Information System
for Managing the Sampah Amal Nusantara Foundation’s Waste Bank Using the Rapid
Application Development Method
Ardiansyah Darussalam1,
Gusmelia Testiana2, Muhammad Leandry Dalafranka3
1,2,3Program Studi Sistem
Informasi, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Raden Fatah
Palembang
Email: 1Ardiansyahdarussalam07@gmail.com,
2Gusmeliatestiana_UIN@radenfatah.ac.id,
3Leandry_UIN@radenfatah.ac.id
ABSTRAK
Yayasan Sampah Amal Nusantara (SPAN) menghadapi kendala dalam
pengelolaan bank sampah akibat belum adanya sistem informasi terintegrasi untuk
data lokasi penjemputan, jenis sampah, dan pencatatan transaksi saldo. Kondisi
ini menyebabkan proses pengelolaan menjadi kurang optimal dan memperlambat
layanan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan membangun Sistem Informasi
Pengelolaan Bank Sampah menggunakan metode Rapid Application Development (RAD)
agar sistem dapat dikembangkan dengan cepat dan sesuai kebutuhan pengguna.
Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi,
dan studi pustaka, sedangkan pengembangan sistem menerapkan tiga fase RAD,
yaitu requirement planning, RAD design workshop, dan implementasi. Sistem
dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan framework Laravel dan basis
data MySQL, serta diuji menggunakan metode Black Box Testing. Hasil pengujian
menunjukkan seluruh fungsi utama sistem, meliputi manajemen data nasabah,
pengelolaan transaksi, dan pelaporan, berjalan sesuai kebutuhan. Sistem yang
dikembangkan menyediakan akses data pengelolaan sampah dan transaksi secara
lebih terstruktur, sehingga meningkatkan akurasi, transparansi, dan efektivitas
operasional SPAN sekaligus mendukung upaya pengelolaan sampah yang
berkelanjutan.
Kata Kunci: Sistem Informasi, Rapid Application Development, Bank
Sampah
ABSTRACT
Yayasan Sampah Amal Nusantara (SPAN) faces challenges in managing its
waste bank due to the absence of an integrated information system for handling
data related to waste pickup locations, waste types, and transaction balance
records. This study aims to develop a Waste Bank Management Information System
using the Rapid Application Development (RAD) method to enable fast and
user-centered system development. Data were collected through observation,
interviews, documentation, and literature study, while system development
followed three RAD phases: requirement planning, RAD design workshop, and
implementation. The system was built using PHP with the Laravel framework and a
MySQL database, and evaluated using Black Box Testing. The results show that
all core functions, including customer data management, transaction processing,
and reporting, operate as intended. The developed system provides more
structured access to waste management and transaction data, improving the
accuracy, transparency, and operational effectiveness of SPAN while supporting
sustainable waste management efforts.
Keywords: Information Systems, Rapid Application Development,
Waste Bank
Article Info
Received date: 20 August 2026 Revised date: 28 August 2026 Accepted date: 17
September 2026
PENDAHULUAN
Perkembangan
teknologi informasi saat ini memberikan kemudahan bagi berbagai lembaga dan
institusi dalam menjalankan operasionalnya. Peran teknologi informasi dan
sistem informasi yang handal tidak lagi diragukan dalam menunjang kemampuan
suatu unit usaha maupun organisasi untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas
kerja. Salah satu bidang yang dapat memanfaatkan sistem informasi berbasis
komputer adalah pengelolaan bank sampah.
Bank
sampah merupakan lembaga ekonomi yang menggunakan sampah sebagai alat
transaksi, dengan fokus utama pada pengelolaan sampah sebagai solusi alternatif
dalam mengurangi limbah sekaligus menciptakan nilai ekonomi dari sampah. Di
dalam bank sampah, sampah yang diterima disortir berdasarkan jenisnya, dicatat
administrasinya, dan dikonversi menjadi saldo tabungan bagi nasabah.
Yayasan
Sampah Amal Nusantara (SPAN) adalah yayasan yang bergerak di bidang sosial,
pendidikan, dan agama yang berfokus pada pengelolaan sampah organik dan
anorganik agar bernilai ekonomis, dengan cakupan mitra hingga 18 kecamatan dan
107 kelurahan di Kota Palembang. Dalam praktiknya, proses pengelolaan data di
SPAN masih dilakukan secara manual, sehingga menimbulkan berbagai kendala, di
antaranya kesulitan mencatat lokasi penjemputan sampah, jenis sampah yang tidak
tercatat dengan baik, ketidakakuratan pembukuan transaksi saldo, risiko
kehilangan atau kerusakan data, serta kesulitan dalam memantau kinerja driver
dan biaya operasional. Kondisi ini menyulitkan SPAN dalam mengambil keputusan
secara efektif dan mengevaluasi efektivitas program yang telah dijalankan.
Berdasarkan
permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan merancang dan membangun Sistem
Informasi Pengelolaan Bank Sampah pada Yayasan Sampah Amal Nusantara
menggunakan metode Rapid Application Development (RAD). Metode RAD dipilih
karena menekankan kecepatan dan fleksibilitas pengembangan melalui pendekatan
iteratif dan prototipe, sehingga sesuai dengan kebutuhan pengembangan sistem
yang cepat dan berorientasi pada kebutuhan pengguna. Sistem yang dihasilkan
diharapkan dapat mempermudah pengelolaan data nasabah, pencatatan transaksi,
dan penyusunan laporan secara lebih efektif, efisien, terstruktur, dan
transparan.
METODE PENELITIAN
Penelitian
ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D), karena bertujuan
menghasilkan produk berupa sistem informasi sekaligus menguji keefektifannya.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli 2024 hingga Agustus 2025, bertempat di
Komar Forest Gandus Palembang, salah satu cabang SPAN.
Pengumpulan
data dilakukan melalui empat teknik, yaitu: (1) observasi terhadap alur proses
bank sampah SPAN; (2) wawancara langsung dengan ketua yayasan mengenai
permasalahan yang dihadapi; (3) dokumentasi berupa data harga sampah dan SOP;
serta (4) studi pustaka terhadap jurnal, buku, dan dokumen terkait metode RAD
dan sistem informasi bank sampah.
Sistem
dibangun menggunakan bahasa pemrograman PHP dengan framework Laravel 7 dan
Bootstrap, basis data MySQL (XAMPP), serta pemodelan menggunakan UML dan Data
Modeler. Pengembangan sistem mengikuti tiga fase metode RAD:
a.
Requirement Planning (Perencanaan
Syarat-Syarat): peneliti mengidentifikasi kebutuhan dan permasalahan secara
langsung bersama pengelola bank sampah SPAN. Pada tahap ini disepakati fitur
utama sistem, yaitu manajemen driver, tabungan sampah, saldo sampah, jenis
sampah organik dan anorganik, data nasabah, dan pengambilan sampah.
b.
RAD Design Workshop: peneliti merancang
gambaran desain sistem (use case diagram, activity diagram, dan class diagram)
yang dipresentasikan dan diperbaiki secara iteratif hingga disetujui oleh pihak
yayasan.
c.
Implementasi: hasil desain diimplementasikan
ke dalam pemrograman berbasis framework Laravel, kemudian dilakukan pengujian
sistem menggunakan metode Black Box Testing, yaitu pengujian yang berfokus pada
fungsionalitas sistem dari sisi pengguna tanpa memeriksa struktur kode secara
internal.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Perancangan Sistem
Sistem
Informasi Pengelolaan Bank Sampah SPAN berhasil dirancang dan dibangun
menggunakan metode RAD dengan fitur utama sebagai berikut:
1.
Manajemen Data Nasabah: memfasilitasi
pendaftaran, pengelolaan profil, dan pelacakan riwayat transaksi nasabah.
2.
Pengelolaan Data Transaksi: merekam setoran
sampah, konversi saldo tabungan, dan penarikan saldo dengan perhitungan yang
akurat.
3.
Pelaporan: otomatisasi pembuatan laporan
keuangan dan statistik volume sampah dalam format yang mudah dipahami.
4.
Antarmuka Pengguna: sistem berbasis web
dengan desain sederhana, responsif, dan mudah digunakan oleh operator yayasan.
Alur Proses Bisnis
Alur
layanan bank sampah dimulai ketika warga mendaftar sebagai nasabah, kemudian
menyetorkan sampah anorganik yang telah dipilah ke lokasi bank sampah. Petugas
menimbang sampah yang disetorkan, mencatat hasil penimbangan ke dalam sistem,
dan menghitung nilai ekonominya untuk ditambahkan ke saldo tabungan nasabah.
Nasabah dapat mengajukan penarikan saldo yang kemudian diverifikasi oleh admin
sebelum dana diserahkan. Seluruh proses ini tercatat secara terkomputerisasi
sehingga meningkatkan transparansi dan akuntabilitas layanan.
Perancangan Sistem
Sistem
memiliki empat aktor utama dengan hak akses berbeda, yaitu Admin (mengelola
seluruh data nasabah, driver, transaksi, dan akun), Staff (membantu operasional
transaksi dan pengambilan sampah), Users/Nasabah (mengajukan transaksi,
memantau saldo dan status pengambilan sampah), serta Driver (melakukan
pengambilan sampah dan melihat data tugasnya). Perancangan sistem dituangkan ke
dalam use case diagram, activity diagram (registrasi, login, pengelolaan
sampah, pengelolaan nasabah dan driver, pengajuan pengambilan sampah, serta
penarikan saldo), dan class diagram sebagai dasar pengembangan basis data dan
antarmuka sistem. Gambaran interaksi antar aktor dengan fungsi-fungsi sistem
ditunjukkan pada Gambar 1.
Gambar
1. Use Case Diagram Sistem
Rancangan Proses dan
Antarmuka Login
Proses
login dirancang agar dapat diakses oleh empat jenis pengguna, yaitu admin,
staff, driver, dan user/nasabah, melalui satu halaman login yang sama. Pengguna
memasukkan kredensial (username/email dan password), yang kemudian diverifikasi
sistem terhadap data pada basis data. Apabila kredensial sesuai, sistem
menampilkan notifikasi berhasil dan mengarahkan pengguna ke halaman menu utama
sesuai hak aksesnya; apabila tidak sesuai, sistem menampilkan notifikasi gagal
dan meminta pengguna memasukkan ulang data. Alur proses ini digambarkan pada
activity diagram login (Gambar 2), sedangkan rancangan antarmukanya digambarkan
pada Gambar 3.
Gambar
2. Activity Diagram Login
Gambar
3. Rancangan Antarmuka Halaman Login
Implementasi Sistem
Hasil
rancangan diimplementasikan ke dalam sistem berbasis web menggunakan framework
Laravel. Sebagai gambaran hasil implementasi, Gambar 4 menunjukkan tampilan
dashboard admin yang telah berjalan, yang menyajikan ringkasan data transaksi
sampah, jumlah nasabah dan driver, serta grafik statistik pengelolaan sampah
secara harian dan bulanan.
Gambar
4. Implementasi Halaman Dashboard Admin
Hasil Pengujian Black Box
Pengujian
sistem dilakukan menggunakan metode Black Box Testing terhadap seluruh fungsi
utama sistem secara komprehensif untuk menilai kesesuaian sistem dengan
kebutuhan pengguna. Hasil pengujian disajikan pada Tabel 1.
Tabel 1. Hasil Pengujian
Black Box
|
Fungsi yang Diuji |
Cara Pengujian |
Hasil |
|
Form Login Super Admin |
Mengisi email dan kata
sandi |
Berhasil |
|
Form Login User Admin |
Mengisi email dan kata
sandi |
Berhasil |
|
Form Login User |
Mengisi email dan kata
sandi |
Berhasil |
|
Input data sampah |
Mengisi data sampah |
Berhasil |
|
Input data pengajuan
sampah |
Mengisi data pengajuan |
Berhasil |
|
Edit data pengajuan sampah |
Mengedit data sampah |
Berhasil |
|
Merespon pengajuan sampah |
Memvalidasi proses
pengajuan sampah |
Berhasil |
|
Hapus dan edit data
pengajuan sampah |
Melakukan proses edit data
dan hapus |
Berhasil |
|
Lihat data sampah dan
download laporan |
Mendownload data sampah |
Berhasil |
|
Transaksi saldo |
Melihat dan menarik saldo |
Berhasil |
Berdasarkan
hasil pengujian pada Tabel 1, seluruh fungsi yang diuji—mulai dari autentikasi
pengguna, pengelolaan data sampah dan pengajuan, hingga transaksi saldo dan
pelaporan—berjalan dengan status “Berhasil”. Hal ini menunjukkan bahwa sistem
yang dikembangkan telah memenuhi kebutuhan fungsional yang dirumuskan pada
tahap requirement planning.
Pembahasan
Penerapan
metode RAD dalam penelitian ini terbukti mempercepat proses pengembangan sistem
melalui pendekatan iteratif dan keterlibatan langsung pengelola SPAN dalam
setiap tahap perancangan. Dibandingkan dengan sistem pembukuan manual
sebelumnya, sistem yang dikembangkan mampu meningkatkan akurasi pencatatan
data, mempercepat proses pengolahan transaksi, serta menyediakan akses
informasi secara real-time bagi admin, staf, driver, maupun nasabah. Sistem ini
juga mendukung transparansi pengelolaan saldo dan pelaporan keuangan, sehingga
membantu SPAN dalam mengevaluasi efektivitas program pengelolaan sampah yang
telah dijalankan.
SIMPULAN
Berdasarkan
hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa Sistem Informasi
Pengelolaan Bank Sampah Yayasan Sampah Amal Nusantara berhasil dibangun
menggunakan metode Rapid Application Development (RAD). Sistem ini membantu
pengelolaan data nasabah, data sampah, transaksi setoran dan penarikan saldo,
serta pembuatan laporan secara terkomputerisasi, sehingga meminimalisir
kesalahan pencatatan dan mempercepat proses pengolahan data. Hasil pengujian
Black Box menunjukkan seluruh fungsi utama sistem berjalan sesuai kebutuhan.
Dengan adanya sistem ini, proses operasional SPAN diharapkan dapat berjalan
lebih optimal dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Penelitian
selanjutnya disarankan untuk mengembangkan fitur keamanan data (enkripsi dan
pencadangan rutin), integrasi platform edukasi pengelolaan sampah bagi
masyarakat, serta pelatihan pengguna guna mendukung transisi dari sistem manual
ke sistem digital secara menyeluruh.
REFERENSI
Afiifah, K., Azzahra, Z. F., & Anggoro,
A. D. (2022). Analisis teknik entity-relationship diagram dalam perancangan
database: Sebuah literature review. Intech, 3(2), 18–22.
https://doi.org/10.54895/intech.v3i2.1682
Fachri, B., Rizal, C., Supiyandi, Hariyanto,
E., & Wijaya, R. F. (2023). Penerapan metode RAD pada sistem informasi
pengelolaan bank sampah. Escaf, 1079–1086.
Kendall, K. E., & Kendall, J. E. (2011). Systems
analysis & design. [Penerbit tidak dicantumkan].
Muhammad Wahyu Oktiyawan, Fenando, &
Dalafranka, M. L. (2023). Sistem informasi bank sampah menggunakan metode RAD
dan framework Laravel. Jurnal Fasilkom, 13(2), 251–258.
https://doi.org/10.37859/jf.v13i02.4982
Muhardono, A., Susilo, D., Sahara Fitri, N.
R., & Khasanah, M. (2023). Sistem informasi bank sampah berbasis web untuk
manajemen pengelolaan sampah di Desa Sumurjomblangbogo Kabupaten Pekalongan. G-Tech:
Jurnal Teknologi Terapan, 7(4), 1540–1549.
https://doi.org/10.33379/gtech.v7i4.3248
Rosa, A. S., & Shalahuddin, M. (2018). Rekayasa
perangkat lunak. Informatika Bandung.
Shentika, P. A. (2016). Pengelolaan bank
sampah di Kota Probolinggo. Jurnal Ekonomi dan Studi Pembangunan, 8(1),
92–100. https://doi.org/10.17977/um002v8i12016p092
Subianto. (2020). Penerapan metode rapid
application development dalam perancangan sistem informasi pendataan. Jurnal
Infokam, 16(1), 46–55.
No comments:
Post a Comment