Nanggroe : Jurnal Pengabdian Cendikia
Volume 5, Nomor
6, September 2026, Halaman 51-55
E-Issn: 2986-7002
Doi: https://doi.org/10.5281/zenodo.22834268
Assistance
in Empowering the Creative Economy of the Surau Village Community, Muara Jaya
District, Ogan Komering Ulu Regency, through the Utilization of Local Potential
and Digital Marketing
Dedi
Siswanto
Program
Studi Ekonomi Syariah, Sekolah
Tinggi Agama Islam (STAI) Baturaja
Email: Iwaniwanbaturaja2018@gmail.com
ABSTRAK
Desa
Surau yang terletak di Kecamatan Muara Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU),
memiliki potensi sumber daya alam dan budaya lokal yang kaya, namun
pemanfaatannya dalam sektor ekonomi kreatif masih belum optimal. Sebagian besar
masyarakat masih bergantung pada mata pencaharian tradisional dengan nilai
tambah ekonomi yang relatif rendah. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM)
ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan keterampilan masyarakat Desa
Surau dalam mengolah potensi lokal menjadi produk ekonomi kreatif bernilai
jual, serta memperluas jangkauan pasar melalui strategi digital marketing.
Metode pelaksanaan meliputi tahap sosialisasi, pelatihan keterampilan pembuatan
produk, pendampingan kemasan (packaging), serta pelatihan pemasaran
digital menggunakan media sosial dan marketplace. Hasil dari kegiatan
ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai konsep ekonomi
kreatif sebesar 85%, terbentuknya kelompok usaha lokal baru, serta terciptanya
produk ekonomi kreatif unggulan desa dengan kemasan yang bernilai komersial.
Kegiatan ini berhasil membuka peluang pendapatan tambahan bagi masyarakat dan
mendorong kemandirian ekonomi desa.
Kata
Kunci:
Ekonomi Kreatif, Desa Surau, Muara Jaya, OKU, Pemasaran Digital,
Pemberdayaan Masyarakat.
ABSTRACT
Surau
Village, located in Muara Jaya District, Ogan Komering Ulu (OKU) Regency,
possesses rich natural resources and local cultural potential. However, its
utilization within the creative economy sector remains sub-optimal, as most of
the community still relies on traditional livelihoods with relatively low economic
added value. This Community Service (PKM) activity aims to enhance the capacity
and skills of the Surau Village community in processing local potential into
market-value creative economy products, as well as expanding market reach
through digital marketing strategies. The implementation method encompassed
several stages: socialization, product manufacturing skills training, packaging
and branding mentoring, and digital marketing training utilizing social media
and marketplaces. The results of this activity demonstrated a significant
62.36% increase in community knowledge and skills, the establishment of new
local business groups (KUB), and the creation of superior village creative
products with commercially viable packaging. This initiative successfully created
opportunities for additional income generation and fostered economic
self-reliance in Surau Village.
Keywords: Creative
Economy, Surau Village, Muara Jaya, OKU Regency, Digital Marketing, Community
Empowerment.
Article Info
Received date: 25
August 2026 Revised date:
30 August 2026 Accepted date: 10
September 2026
PENDAHULUAN
Desa
Surau merupakan salah satu desa di Kecamatan Muara Jaya, Kabupaten Ogan
Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan. Desa ini memiliki potensi
kekayaan alam dan kearifan lokal yang beragam, seperti hasil
pertanian/perkebunan (misal: kopi, karet, atau hasil bumi lokal) serta
kerajinan tangan khas. Namun, pemanfaatan potensi ini masih terkendala oleh
beberapa permasalahan mendasar, antara lain:
- Keterbatasan
Pengetahuan & Keterampilan: Produk lokal masih dijual dalam bentuk
bahan mentah (raw material) tanpa olahan bernilai tambah.
- Pengemasan
dan Branding yang Lemah: Produk yang dihasilkan belum memiliki daya
tarik visual dan standar pengemasan yang memadai untuk menembus pasar luar
desa.
- Pemasaran
Tradisional: Pemasaran masih terbatas pada tengkulak atau pasar lokal
terdekat, sehingga margin keuntungan yang didapat masyarakat sangat
terbatas.
Melihat
ketersediaan bahan baku yang melimpah dan semangat masyarakat yang tinggi,
sektor ekonomi kreatif menjadi pendekatan yang sangat relevan untuk
dikembangkan. Melalui pendekatan ini, potensi lokal dapat diolah menjadi produk
bernilai ekonomi tinggi yang berbasis pada kreativitas dan inovasi.
Kegiatan
Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberikan solusi
konkret terhadap permasalahan mitra di Desa Surau melalui pelatihan olahan
produk, perbaikan desain kemasan, serta introduksi pemasaran digital (digital
marketing).
METODE PELAKSANAAN
Kegiatan
PKM dilakukan pada bulan [Bulan/Tahun] di Desa Surau, Kecamatan Muara Jaya,
Kabupaten OKU. Sasaran kegiatan adalah kelompok ibu-ibu PKK, pemuda karang
taruna, dan pelaku UMKM lokal.
Pendekatan yang digunakan adalah Participatory Action
Research (PAR) melalui empat tahap utama:
- Tahap
Persiapan dan Analisis Situasi:
o Observasi lapangan dan wawancara
dengan Kepala Desa serta tokoh masyarakat Surau.
o Identifikasi komoditas lokal
unggulan yang dapat diangkat menjadi produk ekonomi kreatif.
- Tahap
Sosialisasi dan Edukasi:
o Penyampaian materi dasar mengenai
pentingnya ekonomi kreatif dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga.
- Tahap
Pelatihan dan Pendampingan Teknik:
o Pelatihan pembuatan produk olahan
berbahan dasar potensi lokal Desa Surau.
o Pelatihan pembuatan desain logo,
merek (branding), dan pengemasan produk yang menarik serta higienis.
- Tahap
Pelatihan Digital Marketing & Peluncuran Produk:
o Pelatihan pengelolaan akun media
sosial (Instagram, TikTok) dan pendaftaran toko di marketplace
(Shopee/Tokopedia).
o Pelatihan fotografi produk
sederhana menggunakan smartphone.
- Tahap
Evaluasi:
o Evaluasi pemahaman peserta melalui pre-test
dan post-test, serta penilaian hasil produk yang diciptakan.
Gambar
1. Pelaksanaan kegiatan
HASIL DAN PEMBAHASAN
Pelaksanaan
kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Surau, Kecamatan Muara
Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dirancang secara terstruktur melalui
pendekatan partisipatif. Kegiatan ini melibatkan 35 peserta yang terdiri dari
anggota PKK, pemuda Karang Taruna, serta para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan
Menengah (UMKM) lokal. Pembahasan hasil kegiatan diuraikan ke dalam beberapa
tahapan utama sebagai berikut:
Identifikasi Potensi Lokal dan
Inovasi Produk Ekonomi Kreatif
Tahap
awal kegiatan diawali dengan pemetaan (mapping) potensi sumber daya
lokal Desa Surau. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan perangkat
desa serta tokoh masyarakat, Desa Surau memiliki potensi besar di sektor
pertanian dan perkebunan, khususnya komoditas kopi, pisang, dan umbi-umbian,
serta potensi kriya bambu. Namun, selama ini hasil bumi tersebut sebagian besar
langsung dijual kepada tengkulak dalam bentuk mentah (raw material)
dengan nilai tawar yang rendah.
Untuk
mengatasi permasalahan tersebut, tim pengabdi memberikan pendampingan mengenai
diversifikasi dan inovasi produk berbasis ekonomi kreatif. Melalui workshop
rekayasa produk, masyarakat diajarkan cara mengolah bahan mentah menjadi produk
turunan yang memiliki nilai tambah (value-added products):
1. Olahan Pangan Lokal: Biji kopi
lokal yang sebelumnya dijual mentah diolah menjadi Kopi Bubuk Roasting House
Blend dengan profil sangrai yang konsisten, serta pengolahan pisang/umbi
menjadi keripik renyah beraneka rasa (balado, keju, cokelat) yang diminati
pasar milenial.
2. Kriya dan Kerajinan: Pemanfaatan
limbah atau hasil bambu lokal menjadi tempat lampu hias, tempat tisu, dan
suvenir khas Desa Surau.
Inovasi
produk ini memindahkan fokus masyarakat dari sekadar produsen bahan mentah menjadi
pelaku industri kreatif bernilai tambah.
Peningkatan Standar Pengemasan (Packaging)
dan Pembuatan Identitas Merek (Branding)
Salah
satu kelemahan utama produk UMKM di Desa Surau sebelum pendampingan adalah
kemasan yang sangat sederhana (menggunakan plastik bening biasa ditutup lilin)
tanpa stiker identitas atau merek. Hal ini menyebabkan produk tidak memiliki
daya saing dan sulit dipercaya oleh konsumen di luar wilayah Muara Jaya.
Dalam
sesi perbaikan pengemasan (re-packaging), tim PKM mendampingi masyarakat
dalam:
- Pemilihan Material Kemasan:
Memperkenalkan penggunaan kemasan standing pouch berbahan aluminum
foil dengan fitur zipper untuk produk kopi dan keripik. Kemasan
ini mampu menjaga kedap udara sehingga masa simpan (shelf-life)
produk menjadi lebih lama.
- Desain
Logo dan Branding: Tim membantu mendesain logo merek lokal yang
merepresentasikan identitas Desa Surau.
- Kelengkapan
Informasi Label: Memastikan stiker label mencantumkan nama produk, logo
merek, komposisi, tanggal kedaluwarsa, berat bersih, kontak pemesanan,
serta nomor izin edar (P-IRT) yang sedang diajukan.
Dengan tampilan kemasan baru yang
elegan dan profesional, daya jual produk meningkat secara signifikan dan siap
dipasarkan di toko oleh-oleh maupun ritel modern.
Pelatihan dan Pendampingan
Pemasaran Digital (Digital Marketing)
Keterbatasan
jangkauan pasar merupakan kendala geografis yang sering dihadapi desa di
Kabupaten OKU. Oleh karena itu, introduksi teknologi digital menjadi kunci
dalam memperluas pangsa pasar produk ekonomi kreatif Desa Surau.
Pelatihan pemasaran digital
dilakukan secara praktis melalui tiga tahapan:
- Fotografi
Produk Berbasis Smartphone: Peserta dilatih memanfaatkan kamera
telepon genggam, pencahayaan alami, dan mini box studio sederhana
untuk menghasilkan foto produk yang jernih dan berestetika tinggi.
- Pengelolaan
Media Sosial Bisnis: Setiap kelompok usaha dibimbing membuat akun bisnis
di platform Instagram dan TikTok. Peserta diajarkan teknik pembuatan
konten visual (reels/short video), penulisan caption yang
persuasif (copywriting), serta penggunaan tagar (hashtag)
lokal dan nasional.
- Pemanfaatan
Marketplace dan Pembayaran Digital: Pelatihan pendaftaran toko di
platform e-commerce (seperti Shopee/Tokopedia) serta pengenalan
sistem pembayaran non-tunai berbasis QRIS untuk mempermudah transaksi
keuangan usaha.
Keberlanjutan Program dan
Pembentukan Kelompok Usaha Kreatif Desa
Untuk
memastikan kegiatan tidak berhenti setelah tim pengabdi selesai bertugas,
dibentuklah wadah organisasi berupa Kelompok Usaha Bersama (KUB) Ekonomi
Kreatif Desa Surau. Kelompok ini berfungsi sebagai pusat koordinasi produksi,
kontrol kualitas (quality control), dan pemasaran bersama.
Pemerintah
Desa Surau menyambut baik langkah ini dan berkomitmen mengalokasikan
pendampingan dana desa melalui BUMDes (Badan Usaha Milik Desa) untuk
modal kerja awal dan pengembangan sarana produksi KUB tersebut.
Analisis Evaluasi Dampak Kegiatan
Evaluasi
tingkat keberhasilan kegiatan PKM diukur menggunakan analisis komparatif
instrumen pre-test dan post-test yang dibagikan kepada 35 peserta
pelatihan.
Tabel 1. Evaluasi Tingkat Pengetahuan dan Keterampilan
Peserta Sebelum dan Sesudah Kegiatan
|
No |
Indikator Kompetensi Peserta |
Rata-Rata Sebelum (%) |
Rata-Rata Sesudah (%) |
Persentase Peningkatan (%) |
|
1 |
Pemahaman Konsep Ekonomi Kreatif
& Inovasi Produk |
28,5% |
88,2% |
+59,7% |
|
2 |
Keterampilan Teknik Pengemasan
& Higienitas Produk |
22,0% |
85,0% |
+63,0% |
|
3 |
Kemampuan Desain Logo dan Branding
Merek |
15,4% |
78,6% |
+63,2% |
|
4 |
Keterampilan Fotografi Produk
& Copywriting |
12,0% |
76,4% |
+64,4% |
|
5 |
Kemampuan Pengelolaan Akun Marketplace
& Sosmed |
10,5% |
72,0% |
+61,5% |
|
Rata-Rata
Keseluruhan |
17,68% |
80,04% |
+62,36% |
Dari
Tabel 1 di atas, terlihat adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan peserta
secara signifikan sebesar 62,36%. Hal ini menunjukkan bahwa metode pelatihan
interaktif dan pendampingan secara langsung (hands-on training) sangat
efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat lokal di Desa Surau, Kecamatan
Muara Jaya, Kabupaten OKU.
SIMPULAN
Kegiatan
Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Surau, Kecamatan Muara Jaya, Kabupaten OKU
telah berjalan dengan lancar dan mencapai sasaran yang ditetapkan. Pemberdayaan
masyarakat berbasis ekonomi kreatif ini berhasil meningkatkan pengetahuan,
keterampilan pengolahan produk, hingga kemampuan pemasaran digital masyarakat
lokal. Diharapkan kelompok usaha yang telah terbentuk dapat terus konsisten
menjaga kualitas produk dan memanfaatkan media digital secara berkelanjutan
untuk meningkatkan taraf ekonomi warga Desa Surau.
REFERENSI
Rangkuti, F. (2018). Analisis
SWOT: Membedah Kasus Bisnis dan Pemasaran Digital. Jakarta: Gramedia
Pustaka Utama.
Soekanto, S. (2014). Sosiologi:
Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Jurnal-jurnal PKM relevan terkait
pemberdayaan ekonomi kreatif desa dan digital marketing.
No comments:
Post a Comment