat minggu
secara berkala. Peserta dibimbing secara langsung dalam mengunggah konten
promosi pertama mereka, mengevaluasi respons konsumen, serta mengatasi kendala
teknis yang dihadapi di lapangan (Sholeh & Basuki, 2021).
Tahap
Evaluasi: Evaluasi dilakukan melalui perbandingan tingkat pemahaman peserta
sebelum dan sesudah pelatihan (melalui pre-test dan post-test),
pengamatan keaktifan akun media sosial usaha, serta pencatatan mandiri
perubahan omzet penjualan bulanan oleh para peserta (Pradipta et al., 2023).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Profil Partisipan
dan Kondisi Eksisting UMKM di Kelurahan Maesa UNIMA
Berdasarkan
hasil observasi dan asesmen awal terhadap 25 pelaku UMKM di Kelurahan Maesa
UNIMA, diperoleh gambaran bahwa mayoritas usaha yang digeluti bergerak di
bidang kuliner (makanan/minuman ringan sebesar 56%), disusul oleh perdagangan
eceran/toko kelontong (24%), kerajinan tangan/suvenir (12%), dan jasa penunjang
mahasiswa seperti laundry atau fotokopi (8%).
Sebelum
pelaksanaan program, profil digital UMKM di wilayah ini menunjukkan angka yang
memprihatinkan:
a.
Sebanyak
72% pelaku usaha menggunakan akun media sosial pribadi untuk mencampur urusan
pribadi dan promosi jualan, sehingga terlihat kurang profesional.
- Hanya 16% pelaku usaha yang
memiliki akun khusus bisnis di platform digital.
- Belum ada pelaku usaha yang
memanfaatkan fitur analitik media sosial untuk membaca perilaku konsumen.
Hal
ini sejalan dengan temuan penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa kendala
utama UMKM dalam mengadopsi teknologi digital bukan pada ketersediaan perangkat
gawai, melainkan pada kurangnya pengetahuan praktis mengenai strategi
pengelolaan konten dan pemasaran digital yang benar (Endra et al., 2023).
Pelaksanaan
Pelatihan dan Peningkatan Literasi Digital
Program
pelatihan digital marketing yang dilaksanakan secara partisipatif
berhasil meningkatkan literasi digital para peserta secara signifikan. Melalui
metode hands-on workshop, peserta diajak langsung mempraktikkan cara
membuat katalog digital di WhatsApp Business, menyusun tata letak foto
produk agar terlihat estetik, serta merumuskan kalimat penawaran yang memancing
minat beli mahasiswa UNIMA.
Peningkatan
pemahaman ini terukur dari hasil evaluasi pre-test dan post-test
yang menunjukkan lonjakan skor rata-rata pemahaman peserta dari 42 poin
(kategori rendah) menjadi 88 poin (kategori sangat baik). Para peserta yang
sebelumnya merasa canggung menggunakan teknologi kini mampu mengoperasikan
fitur-fitur pemasaran digital secara mandiri. Hal ini membuktikan efektivitas
pendekatan pelatihan kolaboratif yang disesuaikan dengan kapasitas lokal
(Awaludin et al., 2024).
Perluasan Pangsa
Pasar dan Efisiensi Pemasaran
Sebelum
tersentuh pelatihan digital, area pemasaran UMKM di Kelurahan Maesa sangat
terbatas secara geografis, yakni hanya bergantung pada pembeli yang datang
langsung ke lokasi fisik usaha atau mengandalkan pesanan manual dari mulut ke
mulut.
Melalui
optimalisasi media sosial seperti Instagram Reels dan TikTok, pelaku usaha
kuliner dan kerajinan kini mampu memperluas jangkauan pasar hingga ke luar
wilayah Kelurahan Maesa, bahkan menjangkau seluruh kawasan Kota Tomohon dan
Manado melalui sistem pengiriman kurir lokal. Penggunaan tagar yang relevan
dengan komunitas kampus UNIMA terbukti efektif menarik perhatian mahasiswa yang
gemar mencari rekomendasi kuliner dan produk unik secara daring (Thaha et al.,
2021). Efisiensi promosi juga meningkat drastis karena biaya yang dikeluarkan
untuk iklan digital jauh lebih murah dibandingkan dengan mencetak brosur atau
spanduk konvensional.
Peningkatan Volume
Penjualan dan Dampak Ekonomi
Indikator
keberhasilan yang paling krusial dari program ini adalah peningkatan volume
penjualan dan omzet bulanan pelaku UMKM. Berdasarkan pencatatan mandiri yang
divalidasi oleh tim pengabdi selama masa pendampingan satu bulan setelah
pelatihan:
- Sebanyak 80% peserta mengalami
peningkatan jumlah pesanan harian.
- Ronjakan omzet bulanan peserta
tercatat mengalami pertumbuhan rata-rata berkisar antara 25% hingga 50%.
- Pelaku usaha kuliner
mencatatkan lonjakan transaksi yang paling signifikan, terutama pada
jam-jam istirahat kuliah berkat pemesanan cepat melalui WhatsApp
Business dan promosi visual yang menarik di media sosial.
Dampak
ekonomi ini menunjukkan bahwa intervensi pelatihan digital marketing
tidak hanya berhenti pada tataran teoretis, melainkan memberikan solusi nyata
bagi peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi masyarakat di Kelurahan
Maesa UNIMA (Talib & Sari, 2024).
Tantangan dan
Keberlanjutan Program
Meskipun
menunjukkan hasil yang positif, pelaksanaan program ini juga mengidentifikasi
beberapa tantangan yang perlu diatasi ke depannya, antara lain:
- Konsistensi Pembuatan Konten: Sebagian pelaku usaha kerap
mengalami kejenuhan atau kekurangan waktu untuk terus membuat konten
visual secara rutin di tengah kesibukan produksi harian.
- Keterbatasan Infrastruktur
Jaringan:
Stabilitas koneksi internet di beberapa titik tertentu di Kelurahan Maesa
masih fluktuatif, yang sesekali menghambat proses unggah video promosi
berukuran besar.
Untuk
menjaga keberlanjutan (sustainability) program, direkomendasikan adanya
pembentukan komunitas pendampingan sebaya (peer support group) di
tingkat kelurahan serta kerja sama berkelanjutan dengan lembaga pengabdian
kepada masyarakat Universitas Negeri Manado (UNIMA) secara berkala (Universitas
Negeri Manado, 2026).
SIMPULAN
1.
Kondisi
awal UMKM di Kelurahan Maesa didominasi oleh sistem pemasaran konvensional
dengan tingkat literasi digital yang masih rendah.
2.
Model
pelatihan partisipatif yang menggabungkan penyuluhan konseptual, praktik
langsung (hands-on), dan pendampingan intensif terbukti sangat efektif
dalam meningkatkan keterampilan teknis peserta dalam mengelola media sosial dan
e-commerce.
3.
Penerapan
digital marketing berdampak langsung pada perluasan pangsa pasar
melampaui batas lokal serta mencatatkan peningkatan omzet penjualan bulanan
UMKM secara signifikan.
4.
Program
pengabdian ini merekomendasikan perlunya kolaborasi sinergis yang
berkesinambungan antara akademisi, pemerintah daerah, dan pelaku usaha guna
memperkokoh ekosistem digital UMKM demi mewujudkan kemandirian ekonomi
kerakyatan yang tangguh di era modern.
REFERENSI
Awaludin, D. T., Kushariyadi,
Mardiah, A., Nilowardono, S., & Sattar. (2024). Pelatihan Digital Marketing
bagi UMKM untuk Meningkatkan Penjualan di Era Ekonomi Digital. JIPITI:
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 1(3), 73–78.
Azmi, N., Yuliana, L., &
Perkasa, D. H. (2024). Perizinan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)
sebagai bentuk pemberdayaan, perlindungan hukum dan mewujudkan negara
kesejahteraan. Jurnal Muara Ilmu Sosial, Humaniora, Dan Seni, 6(1),
282–292.
Devi Maulidasari, C., &
Setiyana, R. (2020). Sosialisasi Digital Marketing pada Usaha Mikro Kecil
Menengah (UMKM). Darma Bakti Teuku Umar, 2(1), 15–25.
Endra, R. Y., Barusman, M. T.,
Dunan, H., Purisky Redaputri, A., Syahputra, M. B., & Nuur Rasyid, S.
(2023). Pelatihan Dasar Digital Marketing untuk Peningkatan Penjualan Produk
UMKM di Desa Ganjar Asri Metro. Jurnal Pengabdian Masyarakat Tapis Berseri
(JPMTB), 2(2), 141–147.
Fendisty, A. L., dkk. (2021).
Pelatihan Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Keterampilan Pelaku UMKM di Desa
Srumbung Magelang. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat,
6(4), 434–440.
Mansir, F., & Purnomo, H.
(2021). Pemberdayaan Masyarakat melalui Digital Marketing dan Media Sosial
sebagai Media Promosi Era Pandemi Covid-19 di UMKM Panggungharjo Sewon. Abdimas
Singkerru, 1(1), 39–50.
Nuraeni, E., Sunaryo, A., Dian
Hastuti, P. M., & Sholeh, R. (2025). Pelatihan Strategi Digital Marketing
untuk Meningkatkan Penjualan UMKM di Desa Mojorejo. Jurnal Pengabdian kepada
Masyarakat (JP2M), 4(2), 80–88.
Pradipta, D. D., dkk. (2023).
Pelatihan Digital Marketing UMKM: Peningkatan Pemasaran Masa Pemulihan. Jurnal
Pengabdian Aceh, 3(2), 189–196.
Raharja, S. J., & Natari, S. U.
(2021). Pengembangan Usaha UMKM di Masa Pandemi melalui Optimalisasi Penggunaan
dan Pengelolaan Media Digital. Kumawula: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat,
4(1), 108–123.
Seran, R. B., Sundari, E., &
Fadhila, M. (2023). Strategi Pemasaran yang Unik: Mengoptimalkan Kreativitas
dalam Menarik Perhatian Konsumen. Jurnal Mirai Management, 8(1),
206–211.
Setiyanto, S., Fadhil, T. M., &
Rahman, S. M. (2024). Pelatihan Digital Marketing Guna Meningkatkan Daya Saing
UMKM Pedesaan. Jurnal Abdimas Ekonomi, 5(1), 45–52.
Sholeh, M., & Basuki, U. J.
(2021). Pendampingan Penggunaan Facebook Marketplace sebagai Media Promosi dan
Transaksi Penjualan bagi Pelaku UKM. MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada
Masyarakat, 4(1), 36–42.
Sholahuddin, M., Wiyadi, Abas, N.
I., Rahmawati, S. D., & Rahmawati, R. Y. (2024). Pelatihan Digital
Marketing dan Pameran UMKM sebagai Sarana Pengembangan Strategi Pemasaran:
Studi Kasus UMKM Desa Tanjungsiang. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Nusantara, 5(1), 259–266.
Sugiyanti, L., Zenia Rabbil, M.,
Citra Oktavia, K., & Silvia, M. (2022). Strategi Pemasaran Digital Untuk
Meningkatkan Penjualan UMKM. Jurnal Inovasi Pengabdian, 1(2), 100–110.
Sunyoto, D. (2012). Manajemen
Sumber Daya Manusia. Jakarta: PT Buku Seru.
Syifa, Y. I., dkk. (2021).
Pelatihan UMKM melalui Digital Marketing untuk Membantu Pemasaran Produk Pada
Masa Pandemi. ABDIPRAJA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(1),
6–13.
Talib, N. R. A., & Sari, M. N.
(2024). Optimalisasi E-Commerce dalam Peningkatan Pendapatan Pelaku Usaha
Lokal. Jurnal Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat, 3(2), 110–119.
Thaha, S., Hatidja, S., &
Hasniati, H. (2021). Pelatihan Digital Marketing Untuk Meningkatkan Penjualan
UMKM di Kecamatan Palangga. Jurnal Publikasi Pemberdayaan Masyarakat,
2(2), 112–120.
Universitas Negeri Manado. (2026). Webinar:
Meningkatkan Daya Saing Bisnis Melalui Identitas Digital dan Strategi Pemasaran
Online. Diakses melalui laman resmi unima.ac.id.
Wong, J. (2020). Internet
Marketing for Beginners: Panduan Praktis Bisnis Online. Jakarta: Elex Media
Komputindo.
No comments:
Post a Comment